Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Pelayanan dan Pertumbuhan Rohani

Suatu malam yang bersalju pada musim dingin, saya mengumpulkan kayu bakar untuk tempat perapian kami. Malam itu amat dingin, tetapi segera setelah saya menaruh kayu itu dalam api, ruangan menjadi hangat. Kayu itu sendiri berwarna kelabu karena dibiarkan di luar dan termakan cuaca selama beberapa musim. Tidak ada keindahan atau kehangatan dari kayu itu. Tetapi ketika dibakar, kayu-kayu itu menghangatkan rumah dan keluarga kami, dan kami senang akan nyala apinya yang bertahan cukup lama.

Pada saat kita melayani orang lain, kita menjadi seperti kayu bakar yang menyala itu. Kita sendiri tidak menarik, tetapi kita memperlihatkan kemuliaan Tuhan sewaktu kita dipakai untuk Dia.

Pertumbuhan Rohani

Pada musim gugur, saya dan istri saya menanam beberapa umbi bunga tulip dan bunga bakung. Jika Anda pernah menanam bunga ini, Anda akan ingat betapa tidak menariknya umbi-umbi itu. Tetapi pada musim semi, gumpalan-gumpalan buruk ini mengeluarkan keindahannya, dan orang-orang pun kagum pada rupanya yang berwarna-warni.

Ketika kita melayani orang lain, kita menjadi seperti umbi-umbi bunga itu. Walaupun kita sendiri tidak menarik, kita memperlihatkan keindahan Yesus ketika kita dipakai untuk Dia.

Kedua ilustrasi ini menunjukkan betapa kehangatan dan keindahan muncul ketika hal-hal biasa dimanfaatkan. Tetapi ilustrasi tersebut tidak lengkap. Orang Kristen yang melayani lebih beruntung daripada kayu bakar atau umbi bunga itu. Kayu dan umbi itu, bila memakai dirinya sendiri untuk menimbulkan kehangatan dan keindahan, tidak menjadi lebih menarik, sedangkan orang Kristen ketika mereka melayani mereka akan menjadi lebih menarik.

Pelayanan Kristen membawa Kristus -- keindahan-Nya dan kehangatan-Nya -- kepada mereka yang dilayani. Pelayanan Kristen juga mendatangkan pemberian Kristus kepada orang yang melayani. Melayani Allah dan melayani orang lain adalah laksana menghadiri suatu jamuan makan; dalam kesenangan pesta itu kita mendapatkan kekuatan dari makanan kita.

Anak-anak kami semua melayani sebagai konselor atau anggota staf dalam berbagai pekan kegiatan Kristen. Sepanjang tahun-tahun ini, saya telah mengamati mereka dan kawan-kawan mereka bertumbuh melalui pelayanan. Saya yakin bahwa para konselor anggota staf menerima pengalaman jauh lebih banyak dari sekadar pengalaman pekan kegiatan yang diterima oleh para peserta pekan kegiatan lainnya, walaupun para peserta pekan kegiatan juga sangat tertolong. Pertumbuhan timbul karena melayani, bukan karena dilayani. Sama seperti kekuatan tubuh bertambah dengan olahraga, iman bertumbuh saat kita memakainya.

Tetapi jika kita melayani Kristus oleh karena kita ingin menyenangkan Dia, maka Ia akan memberi kita upah yang terbesar, yaitu kesempatan untuk melayani Dia dengan lebih efektif. Dalam melayani Dia, kita sendiri akan bertumbuh secara rohani.

FacebookTwitterWhatsAppTelegram

Meskipun demikian, motif kita melayani Allah dan orang lain jangan sekali-kali untuk memperoleh sesuatu dari pelayanan itu. Jika itu yang menjadi motif kita, berarti kita tidak memberi dengan hati yang "bersih", dan Tuhan tidak akan memberi kita upah dengan berkat yang penuh. Tetapi jika kita melayani sebab kita ingin memberi, kita akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang kita berikan. Kita akan semakin mengenal Kristus dan semakin mampu untuk melayani dengan lebih efektif lagi.

Perumpamaan tentang talenta memberi tahu kita tentang upah bagi mereka yang melayani dengan efektif (Matius 25:14-30). Hamba yang tidak setia tidak diberi upah. Talenta yang tidak ia pakai diambil daripadanya, dan ia diusir dari hadapan tuannya. Tetapi hamba-hamba yang setia diberi upah, bukan dengan kekayaan yang besar untuk mereka simpan sendiri, melainkan dengan kesempatan yang lebih besar untuk melayani.

Orang yang memiliki hati yang suka melayani akan menghargai upah semacam ini. Ia menyadari bahwa upah paling baik yang ia terima karena melayani Tuhan kita Yesus Kristus adalah kesempatan yang lebih besar untuk melayani. Ini disebabkan karena melalui pelayananlah kita bisa bertumbuh secara rohani dan menjadi alat yang lebih besar lagi untuk memberitakan firman-Nya kepada mereka yang membutuhkan.

Jikalau kita melayani hanya karena upah, maka upah itu tidak akan berupa pelayanan yang lebih besar, karena kita tentu melayani dengan motif yang rendah. Tetapi jika kita melayani Kristus oleh karena kita ingin menyenangkan Dia, maka Ia akan memberi kita upah yang terbesar, yaitu kesempatan untuk melayani Dia dengan lebih efektif. Dalam melayani Dia, kita sendiri akan bertumbuh secara rohani. Kita akan menjadi hamba yang lebih efektif, yang dipersiapkan untuk pelayanan lebih besar yang akan Ia berikan kepada kita. Pertumbuhan rohani bukan berarti jumlah kesalehan yang lebih besar, melainkan kemampuan yang lebih besar untuk melayani Yesus. Waktu kita melayani, kita menjadi lebih menyerupai Dia, diperlengkapi secara lebih baik untuk melaksanakan Amanat Agung-Nya.

Sesuatu yang indah terjadi ketika kita menjadi alat yang lebih efektif untuk membawa berkat Tuhan kepada orang lain. Karena diciptakan menurut gambar-Nya, kita bertumbuh semakin menyerupai Dia waktu kita melakukan pekerjaan-Nya. Orang yang dewasa rohaninya akan bersifat menawan dan menarik, dengan membawa ciri-ciri Kristus. Tidak ada upah yang lebih besar daripada hal ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku : Pola Hidup Kristen
Penulis artikel : Gilbert Beers
Penerbit : Kerja sama antara Gandum Mas, Malang; Yayasan Kalam Hidup, Bandung; dan YAKIN, Surabaya 2002
Halaman : 120 -- 124

Download Audio

Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar