Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Menyerahkan Kembali Anak Anda kepada Allah

Menyerahkan kembali anak Anda kepada Allah dapat menjadi keputusan yang sulit bagi para orang tua.

Pengorbanan, komitmen, dan pelatihan selama 18 tahun tiba-tiba membawa Anda ke satu titik yang tidak akan kembali.

Entah itu untuk kuliah, masuk pendidikan militer, atau dalam fase-fase pertumbuhan yang alami, menyerahkan kembali anak Anda kepada Allah merupakan satu titik yang harus dihadapi setiap orang tua.

Kisah Hana menunjukkan kepada kita tentang bagaimana mempersiapkannya, lalu bagaimana melakukannya.

Meminta Anak kepada Allah

Perjalanan 24 meter dari Rama ke Silo membutuhkan hampir satu hari perjalanan. Akan tetapi, bagi Hana, perjalanan itu pasti terasa berminggu-minggu lamanya.

Istri lain dari suaminya tak henti-hentinya mengajak bicara anak-anak laki-laki dan perempuannya, hal itu cukup keras didengar Hana. Keangkuhan menambah berat beban ketenangan Hana. Lengannya yang kosong ingin sekali memeluk seorang anak. Dan, karena istri yang lain memiliki anak-anak, persoalan Hana sangat jelas bagi semua: Allah telah menutup kandungannya.

Ia melihat jalan di bawah sandalnya. Beberapa abad sebelumnya, jalan yang rusak karena dilintasi ini dikenal memiliki kemiripan dengan keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub -- semua laki-laki yang memiliki istri yang mandul juga. Pemikiran gambaran mukjizat kehamilan mereka mungkin telah membangkitkan harapan di hati Hana. Silo adalah tempat ia dapat berbakti.

Hana memutuskan untuk meminta seorang anak kepada Allah.

Ia melanjutkan perjalanannya ke kemah suci yang berada di belakang beberapa tirai yang disinari dengan hadirat Allah yang kudus. Setelah dekat dengan pintu, ia memperbaiki kata-kata yang ada di dalam benaknya. Ketika air mata menghangatkan wajahnya, ia menyampaikan permintaannya:

"... TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya." (1 Samuel 1:11)

Allah Memberi Anda Seorang Anak

Setelah Hana dan suaminya kembali ke Rama, Allah memberikan seorang anak kepadanya, namanya Samuel. Ketika Samuel disapih saat berusia tiga tahun, Hana pergi ke Silo lagi ... untuk menyerahkan kembali Samuel kepada Allah.

Setelah menitipkan anaknya dalam pengasuhan Imam Eli, Hana kembali pulang dengan tangan kosong.

Meskipun Hana dapat mengunjungi Samuel setiap tahun pada hari raya, hal itu dapat menyayat hati untuk meninggalkan anak yang ia rawat setiap hari selama tiga tahun.

Namun, ia tahu sejak awal bahwa waktunya akan datang. Samuel bukan lagi milik yang harus dipertahankannya. Dalam kenyataan, tidak ada seorang anak pun yang demikian.

Allah memberi kita anak-anak sehingga kita dapat menyerahkan mereka kembali kepada-Nya.

Serahkanlah Kembali Anak Anda kepada Allah

Kerelaan Hana untuk melepaskan Samuel menunjukkan sikap yang harus diadopsi oleh semua orang tua yang saleh.

"... Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda ...." (Mazmur 127:3-5)

Dengan menyerahkan seorang anak sesuai tujuan Allah, orang tua yang rendah hati tidak tunduk dalam pengakuan kekalahan, tetapi dalam sikap penyembahan, seperti Hana. (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Wayne Stiles
Alamat URL : http://www.waynestiles.com/giving-your-child-back-to-god/
Judul asli artikel : Giving Your Child Back to God
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 10 Juli 2014
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar