Memulai Lagi -- Jalan Tuhan

Pernahkah Anda melihat keadaan Anda dan berpikir, "Saya akan senang sekali jika mendapat kesempatan untuk melakukannya lagi."? Atau, "Jika saja saya dapat mengubahnya, saya akan melakukannya." "Saya memerlukan awal yang baru." Semua ini adalah tentang anugerah.

Yohanes pasal 8 menceritakan kisah tentang seorang wanita yang tertangkap basah melakukan perzinaan. Hukum Yahudi menyatakan bahwa ketidaksetiaan dalam pernikahan layak mendapat hukuman dengan dirajam. Para pemimpin agama membawa wanita itu kepada Yesus untuk menyaksikan apakah Ia akan mengikuti Hukum Taurat Musa dan menghukum wanita itu sampai mati. Akan tetapi, yang mengejutkan mereka adalah Yesus tidak menghukumnya. Sesudah menulis di tanah, Kristus berkata, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (ayat 7). Kerumunan itu perlahan-lahan mulai membubarkan diri, para tua-tualah yang pertama kali pergi.

Setelah semua orang pergi, Yesus melihat kepada wanita yang sedang bersimpuh di kaki-Nya. Wanita itu mengetahui bahwa Ia adalah Hamba Allah. Betapa wanita itu merasa "ditelanjangi" dan malu, hingga Yesus menyatakan firman-Nya tentang pengampunan dan harapan kepada hatinya. "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (ayat 11) Yesus mengampuni wanita itu dan membebaskannya.

Mungkin, ada sesuatu yang hendak Anda hapus dari masa lalu. Mungkin suatu pemikiran yang membawa perasaan terhukum dan kepedihan. Yesus memberikan kesempatan kedua kepada wanita yang tertangkap sedang melakukan perzinaan, dan itulah yang akan Ia berikan kepada Anda. Jika ada dosa dalam sejarah Anda pada masa lalu atau saat ini, ketahuilah bahwa ketika Anda meminta pengampunan kepada Allah, pengampunan itu sudah diberikan. Ia tidak akan pernah mengungkit hal itu kembali.

Bahkan, satu-satunya penyembuhan bagi segala macam dosa adalah anugerah Allah yang dinyatakan bagi hidup kita. Hal ini mengubah pendosa yang jatuh menjadi orang yang hidup secara berkemenangan bagi Yesus Kristus. Kematian-Nya di kayu salib adalah pembayaran yang cukup bagi segala dosa Anda. Hanya Allah yang Mahakuasa yang dapat mengasihi Anda sepenuhnya.

Kesempatan kedua mendorong kita untuk tidak menyerah, bahkan ketika bisikan-bisikan dunia menyarankan hal-hal yang sebaliknya. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kita akan mendapatkan kesempatan kedua setelah kematian untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat. Namun, dalam kehidupan ini, Ia melimpahkan kasih-Nya yang mengampuni bagi kita sesudah kita mengacaukan semuanya. Kita tidak pernah berada di luar anugerah Allah.

Sebagai contoh, banyak orang mendengarkan Injil beberapa kali sebelum mereka menerima Tuhan. Tetapi, Tuhan tidak pernah menyerah untuk mencoba 'merebut' mereka untuk datang kepada-Nya. Ia adalah Allah atas kesempatan kedua -- dan sering kali atas seribu kesempatan. Kadang-kadang, seseorang menolak Injil selama bertahun-tahun. Akan tetapi, pada suatu hari, karena Bapa memberikan anugerah kepada satu pribadi, ia akhirnya menjadi anak-Nya.

Jika kita menerima apa yang sudah selayaknya karena dosa kita, kita semua akan dihukum. Tidak akan ada kesempatan kedua. Kita menginginkan apa yang tidak layak untuk kita terima, dan itulah anugerah.

Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan tidak didasarkan pada perbuatan-perbuatan kita. Efesus 2:8-9 berkata, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Dengan perkataan lain, keselamatan adalah sebuah anugerah yang kita terima karena iman.

Bahkan, kemampuan untuk percaya berasal dari Allah. Jadi, keselamatan merupakan anugerah, dari awal sampai akhir -- bukan sesuatu yang kita usahakan atau kerjakan. Perbuatan baik tidak berjasa untuk mendapatkan keselamatan. Jika demikian, kita dapat berbangga diri, "Aku telah melakukan ini" atau "Aku telah melakukan itu." Hanya Bapa surgawi saja yang berhak berbangga diri, "Aku telah melakukannya: Aku telah memberikan semua yang dibutuhkan oleh para pendosa ini melalui Anak-Ku."

Allah telah mengasihi Anda sebelum Anda mengenal Kristus. Ia begitu peduli sehingga mengutus Anak-Nya ke bumi untuk memberi Anda kehidupan baru: "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita" (Roma 5:8).

Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus adalah sapuan kuas anugerah Allah yang tertinggi atas seluruh kanvas penciptaan. Kristus adalah perwujudan dari semua harapan. Jika Anda telah menerima Dia sebagai Juru Selamat Anda, hidup-Nya ada di dalam diri Anda, dan kasih karunia-Nya cukup untuk menghapus setiap tanda-tanda noda dosa. Izinkan Dia memberi Anda kesempatan kedua. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : In Touch Ministries
Alamat URL : http://www.intouch.org/you/article-archive/content/topic/
Judul asli artikel : Starting Over - God's Way
Penulis artikel : Dr. Charles Stanley
Tanggal akses : 23 Oktober 2014
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar