Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Dua Belas Langkah Menuju Persahabatan yang Lebih dalam dengan Pasangan

Pernikahan, seperti persahabatan apa pun, dimulai dengan kesamaan. Namun, tekanan kehidupan normal sehari-hari -- anak-anak, pekerjaan, keuangan, penyakit, merawat orang tua yang lanjut usia -- dapat menyita kesatuan itu dan menyebabkannya semakin menjauh. Konseling pernikahan tradisional adalah salah satu cara untuk memperdalam persahabatan Anda, tetapi Anda juga dapat melakukan beberapa praktik sederhana.

Berikut adalah dua belas saran untuk meningkatkan hubungan yang lebih kuat dengan pasangan Anda. Saya juga memasukkan kutipan dari rata-rata orang yang telah berhasil membangun persahabatan semacam ini:

  1. Ketahuilah bahwa membangun persahabatan membutuhkan banyak usaha dan waktu. Buanglah hal-hal yang tidak penting di hari Anda.

    "Kami telah membuat beberapa kelonggaran yang signifikan demi persahabatan kami. Phil tinggal dekat dengan tempat kerjanya sehingga dia bisa pulang untuk makan siang sesering mungkin. Pulang pergi kerja yang singkat meningkatkan suasana hati dan energinya." -Amy

  2. Tetapkan waktu setiap minggu untuk menggunakan waktu yang berkualitas bersama-sama -- lalu pertahankan sebaik-baiknya!

  3. Pilihlah untuk menggunakan waktu bersama-sama daripada sendiri-sendiri. Ini mungkin berarti mengorbankan hal-hal yang baik sesekali seperti kelompok kecil, pelayanan, atau kebersamaan dengan teman pria/wanita.

  4. Jelajahi minat pasangan Anda, baik itu bisbol, seni, teater musikal, berkebun, atau berburu. Cari tahu apa saja yang disukai dan kemudian bergabunglah. Sering kali ini membutuhkan sedikit pengorbanan.

    "Saya sengaja mempelajari hal-hal yang berpengaruh pada istri saya. Jika dia memiliki sebuah minat baru yang menarik atau membaca buku baru, saya harus melakukannya juga." - Bill

  5. Luangkan waktu untuk menemukan minat yang sama dan kemudian melakukannya bersama.

    "Kami sudah mencoba banyak hal bersama-sama selama 35 tahun terakhir. Kami suka memasak dan berkebun, dan seingat saya, kami bepergian tanpa mengajak anak-anak selama musim panas. Bagian yang menyenangkan adalah melakukan penelitian di jalan pendakian, tempat perkemahan, berkemas, memasang tenda, dan menyiapkan kompor masak. Perencanaan bersama itulah yang menumbuhkan persahabatan kami." —John

  6. Gunakan konflik untuk mempertajam dan memurnikan persahabatan.

    "Sepertinya saya sangat beruntung karena suami dan saya jarang berdebat -- kami sepakat pada hampir semua hal. Proses pemulihan dari perzinahan mengakibatkan komunikasi yang tidak sehat pada kami berdua. Sekarang, kami memiliki lebih banyak perbedaan pendapat, tetapi itu karena kami sedang jujur satu sama lain yang membantu kami untuk lebih mengenal satu sama lain sepanjang waktu." — Andi

  7. Memelihara dan memperhatikan satu sama lain. Bersikap ramah/lemah-lembut satu sama lain.

    "Kami kehilangan anak pertama kami. Kami menghibur satu sama lain, bahkan lebih dari itu. Kami berpelukan, menguatkan satu sama lain, dan kami tahu pada tingkat yang mendalam, teman kami yang terbaik di dunia ini sedang mengalami hal yang sama." — Glenn

  8. Kepercayaan dan saling menghormati, termasuk di bidang seksualitas, keuangan, dan relasi, harus menjadi prioritas.

    "Istri saya tahu segala sesuatu tentang kehancuran saya. Saya menemuinya terlebih dulu dalam keadaan-keadaan sulit. Ada sedikit orang yang mengenal dan tahu kebobrokan saya. Istri saya salah satunya. Memiliki transparansi memberi saya kekuatan, kejelasan, dan kebebasan yang luar biasa." — George

  9. Membangun kebiasaan sehari-hari, terutama berdoa bersama-sama.

    "Berdoa bersama-sama setiap pagi tidak hanya menentukan suasana pada hari kami, dan melepaskan beban di hati kami, tetapi itu menempatkan kami pada banyak kesamaan. Allah mempertemukan kami di tengah-tengah persahabatan kami setiap pagi." — Justine

  10. Berikan penegasan satu sama lain setiap hari. Sengaja mengomunikasikan kekuatan/kelebihan pasangan.

    "Saya dan istri saya membiasakan diri untuk secara teratur mengomunikasikan hal-hal yang kami kagumi atau hargai pada diri pasangan. Praktik ini telah memperkuat persahabatan kami." — Al

  11. Bersikap terbuka satu sama lain.

    "Salah satu kegiatan yang saya sarankan kepada pasangan yang sudah menikah adalah dalam suatu waktu di satu hari, tentukan sebuah realitas emosional terhadap pasangan Anda. Namai perasaan itu dengan cara mengungkapkan diri seperti 'Saya marah, takut, benci ....' Kita sering membatasi percakapan kita hanya dengan laporan peristiwa daripada mengomunikasikan bagaimana perasaan kita yang sesungguhnya. " — Bill

  12. Komunikasi. Kebanyakan ahli setuju bahwa komunikasi yang teratur membangun sebuah persahabatan yang dapat bertahan melalui badai kehidupan.

    Bagi kita, sebagian dari komunikasi berarti melakukan negosiasi aturan-aturan yang akan membuat hubungan kita lebih baik atau mengalir lebih lancar. Misalnya, baru-baru ini, saya memiliki asumsi implisit bahwa peralatan sepeda saya harus ditempatkan di atas meja dapur. Istri saya, Annie, menentang asumsi ini, dan konflik pun muncul. Pada akhir negosiasi, kami membuat aturan baru: peralatan sepeda tidak boleh ada di atas meja dapur.

    Kedengarannya konyol, tetapi saya merasa permintaannya seperti ancaman kepada cara kerja saya, yang karenanya menjadi ancaman terhadap kepribadian saya, maskulinitas saya. Dalam percakapan itu saya belajar bahwa jika saya menerima permintaan istri saya untuk menempatkan barang di tempat tertentu untuk tujuan tertentu, bukan berarti kepribadian saya sebagai Jason, sebagai pria, atau sebagai seseorang itu berkurang. Kepribadian saya melampaui dan lebih dari pada itu." — Jason (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Focus on the family
Alamat URL : http://www.focusonthefamily.com/marriage/sex-and-intimacy/the-role-of-friendship-in-marriage/twelve-steps-to-a-deeper-friendship-with-your-spouse
Judul asli artikel : Twelve Steps to a Deeper Friendship With Your Spouse
Penulis artikel : Alyson Weasley
Tanggal akses : 24 Juni 2015
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar