Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Seorang Guru Kristen Bebas Dari Penjara

Setelah hampir 1 tahun dipenjara, Wilhelmina Holle, seorang guru Kristen berusia 49 tahun mendapatkan kembali kebebasannya pada tanggal 10 Desember 2009 lalu. Melalui wawancara telepon dengan Open Doors, Wilhelmina Holle yang lebih akrab disapa Ibu Holle mengungkapkan, "Setelah saya bebas, yang dapat saya lakukan adalah menangis dan mengucap syukur pada Tuhan."

Gambar: bebas

Mengenang hari-harinya di penjara, Ibu Holle menyadari kasihnya pada Tuhan semakin bertumbuh. "Dalam penjara saya melayani di gereja. Sekarang saya melayani Tuhan di gereja lokal." ujar Ibu Holle, yang melewati pergumulan di bulan-bulan pertama penahannya. Di penjara Ibu Holle mengalami perlakuan tidak ramah dari Asmara Wasahua, tahanan lain yang mencoba menggoyahkan iman percayanya kepada Tuhan. "Dia (Asmara) tidak pernah bersikap baik pada saya saat itu," tutur Ibu Holle.

Holle, seorang guru Kristen di sekolah dasar, telah dituduh melakukan penghinaan terhadap agama lain saat ia memberikan les privat kepada muridnya pada tanggal 10 November 2008. Akibat isu yang merebak, pada tanggal 9 Desember, massa melakukan protes dengan cara membakar desa Letwaru yang dihuni orang-orang Kristen. Di bawah paksaan dan tekanan, Holle dipaksa mengakui dakwaan tersebut. Namun, Holle tetap berjuang menyatakan bahwa dia tidak bersalah dengan cara menuliskan surat pengakuannya melalui konferensi pers.

Di penjara Ibu Holle mengalami perlakuan tidak ramah dari Asmara Wasahua, tahanan lain yang mencoba menggoyahkan iman percayanya kepada Tuhan.

FacebookTwitterWhatsAppTelegram

"Saya khawatir akan pandangan orang banyak setelah dibebaskan. Ternyata, saya salah," ungkap Ibu Holle. Justru tetangga non-Kristen datang ke rumahnya untuk merayakan Natal bersama, sungguh sebuah kejutan bagi guru sekolah dasar ini.

Bebas dari penjara, Ibu Holle mendapat tawaran untuk mengajar di tempat lain, namun ia menolak. "Saya ingin merawat anak-anak dahulu dan menghabiskan waktu yang berharga ini bersama mereka." Dengan bantuan dari gereja lokal, ia sekarang dipercaya menjadi guru di sebuah sekolah Kristen. Pada tanggal 11 Januari 2010, Ibu Holle kembali ke rumah yang dirindukannya untuk mengajar anak-anak.

Catatan: Women to Women adalah pelayanan kaum perempuan Open Doors yang menggerakkan kaum perempuan untuk berdoa dan melayani kaum perempuan dari gereja yang teraniaya. Hubungi Open Doors hari ini untuk mendapatkan informasi dan keterangan bagaimana pelayanan kaum perempuan di gereja Saudara dapat dikuatkan dan diberkati melalui kesaksian dari kaum perempuan dari gereja yang teraniaya.

Diambil dari:
Judul buletin : Open Doors, Maret -- April 2010
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Open Doors

Download Audio

Komentar