Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Apa yang Dimaksud Paulus dengan Aku Tidak Mengijinkan Perempuan Mengajar

Dalam episode TGC Q&A ini, Tim Keller dan Don Carson menjawab pertanyaan, "Apa maksud Paulus dengan 'Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar'?" Mereka membahas:

  • Apa yang sebenarnya dilarang oleh Paulus (0:29)
  • Perdebatan tentang apakah dia melarang satu hal atau dua hal (2:21)
  • Ketidaktahuan yang sangat luas -- tidak dapat diketahui (3:43)
  • Nasihat lintas budaya (4:15)

Transkrip

Berikut ini adalah transkrip yang tidak dikoreksi yang dihasilkan oleh layanan transkripsi. Sebelum mengutip untuk media cetak, harap periksa audio yang sesuai supaya akurat.

Tim Keller: Ya, 1 Timotius 2 adalah bagian yang kontroversial, dan saya sangat senang bahwa saya di sini bersama dengan seorang sarjana Perjanjian Baru.

Don Carson: Itu disebut sentakan.

Tim Keller: Karena saya hanya seorang amatir. Apa yang Paulus larang di sana, menurut Anda?

Don Carson: Baiklah, saya akan memakai kesempatan ini untuk menyampaikan iklan dahulu.

Tim Keller: Oke.

Don Carson: Ada komentar terbaru oleh Robert Yarbrough, Bob Yarbrough pada seri PNTC tentang Surat-surat Pastoral yang sangat tegas dalam mengikuti jejak argumen melalui teks, dan ini adalah salah satu pendekatan terbaik untuk 1 Timotius 2 yang pernah saya temukan selama ini, hanya karena itu mengikuti jejak dari hal tersebut.

Tim Keller: Ya. Itu di serial apa? Ini dalam -

Don Carson: Serial The Pillar.

Tim Keller: Ya, benar.

Don Carson: Ya. Nah, jika Anda ingin ekspositori yang lebih detail, di situlah saya akan melihat terlebih dahulu. Kemudian hal berikutnya yang akan saya katakan, Anda dapat mengonfigurasinya sebagai dua larangan atau satu. "Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar atau memerintah." Apakah itu dua hal atau satu hal?

Tim Keller: Betul.

Don Carson: Dan secara sintaksis, menurut cara kalimat Yunani itu disatukan, itu adalah dua hal, tapi itu cukup dekat dengan satu hal. Artinya, otoritas yang dijalankan pada gereja mula-mula terutama melalui Firman. Itu bukan dari struktur atau status hierarkis. Jadi, kedengarannya seperti otoritas berbasis Firman yang diakui gereja, apa yang kemudian disebut otoritas dogmatis, otoritas mengajar, yang tampaknya merupakan larangan yang ada dalam pikiran Paulus, dan itu sejalan dengan teks-teks lain yang ditemukan dalam Perjanjian Baru. Menurut saya, di situlah terletak fokusnya.

Paulus mendasarkan argumennya pertama dalam urutan penciptaan, dan kedua dalam urutan kejatuhan. Nah, Anda dapat bergumul cukup lama dengan apa artinya itu.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Tim Keller: Menarik. Ya. Pertama-tama, hanya untuk menunjukkan di mana kita berada dalam momen budaya kita, saya membeli "The Pillar Commentary" oleh Bob, dan saya segera membukanya dan membaca bagian itu, dan saya pikir itu sangat bagus. Saya berkata, "Oh, ini dia. Ini bagus." Di sini, saya berbicara sebagai seorang praktisi pendeta. Saya suka fakta bahwa Anda mengatakan ada beberapa perdebatan tentang apakah itu dua hal atau satu hal, dan ada orang, saya telah melihat beberapa orang yang... saya yakin dengan apa yang Anda katakan, bahwa itu satu hal, tetapi ada orang yang bilang dua hal. Apa yang saya lakukan di Redeemer, apa yang telah saya lakukan selama bertahun-tahun, dan itu bukan posisi yang populer, adalah untuk mengatakan bahwa Paulus melarang sesuatu di sini, sesuatu, dan saya terbuka untuk siapa saja yang mungkin memiliki pendapat berbeda dari saya tentang apa itu atau bagaimana itu memperoleh hasil yang dapat diterima tanpa banyak intervensi.

Kita juga harus ingat bahwa denominasi yang berbeda menginvestasikan tingkat otoritas yang berbeda pada jabatan yang berbeda. Oleh karena itu, otoritas seperti apa yang terlihat di gereja Baptis atau gereja Presbiterian atau gereja Anglikan mungkin berbeda, dan (suara tidak terdengar pada menit 00:03:29). Jadi, saya terbuka untuk itu. Saya tidak terbuka untuk seseorang yang berkata, "Tidak ada yang dia larang," atau "Itu bukan pernyataan yang bersifat lintas budaya, dan karena itu tidak mengikat kita lagi."

Don Carson: Atau, "Ini sangat sulit. Oleh karena itu, kita tidak dapat mengetahuinya. Karena itu"-

Tim Keller: Itu menarik. Banyak sekali anak muda Kristen yang melakukan itu. Mereka mengangkat tangan, dan berkata, "Karena saya tidak mengerti, saya hanya akan melakukan apa yang menurut saya benar." Ya, ya.

Don Carson: Teman saya suka menyebutnya sebagai ketidaktahuan yang sangat luas. Artinya, itu adalah pernyataan bahwa bukan hanya saya tidak tahu, tetapi Anda tidak bisa tahu.

Tim Keller: Benar. Itu poin yang bagus, dan itu juga membenarkan diri sendiri. Ini benar-benar mengatakan -

Don Carson: Itu membenarkan diri sendiri. Apa yang sebenarnya dilakukan adalah membuka pintu untuk apa pun.

Tim Keller: Untuk apa pun yang ingin saya lakukan. Saya biasanya akan mengatakan dia melarang sesuatu. Anda menunjukkan sesuatu kepada saya, dan saya akan bekerja dengan Anda dalam hal itu, tetapi jangan bilang dia tidak melarang apa pun, karena dia melarang. Tapi, bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan itu? Bagaimana Anda tahu ini adalah bagian yang bersifat lintas budaya dari sebuah ekspektasi yang benar untuk semua zaman dan semua gereja?

Gambar: wanita mengajar

Don Carson: Sebagai kebalikan dari saling menyapa dengan ciuman kudus?

Tim Keller: Ya.

Don Carson: Ya. Dua hal. Paulus mendasarkan argumennya pertama dalam urutan penciptaan, dan kedua dalam urutan kejatuhan. Nah, Anda dapat bergumul cukup lama dengan apa artinya itu. Saya siap untuk memberikan saran, tetapi intinya adalah, sulit untuk memikirkan peristiwa apa pun di seluruh ifat Alkitab yang kurang bergantung secara budaya daripada urutan penciptaan.

Tim Keller: Tentu saja.

Don Carson: Bukan seolah-olah Paulus berkata, "Mengingat ketidaktahuan relatif perempuan yang tidak memiliki pendidikan yang cukup, oleh karena itu saya melarang ini dan itu." Bukan itu yang dia katakan.

Tim Keller: Tidak, dia tidak mengatakan itu.

Don Carson: Argumentasinya terkait dengan dua hal yang sangat bersifat lintas budaya.

Tim Keller: Ya. Sepertinya dia mungkin mengenal seseorang yang mungkin bertanya. Setidaknya, tentu saja, itu merepotkan bahwa dia melakukan itu untuk orang-orang yang sangat tidak menyukai ekspektasinya. Satu-satunya hal yang saya katakan, sekali lagi sebagai seorang praktisi, adalah jika seseorang berkata, "Bagaimana Anda tahu itu adalah bagian yang bersifat lintas budaya?" Saya berkata, "Nah, bagaimana Anda tahu itu bukan, terutama ketika Anda sedang berbicara tentang bagian Perjanjian Baru?" Sepertinya bagi saya tugas pembuktian ada pada orang yang mengatakan tidak, dan itu harus menjadi standar yang sangat tinggi. Mengingat cara dia mengaitkannya dengan penciptaan dan kejatuhan, sangat sulit untuk melihat bagaimana seseorang bisa mengatasi itu. Saya pernah mendengar orang mencoba melakukannya, dan menurut saya mereka tidak cukup meyakinkan. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://thegospelcoalition.org/podcasts/q-a-podcast/what-did-paul-mean-by-i-do-not-permit-a-woman-to-teach
Judul asli artikel : What Did Paul Mean by "I Do Not Permit a Woman to Teach"?
Penulis artikel : Don Carson dan Tim Keller
Tipe Bahan: 

Komentar