Mengingat Pengorbanan-Nya

Kemudian, mereka menyalibkan Dia . . ." (Markus 15:24)

Seorang dokter pernah memberikan penjelasan rinci tentang apa yang terjadi ketika seseorang disalibkan:

"Salib ditempatkan di tanah dan orang yang kelelahan itu dengan cepat dibalik dengan bahunya di kayu. Anggota legiun meraba-raba bagian terendah di pergelangan tangan bagian depan. Dia memukulkan paku berat, paku persegi dari besi tempa melalui pergelangan tangan dan jauh menembus ke dalam kayu. Cepat-cepat, ia bergerak ke sisi lain dan mengulangi tindakan itu dengan berhati-hati agar tidak menarik lengan terlalu kencang, tetapi memungkinkan untuk beberapa kelenturan dan gerakan. Salib ini kemudian diangkat ke tempatnya.

Kaki kiri ditekan ke belakang kaki kanan, dan dengan kedua kaki diulurkan, jari-jari kaki ke bawah, paku dipukulkan melalui lengkungan masing-masing, membuat lutut jadi tertekuk. Korban sekarang disalibkan. Saat ia perlahan merosot ke bawah dengan berat badan lebih pada paku di pergelangan tangan, menyiksa, tembakan rasa sakit yang berapi-api sepanjang jari dan sampai lengan meledak di otak -- paku di pergelangan tangan menempatkan tekanan pada saraf median. Saat ia mendorong dirinya ke atas untuk menghindari siksaan peregangan, ia menempatkan berat penuh pada paku melalui kakinya. Sekali lagi, ia merasakan penderitaan membakar dari paku yang merobek melalui saraf di antara tulang-tulang kakinya.

Penderitaan Kristus

Saat lengan kelelahan, kram menjalar melalui otot, mengikat mereka dengan rasa nyeri yang sangat, terus-menerus, dan berdentam. Dengan kram ini, dia tidak mampu mendorong tubuhnya ke atas untuk bernapas. Udara dapat ditarik ke dalam paru-paru, tetapi tidak diembuskan. Ia bertarung untuk mengangkat dirinya untuk mendapatkan bahkan satu napas kecil. Akhirnya, karbon dioksida menumpuk di paru-paru dan dalam aliran darah. Dengan tidak teratur, ia mampu mendorong dirinya ke atas untuk bernapas dan membawa oksigen yang memberi hidup.

Berjam-jam ... sakit, siklus kram yang memelintir dan mengoyak-oyak sendi, sesak napas parsial yang sebentar-sebentar, rasa nyeri yang membakar ketika jaringan tubuh terkoyak kembali saat ia bergerak naik dan turun bergesekan dengan kayu yang kasar. Kemudian, penderitaan lain dimulai. Rasa sakit yang mendalam di dada, menghujam saat kantong jantung perlahan terisi dengan darah dan mulai menekan jantung.

Sekarang, hampir berakhir -- hilangnya cairan jaringan tubuh telah mencapai tingkat kritis -- jantung yang tertekan sedang berjuang untuk memompa darah yang berat, tebal, lembam ke dalam jaringan tubuh -- paru-paru yang tersiksa berusaha dengan kalut menghirup tegukan-tegukan kecil udara. Dia bisa merasakan dinginnya kematian merayap melalui urat daging-Nya ... akhirnya Dia bisa membiarkan tubuh-Nya mati."

Alkitab mencatat proses kematian melalui penyaliban ini hanya dalam kata-kata sederhana. Seberapa sering kita menganggap biasa rasa sakit dan penderitaan yang dialami Yesus ketika Dia mati di kayu salib bagi Anda dan saya. Pada Paskah ini, mari kita mengingat pengorbanan yang telah Dia lakukan.

Tantangan Doa: Bersyukurlah kepada Yesus atas harga yang Ia bayar untuk dosa-dosa Anda melalui kematian-Nya yang menyakitkan di kayu salib. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Crosswalk
Alamat situs : http://www.crosswalk.com/devotionals/easter-devotionals/easter-devotional-march-21.html
Judul asli artikel : Remembering His Sacrifice
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 8 Juli 2016
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar