Jagalah Sopan Santun Anda

Jika tidak ada kesantunan, maka kekasaran yang akan terjadi. Protokol dan kepatutan, etiket dan sikap yang baik sering dipandang sebagai sesuatu yang kaku, kuno dan 'tidak keren'. Kekasaran, kevulgaran, dan kecerobohan dianggap up-to-date, normal dan 'keren' oleh sejumlah orang dewasa di setiap negara yang Anda perhatikan. Anda mungkin ingat iklan kuno pisau cukur yaitu Gillette yang mengatakan kita harus "terlihat tajam, merasa tajam, dan tajam." Itu prinsip yang baik, tapi itu adalah konsep yang ditertawakan hari ini. Tetapi, di samping masalah 'keren' atau 'tidak keren', pertanyaannya adalah: Apakah keanggunan itu bersifat Kristiani? Apakah sopan santun dan jalan Allah itu selaras?

Allah mengilhami Petrus untuk menulis: "Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!"(I Ptr. 2:17). Itu tidak terdengar seperti kasar dan tidak sopan! Kedengarannya seperti menghormati, dan sopan santun itu adalah hal yang penting. Tetapi, bagaimana kita menerapkan ayat ini sekarang, di zaman modern? Di mana sopan santun sesuai dalam kehidupan sehari-hari?

Hal Makan

Hampir di mana saja makanan disajikan - kantin sekolah, restoran, pertemuan keluarga -Anda akan melihat orang-orang yang mengecap-ngecapkan bibir dan menyeruput, makan dengan mulut terbuka atau dengan tangan mereka, atau semua hal di atas. Bukankah jauh lebih menyenangkan untuk duduk makan dengan orang-orang yang memahami dan mempraktekkan perilaku yang baik? Kita harus menegakkan standar yang tepat bahkan ketika dunia tidak, dan itu termasuk menggunakan tata krama yang baik.

Anak-anak tidak dilahirkan langsung mengetahui tata cara makan atau tata krama. Mereka tidak secara otomatis tahu bagaimana berperilaku dengan santun. Ketika Alkitab mengatakan didiklah anak di jalan yang patut baginya, itu melibatkan semua aspek kehidupan termasuk sopan santun, tata krama dan berkelas. Mereka harus diajari tentang semua hal ini.

Dalam Wahyu 19: 7-9 kita membaca tentang jamuan makan yang spektakuler: "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.) Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Dapatkah Anda membayangkan duduk di jamuan makan yang luar biasa ini dengan Yesus Kristus? Dapatkah Anda membayangkan kekasaran, kekerasan atau perilaku buruk pada jamuan mulia ini? Tidak mungkin! Sebaliknya, akan ada sopan santun, kesopanan dan rasa hormat terhadap semua orang di sana. Perilaku semua orang di jamuan makan itu akan bermartabat dan dengan standar tertinggi, dan akan ada sukacita dan kebahagiaan.

Percakapan

Memotong/mengganggu, menyela dan berbicara terus adalah hal yang biasa di banyak kalangan. Ketika Anda benar-benar berpikir tentang hal itu, itu adalah egois dan kasar. Lantang, kasar dan membual tentang diri sendiri tidak hanya kasar, itu sebenarnya membosankan. Melakukan percakapan yang melibatkan memberi dan menerima jauh lebih baik. Itulah sebenarnya komunikasi yang menarik, mendorong dan menghormati: "Tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. "(I Pet 3:. 4).

Ini bukan berarti Anda tidak pernah bicara. Hanya duduk di sana, tidak pernah terlibat dalam percakapan juga tidak sopan. Tapi perkataan yang lantang, menjengkelkan, mengganggu tidaklah sopan, dan tidak berkelas. Seseorang yang sopan tidak akan memaksa dirinya pada percakapan, tetapi akan mencoba untuk menarik orang lain dan melibatkan semua orang.

Mengemudi

Tindakan yang sopan, santun dan ramah saat mengemudi itu jarang. Bagaimana Anda bereaksi ketika seseorang berada tepat di bumper Anda? Mengikuti mobil lain dengan terlalu dekat itu berbahaya, menjengkelkan dan tidak perlu - dan itu membahayakan semua orang yang ada di sekitar. Anda tidak bisa memaksa orang lain untuk berhenti mengikuti mobil lain dengan terlalu dekat, tetapi Anda sendiri dapat tidak melakukannya.

Bagaimana bila Anda berganti jalur? Untuk memberi isyarat tentang maksud Anda sehingga orang lain dapat memutuskan apa yang harus mereka lakukan adalah bagian penting dari mengemudi yang sopan, membantu dan aman. Apakah Anda pernah melihat seseorang yang memonopoli jalur bebas? Mereka akan menguasaijalur bebas dan mereka akan terus berada di sana. Bagaimana jika semua orang mengemudi seperti itu?

Mengebut begitu biasa sehingga beberapa orang bahkan tidak berpikir bahwa itu salah, namun itu sebenarnya sangat tidak menghormati orang lain. Anda menjadi berbahaya di jalan saat Anda mengebut, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pengemudi lain dan pejalan kaki.

Menghormati otoritas

Sebagai orang Kristen seharusnya kita menunjukkan kasih kepada sesama kita dan menghormati otoritas yang ditetapkan: "Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."(Roma 13: 1). Kita mungkin tidak selalu setuju dengan mereka, tapi kita harus menjunjung tinggi otoritas hukum. Pendekatan ini mulai dipatahkan, dan jika terus terjadi, kita akan mengalami anarki sebagai hasil akhir.

Jika kita disuruh melanggar salah satu dari hukum-hukum Allah, kita tidak melakukan itu bahkan jika itu berarti dikenakan sanksi. Namun, sikap kita sebagai orang Kristen adalah sikap yang menghormati otoritas dan mereka yang berwenang. Itulah protokol. Itu sikap yang baik. Itu etiket yang tepat.

Kesantunan yang umum

Mengatakan, "Ya Bu", "Ya Pak", "terima kasih" dan "tolong" adalah melakukan sopan santun. Membuka pintu untuk semua orang dan siapa saja dan terutama untuk wanita dan orang tua adalah sopan dan tepat. Dalam ruang tunggu dan di bus, ketika ada perempuan atau orang tua, hal yang tepat untuk dilakukan adalah berdiri dan berkata, "Bu, apakah Anda ingin duduk di sini?", Atau "Pak, di sini ada tempat duduk."

Kita harus melakukan kesantunan setiap saat. Menjawab telepon dengan riang, dan memikirkan pesan ucapan voicemail Anda yang dikirimkan. Tulisan kita harus dilakukan dengan hormat, kesopanan dan tata krama. Berhati-hatilah untuk tidak menulis surat atau email ketika Anda marah. Anda bisa mengatakan hal-hal yang Anda tidak akan pernah bisa tarik kembali karena itu semua di cetak.

Beberapa frase dan kata-kata perlu mendapat jawaban yang cerdas. Hal-hal seperti "permisi" dan bersungguh-sungguh mengatakannya, "maafkan saya" dan benar-benar tulus tentang hal itu, "perlu saya bantu?" dan benar-benar merasakannya. Apakah semua ini Alkitabiah?

Petrus tampaknya memiliki wawasan yang tidak biasa dalam hal tentang sopan santun ini: "Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati..." (I Pet 3: 8). Berapa banyak orang yang Anda kenal saat ini yang sopan dan santun kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang tidak membalas dengan sopan? Sopan santun dan keramahan menunjukkan kasih kepada orang lain.

Kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah di dunia, tapi kita dapat membantu sedikit di sini dan sedikit di sana. Mungkin benar-benar tidak diperhatikan, atau mungkin berdampak pada beberapa hal yang tidak kita sadari: "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. "(Matius 5: 14-15).

Senyum yang ramah, pandangan yang memperhatikan - Allah akan disenangkan dengan hal itu, dan Ia akan memberkati kita untuk itu meskipun orang lain mungkin membenci atau bahkan tidak menyadarinya. Beberapa orang akan melihat dan tertolong oleh hal itu: "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" (ayat 16).

Kita mewakili Allah Bapa, yang merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus kehormatan. Kita adalah perwakilan pribadi Allah Bapa dan cara hidup-Nya di dunia, di mana pun kita berada. Tidakkah Anda berpikir Dia ingin kita berkelas dan berprotokol? Dan kita bisa melakukannya tanpa menjadi sombong, kaku dan palsu tentang hal itu.

Pelajarilah tanggung jawab menjadi duta Amerika Serikat yang baik dan efektif di negara asing. Ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah! Jika itu dilakukan dengan benar, menjadi duta adalah pekerjaan yang sangat menuntut. Duta yang baik dan setia menunjukkan negara mereka dengan tepat. Mereka mewakili pemerintah mereka dan mencerminkan pemimpin mereka. Mereka berkelas dan menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain. Mereka tidak kasar. Mereka tidak vulgar atau kasar.

Ingat, kita adalah duta-duta Yesus Kristus. Itu berarti orang tidak akan melihat Yesus Kristus atau mendengar Yesus Kristus, tetapi mereka akan melihat kita dan mendengar kita! Oleh karena itu mereka harus melihat beberapa dari-Nya dan mendengar beberapa dari-Nya melalui kita.

Sebagai duta bagi Yesus Kristus, kita harus menjadi seperti semua duta yang dihormati di masyarakat saat ini. Tapi karena kita adalah duta-duta Yesus Kristus, bukan saja harus kita seperti duta yang baik di dunia sekarang ini, kita harus melampaui standar duniawi dengan menempatkan protokol ke tingkat yang jauh lebih tinggi. Allah Bapa dan Yesus Kristus mengharuskan kita untuk memiliki sopan santun dan berkelas, yang hanyalah istilah untuk perilaku yang benar.

Sopan santun yang benar dan tepat adalah suatu keharusan, dan dituntut dari setiap orang Kristen. Tindakan jahat, kata-kata kasar dan perilaku kasar hanya menodai sopan santun dan harus dihindari dengan cara apapun: "Janganlah kamu sesat:. Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (I Kor 15:33.). Sebuah contoh yang sangat jelas dan nasihat untuk berlatih sopan santun dalam setiap situasi, berasal dari Yesus Kristus sendiri: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." (Mat. 7:12).

Dengan kata lain, jagalah sopan santun Anda setiap saat! (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

h

Nama situs : Enduring.org
Alamat URL : ttp://www.enduring.org/article/mind-your-manners
Judul asli artikel : Mind Your Manners.Christianity and Etiquette
Penulis artikel : Charles E. Bryce
Tanggal akses : 16 Januari 2015
Kategori Tips: 
Tipe Bahan: