Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Bagaimana dengan Bisnis Rumahan?

p align="justify">Contoh macam apa yang kita tetapkan bagi generasi wanita-wanita dewasa selanjutnya? Apakah mencari uang lebih penting daripada menjadi ibu? Tentu saja tidak! Putri-putri Anda akan menjadi seperti Anda. Yehezkiel 16:44, "Lihat, setiap penyair akan mengatakan sindiran ini mengenai engkau: Begitu ibu, begitu anak!"

Saya ingin mendorong Anda untuk memiliki pegangan yang kuat atas gambaran keuangan Anda sebagai satu keluarga. Berikut ini adalah beberapa saran:

  1. Milikilah anggaran tertulis yang terus diperbarui, setidaknya setahun sekali. Tiap kali saya menyusun anggaran untuk orang lain, saya sudah membuktikan kepada mereka, tanpa kecuali, bahwa mereka dapat mengaturnya dengan baik untuk gaji bersih suami dalam keluarga dan mereka tidak perlu bekerja dua-duanya (hanya suami yang bekerja).

    Jika Anda mau mengatur keuangan Anda, itu akan menghasilkan kedamaian dalam rumah tangga Anda. Tekanan keuangan merupakan penyebab nomor satu terjadinya perceraian, perpisahan, dan penderitaan dalam pernikahan, dan seharusnya tidak seperti itu. Allah adalah Allah yang teratur, keteraturan yang sempurna. Dan, kita harus menjadi seperti Allah. Aturlah keuangan Anda dengan teratur. Buatlah anggaran.

    Ketika pasangan suami istri tidak memiliki anggaran tertulis, mereka tidak tahu apa yang mereka miliki dan apa yang mereka butuhkan. Ketika mereka mulai berpikir bahwa mereka "kurang", pikiran pertama yang ada dalam pikiran mereka sering kali begini, "Ibu harus bekerja." Tidak! Tulislah anggaran di atas kertas. Bertindaklah sesuai anggaran. Anda akan terkejut!

  2. Kembalikan perpuluhan kepada Allah. Perpuluhan adalah sepuluh persen dari penghasilan seseorang. Pada hari pertama setiap minggu, siapkan perpuluhan itu dalam perbendaharaan Allah. Berhentilah membaca buku saya ini sekarang, ambil Alkitab Anda, dan bacalah perikop berikut ini pelan-pelan dan penuh perhatian.

    Amsal 3:9-10; Maleakhi 3:8-11; Lukas 6:38; 1 Korintus 16:1-2.

    Saya sudah mempelajari pelajaran berharga dalam hidup yang ingin saya teruskan kepada Anda: "Lebih baik hidup dengan 90 persen dari pendapatan Anda dengan berkat Allah daripada hidup 100 persen dari pendapatan Anda dengan kutuk Allah." Allah bukan hanya melakukan mukjizat-mukjizat bagi orang-orang yang memberikan perpuluhan, tetapi Ia juga "... menghardik bagimu belalang pelahap". Kita dapat bertahan hidup dalam keadaan kekurangan karena sebenarnya kita akan memiliki lebih banyak. Saya harap Anda belajar apa artinya ini.

    Selain itu, Allah lebih cenderung menjawab doa-doa orang-orang yang memberi perpuluhan daripada mereka yang tidak memberi. Satu Yohanes 3:22 berkata, "Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Karena itu, berikanlah perpuluhan. Inilah berkat yang membuka pintu-pintu berkat, ini bukanlah sebuah kutuk atau kemalangan.

  3. Bagaimana dengan bisnis rumahan? Kebanyakan perempuan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan. Mereka dapat bekerja di rumah. Mereka dapat mengajarkan keterampilan ini kepada anak-anak sambil mengajar anak-anak mereka tentang bisnis dan pertanggungjawaban keuangan juga. Nantinya, hal ini dapat mempersiapkan anak-anak mereka untuk hidup karena uang adalah sarana penting dalam perdagangan di masyarakat kita.

    Ketika seorang ibu bekerja di luar rumah, anak-anak tidak mendapatkan pengalaman. Ketika seorang ibu bekerja di dalam rumah, anak-anak mengamati hasil kerjanya dan dapat diajak terlibat dalam bisnis, sambil belajar keterampilan dan prinsip keuangan yang berharga.

    Betapa sedihnya melihat begitu banyak remaja zaman sekarang yang sudah bisa menghasilkan uang pada usia, katakanlah 16 tahun, tetapi menjelang usia 20 tahun mereka sudah terlilit utang. Betapa sedihnya melihat anak-anak dan remaja yang mencari uang atau diberi uang dan mereka menghabiskan semuanya. Tidak ada disiplin untuk menabung atau memberi perpuluhan. Hal ini karena ibu dan ayah telah gagal mengajarkan tanggung jawab membayar "kewajiban" kepada anak-anak mereka.

    Sebuah bisnis rumahan dapat mengubah hal itu. Ibu berpikir, apa yang anak-anak Anda ketahui saat ini tentang keuangan yang telah Anda ajarkan kepada mereka secara pribadi? Apakah mereka siap, atau dipersiapkan selama sisa hidup mereka ketika mereka harus mengontrol uang atau dikontrol olehnya? Kebenaran akan membebaskan setiap orang, tetapi uang dapat menempatkan seseorang dalam perbudakan selama sisa hidup mereka jika mereka tidak belajar bagaimana mengontrolnya.

Kebenaran itu adalah Alkitab! Meskipun ini adalah sebuah buku kecil tentang persoalan kaum wanita dalam Perjanjian Baru, mari kita sedikit melihat kembali ke Perjanjian Lama. Bacalah Amsal 31:10-31. Perhatikan bahwa kata "rumah tangga" digunakan empat kali dalam ayat ini. Ayat ini menetapkan prinsip bisnis rumahan. Perhatikan, khususnya ayat 13, 16, 18, dan 24. Perhatikan pernyataan-pernyataan semacam ini, "... senang bekerja dengan tangannya." "Ia membeli sebuah ladang ..., dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya." "Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, ...." "Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ...." Mengapa ia melakukan semuanya itu? Jawabannya: "Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (ayat 27) Dia tidak meninggalkan rumah, ia menjaganya! Rumahnya adalah pusat untuk bisnisnya. Ia tidak meninggalkan rumah, tetapi menunjukkan hal-hal baik mengenai rumah tangganya. Semuanya tercakup dalam bisnisnya dan generasi selanjutnya pun sudah dilatih.

Satu hal yang perlu diingat, bisnis rumahan dapat menjadi pengganggu yang sangat besar terhadap hal-hal luar biasa yang dapat dilakukan bagi Allah oleh seorang ibu. Hal ini tidak perlu terjadi. Pendapatan suami Anda mungkin sangat banyak untuk hidup dan hal ini menahan Anda untuk melakukan sesuatu yang lebih baik atau yang bernilai kekal dengan waktu Anda.

Bertanyalah kepada Tuhan, suami, dan pendeta Anda terlebih dahulu sebelum memulai bisnis rumahan. Anda tentu tidak mau salah mengajarkan kepada anak-anak Anda bahwa mencari uang adalah hal terpenting dalam hidup. Jangan abaikan peran ibu karena uang! (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : The Christian Woman
Alamat URL : http://www.thechristianwoman.com/christian-women-topics/should-christian-mother-work
Judul bab : Should A Christian Mother Work Outside the Home?
Judul asli artikel : How About a Homebased Business?
Penulis : Pastor Art Kohl
Tanggal akses : 22 Mei 2014
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar