Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Blogs

Hadiah Terbaik

Bayangkan berjalan di tengah lembah kekelaman tanpa sebuah lampu.

Begitulah yang dirasakan oleh banyak keluarga Kristen di Iran saat mereka terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi karena perang yang tak berkesudahan. Kekuatan yang didapat melalui firman Tuhan seperti tenggelam di antara tekanan yang dihadapi setiap hari. Ketakutan seperti tidak mau pergi dan kekhawatiran bertumbuh setiap jam seperti hantu yang mengintimidasi. Dari tengah-tengah kegalauan muncul sebuah pertanyaan, "Apakah masih ada pengharapan?"

Amerika: Ibunda Sophia

"Pada tahun 1996, anak perempuan kami Sophia mengalami kejang-kejang yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada otaknya. Dia menderita selama berbulan-bulan, menangis tanpa henti selama dua atau tiga hari setiap kali dan merintih kesakitan. Dia tidak mengenal kami dan juga tidak memberikan reaksi."

Rumania: Seorang Wanita Muda

Saat itu hampir tengah malam ketika para tahanan wanita mendengar para penjaga Komunis datang. Mereka cepat-cepat berkumpul mengelilingi seseorang yang dikutuk, seorang wanita muda yang dijatuhi hukuman mati karena imannya dalam Kristus. Mereka membisikkan ucapan selamat tinggal dengan buru-buru. Tak ada air mata dari wanita Rumania muda itu, tak ada jeritan memohon belas kasihan.

Ucapan Terima Kasih dari Mar

David ditangkap tanggal 21 Januari 2007 dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena melakukan "aktivitas keagamaan ilegal". Ia ditempatkan di sebuah kamp di Uzbekistan Tengah, berjarak 850 km dari keluarganya. Istri dan ketiga orang putri mereka diizinkan menengok David beberapa kali dalam setahun.

Kepada seluruh mitra doa Open Doors, Mar, istri David menyampaikan pesan ini.

"Kami mengalami kasih dan kesetiaan Tuhan. Ia melindungi dan memberkati kami setiap waktu"

Asya Bebas!

Bebas dari penjara dan kembali ke pelukan ibunya. Bagaimana perasaan seorang ibu ketika putri remajanya dirampas dan dimasukkan dalam penjara selama hampir 2 tahun? Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit karena mengetahui putrinya harus dipenjara karena membela dirinya? Inilah potret perjalanan seorang Mayan Jaffar Ibrahim ketika Asya (Maria) yang berusia 14 tahun dijatuhi hukuman oleh pengadilan bulan Juli 2006 karena telah membunuh pamannya yang menyerang keluarganya di rumah mereka di utara Irak.

Pages