Teks ini menggambarkan pengalaman putus asa yang dialami oleh Yosua dan hamba-hamba Allah lainnya dalam Alkitab, serta mengingatkan bahwa perasaan ini bukan tanda ketidaksetiaan Tuhan. Yosua belajar bahwa kekalahan Israel disebabkan oleh dosa, dan sebagai orang Kristen, kita harus bangkit dan mengatasi masalah dengan pertolongan Tuhan, alih-alih terpuruk dalam keputusasaan. Keyakinan akan kesetiaan Tuhan diharapkan dapat menguatkan hati dan mengusir depresi.
- depresi
- Yosua
- bangsa Israel
- dosa
- ketidaksetiaan Allah
- kesukaran
- kuasa Allah
- Tuhan memberitahu Yosua untuk bangkit dari keputusasaannya setelah mengalami kekalahan dari tentara Ai.
- Keputusasan Yosua disebabkan oleh dosa di antara umat yang melanggar perintah Allah mengenai jarahan dari Yerikho.
- Kekalahan Israel adalah akibat dari pelanggaran hukum Tuhan, dan tanpa menemukan pelanggar, mereka tidak dapat menerima berkat dan kemenangan lebih lanjut.
- Banyak orang Kristen mengalami depresi seperti Yosua, tetapi harus bangkit dan mengatasi masalah dengan pertolongan Tuhan.
- Setan senang melihat umat Allah terpuruk dalam depresi; keyakinan terhadap kesetiaan Tuhan harus mendorong semangat bagi mereka.
- Menghadapi dan menyelesaikan masalah akan mengusir keputusasan.
Acuan: Yosua 7:1-11
Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Yosua: "Bangunlah! Mengapa engkau sujud demikian?" (Yosua 7:10)
Orang-orang kudus yang terkenal sekalipun dapat juga dihinggapi perasaan tak berdaya dan putus asa. F.E. Marsh menulis sesuatu tentang hal ini: "Alkitab mencatat beberapa pengalaman hamba-hamba Allah yang mengalami depresi. Catatan berikut dapat menolong kita menghindari akibat negatif tersebut.
Daud berkata, `Pada suatu hari aku akan binasa oleh tangan Saul` (1 Samuel 27:1). Ayub dalam penderitaannya bertanya, `Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir?` (Ayub 3:11). Yeremia berteriak, `Ya, Tuhan, lihatlah betapa besar ketakutanku` (Ratapan 1:20). Elia berseru, `Ya Tuhan, ambillah nyawaku` (1 Raja-raja 19:4)."
Yosua berputus asa karena bangsa Israel kalah melawan tentara Ai. Namun kemudian, ia menyadari bahwa krisis itu bukan disebabkan oleh ketidaksetiaan Allah, tetapi akibat dosa di antara umat. Seseorang sudah melanggar perintah Allah untuk tidak mengambil jarahan apa pun dari kota Yerikho yang dikalahkan (Yosua 6:18). Tuhan tidak dapat memberkati bangsa Israel atau pun memberikan kemenangan tambahan kepada mereka dalam menduduki tanah Kanaan bila orang yang bersalah belum ditemukan dan disiplin belum ditegakkan.
Banyak orang bersikap seperti Yosua saat mengalami kesukaran. Mereka bersujud dengan muka sampai ke tanah sambil menaburkan debu di atas kepalanya. Mereka menjadi putus asa, seolah tak ada harapan lagi. Sebagai orang Kristen kita harus bangkit, persis seperti perintah Tuhan kepada Yosua. Kita harus menemukan masalah yang sebenarnya dan kemudian memecahkannya dengan pertolongan dan anugerah-Nya.
Setan sangat senang bila melihat anak Allah tertunduk karena depresi. Biarlah keyakinan akan kesetiaan Tuhan yang tak pernah goyah menguatkan hati Anda. Berbarislah dengan tegap sebagai laskar yang memiliki kuasa Allah. -HGB
Selesaikanlah masalah Anda dan keputusasaan Anda akan tersingkir.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
| Judul buku | : | Agenda Pribadi 2000: Renungan Harian |
| Penulis | : | Tidak dicantumkan |
| Penerbit | : | Yayasan Gloria, Yogyakarta |
| Tanggal | : | 17 -- 23 Juni |