Ribka -- Wanita Dalam Alkitab

Kejadian pasal 24-27

Ribka, istri Ishak, adalah seorang wanita yang saleh, tetapi dia juga memiliki kelemahan-kelemahan manusiawi.

Abraham, ayah Ishak, telah mengutus hamba kepercayaannya pergi ke negeri dan sanak saudaranya untuk memilih istri bagi Ishak. Perlu diingat bahwa Abraham sekarang tinggal di tanah Kanaan.

Hamba itu pergi ke negeri Abraham dan mencari petunjuk Allah. Dia kemudian bertemu dengan gadis muda yang sangat saleh (Kejadian 24).

Ribka, yang murni dilandasi oleh kemurahan hati, mengambil air, bukan saja untuk hamba itu melainkan juga untuk unta-untanya. Menyediakan air untuk unta-unta yang haus adalah pekerjaan yang berat.

Ribka, yang digambarkan sebagai wanita yang sangat cantik, rela bekerja keras tanpa mendapatkan keuntungan yang jelas. Dia adalah wanita dengan karakter saleh. Seseorang yang sangat berharga di mata Allah (1 Petrus 3:3-4).

Sebagai wanita Allah, investasi terbesar yang dapat Anda tanamkan dalam kehidupan Anda adalah investasi karakter saleh (1 Timotius 4:7-8). Izinkan firman Allah membentuk ulang kehidupan Anda. Ketika Anda mencari Allah, Anda akan menerima pemenuhan (1 Timotius 6:6). Ketika Anda mencari kerajaan Allah, semuanya akan ditambahkan kepada Anda (Matius 6:33).

Ini adalah rahasia untuk kehidupan yang dipenuhkan -- rahasia yang gagal diketahui oleh banyak wanita. Kesalehan Ribkalah yang membuka pintu kepada nasibnya. Dia tidak duduk di sana dan mengeluh atas situasi yang dihadapinya. Akan tetapi, dia mengizinkan kasih Allah membentuk hidupnya. Ketika buah roh berakar dalam kehidupan Anda, anugerah Allah pun akan mengikutinya (Galatia 5:22). Ketika Anda mendekat kepada Allah, Allah akan mendekat kepada Anda. Ketika Allah dekat dengan Anda, anugerah-Nya akan mengikuti Anda (Yakobus 4:8).

Setelah menyediakan air untuk hamba Abraham, Ribka meyakinkannya bahwa ada cukup ruang di rumah orang tuanya untuk menampungnya dan unta-untanya bermalam. Kebaikan hatinya memicunya untuk menolong orang asing. Kebaikan menuntunnya pada berkat Allah (Ibrani 13:1-2).

Setelah hamba Abraham menjelaskan tujuannya kepada orang tua Ribka, mereka setuju untuk menyerahkannya dalam pernikahan. Perhatikan bahwa Ribka juga dimintai pertimbangan tentang keputusan ini. Persetujuannyalah yang memungkinkan pernikahan itu terjadi. Kepekaan Ribka menuntunnya untuk membuat keputusan yang benar (Kejadian 24:47-60).

Menurut kebudayaan saat itu, awalnya Ribka menerima anting-anting di hidung. Hal ini jelas menandakan maksud hamba Abraham dan penerimaan Ribka.

Wanita Allah, banyak keputusan dalam hidup yang harus Anda buat. Terkadang memutuskan yang benar sangatlah penting. Semakin dekat Anda dengan Allah, semakin baik kesempatan Anda membuat keputusan yang benar.

Ribka mengikuti hamba itu kembali kepada Ishak dan menjadi istrinya (Kejadian 24:66).

Hubungan yang dekat antara pria dan wanita dalam pernikahan sangatlah penting. Bersama-sama, Anda dapat saling mendukung secara rohani, fisik, dan emosi. Ketika salah seorang sedang terjatuh, seorang yang lain dapat mengangkat orang tersebut.

Ishak dan Ribka hidup seperti ini. Ribka mandul dan Ishak berdoa untuknya. Allah mendengar doanya (Kejadian 25:21). Setiap pasangan perlu mengangkat satu sama lain dalam doa. Terkadang, doa Andalah yang akan menolong pasangan Anda.

Ribka adalah wanita pendoa, yang sama seperti Ishak, berhubungan dekat dengan Allah. Tentu saja, kita menyaksikan bahwa Ribka mencari wajah Allah berkaitan dengan persoalan anak-anaknya dan dia mendapatkan jawaban yang jelas (Kejadian 25:22-25). Mungkin Ribka mendapatkan kembali kepercayaan dirinya setelah hamil.

Setiap pasangan perlu saling mendukung. Menerima dukungan dari pasangan Anda bukanlah tanda kelemahan. Ribka tentunya dapat mendengar langsung dari Allah tentang kelahiran anaknya, tetapi dia tetap membiarkan Ishak mendukungnya. Saya pikir mereka berdua telah berdoa bersama-sama. Ketika Ribka berkecil hati, Ishak mendukungnya dengan lebih agresif.

Perhatikan bahwa saat seperti ini bukanlah masa yang mudah bagi pasangan suami-istri. Bahkan dengan doa Ishak, mereka masih menunggu selama dua puluh tahun pernikahan sebelum akhirnya Ribka memiliki anak (Kejadian 25:19-21,26).

Kesabaran selalu diperlukan untuk menerima pemberian Allah. Kesabaran adalah ketabahan hati manusia yang dipadukan dengan kasih karunia Allah untuk memberi kita kemampuan mencari wajah Allah di dalam doa, tanpa menyerah, sampai kita menerima jawaban (Yakobus 5:7-8). Ribka adalah wanita yang sabar. Selain itu, dia adalah wanita yang tahu bagaimana bersandar kepada suaminya. Ini adalah bagian dari kekuatannya.

Anugerah Allah senantiasa diam dalam Ribka. Sebagai wanita yang cantik, dia menghadapi masalah yang sama dengan yang dihadapi Sara. Allah melindunginya (kejadian 26:7-11). Terkadang, Ishak menunjukkan kelemahan yang sama dengan kelemahan ayahnya, Abraham. Dia dengan sikap terlalu pengecut berbohong tentang identitas istrinya.

Wanita yang saleh harus mengetahui kelemahan-kelemahan suaminya dan berdoa tentang hal itu. Jangan sediakan tempat bagi kelemahan-kelemahan yang dapat memengaruhi atau bahkan menghancurkan pernikahan Anda. Setiap manusia memiliki kelemahan. Kita tidak perlu membenci kelemahan-kelemahan pasangan kita, tetapi menjaga pasangan kita dalam doa untuk melawan kelemahan-kelemahan itu. Selanjutnya, Ribka juga memperlihatkan kelemahan-kelemahannya.

Ribkalah yang mendorong Yakub, anaknya, menipu ayahnya dan mencuri berkat saudaranya (Kejadian 27:2-13). Hal ini menyebabkan konflik hebat dalam rumah tangganya (Kejadian 27:41-43).

Ishak dan Ribka membuat kesalahan yang sama, yang banyak orang tua lakukan: mereka memunyai anak emas di antara anak-anak mereka. Hal ini harus dihindari semua orang tua. Alhasil, tindakan seperti itu dapat menyebabkan konflik di rumah tangga Anda, yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Anda telah diperingatkan! (t\Ully)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : The Living Word Library
Alamat URL : http://www.wordlibrary.co.uk/article.php?id=169&type=bible
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 14 April 2011
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 

Komentar