Skip to main content

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Natal Terakhir Bagi Ibu

Kami tinggal di daerah pertanian di Pegunungan Virginia, dan ibu saya sudah bertahun-tahun tinggal bersama kami. Tetapi suatu pagi waktu ibu bangun, ia lupa segalanya. Bertahun-tahun sesudah itu keadaannya semakin memburuk. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain sudah sirna. Saya tidak berdaya menghadapi keadaannya, sepertinya ia tidak lagi menjadi bagian dari kami. Bagi saya, rasanya ia juga tidak lagi menjadi milik Allah.

Colorado: Rachel Scott

"Saya tidak akan minta maaf karena membicarakan nama Yesus. Saya akan menanggungnya. Jika teman-teman saya harus menjadi musuh-musuh saya, maka bagi saya dan sahabat saya, Yesus, tidak menjadi masalah, namun saya tak pernah berpikir bahwa 'teman-teman' saya akan menjadi musuh."

Madame Jeanne Guyon

Madame Jeanne Guyon dilahirkan sebagai anak yang cantik. Ia tinggal dalam keluarga Perancis yang berada. Pada umur sepuluh tahun, ia menemukan sebuah Alkitab dan menghabiskan seluruh hari-harinya untuk membacanya. Ia sering berdoa walaupun keluarganya menentangnya.

FB Memulai Sekolah Menjahit

FB, seorang gadis Kristen yang diperkosa berkali-kali dengan brutalnya oleh majikannya karena menolak untuk memeluk "agama lain" dan menikah dengannya, sekarang sedang menjalani pelatihan di sekolah menjahit dekat Lahore yang disponsori oleh KDP. Penyerangan seksual yang dilakukan oleh banyak majikan "agama lain" terhadap gadis-gadis Kristen adalah umum di Pakistan. FB dan gadis Kristen lainnya mengatakan bahwa jika mereka dapat belajar keterampilan menjual sesuatu, mereka tidak dengan terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah-rumah orang "agama lain". Dengan demikian, setidaknya mereka akan terhindar dari perlakuan tak bermoral.

Penantian Panjang Sang Bunda

Cerita ini dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tetapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli kota itu., melainkan dibawa oleh suaminya dari kampung halamannya. Seperti kebanyakkan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka. Tidak sampa setahun di kota itu, mereka sudah kehabisan seluruh uangnya. Hingga suatu pagi mereka menyadari akan tinggal di mana malam nanti dengan tidak sepeser pun uang ada di kantong. Padahal mereka sedang menggendong seorang bayi berumur satu tahun. Dalam keadaan panik dan putusasa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya. Tiba saatnya di sebuah jalan sepi, di mana puing-puing dari sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.

Pandita Ramabai Mukti Mission

Berikut ini adalah sekilas cerita tentang Pandita Ramabai -- seorang wanita yang menjadi pendiri Pandita Ramabai Mukti Mission di India.

Pandita Ramabai mulai mempelajari bahwa Yesus adalah jawaban yang dibutuhkan oleh para wanita India. Tahun 1882, Ramabai mendirikan Arya Mahila Samaj yang memberikan pendidikan bagi kaum wanita di India. Keberadaan organisasi tersebut menuntun Ramabai untuk mendirikan Sharada Sadan pada tahun 1889 -- sebuah sekolah yang akhirnya berkembang menjadi sebuah organisasi besar. Saat ini organisasi tersebut dikenal dengan nama Pandita Ramabai Mukti Mission. Pandita Ramabai menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Marathi dengan menggunakan Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani sebagai acuannya.

Karena Nama-Nya

Reona Peterson dan Evey Muggleton adalah dua orang gadis yang ingin menaati Tuhan, bahkan jika hal itu menuntut mereka menyerahkan nyawa. Reona adalah guru sekolah dari Selandia Baru dan Evey adalah bidan dari Inggris. Mereka saling mengenal di pusat penginjilan kami di Swiss. Di sana mereka bergabung dengan istri saya, Darlene, dan empat orang lainnya yang amat tertarik untuk berdoa bagi negara Albania.