Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Kumpulan Sorotan Baru pada Elisabeth Elliot

Berikut ini hal yang dapat kita pelajari tentang kehidupan dan karya Elisabeth Elliot dari dua tulisan yang rilis sebelumnya tidak diterbitkan.

Bertahun-tahun yang lalu, saya perlu menulis biografi singkat Elisabeth Elliot sebagai bagian dari sebuah proyek yang lebih besar. Saya mencari buku-buku biografi panjang yang dapat saya ambil untuk memperoleh informasi tentang hidupnya. Hingga, sampailah pada kenyataan yang mengejutkan bahwa, terlepas dari status Elliot sebagai salah satu orang Kristen Amerika yang paling terkenal pada abad ke-20, tidak ada biografi yang tersedia tentang dirinya. Karena itu, untuk menyelesaikan proyek saya, saya harus beralih kepada sumber-sumber primer.

Gambar:Elisabeth Elliot

Elliot suka membaca biografi. Ia sendiri menulis tiga buku biografi. Ia pernah berkata, "Kita membaca biografi untuk keluar dari diri kita sendiri dan masuk ke dalam kehidupan orang lain untuk memahami peristiwa menegangkan yang membentuk, memotivasi, dan muncul dari kehidupan lain tersebut." Saya menduga alasan itulah yang juga membuat kita menulis biografi. Saya menemukan bahwa setelah sketsa biografi singkat ditulis, saya terus memikirkan Elliot sembari merenungkan hal-hal yang telah "membentuk, memotivasi, dan muncul dari" kehidupannya. Suatu waktu, selama proses meneliti salinan buruk artikel majalah lama yang diperoleh melalui pinjaman antarperpustakaan, saya telah terpancing dan terpikat oleh proses mencoba "memahami ... kehidupan lain itu."

Gambaran yang Lebih Lengkap

Sulit untuk menulis tentang kehidupan. Tidak ada yang memiliki gambaran lengkap, bahkan seseorang yang memiliki hidupnya sendiri. Orang tua saya, yang telah mengenal saya lebih lama daripada saya sendiri, melihat saya dengan cara yang tidak pernah saya bisa. Hanya saudara-saudara saya yang mengetahui rasanya tumbuh bersama saya. Setiap teman saya mengenal saya dengan cara yang sedikit berbeda karena tanggapan saya terhadap kepribadian mereka tidaklah sama. Dari definisinya, saya bahkan hanya bisa berharap untuk mengenal diri saya ketika hanya sendirian. Masing-masing "diri" ini adalah satu sisi dari keseluruhan pribadi.

Salah satu tugas penulis biografi adalah mengarahkan lampu panggung pada sisi tertentu, demikian dikatakan, sehingga memunculkan sebanyak mungkin segi kehidupan. Dan, setiap sorotan yang baru memungkinkan kita melihat lebih banyak lagi. Jadi, saya telah menantikan penerbitan dari kumpulan baru tulisan Elliot. Tulisan tersebut disusun oleh putrinya, Valerie Elliot Shepard, yang dirilis dengan judul "Devotedly: The Personal Letters and Love Story of Jim and Elisabeth Elliot."

Saya tidak kecewa. Shepard menggabungkan kutipan dari berbagai surat dan jurnal orang tuanya, foto-foto yang indah, dan kenangan serta refleksinya sendiri untuk menghasilkan buku yang menyenangkan dan menggugah pikiran. Dengan mengintegrasikan bagian-bagian dari sumber bacaan-bacaan yang tidak tersedia untuk pembelajar, melalui tanggapannya sendiri kepada mereka sebagai seseorang yang mengenal baik Elliot dalam waktu yang lama, ia memancarkan terang yang berharga pada kedua orang tuanya dan pada hubungan mereka.

Banyak di antara garis besar yang mendasar dari buku ini akan akrab bagi pembaca "This Strange Ashes"(1975), "The Journals of Jim Elliot"(1978), dan "Passion and Purity" (1984) karya Elliot. Namun, tulisan Elliot cenderung pada bentuk esai sastra dibandingkan naratif murni. Shepard mengisi celah untuk memberi kita sebuah kisah.

"Kita membaca biografi untuk keluar dari diri kita sendiri dan masuk ke dalam kehidupan orang lain untuk memahami peristiwa menegangkan yang membentuk, memotivasi, dan muncul dari kehidupan lain tersebut." Elisabeth Elliot
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Dengan penuh dedikasi, Elliot mengikuti Betty Howard muda karena, begitu juga dirinya, lulus dari perguruan tinggi lalu masuk di program linguistik musim panas dan sekolah Alkitab. Kemudian, melalui berbagai tugas singkat sebagai misionaris di negaranya, guru pidato, tutor, kasir pusat perbelanjaan, penasihat kamp, dan asisten kantor, ia kemudian menemani Howard ke Ekuador dan memulai pekerjaan linguistiknya di sana. Shepard menempatkan kehidupan dan hubungan ibunya dengan Jim Elliot dalam konteks sejarah (bayangkan melakukan argumen dengan pasangan Anda melalui surat yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sampai!). Selain itu, menempatkan mereka dengan latar belakang yang sangat berbeda dari keluarga Howard dan Elliot.

Kita melihat Elliot yang sedang bertumbuh dan menjadi seorang gadis remaja. Ia tidak percaya diri dengan penampilannya dan berusaha menyembunyikan tinggi badannya yang berpostur buruk. Seorang mahasiswi yang dengan cermat menjaga nuraninya dan berkonflik dengan keinginannya akan cinta romantis. Seorang dewasa muda yang tengah mengembangkan dasar-dasar intelektual dan teologisnya sembari menunjukkan kacamata hitam dan kulit cokelatnya yang indah. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Christianity Today
Alamat situs : https://www.christianitytoday.com/ct/2019/march-web-only/elisabeth-elliot-devotedly-suffering-never-nothing.html
Judul asli artikel : A New Set of Spotlights on Elisabeth Elliot
Penulis artikel : Lucy S. R. Austen

Komentar