Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Lima Kesalahan yang Harus Dihindari sebagai Ibu Tunggal

Menjadi seorang ibu tunggal dapat terasa seperti Anda sedang berjalan melalui ladang ranjau. Di sekitar tiap tikungan, terdapat bahaya ledakan lainnya. Lagi pula, saat Anda menjadi tukang masak, tukang bersih-bersih, pengemudi taksi, dan hal-hal lainnya, pengasuhan secara bijak akan menjadi terabaikan.

Ibu Tunggal

Itulah mengapa, adalah baik untuk sesekali memiliki pengingat sederhana tentang perangkap tersembunyi yang dapat melukai orang yang Anda cintai. Meskipun tidak diperlukan banyak usaha untuk menghindarinya, langkah pertama adalah mengenali perangkap-perangkap tersebut. Dalam sebuah survei yang dilakukan di antara 200 ibu tunggal, empat masalah muncul sebagai bahaya yang akan segera menjadi ancaman di rumah. Apakah ada salah satunya yang menjadi peringatan bagi Anda?

1. Gagal menyediakan tempat yang aman.

Apakah rumah Anda menjadi lingkungan yang tidak beracun bagi anak Anda untuk menceritakan perasaan terdalam mereka, bahkan jika mereka tahu itu akan menyakiti perasaan Anda? Dapatkah mereka memberi tahu Anda bahwa mereka tidak menyukai aturan-aturan Anda? Dapatkah mereka menyatakan bahwa kematian ayah mereka membuat mereka marah terhadap Allah? Dapatkah mereka memberi tahu Anda bahwa komentar Anda di depan teman-teman mereka mempermalukan mereka? Dapatkah mereka mengatakan mereka tidak menyukai teman pria Anda? Bagian dari penyembuhan mereka adalah mampu menceritakan apa yang terkubur di bawah reruntuhan. Mereka perlu tahu bahwa mereka dapat memberitahukan apa pun kepada Anda dan bahwa Anda akan menjadi sabar dan mendengarkan, tidak berbalik marah, dan membiarkan mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Ini mungkin saat yang tepat bagi seorang konselor untuk membantu.

2. Memuntahkan emosi yang belum terselesaikan.

Apa yang Anda katakan ketika menghadapi pertanyaan sulit? Apakah reaksi Anda berasal dari emosi Anda? Apakah Anda berhenti dan berpikir sebelum berbicara? Saya ingat, ketika putra saya berusia empat tahun dan saya baru saja menjadi ibu tunggal. Tiba-tiba saja, dia bertanya, “Bu, apakah ibu masih mencintai ayah?” Saya ingin berkata, “Ya ... tetapi tidak! Dia menyakiti kita!” Akan tetapi, saya menunggu, menahan lidah saya, dan kemudian menjawab, “Jason, dia ayahmu. Saya akan selalu mencintainya dengan cara yang khusus.” Sekarang, putra saya sudah dewasa, dan dia mengingatkan saya pada kata-kata itu beberapa hari yang lalu. Saya terkejut. Sementara saya benar-benar lupa tentang percakapan itu, dia mengingatnya.

3. Mengarahkan pada kehidupan yang tidak berprinsip.

Bagaimana Anda menangani semua kategori berikut ini: keuangan, pengasuhan, dukungan emosional, dan pertumbuhan rohani? Jika kita belum merencanakan jalur yang jelas sebelumnya, Anda dapat dengan mudah melakukannya dan mendorong wilayah-wilayah ini tanpa tujuan. Itu membuat orang menjadi frustrasi, terdorong, dan terombang-ambing oleh pikiran mereka yang tidak stabil. Sulit, tidak hanya bagi ibu, tetapi juga bagi anak-anak. Mereka tidak pernah tahu ibu mana yang akan mereka dapatkan. Setiap orang membutuhkan mitra yang tepercaya untuk membantu mereka melihat hal-hal yang tidak mereka sadari. Sudahkah Anda berpikir tentang menemukan teman yang tepercaya dan saleh yang akan melayani dalam peran itu? Kita semua membutuhkan seseorang untuk membuat kita tetap jujur dan membuat kita maju di jalan Tuhan.

4. Gagal menjadi serupa dengan Kristus.

Apa peran utama Anda sebagai seorang ibu? Kebanyakan ibu akan berkata, “Saya adalah pemelihara tunggal.” Yang lain mungkin menyebutkan pekerjaan utama mereka adalah untuk melayani sebagai pendisiplin, pelindung, atau penghibur. Namun, tidak ada yang bertahan lebih lama daripada menjadi peniru −− seseorang yang menjadi teladan dalam menempatkan Kristus sebagai yang utama, menerima kritik dengan baik, dan bersabar ketika disalahpahami. Kita lupa bahwa anak-anak menyaksikan, mendengarkan nada suara, pilihan kata-kata, tindakan, prioritas, dan sikap kita. Ini adalah tatanan yang tinggi untuk menjadi teladan yang baik, tetapi kita tidak harus melakukannya sendirian. Ketika kita meminta Roh Kudus tinggal dalam kita, Dia menekan suasana hati kita dan memenuhi kita dengan semua yang kita butuhkan untuk menjadi ibu yang baik. Kita dapat dengan sengaja menjadi teladan.

5. Mengisi kekosongan Anda dengan hal yang salah.

Fokus kepada Allah

Apa yang Anda lakukan saat Anda kesepian, sedih, penuh rasa bersalah, atau marah? Ke mana Anda berpaling untuk menghilangkan rasa sakit? Ketika ibu tunggal belum meluangkan waktu untuk menyembuhkan rasa sakit mereka secara tepat, mudah sekali untuk mengisi kekosongan itu sebelum waktunya dengan solusi jangka pendek: hubungan lain, makan berlebihan, minum (minuman beralkohol), belanja, menonton TV, atau berolahraga. Sementara semua itu “terasa” baik karena menumpulkan rasa sakit, tetapi ketika semua itu berakhir, ketidaknyamanan akan dirasakan lebih dalam dibanding sebelumnya. Satu-satunya jawaban dalam mengisi lubang kosong itu adalah dengan lebih memperdalam hubungan Anda dengan Yesus Kristus. Dia sendirilah yang memberi tujuan dan memberi keuntungan dari kesulitan-kesulitan kita untuk keuntungan yang lebih tinggi.

Tidak sulit untuk melucuti ranjau darat. Melangkah sajalah di sekitarnya. Berserulah kepada Kristus untuk mendapat bantuan, dan bergeraklah ke arah yang berlawanan. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
Alamat situs : https://www.crosswalk.com/family/parenting/single-parents/5-mistakes-to-avoid-as-a-single-mom.html
Judul asli artikel : 5 Mistakes to Avoid as a Single Mom
Penulis artikel : Pam Kanaly
Tanggal akses : 24 April 2018
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar