Kasih Sayang Mengubah Manusia

Dua hari berturut-turut seorang perempuan berusia 35 tahun datang menjumpai kami untuk mencari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Penulis mencoba menggali informasi darinya. Perempuan itu menyatakan bahwa jika dia tidak mendapatkan pekerjaan, dia harus pulang ke desa, tetapi ia tidak punya ongkos. Penulis dan istri sepakat memberi ongkos agar dia dapat pulang ke desa. Namun kami mencoba melihat apakah dia benar-benar dapat bekerja dan sampai di mana keterampilannya. Jika memungkinkan, kami usahakan untuk merekomendasikannya bekerja di keluarga lain.

Pagi itu kami memberikan tugas untuk melakukan beberapa pekerjaan rumah yang sederhana. Namun, ia kelihatan tidak bekerja sepenuh hati dan hasilnya pun tidak maksimal. Setelah mengamati dan berbincang-bincang beberapa saat, kami menyimpulkan bahwa orang itu mengalami depresi akibat perceraian dengan suaminya. Tidak lama kemudian, kami berikan dia ongkos untuk pulang ke desa dan ia menerimanya dengan senang.

Bentuk Pernyataan Kasih

Kasih Versi Anak-Anak

Seorang anak merajuk kepada mamanya, meminta kepada mamanya agar ia dibelikan bakso. Mamanya menolak dengan alasan ia sudah memasak sop yang ada baksonya. Anak itu mengomel, "Mama jahat tidak membelikan bakso".

Anak yang lain, beda lagi ceritanya. Seorang anak berkata bahwa mamanya baik. Alasannya, ketika uang sekolahnya hilang, mamanya tidak marah, tetapi mengganti uang yang hilang itu.

Konsepsi anak tersebut mengenai mama yang baik adalah jika mamanya mengikuti keinginannya, tidak menegur sekalipun jelas-jelas salah. Mama sayang kepada saya karena mengikuti keinginanku, membelikan mainan, dan memenuhi kegemaranku.

Kasih Versi Muda-Mudi

Seorang pemuda tertarik kepada seorang gadis. Lalu pemuda itu mulai melakukan pendekatan dan ternyata gayung pun bersambut, maka keduanya masuk dalam jalinan ikatan cinta. Cinta timbul karena ada sesuatu yang indah dan menarik pada pribadi orang lain, itulah cinta erotis. Dalam kebersamaan mereka dapat menikmati bakso, menonton film, dan sebagainya. Pada saat yang sama, keduanya saling mengagumi kelebihan yang ada pada pasangannya, baik itu cara berbicara, sikapnya, dan berbagai keunggulan pribadi satu sama lain.

Kasih Seorang Sahabat

Penulis menjumpai dua orang sahabat berbeda agama. Salah satunya orang Kristen. Meskipun begitu, sahabat yang bukan Kristen itu rela menjual mobilnya untuk menolong sahabatnya menyelesaikan masalah. Itulah kasih teman atau sahabat, filia. Kasih itu mengandung simpati, keprihatinan maupun empati, dan solidaritas yang mendalam.

Kasih Menurut Tuhan Yesus

Demikianlah kita mengenal kasih Tuhan Yesus, bahwa Tuhan Yesus sudah menyerahkan nyawa-Nya sampai mati di kayu salib untuk kita (Yohanes 3:16). Kasih, itu adalah kasih Allah (agape). Allah mengasihi manusia bukan karena kebaikan, persembahan, atau pujian manusia. Namun, dalam realitas kehidupan sehari-hari, begitu banyak orang mengalami hambatan mewujudkan hidup dalam kasih.

Rasul Paulus berkata, "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang kukehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Kalau demikian bukan aku lagi yang memperbuatnya, tetapi dosa yang ada di dalam aku" (Roma 7:15,17).

Dosa masih berkuasa, memang kebenarannya demikian. Dosa masih membelit, membelenggu, merasuk, sehingga merusak keputusan kita untuk tidak melakukan yang baik, yang dikehendaki Allah. Dalam hal itu kita perlu menanti-nantikan Tuhan mengubah kehidupan kita.

Ciptaan Baru

Firman Tuhan mengingatkan kita, "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah" (Kolose 3:5).

Bagian Allah sudah sempurna dilakukan Tuhan Yesus dengan menderita di atas kayu salib dan mati. Bagian kita adalah melakukan tindakan nyata sebagaimana perintah firman Tuhan, "Matikanlah dalam dirimu!" Itu berarti kita harus proaktif menolak dan mematikan perbuatan-perbuatan dosa di dalam kehidupan kita. Selanjutnya, kita meminta Tuhan Yesus memenuhi kita dengan Roh Kudus mengubah kita menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Kasih, sebagai salah satu buah Roh, dengan sendirinya akan tampak dalam kehidupan kita jika Roh Kudus memenuhi dan menguasai hidup kita.

Kasih perlu dilihat dari dua sisi. Sisi pertama adalah kemurahan, dan sisi berikutnya adalah disiplin. Kasih perlu disertai dengan pengajaran, pendidikan, dan kedisiplinan. Kasih harus diungkapkan begitu rupa sehingga ada keseimbangan antara kasih dan disiplin. Dengan demikian, kehidupan kita akan menyukakan Dia.

Sebagai contoh, satu kali seseorang mendatangi rumah pendeta dengan golok di tangan. Sambil mengancam, dia minta uang untuk membeli minuman keras. Pendeta itu mendekati pemuda tadi dan berkata, "Apakah kamu sudah punya istri?" Pemuda itu menjawab ketus, "Belum!" Pendeta lalu bertanya lagi, "Apakah kamu sudah punya pacar?" Ia menjawab, "Sudah". Pendeta ini lalu berkata, "Apakah kamu tidak sayang kepada pacarmu yang kelak akan menjadi istrimu bila ia tahu bagaimana perbuatan-perbuatanmu?" Mendengar perkataan pendeta, pemuda itu membatalkan niatnya meminta uang secara paksa. Bahkan, beberapa hari kemudian pemuda itu datang menemui pendeta yang diancamnya dan mengutarakan niatnya untuk mengubah kehidupannya. Ia ingin mengikuti kursus montir, tapi tidak punya uang. Pendeta itu kemudian membiayai biaya kursus montir. Setahun kemudian ia mengunjungi pendeta itu dengan membawa oleh-oleh dari hasil usahanya. Kasih agape dari Tuhan Yesus telah mengubah pemuda tersebut dari seorang bandit menjadi seorang yang tahu bersyukur atas karunia Tuhan Yesus.

Diambil dari:

Judul majalah : Kalam Hidup, No.708. Februari 2005
Judul artikel : Kasih Sayang Mengubah Manusia
Penulis artikel : Wiharja Jian
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 4 -- 5
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar