Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita
Salam kasih,
Keberadaan istri bagi suami adalah untuk mendampingi dan menolong suami dalam segala keadaan dengan sikap hati dan tindakan seorang hamba. Hal ini tidak berarti bahwa kita adalah pelayan. Sebaliknya, kita adalah penolong yang sepadan. Kristus sendiri, yang notabene adalah Putra Raja, mau merendahkan diri untuk melayani, masakan kita tidak mau? Bukankah kita dipanggil untuk meneladani Dia dan hidup seturut ajaran-Nya? Melayani Tuhan dapat ditunjukkan dengan melayani sesama, termasuk suami kita. Bagaimana para wanita seharusnya bertindak dan melayani sebagai istri? Anda dapat menemukan penjelasannya dalam artikel dan kesaksian yang kami sajikan dalam edisi ini. Selamat menyimak dan selamat melayani.
Pemimpin Redaksi e-Wanita,
S. Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://wanita.sabda.org/ >
Renungan
Bunga Untuk Seorang Ateis
Suatu kali, seorang Kristen bertanya kepada seorang ateis ketika mereka sedang berjalan bersama melalui padang rumput. Orang Kristen itu bertanya, "Siapa yang menciptakan semua bunga yang indah ini?" Jawab teman ateisnya, "Lupakanlah! Jangan mulai lagi dengan pembicaraan bodohmu mengenai Allah. Bunga itu ada karena tumbuh sendiri." Orang Kristen itu tidak membantah. Read more »

Artikel

Tips Wanita

Biografi
Tamar, Seorang Wanita Yang Diabaikan Yang Menuntut Hak-nya (Kej.38:6-30)
"Secara khusus, ketegasan dalam perempuan baik untuk laki-laki. Kami, para lelaki akan menjadi lebih baik jika perempuan pemberian Allah dengan giat mengasah talenta-talenta mereka demi kami dan memberitahu kami untuk mempertimbangkan di mana kami telah bertindak dengan egois atau tidak adil terhadap mereka atau orang lain." (John Scanzoni -- Diambil dari "Assertiveness for Christian Women" karangan John Scanzoni, Christianity Today, 4 Juni 1976, halaman 17. Hak cipta 1976 oleh Christianity Today. Digunakan dengan izin). Read more »





