Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

KELUARGA

Dalam penelitian terakhir tentang masalah rumah tangga, keberhasilan dalam pernikahan dan kebahagiaan keluarga sebagian besar bergantung pada peranan seorang ibu. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka merasa bahwa pekerjaan ini tidak memuaskan, tidak menarik, dan sudah ketinggalan zaman. Sebab, pada zaman modern ini, mereka merasa perlu untuk merangkap suatu peranan penting di tengah-tengah masyarakat. Mereka berpikir bahwa mengurus rumah tangga hanya memerlukan sedikit pikiran dan menjadi seorang pengatur rumah tangga adalah sesuatu yang membosankan, malahan dianggap sebagai suatu kebodohan.

Kita sekarang memeriksa dua prioritas utama yang Allah berikan kepada seorang wanita melalui firman-Nya. Prioritas utama bagi seorang wanita adalah hubungan dan hidupnya bersama Tuhan. Hal ini jika dilakukan bersama Pemahaman Alkitab (PA) dan doa, akan menolongnya menjadi seorang wanita yang kata-kata dan tindakannya membawa kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi orang lain. Prioritas kedua bagi seorang istri adalah untuk menjadi penolong suaminya. Ia harus mengasihi dan memperhatikan suaminya, menerima dengan penundukan diri peran yang Allah berikan kepadanya sebagai kepala, menghormati, dan menghargainya, serta menjadi pasangan yang baik baginya dalam hidup dan pelayanan.

Pernah dilakukan penelitian terhadap 2 orang bayi kembar, Helen dan Gladys, yang sejak usia 18 bulan dipisahkan satu dari yang lainnya. Helen dibesarkan dalam keluarga yang bahagia dengan lingkungan yang dinamis. Ia meraih gelar sarjana dalam bidang bahasa, yaitu Sastra Inggris. Sementara itu, saudara kembarnya Gladys, dibesarkan di daerah gersang, di lingkungan yang miskin "rangsangan intelektual", dan terpaksa putus sekolah karena sering sakit-sakitan.

Seorang gadis cilik mengambil alat tulis dan menulis di dinding. Bosan menulis di dinding, ia mengambil paku dan beralih ke mobil ayahnya yang ada di garasi. Mobil itu baru dibeli. Catnya masih mulus sekali. Gadis cilik itu kemudian mencoret-coret dinding mobil dengan paku. Ayahnya sedang tidak menggunakan mobil itu ke kantor karena menurut radio, jalan sedang macet. Ia dengan istrinya menggunakan sepeda motor, supaya tidak terhalang oleh kemacetan lalu lintas.

Pernahkah Anda merasa ragu apakah Anda sedang mendisiplinkan buah hati Anda atau malah sedang menyiksanya? Apakah tindakan Anda tidak berlebihan, atau jangan-jangan Anda telah lalai, dan tanpa sengaja sedang membiarkan anak menjadi seorang "pembangkang kecil"? Berikut beberapa hal yang jangan Anda lakukan dalam menerapkan disiplin pada anak Anda.

"Mahkota orang-orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka." (Amsal 17:6)

Seorang wanita kaya bersaksi mengenai pergumulannya.

"Kami telah lama menikah. Saya dan suami ingin sekali memunyai anak. Tidak lama kemudian lahirlah putra kami, tetapi dalam keadaan sudah tak bernyawa. Padahal, hanya dialah anak kami. Suami saya menghibur saya, katanya, 'Mungkin Tuhan punya rencana lain untuk kita. Tidak apa-apa kalau kita tidak punya anak. Saya akan tetap mengasihi dirimu dan akan terus mendampingi kamu.'"

Pada umumnya hampir setiap orang, baik dewasa maupun anak-anak senang mendengarkan dongeng atau cerita. Anak-anak selalu gembira mendengar dongeng. Mereka bahkan dapat "dijinakkan" dengan menjanjikan dongeng-dongeng yang baik.

PERTANYAAN
Perkembangan putra sulung saya sangat memprihatinkan. Dia tak peduli dengan lingkungan sekitarnya dan lebih senang mengucilkan diri ketimbang bermain dengan teman-teman seusianya. Saya harus berteriak saat memanggil, untuk membuatnya menoleh ke arah saya. Tidak cuma itu, dia juga kurang `nyambung` kalau diajak bicara. Apalagi kalau saya berkomunikasi lewat telepon, padahal usianya sudah 5 tahun. Awalnya, saya kira dia punya kelainan dengan telinganya. Tetapi setelah diperiksa, dokter bilang telinga anak saya baik-baik saja. Yang lebih mengkuatirkan, dia sanggup menangis berjam-jam jika sedang marah atau ngambek.

Banyak sekali definisi yang beredar tentang Autis. Tetapi secara garis besar, Autis, adalah gangguan perkembangan khususnya terjadi pada masa anak-anak, yang membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Pada anak-anak biasa disebut dengan Autis Infantil.

Autis adalah penyakit atau gangguan pada perkembangan otak yang diperkirakan menyerang 1 dari 1.000 orang di Amerika. Orang yang menderita autis biasanya kurang mampu berbahasa dan tidak mampu bergaul dengan lingkungan sosialnya. Sekitar 80% dari jumlah penderita autis adalah laki-laki. Mengapa demikian, alasannya tidak diketahui oleh para peneliti.

Pertanyaan

Bapak Palau, anak saya lahir dalam keadaan cacat. Kakinya pendek sebelah. Setahun setengah kemudian, ia kehilangan tiga jari tangannya dalam sebuah kecelakaan. Walaupun demikian, ia dapat menulis dengan baik, dapat bermain-main, dan sangat aktif. Tetapi, kelak bila ia dewasa, saya pikir ia akan menderita secara psikologis sebab ia cacat. Bagaimanakah saya dapat menolong anak saya?

PENGERTIAN MASALAH

Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya, bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik, psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan belajar, yaitu faktor penyakit dan faktor perilaku.

DEFINISINYA

Ada dua jenis hambatan penglihatan pada anak, yaitu buta dan lemah penglihatan. Anak yang buta harus menggunakan huruf braille, sedangkan yang lemah penglihatannya tetap dapat memakai huruf biasa.

DEFINISINYA

Biasanya dokter memakai ukuran desimal untuk menentukan ketajaman pendengaran seseorang. Angka "0" berarti normal, angka "25" ke bawah menunjukan kurangnya ketajaman pendengaran. Bila angka desibel menunjukkan angka yang lebih besar lagi, berarti orang tersebut mempunyai masalah pendengaran yang cukup serius. Seorang yang tuli mencapai angka tujuh puluh desibel sehingga sekalipun ia dibantu dengan alat bantu dengar, keadaan itu tidak akan banyak menolong. Namun, bila angka desibel mencapai antara 35 — 69, ia masih dapat dibantu dengan alat bantu dengar.

Kelemahan fisik adalah kondisi di mana seorang anak memiliki keterbatasan kemampuan terutama secara fisik. Kelemahan ini biasanya dapat dilihat karena anak bergerak secara canggung atau karena anak membutuhkan peralatan khusus seperti kursi roda, alat penahan, atau anggota badan buatan yang harus digunakannya untuk dapat bergerak.

Pages