Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

KEHIDUPAN ROHANI

"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:7)

Jantung adalah bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah. Oleh jantung, darah manusia dipompa ke seluruh tubuh agar bagian tubuh yang lain mendapatkan makanan dan oksigen, yang merupakan sumber bahan bakar untuk organ tubuh yang lain.

Bila seseorang mendapat gangguan jantung, maka bagian tubuh yang lain juga tidak dapat bekerja dengan baik karena tidak mendapat sumber bahan bakar yang cukup. Kenyataan ini bisa dilihat pada keluhan seseorang yang menderita sakit jantung. Biasanya, penderita jantung akan cepat sekali terengah-engah, letih lesu, kurang tenaga, dan tidak dapat melakukan pekerjaan seberat orang yang tidak memunyai penyakit jantung.

Orang yang tidak bersemangat dapat diumpamakan seperti mobil tanpa bensin. Dia tidak akan pernah ke mana-mana -- pertumbuhan rohaninya macet, pasif, kurang gairah dalam melayani Tuhan, takut untuk membuka diri, jarang mengambil tindakan iman, suasana hidupnya tidak ditandai dengan kemenangan, cenderung untuk mengomel/menggerutu, suka mengkritik daripada membangun. Tidak bersemangat merupakan "kartu mati".

Meskipun kita tinggal dalam satu rumah, keluarga, lingkungan, gereja, atau komunitas, namun sering kali kita tidak sungguh-sungguh mengenal satu dengan yang lain; suami-istri, anak-anak, saudara, atau teman. Kata intim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan sebagai akrab, karib, rapat, hubungan (pergaulan, persahabatan). Jika kita intim dengan seseorang, berarti kita bergaul akrab, karib, rapat, hubungan (pergaulan, persahabatan). Saat ini, keintiman sudah menjadi barang langka. Setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Pada suatu malam, sebuah kapal dari lautan luas memasuki pelabuhan. Seorang juru mudi dari pelabuhan diminta datang untuk mengarahkan kapal. Dia menggantikan peran kapten kapal karena dia tahu jalan menuju ke pelabuhan, bagaimana mengemudikan kapal melewati hamparan air yang berbahaya, dan merapat dengan selamat ke pelabuhan. Untuk menolong juru mudi mengarahkan kapal dengan baik, satu seri lampu navigasi dipersiapkan di pelabuhan dan di pulau-pulau kecil di sekitar pelabuhan.

Hukum entropi dalam Termodinamika II menyimpulkan bahwa terjadi penyusutan zat. Semua benda dalam dunia ini mengalami penyusutan bobot. Kita sedang mengalami penyusutan bobot. Rasul Paulus mengatakan, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 2:23) Jelas sekali bahwa di hadapan Allah, manusia sedang menyusut. Ya, tidak dapat dimungkiri kita semua sedang menyusut. Masa muda kita kelihatan tidak ada masalah, tetapi ketika masa senja tiba, kita berurusan dengan macam-macam kelainan dan penyakit. Kita tidak bisa menghindari tenaga yang berkurang, mata kabur, kulit wajah mengkerut, dll.. Kemuliaan Allah telah sirna dari manusia, yang membuat manusia selalu menyimpang dari ketetapan Allah dan tak berdaya di alam semesta ini.

Kata melayani di dalam kehidupan orang Kristen, merupakan kata dasar yang tidak boleh terpisahkan dari rencana Allah terhadap dunia dan manusia di dalamnya.

Ketika Allah menciptakan manusia, Dia sudah terlebih dahulu melayani ciptaan-Nya -- Adam dan Hawa dengan memberikan dan memenuhi segala kebutuhan mereka untuk hidup tanpa kekurangan apa pun. Bumi, langit, air, matahari, bulan, binatang di darat, di udara, dan segala tumbuh-tumbuhan hijau diberikan untuk manusia. Dia, Allah yang melayani! Secara gampang, melayani dapat didefinisikan sebagai: memenuhi kebutuhan orang lain dengan sebaik-baiknya. Tentu saja, ada pelayan tanpa pamrih atau dengan pamrih (balas jasa, uang, gaji, dll.). Tidak demikian dalam kerajaan Allah! Segala usaha melayani gereja dan sesamanya harus dilakukan tanpa pamrih, bahkan tidak jarang harus disertai dengan curahan tenaga, pikiran, perjuangan, dan sumbangan keuangan yang tidak kecil. Mengapa demikian? Karena motivasi kekristenan dalam melayani bersumber pada Allah yang telah melakukan segala-Nya bagi kita, bagi setiap orang yang percaya sungguh-sungguh terhadap Tuhan Yesus yang mati bagi dosa dan pelanggaran kita. Jadi, masih adakah alasan bagi kita untuk tidak melayani Tuhan dan sesamanya? Seharusnya tidak ada! Selain itu, ingatlah bahwa urutan melayani bagi anak-anak Tuhan harus benar. Pertama-tama, mengikuti Tuhan Yesus dan melayani Dia. Kedua baru melayani sesamanya.

Kasih terdapat di mana-mana. Kasih terdapat di balik setiap kisah cinta, menjadi tema setiap sajak dan setiap lakon pementasan yang menyentuh kalbu dan memesona perhatian manusia. Kasih telah menjadi dasar dari perjuangan patriotisme, usaha perikemanusiaan. Namun sesungguhnya, terdapat perbedaan besar antara "Kasih Manusiawi" (human love) dan "Kasih dalam Roh" atau "Kasih Ilahi" (divine love).

Ketika Allah menciptakan wanita, Ia menciptakan seorang penolong bagi laki-laki yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:20). Dan sejak saat itu sampai sekarang, peranannya ialah sebagai penolong. Maksud Allah tersebut dapat dikelabui oleh kebiasaan-kebiasaan dan kebudayaan yang memuat tata cara dan tata nilai terhadap peranan dan kedudukan kaum wanita dari masa ke masa. Dewasa ini, sudah terjadi perseteruan antara dua posisi, yaitu kedudukan wanita dalam gereja dan masyarakat. Kedua pandangan tentang peranan wanita dan statusnya adalah: pertama, paham tradisional, bahwa wanita hanyalah sebagai ibu rumah tangga. Yang kedua adalah wanita karier, yang berarti bahwa wanita dapat mengambil bagian dalam fungsi sosial atau masyarakat sebagaimana halnya kaum pria. Selayang pandang terhadap sejarah membuktikan kebenaran tersebut.

"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)

Apakah yang kita maksud dengan kehidupan sehari-hari? Bagi sebagian besar wanita, hal ini berarti pekerjaan-pekerjaan di sekitar rumah, tetapi juga dapat termasuk pergi bekerja di luar rumah dan berada di keluarga besar atau komunitas setempat. Kehidupan sehari-hari adalah gabungan dari tanggung jawab, relasi, dan penggunaan anugerah yang diberikan Tuhan yang berbeda-beda, tergantung tahap kehidupan yang kita jalani. Bagi wanita yang masih lajang, aktivitas bekerja memiliki sifat yang dominan dan cenderung mengambil alih kehidupan seseorang. Bagi wanita yang sudah menikah, rutinitas sehari-hari akan beragam, dan mengusahakan mengerjakan semua hal itu adalah hal yang terpenting di dalam pikiran mereka. Untuk para wanita yang menjadi lajang kembali, baik karena masa pensiun maupun menjadi janda, menurunnya ritme kerja dan kesibukan dapat menimbulkan tekanan-tekanannya tersendiri.

  • Saya akan diet.
  • Saya akan mengontrol hobi belanjaku.
  • Saya akan lebih sabar kepada anak-anakku.
  • Saya akan menjadi istri, anak, saudara, dan teman yang lebih baik.
  • Saya akan berolahraga secara teratur.
  • Saya akan lebih sering berdoa.

Apakah Anda adalah seorang wanita Kristen yang mencari cara untuk bertemu dan berinteraksi dengan wanita-wanita lain yang saling menguatkan dalam iman?

Jika ya, memulai kelompok PA wanita adalah cara yang baik untuk bersekutu dengan wanita-wanita Kristen lain dan membagikan bagaimana Tuhan telah menggerakkan hidup Anda. Tapi yang lebih penting lagi, kelompok PA adalah cara yang baik untuk membuat Anda dan orang lain bertanggung jawab untuk membaca firman Tuhan secara terus-menerus.

Menyiapkan Peralatan untuk Belajar

Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:8)

Kita semua memiliki masa lalu -- suatu ruang penyimpanan atas ingatan-ingatan yang baik dan buruk yang masih dapat memengaruhi cara hidup kita sekarang. Sekarang, tidak peduli apa yang pernah terjadi pada Anda di masa lalu, tujuan Allah adalah untuk membawa Anda ke dalam suatu kondisi kehidupan, baik sekarang maupun di masa yang akan datang bersama Dia, yang tidak lagi dipengaruhi oleh kejadian buruk di masa lalu. Dalam Firman-Nya, Allah berjanji akan memulihkan kepenuhan-Nya dalam hidup kita. Yoel 2:25 berkata, "Dan Aku akan memulihkan tahun-tahun yang hasilnya telah dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap, dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu." Mengapa ayat ini menuliskan keempat serangga ini secara khusus?

Sakit hati, kepahitan, dan iri hati dimulai dan diperangkap oleh amarah -- penyakit yang bisa membusukkan tulang (Pengkhotbah 7:9; Amsal 14:30). Kepahitan akan menghambat berkat dan perkembangan kepribadian, sehingga menjadi tembok yang menghalangi pembaharuan (Efesus 4:23, 31). Sebagaimana kemalasan adalah ibu dari kemiskinan, maka amarah adalah ibu dari segala kekacauan. Jadi, apabila Anda memilih tetap memeliharanya, maka hal itu sama dengan Anda memilih diam di tempat dan tidak beranjak ke mana-mana.

Pages