Skip to main content
WANITA

Wanita Kristen

Wanita dalam Kristus

merupakan pusat informasi bagi wanita Kristen Indonesia untuk memperoleh berbagai bahan dan informasi yang dapat membangun iman di dalam Kristus sekaligus menambah wawasan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang Kami »

Konten Pilihan

Menyediakan berbagai bahan terbaik berupa artikel, renungan, inspirasi tokoh, dan tips yang dipilih secara khusus untuk menolong Anda bertumbuh dalam iman serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai wanita Kristen.

Artikel
Artikel

Baca Artikel

Renungan
Renungan

Baca Renungan

Kehidupan Rohani
Kehidupan Rohani

Baca Kehidupan Rohani

Inspirasi Tokoh
Inspirasi Tokoh

Baca Biografi

Pernikahan
Pernikahan

Baca Pernikahan

Tips
Tips

Baca Tips

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Keluarganya belum ada yang tahu kalau ia sudah menjadi Kristen. Setiap kali ke gereja Dewi beralasan pergi ke rumah teman atau jalan-jalan ke kota. Kadang-kadang Dewi masih menjalankan perintah agama sehingga tidak ada yang menaruh curiga kepadanya. Namun, lama-lama hatinya tidak tenang untuk berpijak pada dua tempat yang berbeda. Kebetulan, sekolah Dewi pindah dari Mj ke Mk dan harus tinggal di rumah bibinya. Ia sering bertanya kenapa Dewi tidak pernah menjalankan perintah agama. Dewi merasa tidak nyaman dan ingin bebas menentukan iman percayanya. Untunglah istri pak Kar menawarinya untuk tinggal bersama mereka. Dewi tinggal bersama mereka selama 2 tahun sampai tamat SMP. Ketika akan naik ke SMU, Dewi pindah lagi ke Mj.

Ia datang dengan tas kecil berisi barang-barang miliknya dan 3 orang anaknya. Ia tidak ada sepeser uang pun dan ia tidak memiliki rumah sejak suaminya tewas tahun 2008. Ia empat kali mencoba mengungsi ke rumah lain tapi semuanya menolaknya.

Sebagai pengikut Kristus dari latar belakang agama lain, Tina (bukan nama sesungguhnya) tidak memiliki tempat tinggal di tengah tekanan yang datang dari keluarganya. Semakin lama orang-orang Kristen dari latar belakang agama lain semakin ditekan dan dibuang oleh keluarga karena iman mereka.

Michelle Price adalah gadis kecil periang yang senang memanjat pohon, menunggang kuda, bermain ski, bercerita tentang banyak kisah, dan menyanyi. Dengan keluarga Kristen yang mengasihi dia, hidup Michelle seolah tak memiliki sedikit beban pun sampai ia berumur 8 tahun, ketika kaki kanannya mulai terasa sakit dan bengkak.

Ia berjalan takut-takut menaiki tangga depan, seorang anak yang sangat kecil dan kotor, pakaiannya compang-camping, tidak bersepatu, dengan sebuah kotak sepatu kotor yang terikat pada tali kulit tergantung di bahunya. Ia terlihat sangat kecil -- hanya sedikit lebih besar dari anak saya yang berusia 5 tahun. Ia berusaha menggapai bel pintu. Saya memerhatikan saat pembantu saya yang berkewarganegaraan Honduras dan bertubuh besar membukakan pintu.