Skip to main content

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Wanita Karier dan Ibu Rumah Tangga

Dua sahabat, lama tak jumpa, suatu hari bertemu. Yang satu menjadi ibu rumah tangga, satunya lagi wanita karier. Setelah bernostalgia sejenak, mereka menanyakan pekerjaan masing-masing.

"Enak ya kerja di kantor, bisa cari uang sendiri, tak tergantung suami," kata ibu rumah tangga dengan nada agak iri.

"Justru kamu lebih enak. Tak perlu bekerja, semua dicukupi suami, bisa menikmati enaknya tinggal di rumah," sanggah wanita karier.

"Tapi, di kantor kan pergaulanmu lebih luas. Lagi pula ada acara makan siang bersama rekan dan atasan," bantah ibu rumah tangga.

"Di rumah kamu bisa menikmati saat-saat indah bersama anak-anak, bukan?" gerutu wanita karier. "Yah, sebaliknya di kantor kamu lebih terpandang: ikut rapat, pelatihan, dan diskusi dengan para eksekutif," sela ibu rumah tangga.

Rumania: Seorang Wanita Muda

Saat itu hampir tengah malam ketika para tahanan wanita mendengar para penjaga Komunis datang. Mereka cepat-cepat berkumpul mengelilingi seseorang yang dikutuk, seorang wanita muda yang dijatuhi hukuman mati karena imannya dalam Kristus. Mereka membisikkan ucapan selamat tinggal dengan buru-buru. Tak ada air mata dari wanita Rumania muda itu, tak ada jeritan memohon belas kasihan.

Siapakah Sesamaku?

Pada hari Selasa, 28 Januari, turun hujan salju yang tidak diprediksi sebelumnya, suhu udara menjadi turun drastis, serta penutupan sekolah secara tiba-tiba, menjadi penyebab utama penundaan lalu lintas di banyak kota di bagian Selatan, termasuk kota asal saya, Birmingham, Alabama (salah satu negara bagian di Amerika Serikat - red.) Hanya dalam waktu beberapa jam setelah turunnya salju pertama, lalu lintas yang padat menyumbat jalan-jalan tol antar negara bagian, dan kecelakaan memblokir banyak jalan.

Awal dari Sebuah Pergumulan

Pada bulan Juli 1998, saya menikah dengan E dan 11 Agustus 1998 pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Belanda. Tidak lama saya pun hamil dan pada tanggal 21 Juni 1999, lahirlah putri kami M. Sejak awal pernikahan, saya berkomitmen, dalam 5 tahun pertama anak kami, tidak akan bekerja dan akan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya -- menjaga, mendidik, dan memelihara anak kami.

Hidup Baru

Kesaksian seorang perempuan yang mengalami pemulihan. "Sulit menjadi perempuan sekaligus pengungsi di saat yang bersamaan ...."

Banyak pengungsi di Sudan. Karena status, akhirnya mereka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun LSM. Banyak pula dari pengungsi di Sudan Utara adalah umat Kristen yang melarikan diri dari konflik berkepanjangan di Sudan Selatan. Mereka sulit bertahan di tengah tekanan.

Karena Nama-Nya

Reona Peterson dan Evey Muggleton adalah dua orang gadis yang ingin menaati Tuhan, bahkan jika hal itu menuntut mereka menyerahkan nyawa. Reona adalah guru sekolah dari Selandia Baru dan Evey adalah bidan dari Inggris. Mereka saling mengenal di pusat penginjilan kami di Swiss. Di sana mereka bergabung dengan istri saya, Darlene, dan empat orang lainnya yang amat tertarik untuk berdoa bagi negara Albania.

Disidang Karena Membagikan Injil

Persahabatan Anila dan Parveen sudah dimulai sejak mereka sekolah. Parveen merupakan seorang gadis dari keluarga non-Kristen yang ketat, sedangkan Anila adalah gadis Kristen yang sangat percaya akan kebesaran Yesus. Seiring persahabatan mereka, Anila memberikan Alkitab kepada Parveen dan mengajarkan lagu-lagu Kristen yang dengan cepat dipelajarinya. Anila mulai mengundang Parveen menghadiri kebaktian Jumat Agung. Ketika mendengar presentasi Injil, gadis non-Kristen itu langsung menerima Yesus dalam hidupnya. Ia sangat bersemangat mengenai hubungannya bersama Yesus dan merasakan perubahan besar dalam hidupnya.