Keistimewaan Lidia -- Pergi dan Lakukanlah Itu

Sebuah topik yang menarik. Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan hati yang tepat, dan dengan perilaku yang tepat pula. Tuhan sanggup melakukan perkara-perkara yang ajaib melalui pria dan wanita yang senang mencari Dia, mengikuti Dia, dan menaati visi-Nya. Kita hanya dibatasi oleh sempitnya visi kita. Jika kita mendapatkan visi dari Tuhan, visi itu tidak terbatas karena Dia tidak terbatas.

Alangkah terkesimanya saya dengan kisah ini ketika Roh Kudus memimpin Paulus ke Filipi dan memimpinnya kepada seorang wanita yang istimewa -- wanita yang tepat. Itu merupakan suatu tantangan -- Apakah saya atau Anda merupakan wanita yang benar, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan hati yang tepat, dengan perilaku yang tepat yang siap untuk dipakai Tuhan?

Gereja di Filipi dilahirkan melalui visi yang berasal dari Roh Kudus -- sebuah visi yang diberikan Paulus. Apakah Anda sudah memiliki visi? Visi Paulus sangat jelas arahnya -- Saya berpikir jika Anda pernah diberi arah yang jelas seperti Paulus.

Profil Lidia

Lidia adalah seorang pedagang kain ungu sehingga sangat mungkin jika ia seorang wanita yang kaya raya. Pasal ini menceritakan bahwa seisi rumahnya dibaptis bersama dengannya, jadi ia pasti memiliki pembantu-pembantu, atau mungkin juga kerabat yang tinggal bersamanya. Kain ungu merupakan kain yang berkualitas dan mahal, dan diakui nilai beratnya dihargai dengan perak. Kain ungu biasanya dipakai sebagai penanda status bangsawan atau keluarga kerajaan. Itu memberikan penjelasan baru dalam Markus 15:17 yang menyatakan, para prajurit mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Dan, mereka mulai memanggil-Nya, "Salam, Raja Orang Yahudi!"

Ada kemungkinan bahwa Lidia bukanlah nama aslinya. Lidia berasal dari Tiatira, suatu kawasan yang pada mulanya berada di kerajaan Lidia kuno sebelum dimasukkan ke dalam Provinsi Kerajaan Romawi di Asia. Sebagaimana Tiatira masih dianggap Lidia, mungkin demikian juga dia disebut Lidia, atau "wanita Lidia" Beberapa pengamat telah merekomendasikan bahwa termasuk ke dalam beberapa nama "wanita Lidia" adalah Euodia dan Sintikhe yang disebutkan dalam Filipi 4:3.

Siapa pun namanya, hal yang terpenting adalah bahwa ia merespons Injil, dan melalui dirinya pintu terbuka bagi pelayanan di wilayah itu. Ia merupakan orang yang penting dalam perintisan dan pengembangan gereja di Filipi, yang merupakan kota utama di wilayah Makedonia (Yunani utara).

Mengapa Lidia wanita yang benar?

Beberapa poin dari Kisah Para Rasul 16:13-15 di bagian ini menunjukkan kepada kita:

  • ia adalah seorang wanita yang berdoa
  • ia pribadi yang mau mendengar dan mau belajar
  • ia adalah seorang penyembah
  • ia membuka hatinya
  • ia taat kepada pembaptisan
  • ia mengaku bahwa dia adalah seorang yang percaya
  • ia rindu melayani
  • ia membuka rumahnya
  • ia ramah

Mari kita lihat masing-masing poin di atas dengan lebih rinci.

Ia adalah seorang pendoa wanita (Kisah Para Rasul 16:13) - ia pergi ke tempat ibadah.

Dalam hukum Yahudi, sinagoge dapat dibentuk di mana pun, asal ada sepuluh kepala keluarga yang bisa hadir secara teratur. Jika kondisi tidak tercapai, sebuah tempat doa di udara terbuka dan dekat sungai atau laut akan dibentuk. Tampaknya, tidak ada rumah ibadah di Filipi. Paulus sudah ada di sana beberapa waktu lamanya. Itu menjelaskan mengapa dia dan saudara-saudaranya pergi sedikit jauh dari kota menuju ke sungai, di mana mereka berharap menemukan tempat untuk dapat berdoa. Persekutuan doa di tempat terbuka, sungguh sebuah pemikiran yang baik. Seberapa sering kita datang ke persekutuan doa, persekutuan yang paling diabaikan dalam gereja? Seberapa sering kita datang ke ruang doa atau tempat doa kita?

Ia pribadi yang mau mendengar (Kisah Para Rasul 16:14) dan mau belajar.

Tampak nyata bahwa banyak yang terjadi di dalam persekutuan-persekutuan doa tersebut merupakan sebuah pengetahuan awal. Kisah Para Rasul 16:14 dengan jelas menceritakan, "Tuhan membuka hati Lidia untuk merespons pesan Paulus". Saya bisa membayangkan ia duduk di sana menyerap semua yang Paulus ajarkan. Hal ini berbeda dengan apa yang ia dengar sebelumnya, yaitu tentang seseorang yang nyata, yaitu Yesus, yang Paulus katakan sebagai Mesias yang lama ditunggu-tunggu, yang sudah disalibkan untuk menghapus dosanya, yang telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, memperlihatkan diri kepada para murid, kemudian naik ke surga. Paulus mungkin bercerita tentang pertobatannya yang ajaib yang terjadi di jalan menuju Damaskus. Ia benar-benar mendengar, dan hatinya tersentuh oleh pesan Injil. Sementara ia menjadi sangat antusias untuk belajar, ia juga cepat merespons. Seberapa sering kita mendengar pesan Allah dan mengetahui Tuhan sedang berbicara kepada kita, tetapi masih menunda untuk merespons? Mari kita cepat merespons seperti Lidia.

Ia adalah seorang penyembah (Kisah Para Rasul 16:14).

Lidia disebut sebagai seorang yang "takut akan Allah" dan pasti telah menerima pengajaran di sinagoge di tempat asalnya, Tiatira. Dalam persekutuan doa ini, para wanita akan menyusun daftar doa dan membaca bagian Hukum Taurat dan kitab para nabi, mereka akan mendiskusikan apa yang telah mereka baca, dan berharap untuk mendengar dari seorang pengajar Yahudi yang berkelana, yang akan memberi sebuah penjelasan atau nasihat, dan menerima berkat. Ia telah menyembah Allah dalam satu-satunya cara yang diketahuinya dan setia melakukannya. Namun, ia belum mengerti siapa yang sedang disembahnya. Setelah membuka hatinya kepada Tuhan, Lidia sekarang bisa menyembah dalam roh dan kebenaran. Kita sekarang sangat beruntung karena mengetahui siapa yang kita sembah -- yaitu Yesus, kekasih jiwa kita. Dan, kita memiliki Roh Kudus yang membantu kita ketika kita kehabisan kata-kata untuk diungkapkan saat menyembah Dia. Tuhan sedang mencari penyembah-penyembah

Ia membuka hatinya (Kisah Para Rasul 16:14).

Sebuah pernyataan sederhana, tetapi begitu substansial. Sering kali, hati kita tertutup, hati kita menjadi tanah yang keras. Yesus telah berbicara tentang hal itu dengan sangat sering. Saya yakin ketika Lidia sedang duduk mendengarkan Paulus, Roh Kudus mencairkan hatinya, melunakkan hatinya untuk merespons pengajaran. Ia tidak akan pernah sama lagi dengan sebelumnya. Itulah yang terjadi ketika Allah mencairkan hati Anda. Ia dapat memecahkan tempat yang keras. Bukalah hati Anda kepada-Nya hari ini dan lihatlah apa yang mampu dilakukan-Nya dalam hidup Anda. Saya ingat saat saya tidak hanya memiliki hati yang keras, tetapi juga membangun dinding di sekitar diri saya, dan saya sedang bertekad tidak akan ada satu pun yang akan mampu menembusnya. Dan memang, tidak satu pun dapat melakukannya. Kita dapat mencegah Allah bertindak dalam hidup kita dengan mengeraskan hati kita. Biasanya, saya akan berada dalam masalah jika Allah sedang menyoroti tanah yang keras tersebut, tetapi saya tidak ingin menghadapinya.

Ia taat untuk dibaptis (Kisah Para Rasul 16:15).

Bersama dengan seisi rumahnya. Pada zaman Alkitab, pembaptisan mengikuti segera setelah pertobatan. Mungkin Anda tidak pernah mengambil langkah ketundukan ini. Baptisan adalah cara yang sangat simbolis dalam mengubur kehidupan lama dan bangkit untuk mendapatkan hidup baru yang Allah miliki untuk Anda.

Ia mengaku bahwa ia orang percaya (Kisah Para Rasul 16:15).

Adalah penting juga pada zaman Alkitab, untuk mengakui iman di dalam Yesus, yang terkadang memerlukan harga yang amat besar. Stefanus, martir pertama, berbicara kepada para pendakwanya, dan membayar ucapannya itu dengan nyawanya. Ketika ia duduk di Sanhedrin, dituliskan bahwa wajahnya sama seperti muka seorang malaikat. Bukankah hal itu indah? Saya ingin tahu apakah wajah saya seperti seorang malaikat ketika saya pergi bekerja setiap hari -- saya rasa tidak. Begitu sering saya tidak berbicara ketika saya sebenarnya dapat berbicara, ketika sebuah kesempatan datang dalam hidup saya. Alkitab mengatakan bahwa Stefanus penuh dengan Roh Kudus -- mungkinkah itu rahasianya?

Ia ingin melayani (Kisah Para Rasul 16:15).

Setelah pertobatan dan pembaptisan, Lidia kemudian ingin melayani saudara seimannya. Ia menerima sesuatu yang sangat istimewa dan ingin membalasnya kembali. Hal ini sangat sering terjadi ketika seseorang menjadi Kristen -- itulah yang menandai mereka. Hal tersebut sering menjadi perubahan yang menakjubkan yang orang saksikan. Sebuah perubahan hidup adalah salah satu kesaksian yang paling berkuasa yang kita dapat miliki. Mengenal Yesus, belajar tentang Dia, mengikuti Dia, menjadi semakin seperti Dia, berarti suatu hasrat yang kian bertumbuh di dalam diri kita untuk melayani seperti yang Dia lakukan.

Ia membuka rumahnya (Kisah Para Rasul 16:15).

Salah satu cara untuk melayani adalah dengan membuka rumahnya. Ia ingin menikmati persekutuan dengan saudara seiman. Tubuh Kristus bertemu di rumahnya. Dalam Kisah Para Rasul 16 ayat 40, ketika Paulus dan Silas keluar dari penjara, mereka pergi ke rumah Lidia, di mana mereka bertemu dengan saudara-saudara seiman dan menguatkan mereka. Jadi, rumah Lidia menjadi pusat penjangkauan Kristen dan peribadahan di Filipi. Anda hanya perlu membaca kitab Filipi untuk melihat bagaimana gereja ini telah bertumbuh dan betapa istimewanya tempat itu di hati Paulus.

Ia ramah (Kisah Para Rasul 16:15).

Terlihat dalam Kisah Para Rasul 16 ayat 40, rumah Lidia terbuka untuk orang-orang yang tidak diharapkan, bahkan yang baru saja keluar dari penjara! Ia mempraktikkan keramahtamahan, tidak hanya ketika ia ingin melakukannya, tetapi juga ketika keramahtamahan itu diperlukan.

Hasil Pertobatan Lidia -- Gereja mula-mula dibentuk untuk pertama kalinya di Filipi.

Jemaat bertemu di rumah Lidia -- gereja pertama di Filipi. Seperti apa persekutuan itu? Nah, anggota pertama dari persekutuan itu adalah budak perempuan yang sudah pernah kerasukan setan dan kepala penjara, yang tidak terlalu terkenal, bersama-sama dengan seisi rumahnya. Injil itu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, seperti halnya saat ini. Orang-orang pada zaman Alkitab tidaklah begitu berbeda dengan zaman sekarang.

Penginjilan Paulus diikuti oleh tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban. Pikirkan tentang hal tersebut. Budak perempuan yang kerasukan setan yang sudah mengikuti mereka selama beberapa hari, dengan ajaib disembuhkan -- dibebaskan. Ketika Paulus dan Silas di penjara, berdoa dan memuji Allah, ada gempa bumi begitu besar sehingga mengguncangkan dasar-dasar penjara itu. Pintu penjara terbuka dan rantai semua orang terlepas. Pasti terjadi keributan yang cukup besar; orang-orang berteriak, menjerit -- tidak ada yang berlari keluar -- mereka semua begitu ketakutan, mereka tetap tinggal di tempat mereka berada.

Kepala penjara itu akan bunuh diri, tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya, "Jangan celakakan dirimu! sebab kami semuanya masih ada di sini!" Pastilah keadaannya gelap karena kepala penjara kemudian meminta suluh. Dia membawa Paulus dan Silas keluar dan bertanya kepada mereka apa yang harus dia lakukan untuk diselamatkan. Paulus memberitakan Injil kepada dia dan keluarganya dan mereka semua diselamatkan. Dia kemudian juga membawa mereka ke rumahnya, memberi mereka makan, mencuci luka mereka dan pada saat itu, dia sudah melakukan pelayanan. Hal yang saya sukai adalah bagian yang mengatakan, dia dipenuhi dengan sukacita karena dia percaya kepada Tuhan. Dia dan seluruh keluarganya.

Mereka adalah orang-orang kunci dalam gereja mula-mula ini di Filipi.

Itu benar-benar cerita yang luar biasa. Dan, betapa pentingnya bagian yang diperankan Lidia -- wanita satu ini, wanita yang benar, di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan hati yang tepat, dan dengan perilaku yang tepat.

Lidia adalah seorang wanita berpengaruh pada zamannya. Allah mencari wanita yang berpengaruh pada zaman dan generasi ini.

Apa yang bisa Allah lakukan dengan Anda? Saya memberi judul artikel ini "Keistimewaan Lidia" -- Pergi dan Lakukan Itu -- Apakah Anda siap? (t/Wiwin)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Watton
Alamat URL : http://www.watton.org/wftk/teaching/Lidia.htm
Judul asli artikel : The Lydia Factor - Go and Do It
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 20 Oktober 2014
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar