Hadiah Terbaik

Bayangkan berjalan di tengah lembah kekelaman tanpa sebuah lampu.

Begitulah yang dirasakan oleh banyak keluarga Kristen di Iran saat mereka terpaksa meninggalkan rumah untuk mengungsi karena perang yang tak berkesudahan. Kekuatan yang didapat melalui firman Tuhan seperti tenggelam di antara tekanan yang dihadapi setiap hari. Ketakutan seperti tidak mau pergi dan kekhawatiran bertumbuh setiap jam seperti hantu yang mengintimidasi. Dari tengah-tengah kegalauan muncul sebuah pertanyaan, "Apakah masih ada pengharapan?"

Kekristenan telah tumbuh di Iran sejak kurang lebih 2.000 tahun yang lalu, namun tahun lalu mereka dipaksa untuk meninggalkan rumah-rumah mereka. Banyak yang memutuskan untuk mengungsi dan harus pergi segera hingga mereka tidak membawa apapun selain baju yang melekat di badan.

Andrew White, seorang jemaat dari Gereja Anglikan, menuturkan, "Umat Kristen di Iran belum pernah menghadapi situasi sesulit ini."

Ketika Open Doors datang dan membagikan bantuan kemanusiaan serta Alkitab, hal itu seperti secercah sinar pengharapan bagi umat Kristen, termasuk bagi kaum ibu seperti Ibu Salaam. Ia mendekap Alkitab anak-anak dalam pelukannya dan menarik napas panjang. "Terima kasih untuk bantuan yang diberikan, Alkitab ini adalah hadiah terbaik bagi kami. Putra saya dapat kembali membaca dan mengingat janji-janji Tuhan dan memiliki pengharapan akan masa depan yang indah."

Ibu Salaam dan keluarganya harus meninggalkan Baghdad 1 tahun lalu. Pembunuhan dan penculikan membuatnya perlu memikirkan keselamatan anak-anak dan keluarganya.

Anak-anak langsung berhamburan untuk menerima Alkitab mereka dan langsung membacanya, duduk di atas tumpukan karung-karung beras. Tak jauh dari kerumunan anak-anak itu, ibu-ibu mereka mengawasi dengan bangga -- para ibu yang tidak dapat membelikan Alkitab bagi anak-anak mereka. Kini dengan rasa sukacita, mereka bisa menyaksikan anak-anak yang kembali memiliki pengharapan, seorang Ibu bahkan mencium Alkitab dalam pelukannya.

Open Doors akan terus mengupayakan segala bentuk pelayanan untuk menguatkan gereja di Irak serta para ibu yang terus bergumul untuk melindungi anak-anak mereka. Kami rindu melihat kebenaran kembali hidup dalam hati mereka: "Dalam Tuhan selalu ada pengharapan."

Saat ini, Open Doors terus melayani gereja di tempat-tempat rawan konflik seperti Mosul, menyediakan Alkitab dan buku-buku rohani bagi umat Kristen. Hubungi kantor kami untuk mendapatkan informasi mengenai pelayanan Women to Women.

Catatan: Women to Women adalah pelayanan kaum perempuan Open Doors, yang menggerakkan kaum perempuan untuk berdoa dan melayani kaum perempuan dari gereja yang teraniaya. Hubungi Open Doors < http://www.opendoors.org/ > hari ini untuk mendapatkan informasi dan keterangan mengenai bagaimana pelayanan kaum perempuan di gereja Saudara dapat dikuatkan dan diberkati melalui kesaksian dari kaum perempuan dari gereja yang teraniaya.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama buletin : Open Doors: Frontline Faith
Edisi : Mei -- Juni 2009
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Open Doors, Jakarta 2009
Halaman : 4

Komentar