Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Kerendahan Hati

Jantung adalah bagian tubuh yang menjadi pusat peredaran darah. Oleh jantung, darah manusia dipompa ke seluruh tubuh agar bagian tubuh yang lain mendapatkan makanan dan oksigen, yang merupakan sumber bahan bakar untuk organ tubuh yang lain.

Bila seseorang mendapat gangguan jantung, maka bagian tubuh yang lain juga tidak dapat bekerja dengan baik karena tidak mendapat sumber bahan bakar yang cukup. Kenyataan ini bisa dilihat pada keluhan seseorang yang menderita sakit jantung. Biasanya, penderita jantung akan cepat sekali terengah-engah, letih lesu, kurang tenaga, dan tidak dapat melakukan pekerjaan seberat orang yang tidak memunyai penyakit jantung.

Begitu pun dengan kerendahan hati. Kerendahan hati merupakan sikap seseorang yang "sehat", di mana seseorang menerima kebenaran yang merupakan sumber kehidupan, dan memompa kebenaran ini ke seluruh aspek kehidupannya. Dosa dan sikap hati yang salah menyebabkan hidup menjadi tidak bersemangat, letih lesu, dan berbeban berat bagaikan orang yang sedang sakit jantung. Banyak orang menyaksikan bahwa setelah mengakui dosanya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tiba-tiba ia merasakan tubuh batinnya menjadi sangat ringan serasa kehilangan beban yang sangat berat, layaknya seorang penderita sakit jantung yang sembuh setelah menjalani operasi "bypass".

Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah langkah pertama jika seseorang ingin menerima kesembuhan batin. Setelah itu, sebagaimana orang yang pernah menderita sakit jantung, setelah sembuh pun ia harus menjaga kondisi tubuh dengan makan makanan yang sehat dan rajin berolahraga. Demikian juga seseorang yang telah sembuh batinnya, harus selalu menjaganya dengan kerendahan hati. Hal ini terefleksikan dalam Matius 11:28-30. Jelas sekali tertulis bahwa Yesus mengajak semua orang untuk mendapat kesembuhan batinnya, dengan berkata, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Sama seperti seorang dokter yang memberikan nasihat kepada pasiennya, Yesus pun memunyai nasihat bagi kesehatan manusia batin kita dalam ajaran-Nya berikut ini, "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." (Matius 11:29-30) Jelas sekali bahwa Yesus mengajak kita untuk belajar Kebenaran, supaya kita mendapat makanan yang baik untuk manusia batin kita dan menerapkannya dalam kehidupan ini, agar manusia batin kita tetap sehat.

Anda dapat menerima kesembuhan manusia batin Anda, dengan jalan merendahkan hati dan menyadari bahwa Anda manusia berdosa dengan mengucapkan kata-kata berikut: "Tuhan Yesus, saya seorang manusia berdosa, dan saya mau menerima kesembuhan manusia batin saya dengan menyerahkan semua dosa saya kepada-Mu, dan menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya. Amin."

Diambil dari:

Judul majalah : Curahan Hati Edisi 5, Juli 2007
Penulis : Waldemar Husada
Penerbit : Yayasan Curahan Hati
Halaman : 22
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar