Skip to main content

Natal Bukan Sekadar Perayaan

Natal mengajak kita untuk merenungkan arti sejatinya dari perayaan ini, bukan hanya sebagai perayaan megah, tetapi sebagai pengalaman spiritual pertemuan dengan Tuhan Yesus. Dalam cerita Natal, dua kelompok terlihat jelas: yang merespons dengan iman dan kasih, seperti gembala dan orang Majus, dibandingkan dengan para Imam, Ahli Taurat, dan Herodes yang tidak mengalami Natal dalam hidup mereka meski aktif dalam ritual. Pertanyaan pentingnya adalah, apakah Natal bagi Anda hanya sekadar sejarah atau merupakan perjumpaan ilahi dengan Sang Juru Selamat?

  • Pertanyaan Natal
  • Arti Natal
  • Kelahiran Tuhan Yesus
  • Pengalaman Natal
  • Gembala-Gembala
  • Orang-Orang Majus
  • Kemunafikan
  • Refleksi Natal tahun 2009 mengajak untuk mendalami makna Natal dalam kehidupan pribadi.
  • Natal seharusnya lebih dari sekadar perayaan; merupakan pengalaman spiritual perjumpaan dengan Tuhan Yesus Kristus.
  • Terdapat berbagai tokoh dalam kisah kelahiran Yesus, antara lain:
    • Gembala-Gembala: Meskipun dianggap rendah, mereka datang dengan kerinduan untuk menemui Yesus dan mengalami perubahan hidup setelah berjumpa-Nya.
    • Orang Majus: Kaum terpelajar yang rela meninggalkan segalanya demi menyembah Yesus dan mempersembahkan harta benda kepada-Nya.
    • Imam-Imam Kepala dan Ahli Taurat: Meskipun mengetahui nubuatan tentang Mesias, mereka tidak menyambut kehadiran-Nya.
    • Herodes: Seorang penguasa yang berpura-pura ingin menyembah Yesus tetapi sebenarnya ingin membunuh-Nya.
  • Kisah Natal menunjukkan dua kelompok: yang datang mencari Tuhan dan yang hanya mengetahui tanpa mengalami perjumpaan dengan-Nya.
  • Pentingnya mengalami Natal secara pribadi, bukan hanya merayakan sebagai tradisi.

Pada masa Natal ini, kita diajak untuk merenungkan beberapa pertanyaan. Natal tahun ini (2009) merupakan Natal yang keberapa dalam kehidupan Anda? Kalau Anda sudah menjawabnya, maka pertanyaan berikutnya, apa arti Natal dalam kehidupan Anda? Apakah Natal itu hanya sebagai sebuah sejarah Kristen yang harus dirayakan dengan perayaan yang megah, pohon Natal yang tinggi bertabur gemerlapan lampu yang indah, serta lagu-lagu Natal yang merdu?

Memang, tidak ada salahnya merayakan Natal dengan kemegahan. Namun akan salah artinya jika Natal hanya sejauh itu saja. Natal seharusnya menjadi pengalaman yang indah bagi seseorang dalam kehadiran/kelahiran/kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dunia. Firman Tuhan menjelaskan ada banyak tokoh yang ada di sekitar peristiwa kelahiran Tuhan Yesus (kisah Natal), namun hanya ada beberapa tokoh yang menyaksikan Natal itu sendiri, yaitu:

  1. Gembala-Gembala

    Suatu komunitas yang tidak diperhitungkan oleh banyak orang pada zaman itu. Yang hanya mendengar berita kelahiran itu begitu singkat, namun mereka dengan segala kerinduan segera pergi untuk membuktikan berita yang baru saja mereka dengar. Mereka datang kepada Tuhan dengan segala keberadaan mereka sebagai orang-orang yang sederhana. Mereka datang ke kandang yang hina hanya dengan satu tujuan atau motivasi, yaitu berjumpa dengan Tuhan Yesus. Dan akhirnya mereka berjumpa dengan Maria dan Yusuf serta bayi Yesus, sang Putra Natal Yang Kudus, mereka mengalami Natal (Lukas 2:16). Perjumpaan mereka dengan Yesus membawa perubahan hidup yang luar biasa dalam kehidupan mereka. Firman Tuhan berkata, "Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah ...." (Lukas 2:20)

  2. Orang-Orang Majus dari Timur

    Komunitas kaum terpelajar. Ahli perbintangan dari Timur (Babel) yang harus meninggalkan segala sesuatu dan bertanya-tanya karena rindu bertemu dengan Bayi Natal dengan tujuan untuk menyembah Dia -- Tuhan Yesus (Matius 2:2). Mereka bertemu dengan Tuhan Yesus lalu sujud menyembah Dia -- mereka mengalami Natal. Firman Tuhan berkata, "Mereka membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan, dan mur." (Matius 2:11)

  3. Imam-Imam Kepala dan Ahli Taurat

    Mereka adalah kaum rohaniawan yang selalu berada di Bait Allah (Sinagoge) dan mengetahui banyak tentang Kitab Suci. Bahkan mengetahui nubuatan mesianis serta kelahiran Yesus dengan baik dan tepat. Mereka tahu tentang kedatangan Mesias, tapi mereka tidak menyambut Mesias, apalagi berjumpa dengan-Nya. Matius 2:4 berkata, "Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan."

  4. Herodes

    Seorang penguasa yang terkejut, merasa teracam atas hadirnya Yesus Kristus di dunia. Seorang yang sangat licik dan penuh kepalsuan. Ia berpura-pura atau seakan-akan ingin menyembah Yesus, tetapi pada dasarnya ingin membunuh-Nya. Seorang yang memiliki penyembahan palsu yang pada dasarnya ingin menyakiti Tuhan. Matius 2:3, 7-8 berkata, "Ketika Raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Bethlehem, katanya, 'pergilah dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkan kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.'"

Ada dua kelompok yang berbeda yang kita lihat di kisah di atas, yaitu kelompok pertama, para gembala dan orang Majus; kelompok ini adalah orang-orang yang datang, mencari dan mendapatkan Tuhan, serta merespons kasih Tuhan dalam kehidupannya, melalui hidup yang memuliakan Allah dan menyembah serta mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Sedangkan kelompok yang kedua adalah para Imam dan Ahli Taurat serta Herodes; kelompok ini adalah bagaikan orang Kristen tradisional (kristen nenek moyang), aktif dalam setiap kegiatan rohani, mengetahui keseluruhan isi Alkitab, namun tidak pernah mengalami Natal (Yesus lahir di hati -- menerima kasih Allah) dalam hidupnya. Hidup penuh dengan kemunafikan dan kepalsuan.

Saat ini, Anda termasuk kelompok yang mana? Natal bukan sekadar perayaan sejarah kristiani, tetapi Natal adalah pengalaman ilahi, perjumpaan dengan Allah dalam Kristus Yesus, Sang Juru Selamat.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Nama majalah : Yasuma, Edisi IX, Tahun 2000
Judul artikel asli : Natal Bukan Sekadar Perayaan Semata
Penulis : Ev. Rafles Mandiangan, S.Th
Penerbit : Yayasan Sumber Sejahtera, Jakarta 2000
Halaman : 3

Dipublikasikan di: http://doa.sabda.org/natal_bukan_sekadar_perayaan

Tipe Bahan
kategori