Artikel ini menekankan bahwa menjaga keutuhan pernikahan membutuhkan upaya bersama, salah satunya adalah melalui peningkatan kualitas komunikasi. Komunikasi yang efektif harus dilakukan dengan kejujuran, di mana pasangan mampu mengungkapkan perasaan dan frustrasi tanpa menyalahkan atau menyerang. Selain itu, penting untuk memilih kata-kata yang sopan, mendengarkan pasangan secara aktif, fokus mencari solusi, menghindari kata-kata mutlak, serta mau mengakui kesalahan diri dan memaafkan. Melalui latihan komunikasi yang berkelanjutan, pasangan diharapkan dapat mencapai saling pengertian dan
- Komunikasi
- Pernikahan
- Hubungan Pasangan
- Komunikasi Efektif
- Mendengarkan Aktif
- Pengampunan
- Keutuhan pernikahan dapat dipertahankan melalui komitmen bersama untuk saling belajar dan berusaha meningkatkan komunikasi.
- Saat berkomunikasi, pasangan harus jujur dalam mengungkapkan perasaan dan frustrasi tanpa menggunakan nada menyalahkan atau menyerang.
- Prinsip komunikasi yang baik mencakup penggunaan kata-kata yang sopan, spesifik, dan selalu fokus pada pencarian solusi, bukan memperkeruh suasana.
- Sangat penting untuk mendengarkan apa yang dikatakan, dirasakan, dan dibutuhkan oleh pasangan secara aktif, serta menghindari penarikan diri atau argumentasi.
- Komunikasi yang ideal menuntut kesediaan untuk mengakui kegagalan diri sendiri, serta mempraktikkan pengampunan secara terus-menerus.
Keutuhan pernikahan akan tetap dapat terus dijaga bila setiap pasangan mau untuk saling belajar dan berusaha. Salah satu di antaranya adalah belajar berkomunikasi dengan baik dan berusaha untuk menerapkannya. Berikut saran-saran yang bisa dilakukan bersama pasangan.
KOMUNIKASI
Buatlah daftar pribadi tentang inventaris kemampuan berbicara dan mendengarkan Anda. Dapatkah sepuluh perintah tentang komunikasi yang baik berikut ini membantu mempererat hubungan Anda?
-
Kemukakan perasaan dan frustrasi Anda dengan jujur, tanpa menyalahkan atau menyerang.
-
Pilihlah kata-kata, ekspresi, serta nada suara yang baik dan sopan.
-
Jangan membesar-besarkan, mengurangi atau memotong kebenaran. Hindari kata-kata tajam seperti "tidak pernah" dan "selalu".
-
Berikan contoh yang spesifik; hindari contoh yang umum.
-
Carilah penyelesaian daripada memperkeruh suasana.
-
Dengarkan apa yang pasangan Anda katakan, rasakan dan perlukan.
-
Jangan mau tinggal di dalam kepahitan, kemarahan, penarikan diri, atau argumentasi.
-
Akuilah kegagalan Anda sendiri dan jangan ragu untuk mengampuni.
-
Teruslah berkomunikasi sampai Anda dan pasangan mengerti apa yang masing-masing katakan dan rasakan.
-
Latihlah mulut dan hati Anda untuk mengatakan hal-hal yang benar di saat yang pas dengan cara yang baik dan dengan alasan yang tepat.
Bacaan: Efesus 4:29-32; Yakobus 3:1-12. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
| Judul buku | : | Couples' Devotional Bible; New International Version |
| Judul asli artikel | : | Weekending; Communication |
| Penulis artikel | : | Gary dan Betsy Ricucci |
| Penerbit | : | Zondervan Publishing House, Michigan 1994 |
| Halaman | : | 653 |