Seimbangkah Anda?
Selama hampir delapan belas tahun lamanya saya terlibat dalam pelayanan, saya selalu memperhatikan dua bagian, saya selalu memeriksa dua instrumen di "dashboard" kehidupan saya. Sampai baru-baru ini, saya pikir itu sudah cukup.
Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.
Selama hampir delapan belas tahun lamanya saya terlibat dalam pelayanan, saya selalu memperhatikan dua bagian, saya selalu memeriksa dua instrumen di "dashboard" kehidupan saya. Sampai baru-baru ini, saya pikir itu sudah cukup.
Berikut ini adalah kesaksian dari Aida Skripnikova (1961):
Wanita muda itu berdiri di sudut ruangan sambil membagikan kartu- kartu kecil bertuliskan puisi-puisi di dalamnya. Beberapa orang menerima kartu-kartu tersebut karena ingin tahu tentang tulisan yang ada di dalamnya. Beberapa orang tertarik karena ia begitu cantik, tetapi kebanyakan mengambil kartu-kartunya karena sukacita dan kasih yang tampak di dalam senyumnya saat ia menatap ke dalam mata setiap orang dan memberi mereka sebuah kartu. Pada tiap kartu terdapat puisi yang telah ia tulis sendiri. Tiap puisi menyatakan kasih dan sukacita yang ia rasakan setelah mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Sewaktu remaja, saya senang mendengar lagu yang isinya kira-kira demikian: "Ada dua gadis yang menarik hati. Cantiknya, cantik kamu. Baiknya, baik dia." Lagu tersebut mengungkapkan bahwa suatu saat, seorang pria bingung menentukan satu dari dua gadis yang akan menjadi pacarnya.
Saya perlu mempercayai Tuhan untuk bantuan keuangan. Dia setia di masa lalu. Akankah Dia setia lagi?
Open Doors mengajak Saudari untuk mengingat kembali tiga orang ibu yang menghadapi tantangan iman di tengah kesulitan dan penganiayaan.
RH
Tanggal 21 April 2007, MH dibunuh ketika ia sedang bekerja di sebuah toko buku Kristen di sebelah utara Irak. MH adalah seorang pengikut Kristus dari latar belakang agama lain. Ia menikah dengan RH dan mereka memiliki seorang putra bernama Kevin. Open Doors melayani dan menguatkan RH. Ketika kami bertemu baru-baru ini, RH menuturkan keadaannya sekarang.
Dua jari tangan kanan dan tiga jari tangan kirinya tumbuh tak sempurna, tanpa ruas pertama. Kakinya pun tak sempurna. Telapak kaki kanan separuh kaki normal sedangkan kaki kirinya hanya berbentuk bonggol, seperti tangan yang mengepal. "Batin saya tertekan dan saya sempat membenci Mama. Luka dalam hati saya begitu dalam. Syukur, itu tak lama. Roh Tuhan di hati saya bekerja, akhirnya saya dapat mengampuni Mama," ungkap Gloria Atmaja (42th.), wanita yang lahir cacat karena percobaan aborsi.
Kesaksian seorang perempuan yang mengalami pemulihan. "Sulit menjadi perempuan sekaligus pengungsi di saat yang bersamaan ...."
Banyak pengungsi di Sudan. Karena status, akhirnya mereka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun LSM. Banyak pula dari pengungsi di Sudan Utara adalah umat Kristen yang melarikan diri dari konflik berkepanjangan di Sudan Selatan. Mereka sulit bertahan di tengah tekanan.
Seorang ibu datang menemui saya di satu sore hari yang cukup cerah. Berbagai masalah telah diceritakannya kepadaku. Satu hal, yang ingin kubagikan dengan pembaca di sini. Ibu ini mendapat tugas untuk menyampaikan sebuah renungan pada satu acara. Dia teringat apa yang telah saya katakan, pada kesempatan lain, sewaktu saya juga mendapat tugas yang sama. Yesus adalah terang. Jika kita mengaku dekat dengan Tuhan Yesus, maka seharusnya tidak ada bagian di dalam kehidupan kita yang tidak disinari oleh terang itu. Tidak boleh di dalam kehidupan kita ada unsur-unsur kegelapan, itu kata-kata saya yang di ingat olehnya.
Dr. Rebekka Zakaria, Eti Pangesti, dan Ratna Bangun akhirnya dibebaskan dari penjara Indramayu, Jawa Barat, pada tanggal 8 Juni 2007 pukul enam pagi, tiga jam lebih cepat dari jadwal awal untuk menghindari demonstrasi dari kelompok-kelompok radikal.
Dua sahabat, lama tak jumpa, suatu hari bertemu. Yang satu menjadi ibu rumah tangga, satunya lagi wanita karier. Setelah bernostalgia sejenak, mereka menanyakan pekerjaan masing-masing.
"Enak ya kerja di kantor, bisa cari uang sendiri, tak tergantung suami," kata ibu rumah tangga dengan nada agak iri.
"Justru kamu lebih enak. Tak perlu bekerja, semua dicukupi suami, bisa menikmati enaknya tinggal di rumah," sanggah wanita karier.
"Tapi, di kantor kan pergaulanmu lebih luas. Lagi pula ada acara makan siang bersama rekan dan atasan," bantah ibu rumah tangga.
"Di rumah kamu bisa menikmati saat-saat indah bersama anak-anak, bukan?" gerutu wanita karier. "Yah, sebaliknya di kantor kamu lebih terpandang: ikut rapat, pelatihan, dan diskusi dengan para eksekutif," sela ibu rumah tangga.