Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Mengapa Seorang Wanita Kristen Harus Terpelajar?

Bagi banyak wanita, pendidikan tinggi adalah sesuatu yang biasa. Bagi sebagian orang, sebuah pertanyaan: Apa yang sesungguhnya dikatakan firman Tuhan tentang hal itu? Apa yang Tuhan kehendaki atas putri-putri-Nya yang berharga di dunia zaman modern ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita bersama-sama menyelam ke dalam kebenaran alkitabiah dari Amsal 31 dan dampak besar yang masih dimilikinya pada kehidupan kita saat ini.

Pendidikan Akademik

Bidang pertama pendidikan yang akan kita kupas adalah pendidikan akademik. Meskipun studi akademis mungkin bukan kesukaan kita, studi akademis sangat bermanfaat. Dalam Amsal 31:10-31, kita melihat banyak contoh dari seorang wanita saleh yang menggunakan pengetahuan aritmatika, bahasa (Ibrani), kitab suci (Taurat), dan pengetahuan lainnya yang dipelajari, seperti kesehatan atau mungkin akuntansi, untuk kebaikan suaminya, anak-anaknya, para pedagang, dan orang miskin.

Dalam ayat 16, ia "menginginkan ladang dan membelinya", dan dalam ayat 18, ia "tahu bahwa pendapatannya bagus". Perhatikan bahwa hanya seorang wanita dengan pengetahuan akademiklah yang bisa melakukan hal-hal ini. Juga dalam ayat 26, ia "membuka mulutnya dengan hikmat, dan perkataannya adalah ajaran kebaikan". Wanita ini dikenal karena "hikmatnya" dan "ajaran kebaikan" dalam kata-katanya. Suaminya "duduk di antara para tua-tua negeri" dan hasil pekerjaannya sendiri "membuatnya dipuji di pintu-pintu gerbang" (ayat 23 dan 31)! Hai Wanita muda, apakah Anda mengetahui bahwa pengetahuan akademik Anda dapat mendatangkan "pujian di pintu gerbang" bagi Anda?

Pendidikan Domestik

Bidang yang kedua adalah pendidikan domestik. Pendidikan domestik kita terdiri atas bidang-bidang minat dan keterampilan tambahan yang kita kelola. Mungkin saja memasak, menjahit, menyanyi, menari, bermusik, berbicara, menggambar, membuat kerajinan atau kegiatan memperkaya yang lain. Kita semua memiliki karunia dan talenta, begitu pula wanita dalam Amsal 31! Pada ayat 13, 19, 22, dan 24, kita melihat anugerah yang dibawanya kepada keluarganya saat ia "bekerja dengan tangannya", "membuat permadani untuk dirinya sendiri [misalnya merajut selimut]", "menjual pakaian linennya", dan "menyediakan ikat pinggang bagi pedagang [misalnya menyediakan produk-produk untuk pameran kerajinan lokal]". Dia juga "membawa makanannya dari jauh [misalnya menjual makanan dari makanan alami dan organik di koperasi]", "menyediakan makanan bagi keluarganya", "menanami kebun anggur [misalnya menanami taman atau petakan bunga]", dan "mengawasi segala hal dalam rumah tangganya".

Jika contoh seorang wanita saleh yang alkitabiah melatih dirinya secara domestik dan akademik, bukankah kita seharusnya berusaha untuk melakukan setiap kegiatan yang patut dipuji, seperti yang dia lakukan? Sebagai wanita muda yang berkenan di hati Allah, kita mempersiapkan diri kita sendiri untuk menjadi seperti semua yang Tuhan rencanakan bagi kita, termasuk menikah dengan pria yang berkenan di hati Allah. Segala sesuatu yang kita latih pada diri kita sendiri saat ini, suatu hari nanti pasti mendatangkan "hal baik" bagi calon suami kita, dan bukan membahayakan di sepanjang hidupnya! Saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia memberi kita contoh yang baik dalam firman-Nya untuk diikuti!

Pendidikan Rohani

Bidang ketiga dari pendidikan adalah pendidikan rohani. Ini adalah bidang paling penting dari ketiganya. Mengapa? Sebab, kehidupan rohani kita merupakan dasar bagi setiap bagian kehidupan kita yang lain. Cara Anda menyelesaikan masalah matematika Anda, memanggang setumpuk kue atau bernyanyi dalam paduan suara, semua bertumpu dan bertumbuh dari kondisi perjalanan Anda dengan Tuhan. Wanita dalam Amsal 31 dengan jelas menempatkan pengabdiannya kepada Tuhan terlebih dahulu, agar suami dan anak-anak berdiri dan menyebutnya "diberkati"! Dia berusaha menunjukkan pengabdiannya kepada Tuhan, kepada orang miskin dan yang tertindas (ayat 20), kepada keluarganya (ayat 21 dan 27), dan Tuhannya. Ia dipuji karena melebihi semua orang yang lain dalam ayat 29.

Giliran Kita, Sebagai Wanita Muda yang Saleh

Wanita dalam Amsal 31 adalah sebuah contoh bagi kita semua, tetapi contoh hidupnya bukanlah satu-satunya contoh. Hidup Anda terlihat secara terbuka, entah Anda menghendakinya atau tidak. Orang-orang mengamati untuk melihat bagaimana Anda tetap dapat mengutamakan Yesus di dunia yang di dalamnya Yesus tidak lagi diakui. Pendidikan kita adalah seperti kunci -- sebuah kunci untuk membuka pintu-pintu dunia, untuk menjangkau ke dalam kehidupan masyarakat dan membuat perbedaan.

Sudah menjadi pendapat umum bahwa seseorang tidak dapat berbuat banyak tanpa pendidikan. Meskipun pada saat itu berusaha untuk mendapat gelar sarjana, diploma medis, atau sertifikat mengajar mungkin tampak seperti membuang-buang waktu, ini adalah saat yang baik demi Kerajaan Allah!

Hai Wanita muda, jangan menahan diri Anda sendiri untuk mendapatkan pendidikan yang baik! Ini adalah suatu anugerah dari Bapa kita, dan pada gilirannya akan memberkati dunia zaman modern di sekitar kita. Persiapan-persiapan kita untuk melanjutkan pendidikan akademik, pendidikan dalam mengatur rumah tangga, dan pendidikan rohani kita di tingkat perguruan tinggi tidak hanya akan memberi kita lebih banyak pengaruh demi Kristus, tetapi juga akan memberi jaminan untuk kita, yaitu jaring keselamatan sebagai calon ibu, termasuk orang-orang dari antara kita yang ingin memberikan pendidikan "home schooling" kepada anak-anak kita.

Apakah hukum negeri kita akan berubah dan menjadi lebih ketat dalam kebebasan yang kita pertahankan dengan kerendahan hati sekarang ini? Oleh kasih karunia Allah, kita berdoa agar hal ini tidak akan terjadi, tetapi seperti yang dinyatakan dalam Efesus 5:15, "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif."

Kesimpulannya, bagi seorang wanita saleh, mendapatkan pendidikan secara akademik, pendidikan rumah tangga, dan pendidikan rohani tidak hanya menjadi berkat bagi suaminya dan rumah tangganya, seperti yang dinyatakan dalam Amsal 31, tetapi juga akan memberinya kemampuan untuk memengaruhi dunia di sekitarnya.

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!" (Amsal 31:30-31)

Semoga Tuhan memberkati Anda ketika Anda menggunakan pendidikan yang berharga bagi kemuliaan-Nya! (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Myfriend Debbie
Alamat URL : http://www.myfrienddebbie.com
Judul asli artikel : Why a Christian Woman Should Be Educated
Penulis : Alyson Shedd
Tanggal akses : 27 Januari 2014
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 

Komentar