RENUNGAN WANITA

Pemahaman kita sebagai orang percaya mengenai pertobatan harus direvisi, sebab selama ini banyak pengertian pertobatan yang salah. Sesungguhnya, pertobatan bukan hanya memiliki perubahan kelakuan secara moral yang terlihat, artinya berhenti dari suatu perbuatan yang dinilai salah menurut moral. Pertobatan orang percaya juga bukan seperti pertobatan bangsa Israel. Pertobatan dalam Perjanjian Lama adalah berbaliknya (Ibrani: Syub) bangsa Israel kembali ke torat dan Yahwe setelah melakukan penyimpangan. Adapun pertobatan orang-orang Niniwe juga tidak jelas formatnya.

Ditulis oleh: Amidya

Pernahkah kita mengalami masalah yang besar dan kita merasa kesesakan di dalamnya? Hidup menjadi penuh beban dan seakan-akan tidak ada pertolongan yang datang? Pada saat itulah, kita akan berteriak kepada Tuhan dan mengharapkan lawatan-Nya atas hidup kita.

Jangan bohong! Kita semua bergumul dengan masalah ini dan itu karena kita adalah manusia. Kita egois dengan waktu kita dan menginginkan semua hal selalu berjalan dengan baik.
Hadapilah kenyataan! Hidup tidak akan selalu dalam keadaan baik. Kita akan bergumul dengan permasalahan-permasalahan yang baik dan yang buruk selama kita masih bernapas. Hanya ketika kita tiba di surga saja pergumulan kita akan menjadi sejarah! Secara harfiah ....

Kemudian, mereka menyalibkan Dia . . ." (Markus 15:24)

Seorang dokter pernah memberikan penjelasan rinci tentang apa yang terjadi ketika seseorang disalibkan:

Harry A. Ironside (1876 -- 1951) adalah salah seorang pengajar Alkitab yang paling berhasil dan paling disukai pada awal abad ke-20.

Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan." (Lukas 2:34)

Mengasihi Orang yang SulitBerikut ini adalah ayat-ayat dalam firman Tuhan yang akan menolong kita untuk belajar dan merenungkan perkataan Tuhan mengenai mengasihi orang yang sulit.

Ketika Pendeta Howard Sugden memimpin upacara pernikahan kami, ia menekankan bahwa kami sedang terlibat dalam sebuah mukjizat. Kami memercayainya, tetapi kami tidak memahami seberapa besar mukjizat yang diperlukan untuk mengikat dua orang, apalagi menjadikan keduanya satu.

Ditulis oleh: N. Risanti

Francis Chan pengarang buku "Crazy Love" berujar dalam bukunya, "Orang-orang yang terobsesi kepada Yesus tidak mendahulukan keselamatan dan kenyamanan pribadi di atas segalanya. Orang-orang yang terobsesi lebih peduli tentang datangnya Kerajaan Allah di bumi ini daripada mendapat perlindungan dari penderitaan atau tekanan." Dan, ia tidak hanya sekadar berteori ketika mengatakannya.

Ditulis oleh: N. Risanti

Bertumbuh dalam keluarga Kristen yang sudah mengenal Kristus semenjak lama, membuat keluarga besar kami memiliki tradisi Natal yang kental di bulan Desember. Dimulai dengan memasang dan menghias pohon Natal besar di rumah nenek saya, membuat kue-kue khas Natal, membeli dan membungkus hadiah Natal, menjalani latihan drama atau paduan suara untuk acara Natal di gereja, sampai merayakan malam Natal bersama keluarga besar di rumah nenek yang penuh dengan nuansa keakraban dan kegembiraan. Semua tradisi dan kesibukan itu sungguh membawa kesan dan memori yang menyenangkan bagi saya sebagai anak-anak, yang bahkan masih terbawa hingga saat ini. Desember dan Natal kemudian bermakna sebagai masa-masa yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan berdasarkan kenangan indah saya semasa kanak-kanak.

Budaya kita mendorong perempuan untuk menumbuhkan kecantikan yang hanya terletak di permukaan. Namun, Allah memerintahkan kita untuk mengejar kecantikan batin yang sangat berharga. Seorang wanita yang menumbuhkan kecantikan batin, yang takut akan Allah dan hidup untuk melayani orang lain, akan membuat perbedaan dalam kehidupan masyarakat. Kecantikannya akan membuat dampak yang abadi pada kehidupan yang disentuhnya.

Oleh: N. Risanti

Dulu, sebagai seorang remaja, saya tidak pernah percaya diri dengan kulit saya yang hitam, badan yang terlampau kurus, atau rambut yang sangat lurus dan tipis. Ditambah dengan sering mengonsumsi majalah remaja yang selalu menampilkan kecantikan fisik dan penampilan, semakin merosotlah pandangan saya terhadap diri sendiri. Ibarat bunga, saya merasa bahwa saya ini hanyalah "bunga rumput" yang biasa-biasa saja dan tidak tampak indah. Siapa yang akan memandang bunga rumput yang sederhana dan tidak semarak warnanya itu?

Betapa indah dan luar biasanya cinta-Mu, Yesus!

Saat aku memikirkan bahwa Engkau bersedia melewati penderitaan itu bagiku!

Pernahkah Anda melihat keadaan Anda dan berpikir, "Saya akan senang sekali jika mendapat kesempatan untuk melakukannya lagi."? Atau, "Jika saja saya dapat mengubahnya, saya akan melakukannya." "Saya memerlukan awal yang baru." Semua ini adalah tentang anugerah.

Pages