Artikel ini membahas perlengkapan yang dibutuhkan seorang wanita Kristen dalam dunia kerja agar dapat mencerminkan Kristus secara efektif dan efisien. Selain peralatan kerja fisik, diperlukan perlengkapan spiritual seperti menjadikan Firman Tuhan sebagai penuntun utama (rak buku), selalu mengukur perkataan dan tindakan berdasarkan teladan Kristus (skala), membersihkan diri dari luka dan kekecewaan (keranjang sampah), melakukan refleksi diri (cermin), membiarkan Roh Kudus menjadi cap pos pada setiap langkah, rajin berbagi (tabungan), menjaga kesadaran akan tujuan rohani (balon), memberi dengan
- Wanita yang Bekerja
- Pelengkapan Spiritual
- Prinsip Kristen di Tempat Kerja
- Refleksi Diri
- Firman Tuhan
- Pelayanan Kristus
- Firman Tuhan sebagai Penuntun Utama: Tempat kerja harus menjadi ruang di mana Alkitab—bukan hanya manual kerja—dijadikan panduan utama dalam setiap pekerjaan.
- Mengukur Kata dan Tindakan: Penting untuk selalu menilai apakah perkataan dan tindakan kita mencerminkan teladan Kristus dan memuliakan Tuhan.
- Pemurnian Diri: Harus aktif "membuang" kekecewaan, luka lama, dan perasaan tidak terampuni agar pikiran dan energi kita tetap bersih.
- Refleksi Diri (Cermin): Belajar memeriksa kekurangan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menunjuk kesalahan orang lain.
- Roh Kudus sebagai Cap Pos: Setiap tindakan harus dicap dan disegel oleh Roh Kudus agar menjadi "surat" pembawa kabar baik dan teladan Kristus.
- Tanggung Jawab Berbagi (Tabungan): Kewajiban sebagai orang percaya adalah menyisihkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang kurang beruntung.
- Kesadaran Tujuan Hidup (Balon): Tidak boleh terikat oleh batasan atau tekanan duniawi, melainkan selalu mengingat panggilan spiritual kita sebagai "orang asing."
- Keaktifan dan Kewaspadaan: Kita harus proaktif (seperti pelari) dan selalu waspada (seperti memantau jam alarm) agar tidak menunda atau lalai dalam menjalankan pekerjaan Kerajaan Allah.
"Maka Allah damai sejahtera... memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus." (Ibrani 13:20-21)
Marilah hari ini kita menenangkan diri untuk:
- memeriksa perlengkapan kita guna menghadirkan Kristus di tempat kerja dan
- merenungkan bagaimana Tuhan bisa memakai kita dalam pekerjaan kita.
Tahun lalu, gedung kantor tempat saya bekerja terbakar. Bank yang ada di samping gedung kantor kami berbaik hati memberi kami ruang kantor untuk digunakan sejak kebakaran itu sampai kami dapat menyusun sesuatu.
Di sanalah kami berada, seluruh karyawan perusahaan di ruang kantor yang kami pinjam -- tanpa persediaan dan peralatan. Semuanya telah terbakar. Kami tidak punya pensil, komputer, kalkulator, ataupun mesin ketik. Tidak ada kertas catatan, telepon, ataupun lemari.
Dalam beberapa hari, bank dan penyuplai rutin kami menyediakan apa yang kami butuhkan supaya bisa beroperasi lagi. Akan tetapi, ini menjadi tantangan yang aneh karena pada hari pertama kami mulai menjalankan bisnis tanpa persediaan dan peralatan.
Bisnis, baik itu besar maupun kecil, tergantung pada peralatan tertentu supaya bisa berjalan. Baik itu toko binatu yang memiliki mesin penyetrika, uap pembersih, mesin cuci, dan pengering, ataupun rumah sakit yang memiliki peralatan yang mahal dan kompleks; setiap bisnis tetap memerlukan peralatan yang tepat.
Dalam tulisannya kepada gereja di Efesus, Rasul Paulus membicarakan tentang apa yang orang Kristen perlukan supaya benar-benar memiliki perlengkapan untuk berperang melawan tentara dunia. Daftar yang dia berikan adalah "ikat pinggang kebenaran", "baju zirah keadilan", "perisai iman", "ketopong keselamatan", dan "pedang Roh". (Efesus 6:14-17)
Bagaimana dengan wanita Kristen dalam dunia kerja? Perlengkapan apa yang diperlukan supaya bisa dengan efektif dan efisien mencerminkan Kristus kepada orang-orang di sekitar kita? Berikut daftar yang harus diperhatikan.
1. Rak buku.
Tempat kerja kita harus memunyai ruang untuk firman Tuhan. Akitab adalah penuntun manual kita, tidak peduli pekerjaan apa yang kita lakukan. Penuntun ini lebih penting daripada buku pegangan pekerja, petunjuk manual divisi, atau bahkan brosur kecil tentang "Apa yang harus dilakukan saat darurat". Kita harus menemukan tempat untuk firman Tuhan dalam hati kita dan di tempat kerja kita bila kita benar-benar "bekerja" untuk Dia.
2. Skala/pengukur.
Kita perlu mengukur hal-hal yang kita katakan dan lakukan sebelum kita mengatakan dan melakukannya. Apakah perkataan dan tindakan kita itu seperti yang Kristus contohkan? Apakah perkataan dan tindakan itu memuliakan Tuhan dan membawa kebaikan bagi orang lain?
3. Keranjang sampah.
Kita akan lebih baik bila membuang luka lama, kekecewaan yang membelenggu, frustrasi-frustrasi kecil, dan iritasi yang terjadi setiap hari supaya tidak mengotori pikiran kita dan membuang energi kita. Keranjang sampah juga merupakan tempat terbaik untuk menyimpan perasaan-perasaan yang tidak terampuni yang merusak hubungan kerja kita.
4. Cermin.
Memeriksa balok di mata kita sendiri (Matius 7:3) menolong kita supaya tidak memusatkan pikiran pada kekurangan dan kegagalan orang lain.
5. Cap pos.
Kita perlu dicap dan disegel oleh Roh Kudus dalam setiap langkah kita sebagai surat Kristus (2 Korintus 3:3) kepada dunia yang belum percaya. Melalui kita, Roh Kudus membawa pesan Kristus dan teladan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita. Apakah kita surat yang penuh dengan kabar baik dan harapan bagi orang-orang yang bekerja sama dengan kita, ataukah kita dicap dengan "meterai yang kurang" karena kita terlalu sibuk untuk melakukan pekerjaan-Nya?
6. Tabungan.
Alkitab memanggil kita untuk menyisihkan penghasilan kita untuk pekerjaan Tuhan. Menurut sejarah, perintah Tuhan kepada umat-Nya adalah untuk memenuhi kebutuhan orang yang miskin, lapar, sakit, tidak punya rumah. Sebagian dari kita yang memiliki kemampuan untuk bekerja memiliki kewajiban untuk berbagi dengan mereka yang tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.
7. Balon.
Saat hari demi hari perhatian dan tekanan menenggelamkan kita, kita membutuhkan sesuatu untuk mengangkat hati kita ke tingkat yang lebih tinggi. Sebuah balon mengingatkan kita bahwa kita adalah "orang asing" (Mazmur 119:19), tidak terikat oleh batasan-batasan dunia.
8. Gelas ukur.
Sebagai orang Kristen, tujuan kita bukanlah untuk mengukur seberapa besar hasil yang kita peroleh dari orang lain, tetapi untuk memastikan bahwa kita memberi mereka "takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar" (Lukas 6:38).
9. Sepasang sepatu lari.
Kita harus tetap berlomba. Ada yang terlalu mendesak untuk urusan dengan Tuhan. Kita tidak bisa menunggu sampai orang lain melakukannya atau sampai keadaan aman, atau sampai kita menjadi raksasa rohani atau ahli alkitab yang bisa menjawab semua pertanyaan. Sekaranglah saatnya bertindak, dan kita berlari -- bukan berjalan -- karena kita mengerjakan Kerajaan Allah.
10. Jam alarm.
Tenggelam dalam pekerjaan memang menggiurkan. "Sebab itu baiklah kita jangan tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar."
Ada yang harus kita kerjakan. Marilah kita benar-benar diperlengkapi untuk bekerja! (t/Ratri)
| Diterjemahkan dari: | ||
| Judul buku | : | Desktop Devotions for Working Woman |
| Judul asli artikel | : | What Every Working Woman Needs |
| Penulis | : | Elsa Houtz |
| Penerbit | : | Navpress, Colorado 1991 |