Skip to main content
WANITA

Wanita Kristen

Wanita dalam Kristus

merupakan pusat informasi bagi wanita Kristen Indonesia untuk memperoleh berbagai bahan dan informasi yang dapat membangun iman di dalam Kristus sekaligus menambah wawasan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Kami »

Konten Pilihan

Menyediakan berbagai bahan terbaik berupa artikel, renungan, inspirasi tokoh, dan tips yang dipilih secara khusus untuk menolong Anda bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai wanita Kristen.

Artikel
Artikel

Baca Artikel

Renungan
Renungan

Baca Renungan

Kehidupan Rohani
Kehidupan Rohani

Baca Kehidupan Rohani

Inspirasi Tokoh
Inspirasi Tokoh

Baca Biografi

Pernikahan
Pernikahan

Baca Pernikahan

Tips
Tips

Baca Tips

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Tetapi bagi ribuan orang Kristen Korea Utara seperti CY, wajah negara ini tetap jahat. Adalah sulit sekali memahami suatu tempat yang begitu buruk. Orang-orang Kristen harus melarikan diri ke negara Komunis Tiongkok demi suatu kebebasan beribadah yang lebih baik. Korea Utara adalah lebih dari pemerintahan yang diktator. Korea Utara adalah rezim totaliter karena warga negaranya tidak hanya mendukung pemimpin komunis mereka, tetapi harus menyembah pemerintah selayaknya menyembah tuhan.

Berikut ini adalah sekilas cerita tentang Pandita Ramabai -- seorang wanita yang menjadi pendiri Pandita Ramabai Mukti Mission di India.

Pandita Ramabai mulai mempelajari bahwa Yesus adalah jawaban yang dibutuhkan oleh para wanita India. Tahun 1882, Ramabai mendirikan Arya Mahila Samaj yang memberikan pendidikan bagi kaum wanita di India. Keberadaan organisasi tersebut menuntun Ramabai untuk mendirikan Sharada Sadan pada tahun 1889 -- sebuah sekolah yang akhirnya berkembang menjadi sebuah organisasi besar. Saat ini organisasi tersebut dikenal dengan nama Pandita Ramabai Mukti Mission. Pandita Ramabai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Marathi dengan menggunakan Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani sebagai acuannya.

Kami tinggal di daerah pertanian di Pegunungan Virginia, dan ibu saya sudah bertahun-tahun tinggal bersama kami. Tetapi suatu pagi waktu ibu bangun, ia lupa segalanya. Bertahun-tahun sesudah itu keadaannya semakin memburuk. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain sudah sirna. Saya tidak berdaya menghadapi keadaannya, sepertinya ia tidak lagi menjadi bagian dari kami. Bagi saya, rasanya ia juga tidak lagi menjadi milik Allah.

Menjadi orang yang pernah mengalami mukjizat berarti menjadi orang yang diubah. Itulah yang terjadi pada diriku pada bulan Desember 1993.

Pada bulan itu, aku mulai rajin ke gereja. Sebelumnya, aku jarang ke gereja semenjak masa kanak-kanakku. Tapi, tidak ada seorang pun yang memaksaku sehingga aku rajin pergi ke gereja. Agar aku lebih terlibat di gerejaku yang baru, Gereja Crossroads Baptist, aku bergabung dengan program pelayanan wanita. Agar lebih terlibat di dalamnya, aku membantu acara minum teh tahunan saat Natal secara sukarela.