Iman di Tengah Linimasa: Melindungi Remaja dari Kewalahan akibat Media Sosial
Membantu keluarga menyeimbangkan waktu di depan layar dengan kesejahteraan rohani.
Membantu keluarga menyeimbangkan waktu di depan layar dengan kesejahteraan rohani.
Musim gugur lalu, saya menjadi penulis untuk pertama kalinya ketika menerbitkan buku ringkas Women, Work, & Calling: Step into Your Place in God’s World (InterVarsity Press).
Alkitab adalah kitab yang terbukti tetap relevan dan bermakna bagi generasi demi generasi. Apa pun perubahan budaya yang terjadi, kisah, puisi, dan catatan sejarah yang terdapat di dalam Alkitab terus berbicara kepada orang-orang dari berbagai latar belakang.
Saya percaya bahwa Allah memanggil perempuan dan laki-laki ke dalam peran kepemimpinan, dengan segala peluang dan tantangan yang menyertainya. Kitab Suci dan sejarah gereja menunjukkan dengan sangat jelas bahwa perempuan dapat, dan memang, memberi pengaruh serta menjalankan kuasa yang signifikan dalam berbagai konteks, termasuk di dalam gereja. Namun, sebagian besar buku dan artikel tentang kepemimpinan Kristen masih ditulis oleh dan untuk laki-laki.
Kapan dan di mana Kitab Suci mengizinkan perempuan mengajar, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kehidupan gereja?
Tidak ada wanita datang ke masjid di ujung jalan itu. Ketika azan berkumandang sebelum subuh, beberapa wanita mungkin berlutut di lantai kamar tidur mereka untuk melakukan ritual salat, tetapi mereka tidak pergi ke masjid untuk mendengarkan sang pengkhotbah. Mereka tidak beribadah bersama para pria. Jika mereka pergi ke masjid, mereka masuk ke ruang terpisah di mana mereka tidak dapat dilihat.
Hei Saudari! Berikut adalah 5 wanita tidak sempurna dalam Alkitab yang harus diketahui setiap wanita.
Banyak dari kita sebagai wanita Kristen melihat masa lalu kita dan hal-hal yang telah kita lakukan, kemudian kita mendiskualifikasi diri kita untuk dipakai oleh Allah.
Akan tetapi, Allah memakai wanita yang tidak sempurna.
Perjanjian Baru mengungkap bagaimana wanita melayani Yesus, gereja, dan Amanat Agung. Ini relevan setidaknya untuk tiga alasan: pertama, peran wanita di gereja sering kali digambarkan sebagai sebuah pengecualian, bukan sebuah harapan.
Diam-diam saya menghitung waktu sampai tiba jam tidur: sembilan jam lagi. Saat itu baru pukul 11 pagi. Saya sudah berjuang melawan kebosanan -- bukan karena saya tidak mencintai anak-anak saya, tetapi karena hari yang terbentang di depan saya berisi kegiatan sama yang telah saya lakukan beberapa hari sebelumnya dan masih akan saya lakukan berhari-hari setelahnya.