Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Apa yang Dapat Dilakukan Seorang Istri untuk Menolong?

Selain mengubah sikap mental dirinya sendiri terhadap impotensi, seorang suami dapat mengetahui tersedianya obat yang paling mujarab, yang ada di dalam diri istrinya. Antara lain, seorang istri dapat ...

  • Menerima masalah (impotensi) sebagai suatu tantangan yang membutuhkan dua orang untuk mengatasinya. Istri seharusnya tidak pernah melakukan atau mengatakan sesuatu untuk memperbesar ketakutan seksual suaminya dengan mengatakan bahwa suaminya tidak memuaskan, aneh, atau tidak menggairahkan. Istri harus berhati-hati dengan lelucon atau kelakar yang dapat memperparah ketakutan suaminya. Seseorang yang bijaksana berkata dengan pertimbangan seperti ini, "Selera humor seseorang berhenti pada ikat pinggangnya."

  • Menjadi agresif secara seksual. Dalam kebanyakan pernikahan, seorang wanita berharap suaminya "membawa bola"; sekarang waktunya bagi istri untuk bergegas ke "tempat bermain" dan memulai beberapa permainan. Apabila keinginan seks yang tertahan ini membuat kesulitan atau menyebabkan hal ini tampak merendahkan, hal ini karena istri lebih tertarik dengan dirinya sendiri daripada suaminya. Dua hal yang biasanya terjadi ketika seorang istri menjadi lebih "garang" dalam pengekspresian seksualnya, ia berubah menjadi pasangan yang lebih menarik dan merangsang suaminya, dan ia menambah kesenangannya dalam hubungan.

Setelah beberapa bulan pernikahan kebanyakan hubungan suami istri menjadi suatu rutinitas. Masing-masing pasangan mulai melakukan cara yang sama, mengambil posisi yang sama, membuat suara-suara yang sama, dan membagikan pengalaman-pengalaman yang sama. Sekarang waktunya keluar dari kebiasaan-kebiasaan tersebut dan menjadi agresif. Bagaimana mungkin seorang laki-laki yang memasuki kamar tidurnya untuk melihat lampu yang remang-remang, mendengarkan musik yang lembut, tempat tidur yang terbentang, dan istri yang berpakaian minim, yang setiap gerakannya menunjukkan keinginannya yang besar untuk meletakkan tangannya pada tubuh suaminya, akan tetap impoten? Jika Anda, istri, benar-benar ingin membuat suami Anda bergairah, bantulah untuk melepaskan kancing bajunya dan pakaiannya. Biarkan suami merasakan kegairahan Anda. Saya tahu, beberapa orang yang membaca buku ini akan bertanya, "Akan tetapi, bukankah ini kemunafikan?" Sama sekali tidak! Anda mungkin terbiasa membiarkan sikap menahan diri memadamkan keinginan Anda yang sebenarnya dan dengan demikian cukup sulit mengetahui bagaimana bertindak secara alamiah. Ini adalah kemunafikan yang lebih buruk, dan Anda mungkin telah melakukannya bertahun-tahun. Jika Anda benar-benar mengasihi suami Anda, Anda sepenuhnya akan menikmati reaksi yang Anda dapatkan dari dia. Ketika Anda bersikap agresif terhadap dia, ia akan menafsirkan maksud Anda bahwa Anda mendapati dirinya menarik secara seksual. Dan, ketika ia menyadari bahwa ia menarik bagi Anda, mudah baginya untuk percaya diri dengan kemampuan seksualnya.

Seorang istri paruh baya yang penuh kasih yang suaminya bergumul dengan masalah impotensi mencermati bahwa ketika ia agresif secara seksual, suaminya memiliki sedikit masalah ejakulasi. "Akan tetapi," akunya secara terburu-buru, "meskipun saya menikmatinya, saya merasa bersalah." Saya menjelaskan bahwa rasa bersalahnya itu tidak pada tempatnya; Allah menyetujui perilaku kasih semacam itu. Ia menjawab, "Namun, saya rasa seorang wanita tidak akan berbuat seperti itu." Untuk pernyataan ini saya berkata, "Dia tidak akan melakukannya -- di gereja atau di dalam mobil yang diparkir -- tetapi kekudusan tempat tidurnya cukup berbeda." Salah satu keuntungan menjadi pendeta dan konselor adalah bahwa saya dapat menghalau persoalan-persoalan tak mendasar dari rasa bersalah yang tidak perlu. Seorang pendeta sering dianggap sebagai juru bicara Allah -- orang yang kata-katanya didasarkan pada prinsip-prinsip alkitabiah. Ingatlah bahwa 1 Korintus 7:1-5 dengan jelas menuliskan bahwa tubuh seorang suami adalah milik istrinya. Oleh sebab itu, istri dapat melakukan apa saja sesuai keinginannya. Hal ini tentu saja mencakup cara untuk membuat suami bergairah secara seksual.

Seorang istri yang cerdik harus ingat bahwa seorang laki-laki cenderung mencari seorang istri yang pasif secara seksual dan sedikit kurang bersemangat, tetapi ia menghadapi seorang istri yang agresif dan benar-benar merangsang. Lebih dari satu istri telah mengetahui bahwa ia dapat membangkitkan gairah suaminya dengan menggesek-gesek kulit si suami dengan indah dan memijat tubuhnya, dengan sentuhan yang sangat lembut pada organ vitalnya. Bahkan penisnya yang lemas sering kali akan merespons gesekan penuh kasih yang lembut dari istrinya, khususnya pada skrotum dan paha bagian dalam. Ingatlah untuk menggunakan sentuhan yang lembut, ringan, dan menggoda, yang merangsang imaginasi.

Mungkin, perlakuan terbaik yang dapat ditunjukkan seorang istri kepada suaminya yang impoten adalah untuk memusatkan perhatian pada aktivitas organ intim. Setelah suami mulai dapat mengatasi kesulitan dalam menjaga ereksi atau ejakulasi, ia tidak perlu menambah masalahnya dengan seorang istri yang tidak memiliki otot-otot yang kuat di sekitar organ intimnya. Suami membutuhkan sentuhan yang semakin bertambah, bukan yang semakin berkurang. Ketika istri meningkatkan hal tersebut dalam keadaan berbeda dari otot-otot yang malas terhadap titik ini sehingga ia dapat menghalangi organ intim suami saat penetrasi, istri akan sangat sulit memberi kontribusi dalam menjaga organ tersebut. Bahkan, sentuhan yang semakin bertambah dapat menjadi "sentuhan yang istimewa" dalam hubungan mereka sebagai suami istri, yang mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Seperti yang telah kita lihat, sedikit keberhasilan akan membuat suami menjadi lebih bersemangat, dan ketika hal itu terjadi, suami secara praktis disembuhkan.

Tidak dapat disangkali bahwa usaha-usaha pihak istri dalam menolong suaminya mengatasi impotensi akan menuntut konsentrasi, kerja keras, dan kadang-kadang perlu mengadopsi peran baru, tetapi jika istri mengasihi suaminya, ia akan membayar harganya -- dan keduanya akan berbagi hasil.

Suami adalah Kunci

Tidak ada seorang pun wanita yang dapat mengobati impotensi suaminya. Ia dapat memberikan bantuan, seperti yang ditunjukkan di atas, tetapi uniknya krisis seorang laki-laki yang dapat diatasinya hanya melalui upaya yang sungguh-sungguh. Inilah beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai tambahan untuk masalah-masalah yang telah disebutkan sebelumnya:

  1. Doakanlah hal ini, lebih baik lagi bersama istri. Alkitab berkata, "Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:6) Allah telah menuntun laki-laki dengan cara yang luar biasa untuk menemukan pertolongan untuk masalah ini. Izinkan Dia menolong Anda.

  2. Temuilah dokter Anda dan ikutilah nasihatnya.

  3. Bicarakanlah hal ini dengan jujur kepada istri Anda.

  4. Bacalah bacaan apa pun yang baik yang dapat Anda temukan tentang topik ini.
    Tidak ada satu hal pun yang memperbesar ketakutan seperti pengabaian, tetapi tidak ada satu pun yang mengurangi ketakutan terhadap ukuran hidup seperti yang dilakukan oleh pengetahuan. Sebagai orang-orang Kristen, kita sering kali tidak setuju dengan teori-teori dan kesimpulan-kesimpulan yang bersifat humanis yang berorientasi pada kekuasaan, tetapi kita dapat menutupi banyak rekomendasi yang menolong dalam tulisan-tulisan mereka. Ingatlah bahwa semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Terlepas dari sumbernya, kebenaran adalah kebenaran. Teori relativitas Einstein seharusnya tidak ditiadakan karena penulisnya adalah seorang humanis. Dalam cara yang sama, sebuah risalah medis liberal yang dibaca dengan kebijaksanaan rohani mungkin memberikan solusi-solusi cepat. Sayangnya, kebanyakan penulis Kristen yang membahas tentang seksualitas manusia tidak mengatasi masalah-masalah impotensi dengan jelas.

  5. Mulailah program fitnes fisik yang sesuai dengan nasihat dokter Anda. Beberapa teman saya menyatakan bahwa joging meningkatkan kejantanan mereka. Tes-tes mengindikasikan bahwa joging meningkatkan semua energi vital sehingga observasi mereka cukup akurat.

  6. Ikutilah program pengurangan berat badan jika perlu.

  7. Hindarilah berhubungan suami istri ketika Anda sedang capek. Kebanyakan orang jatuh ke dalam satu atau dua kategori: tipe "nokturnal" (orang yang bekerja dengan sangat baik pada malam hari, tetapi bisa kembali hidup normal pada pukul 10 pagi), maupun tipe "burung pagi" (orang-orang yang bangun bersama burung-burung, tetapi sudah tidak berdaya pada pukul 8 atau 9 malam). Yang manakah Anda, cobalah melakukan hubungan suami istri ketika Anda benar-benar sudah terjaga, karena Anda memiliki kelenjar paling aktif pada saat itu.

  8. Jangan melakukan hubungan suami istri dengan terburu-buru. Semakin lama Anda melakukannya sebelum penetrasi, lebih mudah Anda mengalami ejakulasi.

  9. Jangan menyerah! Harapkan keberhasilan. Seorang dokter, David Reuben, telah menghabiskan lebih dari dua puluh tahun dalam bidang relasi seksual dan telah menulis beberapa buku laris dalam topik tersebut, serta yang terkait dengan topik itu. Dalam satu pernyataan, ia merangkumnya dengan pernyataan berikut,

    Hampir setiap laki-laki dapat mengatasi impotensinya. Ada kaum minoritas yang permasalahan-permasalahannya pada dasarnya pada masalah fisik dan ada suatu kelompok kecil yang memakai impoten seperti lencana -- dan tidak akan menyerah karena apa pun. Namun bagi kaum mayoritas, pemulihan kepada kepuasan perfoma seksual yang kuat hanya bergantung pada keputusan pribadi mereka. Dengan ketetapan hati, kerja keras, dan kasih dari seorang wanita yang pada hakikatnya saleh, seorang laki-laki dapat menjadi dan tetap berpotensi hingga usia tujuh puluh tahun, delapan puluh tahun, dan seterusnya. Kebanyakan laki-laki, jika mereka memiliki pilihan, ingin memilih cara ini. Berita bagusnya adalah: kebanyakan laki-laki memiliki pilihan itu -- mereka semua harus mencobanya. (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Judul asli buku : The Act of Marriage
Judul bab : The Impotent Man
Judul asli artikel : What Can A Wife Do to Help?
Penulis : Tim & Beverly LaHaye
Penerbit : Grand Rapids, Michigan 1976
Halaman : 177 -- 181
Tipe Bahan: 
kategori: 

Komentar