Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

KARIER

"Wanita di tempat kerja" merupakan ungkapan yang memerlukan pemikiran atau pertimbangan khusus. Pertanyaan tentang kesetaraan pun muncul -- topik yang masih dipermasalahkan oleh masyarakat maju, meskipun pandangan masyarakat tentang wanita yang bekerja telah berubah secara mencolok sejak sekitar ratusan tahun belakangan ini.

Di banyak negara anak-anak perempuan dan lelaki diberi kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, gadis-gadis pun memasuki dunia kerja dengan sama berambisinya.

Sudah menjadi realita pada masa kini semakin banyak istri yang bekerja di luar rumah. Mereka bekerja sebagai karyawan di berbagai kantor, instansi, pabrik, rumah sakit, maupun sebagai tenaga pengajar di berbagai bidang pendidikan, atau sibuk dalam berbagai usaha kemasyarakatan, seperti usaha-usaha di bidang sosial, media massa, dan sebagainya. Banyak alasan yang mendorong mereka untuk bekerja di luar rumah.

"Sure God created man before woman, but then you always make a rough draft before the final masterpiece." (San Xavier del Bac)

Kalimat tadi tidak diucapkan oleh seorang pemimpin perempuan sekaliber Indira Gandhi, Golda Meir, Margaret Thatcher, Gloria Macapagal Arroyo, atau pun Megawati Soekarnoputri, tetapi justru ditorehkan oleh seorang biarawan yang mendobrak daerah garang di padang kering untuk memberitakan berita kasih.

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. (Matius 7:12)

The Golden Rule atau Pedoman Emas merupakan strategi hubungan antarmanusia yang paling kuat, yang pernah ada dalam sejarah dunia. Walaupun sudah ada selama beribu-ribu tahun dan dituliskan oleh tokoh-tokoh spiritual seperti Confusius dan Buddha jauh sebelum Yesus menuliskannya, pedoman emas ini tetap menjadi prinsip masa kini.

Mary Whelchel menjelaskan seberapa banyak peran wanita telah berubah dan bagaimana mereka mengatasi perubahan ini.

Mary Whelchel tidak mengenal wanita karier Kristen sebaik Kristus mengenal mereka, namun dia memahami keadaan mereka yang unik.

Jose Zeilstra tumbuh di gereja yang fokus mengutus orang-orang ke luar negeri untuk mewartakan Injil. "Aku selalu merasa bahwa jika Anda adalah orang Kristen sejati, Anda harus melayani sepenuh waktu; dunia bisnis bukanlah tempat bagi orang percaya sejati," katanya. Jose mengakui bahwa dia menentang pola pikir semacam itu, di mana ia akhirnya menjadi wakil presiden di J.P. Morgan Chase.

Pages