Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 2 hours 38 min ago

Teologi untuk Semua Orang

Fri, 04/30/2021 - 23:37

Pada 21 April lalu, saya bersama Roma Marpaung diberi kesempatan untuk bertugas sebagai moderator dalam acara MLC Live yang berjudul "Teologi untuk Semua!". Pada acara tersebut, saya bertindak sebagai moderator termin pertama yang membacakan pertanyaan-pertanyaan tertulis dari peserta, sementara Roma menjadi moderator termin kedua yang mengelola pertanyaan-pertanyaan peserta yang disampaikan secara langsung. Acara MLC Live kali ini sedikit berbeda karena Ibu Yulia Oeniyati, sebagai narasumber, menyampaikan materinya dalam format video yang telah dibagikan kepada peserta beberapa hari sebelum acara dan sebagian besar pertanyaan pun berasal dari formulir pendaftaran yang dikirim oleh peserta sehari sebelumnya. Dengan demikian, acara MLC Live kali ini murni difokuskan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta, baik yang diajukan melalui formulir pendaftaran, maupun yang diajukan secara langsung.

Bagi saya, ini suatu pengalaman baru dan mungkin bisa menjadikan acara MLC Live menjadi lebih efektif. Pertama, karena pemaparan narasumber direkam dalam format video (lengkap dengan penampilan PowerPoint), peserta dapat belajar sesuai kecepatan mereka masing-masing. Mereka dapat menonton ulang, mengulangi bagian-bagian tertentu, sambil mencatat sebanyak mungkin informasi (dan pertanyaan terkait) tanpa takut tertinggal. Dengan kata lain, mereka memiliki kebebasan dalam mempelajari materi yang disampaikan sehingga lebih mudah mencerna dan memahaminya. Kedua, karena direkam dan tidak terganggu oleh masalah jaringan (yang sering kali menjadi momok bagi pertemuan daring), video materi ini memiliki kualitas yang lebih baik sehingga peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih nyaman. Ketiga, karena sebagian besar peserta MLC Live sudah menonton video pemaparan materi pada hari sebelumnya, acara MLC Live bisa lebih difokuskan untuk tanya-jawab dengan narasumber dan interaksi dengan peserta lainnya sehingga dapat menambah pengetahuan peserta. Menurut saya, model MLC Live seperti ini juga menolong setiap pihak (narasumber dan peserta) untuk memiliki titik tolak yang sama sehingga interaksi saat live bisa lebih terbangun dan tidak OOT (Out Of Topic).

Melalui video pemaparan materi dan sesi tanya-jawab ini, saya juga banyak belajar. Beberapa pelajaran terkait materi yang paling berkesan untuk saya adalah pernyataan Ibu Yulia tentang betapa pentingnya memiliki pengetahuan teologi Kristen yang benar, yaitu agar kita bisa bertumbuh ke arah Kristus dan memiliki pandangan yang benar pula terhadap TUHAN, firman-Nya, pekerjaan kita serta dunia di sekitar kita. Berkali-kali pula, beliau menekankan betapa pentingnya memiliki teologi Kristen yang benar, terutama bagi kita yang mendapat kepercayaan untuk menuntun orang lain kepada TUHAN.

Meski tidak semua pertanyaan sempat dibacakan karena keterbatasan waktu, saya melihat adanya keinginan yang begitu besar dari para peserta untuk belajar teologi setelah mendengar pemaparan dan jawaban-jawaban Ibu Yulia terhadap pertanyaan mereka. Kiranya acara MLC Live ini semakin membakar semangat setiap peserta MLC Live sehingga mereka terus haus akan kebenaran dan diperlengkapi dengan pengetahuan yang benar tentang Allah.

Soli Deo gloria!

Seminar “Church and Mission in the Digital Age”

Mon, 04/26/2021 - 00:14

Oleh: Theresia

Pelayanan media cukup berpengaruh besar dalam pengabaran Injil pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Namun, bagaimana para pemimpin gereja dapat memanfaatkannya? Apa saja yang harus dilakukan? Apa tantangan dan solusi peranan media dalam pengabaran Injil? Alat-alat apa saja yang relevan untuk menjangkau generasi pada era digital ini? Semua pertanyaan ini terjawab dalam seminar "Church and Mission in the Digital Age" yang saya ikuti minggu lalu.

Seminar daring yang diadakan oleh GBI ROCK ini dilaksanakan pada 16 April 2021, pukul 18.30 -- 21.00 WITA. Ibu Yulia Oeniyati mewakili SABDA dengan menjadi pembicara dalam seminar tersebut dengan mengusung tema "Tantangan dan Peran Media untuk Gereja di Era Digital". Selain Ibu Yulia, ada dua orang lainnya yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Pak Mark McClendon, yang merupakan Direktur CBN, dan Pak Hartono Sugianto, yang menjabat sebagai Managing Director untuk Skybridge Indonesia.

Seminar ini dimulai dengan renungan singkat yang dibawakan oleh Pdt. Timotius Arifin, pastor senior dari GBI ROCK Ministry, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi yang dimoderatori oleh Pak Yanuar Kurniawan. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan berjalan dengan hikmat. Meski jumlah peserta tidak mencapai 1.000 orang seperti yang awalnya ditargetkan, tetapi itu tidak mengurangi hikmat dan sukacita para peserta seminar karena presentasi yang disampaikan merupakan kebutuhan gereja pada era digital saat ini. Para pembicara menyampaikan materinya dengan sangat semangat dan peserta aktif memberi tanggapan dan pertanyaan. Keduanya merupakan hal yang sangat disyukuri ketika mengikuti seminar ini.

Saya merasa sangat diberkati ketika mengikuti seminar ini! Pak Hartono, sebagai pembicara pertama, memaparkan bagaimana pelayanan hybrid saat ini. Ibu Yulia, sebagai pembicara kedua, menyampaikan tantangan yang dihadapi gereja dan bagaimana peran media pada era digital ini. Setelah itu, sesi penyampaian materi ditutup dengan sangat baik oleh Pak McClendon, yang menyampaikan mengenai alat-alat apa saja yang relevan untuk menjangkau generasi pada era digital ini. Dengan menyatukan ketiga tema tersebut, saya yakin peserta akan mendapat hal baru yang dapat dikerjakan untuk membantu gereja saat ini.

Sebagai penutup blog kali ini, saya ingin menyampaikan kepada kita semua sebagai tubuh Kristus (1 Korintus 12:27), mari bersama-sama bergandengan tangan memajukan gereja saat ini. Mungkin banyak kerikil tajam yang harus kita lewati dalam memajukan gereja, dalam memajukan pelayanan yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan, tetapi saya yakin bahwa ketika kita semua mau bekerja sama dan saling mendukung, seberat apa pun rintangannya pasti dapat kita lewati. Tuhan telah memberikan media dan alat-alat yang dapat kita gunakan. Mari, dengan penuh hikmat, kita gunakan semuanya itu untuk memperluas Kerajaan Allah dan menyampaikan Injil sampai ke ujung bumi.

Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Mari Berdoa seDunia!

Mon, 04/19/2021 - 22:47

Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena Dia menjadikan segala sesuatu baik adanya. Satu kesempatan yang baik karena pada 7 April 2021, saya dan Kak Okti berkesempatan untuk menyampaikan presentasi bertopik "Doa seDunia" melalui SABDA Ministry Learning Center. Presentasi ini kami sampaikan dalam rangka memasuki bulan doa dan puasa yang dijalani oleh saudara kita dari agama sepupu. Ini menjadi kesempatan berharga bagi orang-orang untuk dapat bersatu hati berdoa bagi mereka yang berdoa dan menjalankan puasa. Kiranya mereka dapat menemukan kebenaran yang mereka cari dalam Yesus Kristus.

Dalam presentasi, kami membahas tentang Doa seDunia yang dibagi menjadi 5 bagian:
1. Apa itu Doa seDunia?
2. Gerakan Doa seDunia.
3. Alat-alat yang bisa dipakai untuk melakukan gerakan Doa seDunia.
4. Cara terlibat dalam pelayanan Doa seDunia.
5. Penutup -- Berdoa seDunia bersama!
Masing-masing bagian ini dijabarkan dalam presentasi. Video presentasi dapat Anda lihat melalui link https://www.youtube.com/watch?v=6KKtdBzDa-c. Sedangkan link materi bisa Anda dapatkan di: https://drive.google.com/file/d/1otz5BNuWVs5E8AFqrOqPIIsuY5eHvBn7/view?usp=sharing

Saya sangat terberkati dengan adanya acara ini karena ada kesempatan untuk bercerita. Saya cukup terkesan saat menyiapkan presentasi bersama Kak Okti. Doa seDunia ini membukakan mata rohani saya bahwa mendoakan mereka (umat muslim) yang sedang berdoa adalah hal yang mulia, karena kita bisa ambil bagian untuk menjangkau mereka melalui doa-doa kita. Yang paling menarik lagi adalah kita semua memiliki tools yang sangat baik dalam mendukung gerakan doa ini. Referensi dan bahan-bahan tersedia secara terbuka melalui internet sehingga kita bisa berdoa dengan lebih spesifik dan terarah.

Saya sangat berharap melalui acara Doa seDunia ini, banyak orang percaya dapat menjadi "penggerak doa" di mana pun mereka berada, baik di gereja, persekutuan doa, tempat bekerja, maupun komunitas pelayanan. Dengan demikian, saya percaya Allah akan berkarya di antara umat-umat-Nya dan orang yang yang belum mengenal Injil dapat dijangkau bagi Kristus melalui doa-doa kita.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dalam gerakan Doa seDunia, silakan kontak kami di: 082133133315. Mari berdoa bersama-sama dengan orang-orang percaya di seluruh penjuru Indonesia agar semakin banyak orang beroleh jalan dan kebenaran yang sejati, serta semakin banyak bangsa yang memuliakan nama Tuhan. Amin.

PA BaDeNo Lukas: Ber-PA dengan Cara Kekinian

Wed, 04/14/2021 - 22:44

Sepanjang Maret lalu, kami, staf YLSA, mengadakan PA BaDeNo (Baca Dengar Nonton) kitab Lukas setiap pukul 08.00 pagi dalam kelompok-kelompok kecil. Ini bukan bulan pertama kami melakukan metode BaDeNo dalam ber-PA, sebab, semenjak Februari lalu kami sudah melakukan kegiatan ini yang dimulai dengan kitab Markus.

Hampir sama seperti semua metode PA berbahan Alkitab yang kami lakukan di YLSA, dalam metode PA BaDeNo ini pun kami akan merenungkan firman Tuhan, membagikan pelajaran yang kami dapat dari bacaan hari itu di dalam kelompok, membuat aplikasi untuk apa yang akan dilakukan terkait dengan pelajaran yang kami dapat, dan berdoa. Bedanya, sebelum merenungkan firman Tuhan, kami dapat mengakses firman Tuhan itu dengan tiga cara melalui bahan-bahan yang tersedia di situs BaDeNo, yaitu: membaca teks, mendengar audio, dan menyaksikan video.

Nah, dengan tiga cara tersebut, tentu keterlibatan kami dengan Alkitab menjadi semakin seru. Jika dulu kami hanya dapat membaca teks, sekarang ada pilihan lain untuk dapat mengakses firman Tuhan, yaitu dengan mendengar dan melihat. Ini tentu menjadi cara "membaca" atau terlibat dengan Alkitab yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, dan pasti akan disukai serta berguna bagi banyak kalangan. Anak-anak, remaja, dan pemuda zaman now yang sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang bersifat visual akan sangat diperlengkapi dengan firman Tuhan yang tersaji dalam bentuk audio dan video. Orang-orang tua, kelompok tuna netra, atau mereka yang memiliki keterbatasan dalam membaca akan sangat terbantu dengan adanya audio Alkitab yang dapat diakses. Sementara, orang-orang seperti saya, yang masih menjadi pecinta teks, tentu masih akan selalu merujuk pada teks yang tersedia dalam berbagai versi untuk membaca firman Tuhan.

Buat saya pribadi, PA dengan cara apa pun pasti akan berguna dan akan memberi pertumbuhan bagi kerohanian kita. Namun, dengan cara baca, dengar, dan nonton, kegiatan membaca atau keterlibatan dengan Alkitab akan menjangkau lebih banyak kalangan, generasi, dan kepentingan. Dan, inilah yang selalu diperjuangkan YLSA dalam pelayanannya semenjak awal. Bible in every heart, atau Alkitab dalam hati setiap orang dengan dukungan dari perkembangan media dan teknologi. BaDeNo menjadi cara sekaligus sarana bagi gereja dan orang-orang percaya untuk mengembangkan keterlibatan dengan Alkitab secara lebih relevan dan mendalam.

Nah, jika Anda ingin mengikuti PA BaDeNo bersama-sama dengan keluarga, rekan-rekan, atau jemaat gereja yang lain, silakan mengakses situs BaDeNo di https://sabda.id/badeno. Di sana, kita bisa mendapat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengakses firman Tuhan dalam jadwal bacaan harian yang sudah ditentukan. Mari bergabung juga dalam Komunitas BaDeNo untuk saling berbagi hasil PA dengan orang-orang percaya lainnya melalui page Facebook berikut: https://www.facebook.com/sabda.org. Jika sudah mendapatkan berkat dari BaDeNo, sebarkan juga informasi ini kepada yang lain, sehingga semakin banyak orang akan mendapat berkatnya.

Yuk, kita semakin bertumbuh dalam iman dengan firman Tuhan melalui metode PA BaDeNo.

Serunya Ikut Klub Buku!

Wed, 03/31/2021 - 00:31

Buat penggemar buku macam saya, menemukan orang-orang yang suka baca dan diskusi pasti anugerah. Mengapa? Sebab, pada era digital dan kemajuan media sosial seperti saat ini, menemukan orang yang suka membaca saja itu sudah cukup sulit. Lalu, menemukan orang yang suka membaca buku dan berdiskusi jadi persoalan lain. Itu level kesulitan yang lebih tinggi. Orang-orang sekarang cenderung lebih suka melihat gambar, membaca sedikit teks, asyik melihat video, lalu cukup memberikan tanda like atau sedikit komentar. Mungkin, hanya ada 1 di antara 1000 orang se-Indonesia Raya yang suka membaca dan berdiskusi.

Ah, lebay. Masa sih?

Ya, mungkin agak lebay sih, tetapi memang harus diakui tidak banyak orang seperti itu. Jadi, saya senang sekali saat YLSA tahun ini kembali membuka diskusi buku untuk mendiskusikan buku "LIT!" karya Tony Reinke via aplikasi chat Telegram. Bukan itu saja, setelah diskusi selesai, YLSA juga akan membuka klub buku yang rencananya akan menjadi ajang berkumpulnya manusia-manusia yang suka baca buku dan diskusi. Klop deh.

Di Indonesia, klub buku mungkin masih belum terlalu familiar keberadaannya. Klub catur, klub olahraga, klub tari, dsb., banyak, tetapi klub buku? Mendengar namanya saja mungkin kebanyakan orang tidak akan tertarik karena konotasinya adalah kumpulan "nerd" atau penggemar buku, yang notabene bukan jadi hobi mayoritas orang Indonesia. Namun, sesungguhnya ikut klub buku tidak kalah asyik dari ikut klub-klub lainnya. Bukan sekadar karena kita dapat bertemu dengan orang-orang yang gemar membaca buku dan berdiskusi saja. Akan tetapi, melalui klub buku itu wawasan, pengetahuan, dan keterampilan berdiskusi kita akan semakin diasah, kecerdasan literasi kita bertambah, dan sudut pandang atau pola pikir kita juga akan semakin maju.

Mengapa bisa begitu?

Ya, sebab dalam klub buku, kita akan dilatih untuk berdiskusi dan mengeluarkan pendapat dengan anggota komunitas lainnya dalam topik-topik yang terkait dengan buku, kepenulisan, literasi, dsb.. Interaksi yang kita peroleh dari dan kepada anggota komunitas dalam klub buku akan semakin mendewasakan cara berpikir, cara kita memandang segala sesuatu, serta cara kita berdiskusi. Kita akan belajar untuk mendengar, menerima, dan memberi masukan kepada anggota yang lain. Sementara itu, pada sisi lain, kita juga mesti mengemukakan pendapat, menerima masukan, bahkan sah-sah saja untuk berargumen dengan anggota yang lain. Proses ini adalah proses belajar yang tidak akan kita peroleh jika tidak bergabung dalam suatu komunitas.

Paulo Freire, seorang tokoh pendidikan dunia dari Brazil, berpendapat bahwa dialog adalah model komunikasi yang alami untuk belajar karena dalam dialog peserta didik diakui sebagai mitra yang sejajar. Dialog memungkinkan kesempatan untuk belajar bersama, dibanding sekadar mengajar. Nah, klub buku menyediakan ruang yang sangat besar dan ramah bagi para anggotanya untuk berdialog bersama tentang topik atau objek yang menjadi ketertarikan mereka dalam proses diskusi. Tidak ada hierarki di sana. Setiap anggota bersifat setara dan memiliki hak serta kewajiban yang sama sehingga setiap orang dapat bebas mengemukakan pendapat. Itu adalah sesuatu yang sangat berharga, yang secara langsung maupun tidak langsung akan semakin mengasah kepekaan kita sebagai orang-orang percaya terhadap berbagai isu dan masalah.

Menikmati Alkitab dengan Cara Baru – BaDeNo!

Tue, 03/09/2021 - 13:11

Hai, Sahabat SABDA terkasih. Senang banget bisa menyapa sahabat sekalian dalam kesempatan yg baik ini. Kali ini saya mau berbagi terkait pengalaman saya dalam membaca Alkitab dan mendalami Alkitab melalui metode yang baru kami pakai di Yayasan Lembaga SABDA. Namun, alangkah baiknya jika saya bisa memperkenalkan terlebih dahulu apa itu BaDeNo. Ok! kita akan mulai saja.

BaDeNo adalah singkatan dari kata Baca, Dengar, Nonton. Ini adalah gerakan baru yang diluncurkan oleh YLSA pada tahun ini. Sebenarnya istilah sudah muncul sejak 2018 di kantor kami. Akan tetapi, pada tahun ini lah bisa kami selesaikan dan semua karena kebaikan Tuhan saja. Singkatnya begitu saja sih. Kalau ada teman-teman yang mengetahui lebih dalam mengenai BaDeNo, bisa lihat videonya di link berikut: (http://www.youtube.com/watch?v=QxwmJgSOET0)

Nah, kami memulai PA BaDeNo sendiri sejak Jumat, 28 Januari 2021. Seperti biasa, kami melakukan PA dalam kelompok yang sudah dibagi. Kelompok PA sendiri ada Kak Hadi, Kak Kun, Kak Yulius, dan Nehemia. Dalam PA ini, ada panduan atau langkah yang disepakati bersama oleh semua kelompok yaitu:

1. Berdoa. Ini merupakan langkah awal sebelum melakukan PA. Pastinya dengan berdoa, kami boleh melihat Allah tetap berkarya dalam setiap firman yang kami baca dan renungkan.
2. Melakukan BaDeNo di hari itu (bisa memilih cara menikmati Alkitab sesuai selera dengan baca/dengar/nonton). BaDeNo nya bisa dilihat di situs: sabda.id/badeno.
3. Setelah itu, kami memilih ayat atau bagian yang paling banyak berbicara atau berkesan di hati kami dan alasan kami memilih ayat tersebut.
4. Langkah ke-4 yaitu menulis hasil PA BaDeNo itu di jurnal pribadi kami (bisa di buku catatan, HP, dll.) dengan template: tanggal, bacaan, ayat yang dipilih, alasan, pokok (tema, inti, doa, dan aplikasi).
5. Mensharingkan hasilnya dalam kelompok PA. Yang disharingkan ialah metode yang kami pakai untuk menikmati Alkitab, ayat yang kami pilih serta alasannya, dan tentu pembelajaran yang kami dapat dari ayat tersebut. Setelah sharing, kami menutupnya dengan doa.
6. Langkah terakhir ialah membagikan hasil PA kami di Fanpage YLSA (https://www.facebook.com/sabda.org) dengan menuliskannya di kolom komentar pada postingan hari itu juga.

Itulah langkah atau panduan yang kami pakai dalam PA dengan BaDeNo. Menyenangkan, bukan? Bagi saya sendiri, melakukan PA memakai metode ini sangat menyenangkan apalagi saya seorang milenial yang cukup suka dengan visual. Dalam PA, saya memakai ketiga metode tersebut sih, tetapi kalau ditanya metode yg paling saya suka, saya lebih senang memakai metode dengar. Bagi saya, ketika memakai metode dengar, saya bisa merasakan apa yg dibicarakan oleh pasal dari Alkitab itu, bahkan kadang saya merasa menjadi bagian dari cerita yang ada di Alkitab itu. Hidup jadinya. Dan, ini sangat membuktikan bahwa Alkitab yang saya baca dari kecil itu tetap relevan, tidak berubah, dan tetap sama meskipun metode membaca saya berubah-ubah. Keren!

Saya ingat salah satu pelajaran penting yang saya dapatkan saat menikmati Alkitab memakai metode dengar ialah dalam Matius 23:11. Di situ Yesus sedang mengecam ahli-ahli Taurat dan orang Farisi karena kemunafikan mereka. Dan, ayat 11, Yesus sedang mengatakan bahwa seorang yg terbesar hendaknya menjadi pelayan. Itu terbukti karena Yesus pun melakukan hal demikian. Dia menjadi seorang Mesias, tetapi juga memiliki hati yang melayani bahkan membasuh kaki para murid-Nya. Ketika saya mendengar melalui Alkitab suara dari BaDeNo itu, terlihat jelas banget kecaman yg diutarakan oleh Yesus kepada ahli-ahli Taurat. Dari ayat tersebut, saya belajar untuk terus berhati-hati agar hidup dalam kerendahan hati dan tidak menjadi "sombong rohani". Puji Tuhan, firman-Nya hidup dan mengubahkan saya.

Untuk itu, saya merekomendasikan kepada teman-teman untuk mencoba memakai metode ini dalam PA. Saya pastikan, teman-teman pasti terberkati dan bisa menikmati Alkitab setiap harinya dengan rencana baca yang teratur dengan BaDeNo. Jadi, metode membaca Alkitab bisa berubah dan berbeda-beda, tetapi firman-Nya tetap sama sampai selama-lamanya. Amin.

Divisi Ministry Learning Center YLSA

Mon, 02/15/2021 - 17:04

Shalom sahabat SABDA. Mengucap syukur kepada Tuhan karena bisa menyambut tahun 2021 dengan semangat dan sukacita. Tahun lalu, banyak hal yang tidak mudah untuk dilewati dan banyak pergumulan yang harus didoakan. Kini, pada 2021 pun, kita tentu masih akan menjumpai tantangan baru untuk terus mau beradaptasi dan mengembangkan diri. Tahun ini, YLSA mengalami restrukturisasi -- sebelumnya memiliki 4 divisi (ITS, Me+DIA, Digital Resources Ministry, Digital Learning), kini YLSA memiliki 6 divisi (ITS, Me+DIA, SABDA Content, Bible Engagement, Ministry Learning Center, Customer Engagement). Wah, bagi saya, pembagian divisi kali ini cukup banyak. Restrukturisasi ini sudah direncanakan dan terus digumulkan sejak akhir tahun 2020, tepatnya Desember. Dengan adanya restrukturisasi ini, diharapkan YLSA dapat terus melayani masyarakat kristen Indonesia dengan efektif, relevan, dan mengutamakan engagement dengan para Sahabat SABDA.

Saya bergabung di salah satu divisi baru, yaitu Ministry Learning Center atau kami sebut dengan MLC (supaya lebih ringkas). MLC memiliki misi untuk menyediakan bahan-bahan pembelajaran kristen untuk memperlengkapi gereja dan jemaat Tuhan agar bertumbuh dan melayani dengan aktif. Di MLC, saya menjadi anggota divisi. Banyak hal harus saya pelajari, mulai dari pengaturan waktu, pengaturan kerjaan, maupun hal lainnya. Divisi MLC dikoordinatori oleh Ibu Yulia, Roma sebagai asisten koordinator, Mei sebagai sekretaris, dan Evie, Melisa, Tian, Bima, Hananto, Okti, Gatot, Pio, Nikos sebagai anggota. Tujuan dari MLC adalah menyediakan akses yang mudah ke bahan-bahan pembelajaran yang SABDA miliki, mengolah bahan-bahan supaya pengguna bisa langsung memakainya untuk belajar, membentuk komunitas belajar, studi kasus, dan "listening tour".

Awal masuk ke divisi ini, saya masih belum mengerti apa tugas dan tanggung jawab saya di MLC. Bagaimana sistem kerjanya, sistem pembagian tugas, dan banyak hal lain yang belum saya pahami. Sebelumnya, saya belum pernah terlibat dalam kelas online ataupun diskusi online. Namun di MLC ini, saya banyak terlibat di kelas online. Bagi saya, ini merupakan pengalaman yang baru. Saya harus menyesuaikan diri dengan cepat supaya bisa mengikuti alur kelas online ini. Dengan adanya banyak sekali kebijakan baru yang diterapkan, hal ini semakin membuat saya mau tidak mau harus berpikir dan bertindak cepat.

Seiring berjalannya waktu, saya bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang ada. Semua bukan karena kekuatan dan kehebatan saya, tetapi karena pertolongan Tuhan dan rekan-rekan dalam divisi ini. Bersyukur rekan-rekan bisa saling membantu, menyemangati, dan melengkapi untuk mencapai tujuan dari divisi MLC. Divisi baru, beradaptasi dengan cara kerja baru, dan harus tetap mengikuti perkembangan digital, tentu itu tidak mudah. Saya percaya Tuhan yang akan menolong dan memampukan saya dan teman-teman. Satu hal yang saya ingat ketika melakukan pelayanan, yaitu apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Apa pun pekerjaan dan pelayanan yang diberikan, semua dikerjakan dengan sepenuh hati. Tuhan Yesus memberkati setiap pelayanan yang kita kerjakan. AMIN.

Divisi SABDA MEDIA? ME+DIA? MIDIA?

Wed, 02/10/2021 - 16:53

Shalom Sahabat SABDA. Tahun 2021 menjadi tahun yang menurut saya paling berkesan. Mengapa? Karena SABDA melakukan restrukturisasi divisi, yang sebelumnya ada 4 divisi sekarang menjadi 6 divisi. Restrukturisasi ini sudah digumulkan sejak akhir 2020. Dengan adanya restrukturisasi ini, staf YLSA juga harus menyesuaikan diri dengan divisi baru mereka. Harapan saya, dengan adanya restrukturisasi, pelayanan YLSA dapat semakin efektif dalam menolong masyarakat Kristen untuk belajar Alkitab dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Saya menjadi bagian dalam divisi SABDA Me+DIA. Saya mencoba pengalaman yang baru, untuk banyak berkutat dengan media visual maupun audio. Walaupun saya baru 1 tahun melayani di YLSA, semoga dengan pengalaman baru ini saya dapat lebih mengembangkan kompetensi saya.

SABDA Me+DIA berfokus untuk menyediakan bahan media dalam beragam format, beragam bahasa suku, dan yang lebih utama menyediakan bahan media untuk penjangkauan dan pemuridan. Core Project divisi SABDA Me+DIA terdiri dari grafis, audio, video, dan komik. Grafis terdiri dari ilustrasi, infografik, dan quote. Untuk Audio antara lain audio Alkitab, audio Alkitab suku, dan Tafsiran. Ada juga video berupa video dari The Bible Project, Tetelestai, Lumo, King of Glory, dan video-video dari mitra SABDA. Kami juga memiliki komik-komik Alkitab, seperti: komik Kingstone, komik dengan gambar animasi khas "marvel" yang menurut saya cocok untuk generasi milenial seperti saya.

Hasil akhir yang ingin kami capai adalah bahan-bahan media dari SABDA dan mitra dapat dipakai oleh masyarakat Kristen di Indonesia. Bahan-bahan tersebut diharapkan dapat diakses secara offline dan online. Tentu harus ada langkah nyata untuk mencapai hal tersebut. Kami mengawalinya dengan memperkenalkan produk-produk media dari SABDA. Lalu, mengorientasi terkait bagaimana memproses bahan-bahan media SABDA. Proses selanjutnya adalah bekerja sama dengan divisi lain. Kerja sama antardivisi sangat penting dan harus dilakukan untuk mencapai hasil akhir tersebut. Selain itu, kami juga bermitra dengan gereja dan pengguna produk/bahan. Jika kami tidak memiliki relasi yang baik, akan kesulitan untuk mengenalkan produk-produk media dari SABDA. Untuk menunjang hal itu, kami melakukan kampanye dalam beragam format, seperti format grafis, audio, dan video 15 detik. Terakhir, kami melakukan riset dan mengoleksi data-data media. Riset sangat penting untuk mengembangkan setiap bahan media supaya tetap relevan dengan generasi yang ada.

Inilah penjelasan singkat mengenai divisi SABDA Me+DIA. Saya sendiri masih harus banyak belajar. Saya percaya, Tuhan akan membimbing dan memampukan saya. Saya juga sangat bersyukur memiliki tim yang kompak dan solid. Meski saya anggota baru dalam divisi ini, rekan-rekan yang lain bersedia berbagi ilmu dengan saya. Saya cepat beradaptasi di divisi SABDA Me+DIA karena ketika saya tidak mengerti beberapa hal di SABDA Me+DIA, saya selalu mendapat bimbingan dan pengarahan. Terima kasih sudah membaca tulisan saya yang panjang lebar ini. Mari terus mengabarkan Injil melalui media-media yang ada. Tuhan Yesus memberkati.

Pengalaman Bersama BaDeNo Alkitab

Mon, 02/01/2021 - 15:35

Halo, saya Andy dari Divisi ITS dan Biblical Engagement SABDA. Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya dalam pembuatan situs BaDeNo. Hmm, apa itu BaDeNo? BaDeNo adalah singkatan dari BAca, DEngar, NOnton. Pastinya, BaDeNo ini adalah tentang Alkitab.

Latar belakang dari BaDeNo ini adalah adanya keresahan karena makin banyak orang percaya pada abad ke-21 tidak lagi membacaAlkitab dengan teratur. Hal ini akan sangat memengaruhi kehidupan rohaninya. Membaca firman Tuhan adalah salah satu disiplin rohani untuk berinteraksi dengan firman Tuhan. Namun, pada abad ke-21 ini, definisi membaca tidak lagi hanya membaca teks, tetapi juga dengar dan nonton Alkitab. Untuk membaca Alkitab secara teratur, diperlukan rencana baca, dan BaDeNo ini adalah rencana multimedia baca Alkitab setahun. Ini adalah revolusi membaca Alkitab abad ke-21; baca, dengar, dan nonton Alkitab secara teratur setiap hari.

Nah, teman-teman dapat mencoba BaDeNo Alkitab ini untuk berinteraksi dengan firman Tuhan ala abad ke-21. Dunia ini sudah digital dan sekarang adalah era multimedia. Mari menikmati interaksi dengan firman Tuhan pasal demi pasal dengan membaca, mendengar, dan menonton Alkitab. Saat ini, rencana multimedia baca Alkitab setahun ada dalam situs BaDeNo. Silakan segera menggunakannya untuk menikmati firman Tuhan dalam teks, audio, atau video.

Pengalaman saya ketika membuat situs BaDeNo lebih banyak dalam bidang UI dan UX desainnya, seperti pembuatan layout dan ekosistem dari BaDeNo. Awalnya cukup sulit karena perlu mengetahui dulu konsep penting, dasar, dan pengalaman apa yang hendak disajikan kepada user nanti. Hal-hal seperti itulah nantinya yang membantu menentukan layout dan ekosistem situs. Sebenarnya, pengerjaan situs ini sudah berlangsung sejak Desember 2020 yang lalu, semenjak mas Hadi mengoordinasi agar saya segera membuat layout sementara situs BaDeNo sesuai hasil "brainstorming" dengan tim ITS. Dalam pengerjaannya, saya sangat terbantu dengan bahan-bahan multimedia yang melimpah di sabda.id dan data berbagai versi Alkitab di alkitab.sabda.org. Bermodalkan itulah, layout dan ekosistem mulai dibentuk pelan-pelan dari awal konsep "Baca" beragam versi Alkitab, "Dengar" Alkitab dan program Alkitab, serta "Nonton" beragam program Alkitab. Dan akhirnya, terbentuklah dua layout dan ekosistem yang akan maju ke tahap selanjutnya, yaitu tahap walkthrough situs.

Di tahap walkthrough ini, proses berlangsung selama awal Januari 2021. Setelah mendapatkan banyak feedback dari rekan-rekan staf, terkhusus tim Divisi Biblical Engagement, pengerjaan dilanjutkan lagi, baik dari segi layout, ekosistem, maupun fitur-fitur yang perlu ditambahkan. Selama melakukan proses lanjutan inilah, saya semakin mengerti konsep apa yang akan dihadirkan dalam BaDeNo. Konten yang jelas dan nilai-nilai interaksi dengan firman Tuhan dari beragam media informasi yang hendak dihadirkan, seperti teks, audio, dan visual menolong untuk memperlancar pengerjaannya. Itulah yang membuat saya bersemangat mengerjakannya. Saya semakin mengerti mengapa BaDeNo harus hadir menemani orang percaya berinteraksi dengan firman Tuhan pada abad ke-21 ini. Ini sangat penting! Ini dapat dipakai oleh Tuhan untuk membawa orang percaya abad ke-21 kembali kepada firman-Nya.

Sudah sejauh ini. Meski masih perlu banyak perbaikan, BaDeNo siap diluncurkan. Sahabat SABDA juga dapat memberikan masukan untuk pengalaman berinteraksi dengan firman Tuhan menggunakan BaDeNo. Dari pengerjaan situs BaDeNo ini, saya belajar bagaimana firman Tuhan dapat diakses dan dinikmati melalui beragam media informasi, tidak terbatas dengan teks saja. Saya juga bersyukur mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari pengerjaan situs ini. Semua hanya karena kemurahan dan untuk kemuliaan Tuhan. Haleluya, shalom!

ITS — Perubahan Struktur Divisi di YLSA

Fri, 01/29/2021 - 10:52

Awal tahun ini, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) mengalami perubahan struktur organisasi. Perubahan adalah satu hal yang baik karena berarti ada kehidupan dan dinamika pelayanan. Organisasi harus bisa melihat kebutuhan yang penting bagi pelayanan sehingga apa pun yang dikerjakan akan memiliki dampak secara luas dan tepat sasaran. Produk yang dihasilkan tidak sia-sia, tetapi benar-benar bermanfaat, memberkati banyak orang dan organisasi lain. Selain itu, secara internal, perubahan struktur yang tepat akan berdampak pula terhadap cara kerja anggota tim dan divisi.

Dibandingkan dengan divisi lain, secara fungsi, divisi ITS (Information Technology Services) tidak banyak mengalami perubahan struktur organisasi. Saya masih teringat pemberian nama ITS lahir sejak tahun 2011, sebelum itu bernama NET. ITS menjadi tulang punggung untuk YLSA karena divisi ini menyediakan infrastruktur untuk seluruh tim dapat bekerja dan melakukan pelayanan di bidangnya masing-masing. Fungsi utama ITS adalah menciptakan solusi bagi masyarakat Kristen Indonesia untuk dapat mempelajari Alkitab dengan bertanggung jawab, mudah, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan teknologi. Divisi ITS mengemas dan mendistribusikan firman Tuhan secara 'pintar' dalam multiplatform, multiformat, dan dipakai oleh multiuser.

Dalam divisi kami, beberapa anggota juga menjadi bagian dalam divisi lain, khususnya untuk bidang engagement, karena produk yang dihasilkan ITS harus bisa sampai ke pengguna. Kami menyadari ada banyak produk yang sudah kami hasilkan, tetapi kami juga sadar ada banyak yang perlu dikemas dengan lebih baik lagi sehingga produk itu benar-benar bisa dinikmati. Menjalin relasi dengan pengguna juga menjadi salah satu kekurangan kami sebelumnya. Untuk itu, kami memerlukan bantuan dari divisi lain, khususnya bidang engagement, supaya kami terus membangun hubungan dan interaksi yang baik dengan pengguna. Itulah pentingnya perubahan struktur organisasi supaya kami bisa bekerja secara optimal, berkolaborasi dengan yang lain.

Kami bersyukur menjadi bagian pelayanan YLSA, khususnya dalam pengembangan teknologi. Kami rindu untuk terus bereksplorasi dan berinovasi untuk kemajuan pelayanan di Indonesia, nama Tuhan semakin dimuliakan, dan banyak orang mendengar Kabar Baik. Inilah panggilan kami, every computer for Christ, every gadget for Christ, IT4GOD. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.

Semangat Baru dalam Struktur dan Divisi yang Baru!

Fri, 01/22/2021 - 11:33

Bersyukur atas anugerah Tuhan karena boleh melewati tahun 2020 dengan baik. Meskipun tidak mudah dan penuh tantangan, tetapi Tuhan senantiasa menyertai. Pada tahun 2021 ini, saya pindah ke kota Solo, Jawa Tengah, untuk bergabung dalam pelayanan YLSA. Awal tahun ini, banyak hal baru saya temukan, mulai dari tempat/lingkungan, teman-teman, keluarga, pengalaman sampai ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan dan kerjakan sebelumnya, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan yang pernah saya lakukan. Ketika saya masuk menjadi staf di YLSA, tepatnya pertengahan Desember 2020, YLSA sedang mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk rencana restrukturisasi. Ada divisi-divisi baru yang akan dibentuk untuk meningkatkan pelayanan supaya lebih baik pada 2021.

Raker tersebut membentuk 6 divisi baru, yaitu Divisi ITS, Divisi SABDA ME+DIA, Divisi SABDA Content, Divisi Biblical Engagement (BE), Divisi Ministry Learning (MLC), dan Divisi Customer Engagement (CE). Tidak mudah untuk beradaptasi dengan perubahan, dengan segala sistem dan cara kerja yang baru. Semua staf, termasuk saya, berharap restrukturisasi ini bisa dijalankan dan dilakukan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dalam proses restrukturisasi ini, saya dibebaskan memilih divisi mana yang saya akan terlibat di dalamnya. Saya tertarik untuk bergabung dalam Divisi Customer Engagement. Mengapa saya memilih Divisi Customer Engagemet (CE)? Karena menurut saya, CE merupakan hal baru dalam pengalaman pelayanan saya, yaitu ketika kita bisa berinteraksi dan berbagi informasi tentang firman Tuhan kepada banyak orang secara digital. Tepatnya 4 Januari 2021, terbentuklah 6 Divisi tersebut, beserta koordinator dan anggota timnya. Saya sangat terkejut ketika saya ditunjuk menjadi koordinator Divisi Customer Engagement. Rasanya bergejolak, campur aduk -- antara kaget, bingung, dan ragu-ragu -- karena saya baru 1 minggu bergabung menjadi staf YLSA. Karena itu, dalam hal ini, saya pribadi masih dalam masa adaptasi dan masih banyak yang harus dipelajari. Tidak hanya secara tugas kerja, tetapi sistem dan cara kerja di tempat yang baru ini. Bersyukur, saya memiliki anggota tim yang sangat baik. Mereka benar-benar sangat membantu dan mengarahkan saya terkait tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang koordinator. Tidak hanya anggota tim yang terus memberi dukungan bagi saya, tetapi semua teman koordinator pun mau mengajari saya dengan penuh kesabaran dan mau membantu dengan berbagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki. Tantangan baru tidak menyurutkan semangat saya dan tim dalam proses era restrukturisasi ini.

Divisi CE mempunyai misi memberikan pelayanan terbaik bagi para sahabat dan mitra SABDA. Dengan menyediakan informasi lengkap tentang YLSA dan terus membangun relasi yang erat, kiranya mereka mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari pelayanan YLSA. Selebihnya, kami berharap mereka dapat terlibat secara aktif untuk mendukung pelayanan ini. Tugas Divisi CE antara lain: memperkenalkan produk-produk SABDA, melakukan follow up atas produk yang sudah dipakai, dan membangun "relationship engagement". Tim CE terdiri dari 7 anggota di antaranya Niluh, Theresia, Pingkan, Okti, Rode, Hananto, dan Elly. Kami saling menolong dan mendukung untuk mewujudkan apa yang menjadi visi-misi Tuhan melalui YLSA ini. Kita bertujuh sama-sama belajar dan berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi pelayanan yang sudah Tuhan percayakan.

Bersyukur, banyak hal bisa kita pelajari dari proses restrukturisasi ini. Salah satunya kita bisa belajar membina kerja sama yang solid dan menciptakan komunikasi yang baik dalam satu tim, bahkan antardivisi, sehingga kekeluargaan dan persaudaraan dalam pekerjaan melayani Tuhan bisa terjalin dan teriring harapan saya. Kita semua semakin menghidupi panggilan Tuhan dalam melayani-Nya dan YLSA bisa terus dipakai oleh Tuhan menjadi berkat dan terang bagi kemuliaan nama-Nya.

Divisi SABDA Content, Siap Melayani!!

Fri, 01/15/2021 - 13:44

Shalom Sahabat SABDA. Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi saya dan kami semua keluarga besar Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Memasuki 2021 bukanlah perkara yang mudah bagi YLSA untuk menjalani hari demi hari. Sejak Desember 2020, kami sudah menggumulkan akan adanya restrukturisasi YLSA, dan memasuki 2021 kami kembali berjuang untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Bersyukur sih ada restrukturisasi, yang harapannya akan menjadikan pelayanan YLSA bisa lebih baik lagi dalam melayani gereja dan masyarakat Kristen.

Saya berada dalam Divisi SABDA Content (SC), diberi kepercayaan oleh YLSA untuk menjadi koordinator di divisi ini. Rasanya "nano-nano" ketika Mbak Evie memberi tahu saya tentang hal ini. Saya sama sekali tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Setelah saya doakan, ya sudahlah, mengapa tidak. Kalau sudah diberi kepercayaan, ya saya akan berusaha semampu saya. Doakan ya! Semoga lancar dan menjadi berkat!

Divisi SC berfokus untuk menyediakan bahan-bahan kekristenan yang alkitabiah dan bermutu untuk melayani kebutuhan gereja dan memperlengkapi masyarakat Kristen dalam pelayanan pada era digital ini. Jadi, divisi SC ini akan banyak berkutat di "production" dan "services". Bisa dikatakan juga divisi SC ini seperti gudang bahan; semua bahan/produk SABDA ada di divisi ini, dan juga menghasilkan konten-konten baru untuk menunjang pelayanan divisi-divisi lainnya. Ada banyak anggota lho di divisi SC. Dengan beragam skill yang dimiliki oleh anggota SC, seperti skill menulis, menerjemahkan, mengedit, membuat konsep, mendesain, membuat konten dalam beragam platform, kami ingin bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk pelayanan.

Awalnya, saya banyak meraba-raba dalam mengatur banyak hal di divisi ini, mulai dari sistem kerja, koordinasi, jenis tugas, kapasitas dan kualitas SDM, sampai prioritas yang akan dicapai. Namun, saya bersyukur karena teman-teman bisa saling menolong dan mendukung dalam bekerja. Hal ini lebih mempermudah saya dalam membuat sistem kerja, memantau progres kerja, mengevaluasi, dan melihat hasilnya. Salah satu hal yang harus kami perhatikan dalam bekerja adalah melayani dengan cara yang baru, sesuai dengan perkembangan masa kini, dan terus menolong dan memperlengkapi gereja untuk melakukan pelayanan digital dengan lebih baik. Tidak mudah pastinya, tetapi saya percaya Tuhan menolong kami. Amin! Sebelum tulisan ini selesai, saya ingin memberi kalimat penyemangat … hehe. "Pelayanan adalah suatu kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita lebih lagi memuliakan nama-Nya!" Jadi, jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang ada. Mari melayani Tuhan dengan penuh sukacita! Tuhan Yesus menyertai.