Skip to main content
WANITA

Wanita Kristen

Wanita dalam Kristus

merupakan pusat informasi bagi wanita Kristen Indonesia untuk memperoleh berbagai bahan dan informasi yang dapat membangun iman di dalam Kristus sekaligus menambah wawasan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Kami »

Konten Pilihan

Menyediakan berbagai bahan terbaik berupa artikel, renungan, inspirasi tokoh, dan tips yang dipilih secara khusus untuk menolong Anda bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai wanita Kristen.

Artikel
Artikel

Baca Artikel

Renungan
Renungan

Baca Renungan

Kehidupan Rohani
Kehidupan Rohani

Baca Kehidupan Rohani

Inspirasi Tokoh
Inspirasi Tokoh

Baca Biografi

Pernikahan
Pernikahan

Baca Pernikahan

Tips
Tips

Baca Tips

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Michelle Price adalah gadis kecil periang yang senang memanjat pohon, menunggang kuda, bermain ski, bercerita tentang banyak kisah, dan menyanyi. Dengan keluarga Kristen yang mengasihi dia, hidup Michelle seolah tak memiliki sedikit beban pun sampai ia berumur 8 tahun, ketika kaki kanannya mulai terasa sakit dan bengkak.

Saya tidak menyadari kalau saya memiliki mentalitas keselamatan berdasarkan-perbuatan, sampai saya kehilangan bayi saya tahun lalu. Saya menerima Yesus ke dalam hati saya di usia muda dan terus-menerus menerima pengajaran Alkitab yang kuat dari berbagai komunitas Kristen. Saya tahu keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan. Bahkan, tidak diusahakan sama sekali. Keselamatan adalah sebuah karunia.

Nama saya Sekunda dan adik saya, Mariam. Kami belum berumur 20 tahun. Dulu, kami membantu seorang misionaris yang mendidik kaum perawat di pedalaman Gambia. Karena melihat teladan misionari tersebut, kami juga ingin belajar menjadi perawat.

Dulu pimpinan saya adalah seorang yang super sibuk karena masih bertugas sebagai pejabat pemerintah di Pontianak. Karena itu saya jarang sekali bertemu dan berkomunikasi dengan beliau. Oleh kesibukannya pulalah kami mengembangkan suatu kebiasaan yang sampai saat itu sudah berjalan lama tanpa ada masalah. Kalau ada keperluan, pimpinan saya selalu menuliskan memo di sebuah kertas kecil lengkap dengan tanda tangannya. Saya pasti mengenali memo itu karena tulisannya antik dan isinya singkat tapi tegas. Memo-memo seperti itu penting ada karena begitu sibuknya beliau sehingga untuk telepon pun sangat jarang.