Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Bagaimana Menjadikan Waktu Berguna Bagi Kita

BAGAIMANA MENJADIKAN WAKTU BERGUNA BAGI KITA

"Untuk segala sesuatu ada masanya, 
untuk apa pun di bawah langit ada waktunya ...  
ada waktu untuk menjahit;  
ada waktu untuk berdiam diri  
ada waktu untuk berbicara"

(Pengkhotbah 3:1,7)

Keluhan, "Saya tidak ada waktu" sering terdengar dari hampir semua orang yang tidak bisa menghadiri kebaktian di hari Minggu. Dan lagi pula, di dalam kegiatan-kegiatan di gereja apabila kehadiran mereka sangat diharapkan. Alasan yang lazim ialah mengenai masalah waktu.

Suatu hal yang pasti ialah bahwa setiap orang memiliki waktu 24 jam setiap hari. Tak mungkin ada yang memiliki 25 jam sehari. Suatu pertanyaan yang penting ialah: "Jika saudara yang lain bisa mengerjakan tugas rumah tangga serta bisa menghadiri kegiatan-kegiatan gereja, mengapa saya tidak bisa sedangkan kami sama-sama mempunyai jumlah waktu yang sama setiap hari?" Mengatur dan memakai waktu adalah hal yang penting.

Gambar: Waktu

I. Prioritas Tuhan dari waktu kita

Dalam kehidupan Kristen, jika Yesus yang menjadi Tuhan kita, seharusnya Dia menguasai waktu kita. Waktu kita adalah milik Tuhan. Kita diberi waktu yang cukup untuk menjalankan tugas kita dan keperluan pribadi kita, misalnya: cukup waktu untuk makan, istirahat, belajar, dan berekreasi. Di samping itu, kita juga diberi tanggung jawab untuk menyediakan waktu bagi Tuhan kita, misalnya: mengikuti kebaktian dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman (Ibrani 10:25); mengadakan saat teduh untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Bukanlah sesuatu yang berat jika hari Minggu diberikan kepada Tuhan mengingat bahwa Tuhan telah memberikan 6 hari untuk menjalankan kepentingan kita masing-masing. Dan jangan lupa untuk memulai setiap hari dengan mengadakan persekutuan dengan membaca firman Allah dan berdoa. Mulailah dan akhiri setiap hari dengan Allah.

Seandainya kita diperintahkan untuk memberikan perpuluhan waktu kita kepada Tuhan sebagaimana halnya dengan pendapatan, jelaslah bahwa kita harus memberikan 2 jam dua puluh empat menit bagi Tuhan setiap hari. Berapa jam setiap minggu dan setiap bulan?

Jika memang Tuhan Yesus adalah Tuhan dari kehidupan kita, kita harus memprioritaskan Dia dalam penggunaan waktu kita. Tetapi sebenarnya yang lebih penting lagi ialah "lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31).

FacebookTwitterWhatsAppTelegram

II. Pentingnya mengatur waktu

Setiap saat yang kita lalui sebaiknya bermanfaat bagi kita sebab waktu yang telah lewat tidak akan pernah kembali. Waktu perlu diatur sehingga pekerjaan-pekerjaan di rumah dan kewajiban kita di luar rumah terpenuhi tanpa tergesa-gesa. Seorang ibu yang pintar mengatur waktunya akan mendapatkan cukup waktu untuk menyelesaikan tugasnya, baik terhadap keluarganya maupun terhadap pelayanan kepada Tuhan sebagaimana semestinya.

III. Cara-cara menghemat waktu

Pertama, setiap barang di rumah bahkan barang milik pribadi harus terletak pada tempatnya sehingga mudah dicari sewaktu diperlukan. Kedua, rencanakan terlebih dahulu suatu pekerjaan, daftarkan semua hal yang perlu dikerjakan untuk hari atau jangka waktu tertentu. Dengan demikian, pekerjaan dapat dilakukan secara hemat dan memuaskan. Kesalahan-kesalahan dapat dihindari dan ide tidak datang dari keputusan-keputusan yang tergesa-gesa. Ketiga, buatlah rincian waktu. Artinya, membagi waktu untuk setiap pekerjaan. Perhatikan selalu jam Anda. Berikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan sesuatu. Keempat, pertimbangkan dengan saksama dan secara hati-hati banyaknya waktu yang terbuang dalam kesenangan atau bacaan. Tanyalah kepada diri Anda: "Apakah pekerjaan ini begitu penting sehingga menghabiskan waktu saya yang berharga ini?" Maksudnya, Anda perlu memprioritaskan pekerjaan - apa yang sangat mendesak dan penting - itulah yang seharusnya diberikan waktu yang memadai.

Waktu adalah salah satu dari berkat Tuhan yang kita nikmati tetapi juga sesuatu di mana kita bertanggung jawab terhadap penggunaannya. Waktu yang sudah lampau tidak akan bisa dikembalikan lagi. Kita rugi jika waktu kita yang berharga dihabiskan begitu saja tanpa manfaatnya yang menunjang kebahagiaan keluarga kita.

Jika memang Tuhan Yesus adalah Tuhan dari kehidupan kita, kita harus memprioritaskan Dia dalam penggunaan waktu kita. Tetapi sebenarnya yang lebih penting lagi ialah "lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1 Korintus 10:31). Marilah kita mengizinkan Dia mengatur waktu kita sehingga setiap detik kita pakai untuk kemuliaan-Nya. Marilah kita terus belajar memanfaatkan waktu bagi kita dan menerapkan secara praktis pelajaran-pelajaran itu dalam kehidupan kita.

Diambil dan disunting dari:
Judul buku : Wanita Kristen dalam Mengatasi Pergumulan Hidup
Judul bab : Bagaimana Menjadikan Waktu Berguna Bagi Kita
Penulis : Dr. Ruth F Selan
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
Halaman : 31 -- 33

Download Audio

Kategori Tips: 
Tipe Bahan: