Salib Kristus

Orang-orang memakai salib di balik baju dan kaos mereka, tato, topi, dan perhiasan, meskipun sedikit dari pemakai-pemakai itu yang mengetahui pesan Kristen yang dilambangkannya. Kata Yunani untuk salib berarti "sebatang kayu", dan mengacu pada suatu hukuman terberat yang sangat brutal oleh orang-orang kuno. Mula-mula, si terhukum digantung dengan menggunakan tonggak. Kemudian, dua buah kayu disatukan berbentuk seperti "T", dengan panjang tonggak vertikal melebihi bagian horizontalnya seperti kebanyakan salib pada saat ini.

Setelah dijatuhi hukuman, orang-orang Romawi memaksa si terpidana memikul salib ke tempat pelaksanaan hukuman dengan pengawalan sepasukan tentara (Yohanes 19:17; Matius 27:32). Mereka melanjutkan penyaliban itu dengan penyiksaan (Yohanes 19:1; Kisah Para Rasul 22:24). Pergelangan tangan si terpidana diikat atau dipakukan ke kayu salib (Lukas 24:40), kemudian ditarik naik dan dipasangkan pada tonggak vertikal. Kakinya diikat dan sebuah tanda yang menyatakan kejahatan-kejahatannya juga dipasang. Kematian pun tiba setelah berhari-hari kelelahan, kehausan, dan telanjang. Dimulai dari kesulitan menghirup oksigen akibat kegagalan fungsi otot-otot untuk pernapasan.

Penulis-penulis kuno jarang menuliskan peristiwa penyaliban. Pembaca mereka -- kaum elit terdidik, berbudaya -- memandang penyaliban sebagai peristiwa menjijikkan seperti pandangan terhadap pornografi pada saat ini. Penulis-penulis Injil memperlihatkan pandangan yang sama. Catatan mereka mengenai penghakiman dan kematian Kristus lumayan rinci, meskipun catatan penyaliban itu sangat singkat. Keempat Injil hanya menulis, "Mereka menyalibkan Dia" (Matius 27:35; Markus 15:24-25; Lukas 23:33; dan Yohanes 19:18).

Eksekusi hukuman penyaliban secara terbuka kepada publik membuat si terpidana menanggung penyiksaan melalui perkataan dan dipermalukan secara sosial (Markus 15:29). Hanya budak-budak dan narapidana kriminal berbahaya yang disalibkan; hukuman ini tidak berlaku bagi warga negara Romawi, kecuali untuk pengkhianatan. Orang-orang Yahudi memperberat rasa dipermalukan itu -- siapa pun yang tergantung di kayu salib dikutuki oleh Allah (Ulangan 21:23). Jadi, pesan Kristen mengenai Mesias yang disalibkan menimbulkan persoalan khusus bagi orang-orang Yahudi.

Kita menemukan laporan penyaliban Yesus dalam sejarah Romawi dan dari penulis Yahudi Tacitus, Josephus, dan keempat Injil. Berdasarkan pembandingan fakta kuno itu dengan data astronomi, para ahli memberi tanggal penyaliban jatuh pada 7 April 30 M atau 3 April 33 M. Lokasinya di pinggiran Yerusalem, di atas bukit Golgota, "bukit tengkorak".

Dakwaan hukuman yang ditujukan kepada Yesus oleh Sanhedrin, wakil-wakil rakyat Israel, adalah pembangkangan, suatu kejahatan yang tidak terampuni dalam Kerajaan Romawi (Lukas 23:2,5). Akan tetapi, rencana Allah untuk menyediakan keselamatan bagi kita melalui kematian Yesus terlaksana oleh orang-orang Yahudi dan para politikus Romawi (1 Korintus 15:3).

Salib Kristus merupakan inti pesan Allah (1 Korintus 2:2); lambang tertinggi dari kasih Allah tatkala Ia menanggung hukuman (sebagai) penebus dosa-dosa kita, sehingga dengan demikian membatalkan dakwaan yang ditujukan kepada kita (Kolose 2:14). Yesus menggunakan salib untuk menyatakan seseorang sebagai murid (Markus 8:34). Dan, para pendengarnya dapat memahami penolakan dan penderitaan yang menyertai orang-orang yang mengikuti Yesus. Sekarang, salib yang dikenakan seseorang memberitakan lambang penebusan Allah. Kita yang mengetahui makna salib seharusnya hidup dalam kebenarannya di antara orang-orang lain.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul asli buku : 5 Minute Theologian
Judul buku terjemahan : 5 Menit Teologi
Penulis : Dr. Rick Cornish
Penerjemah : Handy Hermanto
Penerbit : Pionir Jaya, Bandung 2007
Halaman : 195 -- 197

download audio

Tipe Bahan: 
kategori: 

Komentar