Hari Minggu pagi itu, Tuhan memilih seorang perempuan untuk menyaksikan dan mengalami kuasa yang didemonstrasikan Tuhan melebihi kuasa apapun di dunia ini, kuasa kebangkitan. Maria Magdalena pergi (saya percaya pada saat itu dia pergi dengan perasaan yang bercampur di dalam hatinya) untuk menjumpai murid-murid Yesus yang lain. Pesan yang disampaikannya singkat, namun penuh makna, "Aku telah melihat Tuhan" (Yohanes 20:18).
Konten Pilihan
Menyediakan berbagai bahan terbaik berupa artikel, renungan, inspirasi tokoh, dan tips yang dipilih secara khusus untuk menolong Anda bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai wanita Kristen.
Artikel
Renungan
Kehidupan Rohani
Inspirasi Tokoh
Pernikahan
Tips
Suara Hati
Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.
"... Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah." (Efesus 5:2)
"... sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:25)
"... Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." (Galatia 2:20)
Lauren Tomasik, seorang gadis berumur 18 tahun, telah mendapatkan visi. Siswi SMU Wheaton Academy ini memiliki kerinduan untuk melihat SMU Kristennya mengumpulkan 75.000 dolar untuk membangun sebuah klinik medis di Zambia untuk melawan penyebaran virus HIV/AIDS. Dan ia ingin uang tersebut berasal dari kantong 575 teman-teman sekolahnya.
Ia datang dengan tas kecil berisi barang-barang miliknya dan 3 orang anaknya. Ia tidak ada sepeser uang pun dan ia tidak memiliki rumah sejak suaminya tewas tahun 2008. Ia empat kali mencoba mengungsi ke rumah lain tapi semuanya menolaknya.
Sebagai pengikut Kristus dari latar belakang agama lain, Tina (bukan nama sesungguhnya) tidak memiliki tempat tinggal di tengah tekanan yang datang dari keluarganya. Semakin lama orang-orang Kristen dari latar belakang agama lain semakin ditekan dan dibuang oleh keluarga karena iman mereka.