Skip to main content
WANITA

Wanita Kristen

Wanita dalam Kristus

merupakan pusat informasi bagi wanita Kristen Indonesia untuk memperoleh berbagai bahan dan informasi yang dapat membangun iman di dalam Kristus sekaligus menambah wawasan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Kami »

Konten Pilihan

Menyediakan berbagai bahan terbaik berupa artikel, renungan, inspirasi tokoh, dan tips yang dipilih secara khusus untuk menolong Anda bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai wanita Kristen.

Artikel
Artikel

Baca Artikel

Renungan
Renungan

Baca Renungan

Kehidupan Rohani
Kehidupan Rohani

Baca Kehidupan Rohani

Inspirasi Tokoh
Inspirasi Tokoh

Baca Biografi

Pernikahan
Pernikahan

Baca Pernikahan

Tips
Tips

Baca Tips

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7)

Tanggal 26 Juli 2010, pukul 10.30 malam, Ibu Ratna Bangun meninggal dunia karena sakit lupus yang dideritanya. Ibu Ratna meninggal di rumah sakit. Suaminya, Bapak Sembiring dan kedua putra mereka, Joshua (11) dan Nathan (6) melepas jenazah Ibu Ratna untuk dimakamkan pada tanggal 28 Juli 2010 di Haurgeulis, kota asal mereka.

Dalam keseluruhan naskah kitab Mazmur yang puitis, tidak didapati kata "semut" sebagai kosakata dalam pujian Mazmur. Bahkan, Tuhan Yesus tidak memakai "semut" di dalam ilustrasi pengajaran-Nya ataupun dalam perumpamaan-Nya. Paulus pun tidak menggunakan kata "semut" di keseluruhan surat yang dia tulis. Sepertinya, semut itu sungguh-sungguh kecil yang patut diabaikan. Benarkah demikian?

Dulu pimpinan saya adalah seorang yang super sibuk karena masih bertugas sebagai pejabat pemerintah di Pontianak. Karena itu saya jarang sekali bertemu dan berkomunikasi dengan beliau. Oleh kesibukannya pulalah kami mengembangkan suatu kebiasaan yang sampai saat itu sudah berjalan lama tanpa ada masalah. Kalau ada keperluan, pimpinan saya selalu menuliskan memo di sebuah kertas kecil lengkap dengan tanda tangannya. Saya pasti mengenali memo itu karena tulisannya antik dan isinya singkat tapi tegas. Memo-memo seperti itu penting ada karena begitu sibuknya beliau sehingga untuk telepon pun sangat jarang.

Dua tahun yang lalu, saat aku belum menerima Kristus sebagai Juru Selamatku secara pribadi, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang yang tidak mengenal-Nya. Sahabat-sahabatku berulang kali memperingatkan aku bahwa terang dan gelap tidak bisa bersatu, namun aku terlalu mencintai pria itu dan tetap menjalin hubungan dengannya.