Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 1 hour 50 min ago

Semangat Baru dalam Struktur dan Divisi yang Baru!

Fri, 01/22/2021 - 11:33

Bersyukur atas anugerah Tuhan karena boleh melewati tahun 2020 dengan baik. Meskipun tidak mudah dan penuh tantangan, tetapi Tuhan senantiasa menyertai. Pada tahun 2021 ini, saya pindah ke kota Solo, Jawa Tengah, untuk bergabung dalam pelayanan YLSA. Awal tahun ini, banyak hal baru saya temukan, mulai dari tempat/lingkungan, teman-teman, keluarga, pengalaman sampai ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan dan kerjakan sebelumnya, baik dalam pekerjaan maupun pelayanan yang pernah saya lakukan. Ketika saya masuk menjadi staf di YLSA, tepatnya pertengahan Desember 2020, YLSA sedang mengadakan Rapat Kerja (Raker) untuk rencana restrukturisasi. Ada divisi-divisi baru yang akan dibentuk untuk meningkatkan pelayanan supaya lebih baik pada 2021.

Raker tersebut membentuk 6 divisi baru, yaitu Divisi ITS, Divisi SABDA ME+DIA, Divisi SABDA Content, Divisi Biblical Engagement (BE), Divisi Ministry Learning (MLC), dan Divisi Customer Engagement (CE). Tidak mudah untuk beradaptasi dengan perubahan, dengan segala sistem dan cara kerja yang baru. Semua staf, termasuk saya, berharap restrukturisasi ini bisa dijalankan dan dilakukan dengan baik sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Dalam proses restrukturisasi ini, saya dibebaskan memilih divisi mana yang saya akan terlibat di dalamnya. Saya tertarik untuk bergabung dalam Divisi Customer Engagement. Mengapa saya memilih Divisi Customer Engagemet (CE)? Karena menurut saya, CE merupakan hal baru dalam pengalaman pelayanan saya, yaitu ketika kita bisa berinteraksi dan berbagi informasi tentang firman Tuhan kepada banyak orang secara digital. Tepatnya 4 Januari 2021, terbentuklah 6 Divisi tersebut, beserta koordinator dan anggota timnya. Saya sangat terkejut ketika saya ditunjuk menjadi koordinator Divisi Customer Engagement. Rasanya bergejolak, campur aduk -- antara kaget, bingung, dan ragu-ragu -- karena saya baru 1 minggu bergabung menjadi staf YLSA. Karena itu, dalam hal ini, saya pribadi masih dalam masa adaptasi dan masih banyak yang harus dipelajari. Tidak hanya secara tugas kerja, tetapi sistem dan cara kerja di tempat yang baru ini. Bersyukur, saya memiliki anggota tim yang sangat baik. Mereka benar-benar sangat membantu dan mengarahkan saya terkait tugas dan tanggung jawab saya sebagai seorang koordinator. Tidak hanya anggota tim yang terus memberi dukungan bagi saya, tetapi semua teman koordinator pun mau mengajari saya dengan penuh kesabaran dan mau membantu dengan berbagi pengalaman dan ilmu yang mereka miliki. Tantangan baru tidak menyurutkan semangat saya dan tim dalam proses era restrukturisasi ini.

Divisi CE mempunyai misi memberikan pelayanan terbaik bagi para sahabat dan mitra SABDA. Dengan menyediakan informasi lengkap tentang YLSA dan terus membangun relasi yang erat, kiranya mereka mendapat manfaat yang sebesar-besarnya dari pelayanan YLSA. Selebihnya, kami berharap mereka dapat terlibat secara aktif untuk mendukung pelayanan ini. Tugas Divisi CE antara lain: memperkenalkan produk-produk SABDA, melakukan follow up atas produk yang sudah dipakai, dan membangun "relationship engagement". Tim CE terdiri dari 7 anggota di antaranya Niluh, Theresia, Pingkan, Okti, Rode, Hananto, dan Elly. Kami saling menolong dan mendukung untuk mewujudkan apa yang menjadi visi-misi Tuhan melalui YLSA ini. Kita bertujuh sama-sama belajar dan berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi pelayanan yang sudah Tuhan percayakan.

Bersyukur, banyak hal bisa kita pelajari dari proses restrukturisasi ini. Salah satunya kita bisa belajar membina kerja sama yang solid dan menciptakan komunikasi yang baik dalam satu tim, bahkan antardivisi, sehingga kekeluargaan dan persaudaraan dalam pekerjaan melayani Tuhan bisa terjalin dan teriring harapan saya. Kita semua semakin menghidupi panggilan Tuhan dalam melayani-Nya dan YLSA bisa terus dipakai oleh Tuhan menjadi berkat dan terang bagi kemuliaan nama-Nya.

Divisi SABDA Content, Siap Melayani!!

Fri, 01/15/2021 - 13:44

Shalom Sahabat SABDA. Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi saya dan kami semua keluarga besar Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Memasuki 2021 bukanlah perkara yang mudah bagi YLSA untuk menjalani hari demi hari. Sejak Desember 2020, kami sudah menggumulkan akan adanya restrukturisasi YLSA, dan memasuki 2021 kami kembali berjuang untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang ada. Bersyukur sih ada restrukturisasi, yang harapannya akan menjadikan pelayanan YLSA bisa lebih baik lagi dalam melayani gereja dan masyarakat Kristen.

Saya berada dalam Divisi SABDA Content (SC), diberi kepercayaan oleh YLSA untuk menjadi koordinator di divisi ini. Rasanya "nano-nano" ketika Mbak Evie memberi tahu saya tentang hal ini. Saya sama sekali tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Setelah saya doakan, ya sudahlah, mengapa tidak. Kalau sudah diberi kepercayaan, ya saya akan berusaha semampu saya. Doakan ya! Semoga lancar dan menjadi berkat!

Divisi SC berfokus untuk menyediakan bahan-bahan kekristenan yang alkitabiah dan bermutu untuk melayani kebutuhan gereja dan memperlengkapi masyarakat Kristen dalam pelayanan pada era digital ini. Jadi, divisi SC ini akan banyak berkutat di "production" dan "services". Bisa dikatakan juga divisi SC ini seperti gudang bahan; semua bahan/produk SABDA ada di divisi ini, dan juga menghasilkan konten-konten baru untuk menunjang pelayanan divisi-divisi lainnya. Ada banyak anggota lho di divisi SC. Dengan beragam skill yang dimiliki oleh anggota SC, seperti skill menulis, menerjemahkan, mengedit, membuat konsep, mendesain, membuat konten dalam beragam platform, kami ingin bisa memanfaatkannya sebaik mungkin untuk pelayanan.

Awalnya, saya banyak meraba-raba dalam mengatur banyak hal di divisi ini, mulai dari sistem kerja, koordinasi, jenis tugas, kapasitas dan kualitas SDM, sampai prioritas yang akan dicapai. Namun, saya bersyukur karena teman-teman bisa saling menolong dan mendukung dalam bekerja. Hal ini lebih mempermudah saya dalam membuat sistem kerja, memantau progres kerja, mengevaluasi, dan melihat hasilnya. Salah satu hal yang harus kami perhatikan dalam bekerja adalah melayani dengan cara yang baru, sesuai dengan perkembangan masa kini, dan terus menolong dan memperlengkapi gereja untuk melakukan pelayanan digital dengan lebih baik. Tidak mudah pastinya, tetapi saya percaya Tuhan menolong kami. Amin! Sebelum tulisan ini selesai, saya ingin memberi kalimat penyemangat … hehe. "Pelayanan adalah suatu kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk kita lebih lagi memuliakan nama-Nya!" Jadi, jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang ada. Mari melayani Tuhan dengan penuh sukacita! Tuhan Yesus menyertai.

SABDA Live Tutup Tahun!

Wed, 12/23/2020 - 16:49

Oleh: Evie

Pada Mei 2020 yang lalu, seluruh staf YLSA harus bergerak cepat untuk beradaptasi dengan datangnya pandemi COVID-19. Bukan bergerak cepat untuk panik, tetapi mengambil kesempatan besar dari Tuhan untuk menolong tubuh Kristus dan gereja yang tergopoh-gopoh beralih ke pelayanan online/digital.

Saya masih ingat, kami mengadakan beberapa rapat kilat dan langkah-langkah cepat untuk membuat program-program strategis bagi gereja pada masa pandemi ini. Dan, jadilah program SABDA Live! Program ini diharapkan dapat menolong gereja untuk mendapatkan visi yang jelas dalam pelayanan gereja yang baru, yaitu pelayanan yang harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi akibat pandemi. Oleh karena itu, kami memulainya dengan berbagi tentang bagaimana YLSA memulai pelayanan digital pada 1994 yang lalu. Dan, pada 12 Mei 2020, dimulailah program SABDA Live yang pertama, yaitu Vision Talks. Presentasi awal berjudul Visi dan Misi Pelayanan YLSA yang disampaikan oleh saya. Ada rasa ragu dan gentar karena ini pengalaman pertama dan belum ada contoh sebelumnya. Namun, Tuhan yang menolong! Meski tidak sempurna, tetapi kami sudah memulainya. Itu menjadi langkah pertama dari "109" langkah selanjutnya dalam SABDA Live.

Pada 18 Desember 2020, kami menutup SABDA Live tahun 2020 dengan acara Kaleidoskop: SABDA Live Tutup Tahun! Dalam acara tersebut, kami membagikan pengalaman dan suka duka pelayanan SABDA Live ini. Kami juga mengajak Sahabat SABDA dan mitra untuk bersyukur karena program ini telah menjadi satu komunitas keluarga besar SABDA Live yang luar biasa.

Sejak Mei 2020 sampai 18 Desember 2020, SABDA Live sudah menyampaikan 110 presentasi dalam 8 seri besar, yaitu: Vision Talks (22), Fun Talks (11), Bible Talks (22), Passion Series (10), Seri Teknologi (10), Project Talks (3), Ministry Series (17), Seri Natal (15). Puji Tuhan! Bukan hanya presentasi secara live, ada banyak derivatif juga yang sudah dihasilkan dari program ini, yaitu rekaman video, materi PDF, rekaman audio (podcast), dan dan artikel. Tidak hanya itu, terjalin pula relasi-relasi baru dengan Sahabat SABDA, mitra, teman, gereja, dan komunitas-komunitas Kristen lainnya. Sungguh kalau bukan pekerjaan Tuhan, tidak akan mungkin!

Terima kasih banyak atas setiap dukungan yang sudah diberikan. Tahun 2021, SABDA Live akan tetap menyapa Sahabat SABDA semua. Kiranya kita semua dapat kembali berkolaborasi melalui program ini. Akan ada lebih banyak bahan seputar Alkitab dan Teknologi yang adalah panggilan utama pelayanan SABDA. Kiranya menjadi berkat lebih besar bagi gereja di Indonesia untuk pelayanan masa depan. Salam IT4GOD!

Natal Sekolah Minggu: Bahan dan Cara Mengajar

Tue, 12/22/2020 - 16:18

Oleh: Theresia Marbun

Pandemi mengakibatkan seluruh kegiatan pendidikan di Indonesia mengalami perubahan bentuk proses pembelajaran, dari yang tadinya bertatap muka antarguru dan murid berubah menjadi sistem belajar daring. Tidak terkecuali pelayanan sekolah minggu. Bahkan, Natal kali ini pun mengalami dampak tersebut, dilaksanakan secara daring. Akibatnya, pelayanan sekolah minggu sekarang terkesan tidak merata. Ada beberapa bagian yang bisa melakukan ibadah online dan beberapa bagian lagi sama sekali tidak bisa melakukannya. Melihat kondisi sekarang ini, pelayanan sekolah minggu menjadi bagian yang harus dipikirkan oleh gereja. Gereja perlu meningkatkan kemampuan teknologi bagi guru sekolah minggu dan orang tua untuk menguatkan kemampuan orang tua akan pengetahuan Alkitab dan keterampilan untuk mengajar anak di rumah.

Selama mempersiapkan materi ini kemarin, saya sendiri tertegur. Ternyata, saya sendiri pun kurang peduli dengan kondisi anak-anak sekarang, khususnya dalam hal perayaan Natal pada masa pandemi ini. Karena kondisi membuat saya tidak bisa terjun langsung, saya hanya bisa mendoakannya. Bersyukurlah ketika teman-teman diberi kesempatan untuk dapat menolong mereka secara langsung. Untuk itu, saya mendorong kita semua, khususnya guru sekolah minggu, yang terjun di pelayanan anak, bahkan orang tua, mari kita memperhatikan mereka lebih lagi. Karena mereka sangat membutuhkan pertolongan dan bimbingan dari kita. Natal kali ini pun walau mungkin harus dirayakan dengan cara yang berbeda, kesan dan pesan yang mereka dapatkan kiranya tetap sama, bahkan lebih lagi.

Selama pandemi, tentunya kita dapat melihat banyak anak lebih sering berinteraksi dengan gadget. Mulai dari mengerjakan tugas sekolah, bermain games, hingga mengikuti ibadah. Bisa dikatakan bahwa, interaksi anak-anak dengan gadget meningkat berkali-kali lipat dibanding sebelum pandemi. Tentunya ini menjadi salah satu hal yang harus kita soroti, dalam menentukan bagaimana metode melayani anak-anak sekolah minggu dengan baik. Kita harus tahu, anak sekarang itu adalah anak-anak yang memiliki otak yang terus lapar, aktif, dan kreatif. Ingin terlibat aktif dalam banyak hal, penasaran dengan berbagai hal, dan menginginkan cara-cara yang baru, tetapi memang seperti itulah cara mereka belajar sekarang. Jadi, kita harus tahu cara mengarahkan dan membuat mereka supaya tetap di jalur yang benar. Mari sebagai pemimpin generasi anak sekolah minggu zaman now ini, kita mau terus belajar sehingga kita dapat belajar dan bereksplorasi bersama-sama dengan generasi zaman now ini. Terkadang sebagai orang tua, kita juga perlu masuk ke dunia mereka. Jadikan anak-anak tersebut sebagai sahabat, supaya mereka mau terbuka dan kita bisa paham dengan dunia mereka. Dengan demikian, sebagai orang tua dan guru sekolah minggu, kita paham apa yang menjadi kebutuhan mereka. Meski ada banyak kendala yang harus kita hadapi, gereja harus tetap memikirkan bagaimana tetap bisa mengembangkan pelayanan sekolah minggu tersebut, terutama untuk Natal anak pada bulan ini. Natal sekolah minggu bisa dilakukan dengan tetap bermakna dan relevan sesuai perkembangan anak dan kondisi sekarang ini.

Melalui presentasi SABDA Live dalam seri Natal yang berjudul "Natal Sekolah Minggu: Bahan dan cara mengajar", kita sudah belajar banyak mengenai anak, cara belajar dan pembelajaran mereka, bagaimana penerapannya pada masa pandemi ini, bahan, serta contoh juga sudah diberikan. Mari dengan memanfaatkan hal-hal yang sudah diberikan tersebut, kita modifikasi perayaan Natal anak sekolah minggu secara daring tersebut dengan kreativitas yang dimiliki oleh guru sekolah minggu. Natal anak tetap bisa dilaksanakan dengan penuh sukacita, relevan, dan tetap pada jalur yang benar, sesuai dengan firman Tuhan. Melalui Natal tersebut, kita sampaikan kepada mereka bahwa perayaan Natal bukan hanya berbicara tentang meriahnya perayaannya, kado yang diterima, dan berkumpul dengan teman-teman, Natal tidaklah sedangkal itu. Kita tanamkan dalam hati mereka bahwa Natal lebih daripada semuanya itu, yaitu Tuhan Yesus telah menjadi manusia dan hidup bersama-sama dengan kita supaya kita beroleh hidup yang kekal.

"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6) Biarlah kiranya ayat ini tetap menjadi dasar ketika saya dan kita semua memimpin anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kita, baik kita sebagai orang tua, guru sekolah minggu, pemimpin gereja, dan yang berkecimpung di pelayanan anak.

Natal, HIS Story!!

Sun, 12/20/2020 - 12:42

Oleh: Pingkan

Kami sangat bersyukur dapat menemani Sahabat SABDA dalam persiapan Natal tahun ini yang tentu saja lain dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi yang masih terus berlangsung, kita sebagai umat percaya pun dituntut untuk bijak dalam bersikap sambil terus memupuk pengharapan agar keadaan semakin membaik. Saya bersyukur telah dipercaya untuk membawakan materi presentasi tentang Cerita/Kisah Natal dalam SABDA Live Seri Natal. Saya tidak akan bercerita banyak mengenai isi presentasi tersebut dalam tulisan ini, namun Anda dapat mengakses sesi tersebut melalui link berikut ini: Natal, His Story!!

Ketika menyusun presentasi tersebut, saya menyadari bahwa begitu banyak hal penting yang sebenarnya dapat disampaikan melalui kegiatan storytelling. Kegiatan bercerita secara lisan/storytelling ini merupakan bentuk komunikasi yang paling tua, yang sudah sejak dahulu ada dan masih eksis sampai sekarang. Jadi, zaman memang membawa banyak perubahan bentuk dan cara-cara baru dalam kegiatan bercerita, tetapi esensinya tetaplah sama, yaitu menyampaikan informasi dan transfer nilai-nilai. Bersyukur bahwa perkembangan teknologi yang ada pun membantu kita untuk dapat bercerita dengan lebih baik dan lebih mudah.

Dalam hal memaknai peringatan kelahiran Yesus, kegiatan storytelling ini juga menjadi sarana yang baik untuk mengajar orang atau anak-anak tentang makna sejati dari kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Poin penting yang perlu digarisbawahi adalah bahwa jika Yesus Kristus dan karya Keselamatan-Nya tidak tersampaikan/tidak terberitakan melalui cerita yang disampaikan, maka cerita itu bukanlah cerita Natal yang alkitabiah. Jadi, apa pun medianya, formatnya, platformnya, jika pendengarnya tidak menangkap Yesus dan karya keselamatan-Nya yang diberitakan dalam cerita tersebut, maka cerita tersebut seharusnya belum selesai.

Walaupun saya secara pribadi belum pernah terlibat dalam pelayanan anak, di mana kegiatan storytelling ini banyak dilakukan, saya memilih topik ini untuk dijadikan materi presentasi. Bercerita/storytelling adalah bentuk paling dasar dari transfer informasi antara dua pihak. Saya merasa hal ini sangat penting untuk dibagikan kepada Sahabat SABDA sekalian. Dengan komunikasi yang baik dan benar, banyak hal bisa disampaikan, kerja sama dapat terjadi, dan hal-hal baik yang menjadi tujuan bersama pun dapat terwujud. Alasan lainnya adalah saya suka menulis, yang juga merupakan salah satu bentuk bercerita, yaitu written storytelling. Secara pribadi dapat saya katakan bahwa storytelling adalah seni untuk membuat orang lain memahami our side of story.

Maka dari itu, mengapa kita tidak menggunakan kegiatan bercerita/storytelling ini untuk menyampaikan berita kesukaan terbesar bagi umat manusia? Apa lagi yang menahan kita untuk menceritakan kisah mengenai kasih abadi yang membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa? Apa yang kita tunggu untuk menyiarkan kelahiran Sang Juru Selamat dan karya keselamatan yang sudah Ia kerjakan bagi setiap kita?

So, let's proclaim HIS story to the ends of the earth!
All the praise belongs to Him alone!

Tuhan Yesus memberkati!

Pendalaman Alkitab Spesial Natal

Thu, 12/17/2020 - 15:32

Salah satu cara terbaik untuk menyiapkan hati kita dalam memperingati dan merayakan kelahiran Sang Kristus adalah dengan berdoa dan merenungkan serta mendalami Alkitab, tempat kita dapat menemukan Kristus sendiri. Sehubungan dengan itu, pada pertemuan SABDA Live Seri Natal dengan topik "Pendalaman Alkitab Spesial Natal" pada 1 Desember lalu, saya berkesempatan untuk berbagi tentang empat bahan pendalaman Alkitab menarik yang secara khusus dirancang untuk menolong kita memaknai Natal secara lebih mendalam. Melalui tulisan ini, saya juga ingin membagikannya kepada para pembaca sekalian.

  1. Pendalaman Alkitab Topikal dengan Tema-Tema Adven

Masa-masa Adven merupakan masa-masa untuk memperingati sekaligus merenungkan tentang kedatangan-Nya yang pertama sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua. Dan, setiap Minggu dari empat hari Minggu perayaan Adven biasanya difokuskan pada tema-tema tertentu. Terdapat beberapa variasi pada tema-tema yang difokuskan di beberapa gereja/denominasi, tetapi variasi yang cukup umum ditemukan adalah Kedamaian, Harapan, Sukacita, dan Kasih.

Mendalami tema-tema Adven akan menolong kita melihat bagaimana Alkitab menggambarkan tentang tema-tema tersebut dan bagaimana kelahiran Kristus cocok dengan itu dan menggenapinya. The Bible Project membuat seri video khusus yang membahas tuntas tentang ini. Info lebih lengkap tentang ini bisa ditemukan di situs resmi The Bible Project atau di situs Project.SABDA.org.

  1. Pendalaman Alkitab dengan Lagu-Lagu Natal

Meski ada banyak lagu Natal populer yang kita nyanyikan setiap tahun, ada empat lagu yang dicatat dalam Alkitab untuk merayakan kelahiran Yesus, yang kebanyakan dari kita mungkin tidak akrab atau bahkan tidak pernah mendengarnya sebelumnya. Para malaikat menyanyi kepada para gembala. Maria menyanyi kepada Allah setelah menerima kabar mengejutkan bahwa dia akan menjadi ibu dari Sang Juru Selamat itu sendiri. Simeon juga punya lagu, dan begitu juga Zakharia, imam tua yang menyanyi setelah dikunjungi oleh seorang malaikat.

Perhatikan apa peranan yang dimainkan oleh orang-orang tersebut dalam kisah kelahiran Sang Kristus, dan bagaimana respons mereka. Merenungkan tentang hal ini akan menolong kita melihat bagaimana kelahiran Kristus membawa kabar baik, penghiburan, sukacita, dan pemenuhan bagi orang-orang yang hidupnya disentuh oleh-Nya.

  1. Pendalaman Alkitab dengan Melihat Kisah Natal dari Perspektif Tokoh-Tokoh Lain di Dalamnya

Satu cara lain untuk mendalami kisah kelahiran Sang Kristus adalah dengan melihat kisahnya dari perspektif tokoh-tokoh lain yang ada di dalamnya, seperti para majus, para gembala, Raja Herodes, bahkan si penjaga penginapan. Bayangkan dan renungkan apa arti kelahiran Yesus bagi mereka, bagaimana mereka meresponsnya, dan apa yang dapat kita pelajari dari situ. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan, seperti: Mengapa Allah pertama-tama membagikan Kabar Baik tentang Yesus kepada sekelompok orang yang bukan siapa-siapa? Mengapa Herodes begitu terobsesi untuk membunuh Yesus? Seandainya penjaga penginapan tahu siapa Yesus sebenarnya, akankah dia mengambil keputusan yang berbeda untuk menyediakan ruang bagi Dia?

Melihat kisah Natal dari perspektif yang berbeda dapat memperkaya pemahaman kita terhadap kisah tersebut dan membuka pandangan kita terhadap hal-hal yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Dengan kata lain, ini akan menolong kita memaknai kisah Natal secara lebih mendalam.

  1. Pendalaman Alkitab dengan Christmas Scripture Countdown

Christmas Scripture Countdown adalah ide yang saya peroleh dari suatu video di YouTube yang berjudul "How to do a Christmas Countdown Bible Study with Your Family!" yang diunggah oleh Vibrant Christian Living. Singkatnya, di sini kita membuat semacam kalender hitung mundur menuju Natal, dan setiap hari, kita mempelajari/merenungkan bagian Alkitab yang sudah ditentukan untuk hari tersebut. Seperti dicontohkan dalam video, kita bisa membuat kalendernya sekreatif mungkin dengan menggunakan kartu, pernak-pernik, gantungan, dan sebagainya. Kegiatan yang bisa dilakukan setiap harinya juga tidak dibatasi hanya melakukan pendalaman Alkitab, tetapi bisa juga divariasikan dengan permainan, acara sharing, dan lain-lain.

Pendalaman Alkitab bisa lebih menyenangkan ketika dilakukan bersama teman-teman atau keluarga dengan berbagai metode yang menarik dan kreatif, salah satunya dengan Christmas Scripture Countdown ini. Ingat bahwa kita dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang lahir bagi kita, dan yang mati dan bangkit untuk menebus dosa-dosa kita. Dan, kita bisa memulai dengan saling berbagi berkat dari pembelajaran firman Tuhan kepada anggota kelompok pendalaman Alkitab kita, lalu kepada orang-orang lain di sekitar kita.

Selain empat bahan yang baru saja kita bahas bersama, pastinya masih ada banyak lagi di luar sana yang mungkin lebih dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita atau pelayanan kita. Karena itu, saya juga ingin mendorong pembaca sekalian untuk tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga mencari dan membagikan bahan-bahan pendalaman Alkitab spesial Natal lainnya yang dapat memberkati orang-orang yang membaca atau menggunakannya.

Akhir kata, jangan sampai kita lupa bahwa Natal adalah tentang Kristus. Bagi sebagian orang, kalimat tersebut mungkin sudah terdengar klise karena begitu seringnya mereka mendengar atau membacanya selama masa-masa perayaan Natal pada setiap tahun. Meski begitu, kebenaran yang terkandung di dalamnya tidak pernah pudar, dan justru seharusnya selalu menjadi pengingat bagi kita setiap kali kita akan merayakan Natal. Sebab, hanya dengan demikian kita bisa benar-benar memaknai Natal yang sejati. Kiranya kita bisa melakukan yang terbaik untuk menyiapkan hati kita untuk memperingati dan merayakan kelahiran Sang Juru Selamat kita, Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.

SABDA Live: Natal Adalah Musik di Hati Kita

Tue, 12/15/2020 - 12:00

Puji Tuhan karena dapat menyapa kembali Sahabat SABDA sekalian. Dalam kesempatan ini, saya bersyukur dan sungguh bersyukur atas segala sesuatu yang Tuhan kerjakan dalam hidup saya. Salah satu hal yang paling saya syukuri pada Desember ini adalah dapat menjadi salah satu presentator dalam acara SABDA Live seri "Christmas Series" (penjelasan SABDA Live dapat Anda lihat di live.sabda.org).

Ya, ini adalah sebuah kesempatan baik yang Tuhan berikan kepada saya. Ini juga menjadi pembelajaran yang luar biasa karena sebenarnya saya baru kali ini menjadi presentator. Ini pengalaman yang mengagumkan.

Saya presentasi pada 8 Desember 2020 dalam acara SABDA Live. Sebelumnya, kami harus menyiapkan bahan yang akan kami presentasikan. Dalam tahap menyusun bahan dan PPT, saya cukup senang karena saya bisa belajar banyak mengenai pujian Natal. Banyak hal baru yang dibukakan mengenai arti dan makna penting dari sebuah lagu pujian, termasuk lagu pujian Natal. Namun, yang paling saya senangi adalah saat mencari mengenai pujian para malaikat kepada para gembala, serta mendapatkan hal baru tentang kedalaman kata "pujian" dalam Alkitab (baik dalam PL maupun PB).

Nah, pada saat presentasi, saya merasa sedikit ragu, cukup takut kalau tidak bisa memberikan yang terbaik dari apa yang saya sampaikan. Namun, Puji Tuhan, respons dari peserta cukup baik, dan apa yang saya sampaikan bisa mendarat di hati peserta yang mengikutinya. Ya, seperti judulnya bahwa Natal adalah musik yang indah dalam hati setiap orang.

Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesempatan yang indah ini, dan kepada SABDA yang juga telah memercayakan materi yang keren ini untuk saya sampaikan. Saya senang membawakan materinya karena sangat "related" dengan hobi saya. Ada hal lainnya yang paling menyukakan adalah konsep berpikir saya mengenai pujian, baik pujian Natal maupun pujian rohani lainnya, mulai berubah. Saya semakin mengerti mengapa sebuah lagu itu bisa ada dan makna di balik lagu itu sangat dalam. Contohnya lagu "Malam Kudus." Lagu ini diciptakan oleh Fr. Josef Mohr. Sampai saat ini, lagu ini sudah diterjemahkan dalam 300 bahasa di dunia, termasuk bahasa Latin. Dari lagu tersebut, sampai saat ini masih terus menjadi sebuah pujian yang indah. Ada bagian lirik "Lahir Raja Shalom" yang sedang menjelaskan bahwa Anak itu telah lahir sebagai Raja Damai (sesuai dengan apa yang dinubuatkan Nabi Yesaya). Di situlah, saya sangat bersyukur mendapatkan makna lagu yang sangat indah dan menyejukkan hati karena lagi-lagi Kristus telah lahir dan kelahiran-Nya diiringi pujian para malaikat.

Jadi, kesempatan ini menjadi momen yang luar biasa bagi saya karena terlibat dalam menyampaikan materi Natal. Kiranya apa yang saya sampaikan memberkati Anda semua. Pujian adalah respons, dan pujian itu meliputi bagian Natal karena sejak pemberitahuan mengenai kelahiran Yesus, puji-pujian sudah mengiringi kedatangan-Nya. Mari nyanyikan pujian mengenai kelahiran-Nya menjadi nyanyian yang indah di hati kita dan semua itu bagi kemuliaan dan kebesaran nama-Nya. Soli Deo gloria! Segala pujian hanya bagi nama Tuhan. Amin.

Pandangan Baru: Cara Merenungkan Natal

Thu, 12/10/2020 - 15:05

Oleh: Gatot P.

Merenung, bukan suatu hal yang asing lagi bagi kita, banyak versi dan banyak cara untuk merenung. Saya akan mempersempit lagi pembahasan tentang merenung yang akan dibahas kali ini.

Merenung yang dimaksudkan kali ini adalah merenung dalam pandangan alkitabiah. Merenung tidak sama halnya dengan melamun atau versi merenung pada umumnya. Perbedaan paling mendasar adalah merenung versi alkitabiah itu lebih kepada mengisi pikiran dengan firman Tuhan, sedangkan merenung versi lainnya lebih kepada mengosongkan pikiran.

Sebagai seorang kristen yang sudah sejak kecil diajarkan untuk merenungkan firman Tuhan, ini adalah hal yang sangat sering dilakukan, namun cara merenungkan firman Tuhan yang dilakukan ternyata masih belum maksimal. Selama ini, ketika saya merenungkan firman Tuhan, saya sering kali hanya membuka Alkitab, membacanya, memahaminya, dan menentukan penerapan praktis apa yang akan dilakukan. Ketika sedang menyiapkan materi untuk presentasi SABDA Live mengenai "Cara Merenungkan Natal", ternyata saya mendapatkan sebuah pandangan baru untuk merenungkan firman Tuhan dari hasil diskusi dengan para mentor di SABDA, dan akhirnya judulnya pun menjadi "Pandangan Baru: Cara Merenungkan Natal".

Untuk menjelaskan pandangan baru dalam merenung, sebaiknya kita melihat kembali pada sejarah bangsa Ibrani. Dalam bahasa Ibrani, merenung lebih dikenal dengan istilah "Shama". Shama adalah mendengar, memperhatikan, dan mematuhi firman Tuhan. Kemudian, apa bedanya dengan cara yang selama ini saya lakukan ketika merenungkan firman Tuhan, saya juga sudah melakukan hal yang sama. Ternyata, perbedaan yang paling mendasar adalah dalam hal "merasakan, merenungkan secara mendalam" firman Tuhan. Merenungkan firman Tuhan dalam pandangan baru ini tidak sekadar membaca, memahami dan melakukan, namun membaca, memahami, merasakan, merenungkan secara mendalam dan melakukan firman Tuhan. Merenungkan firman Tuhan tidak sama dengan mempelajari firman Tuhan. Merenungkan firman Tuhan jauh lebih mendalam, lebih intim lagi dengan Tuhan, tidak berhenti sampai kepada pemahaman saja, namun lebih daripada itu adalah mengenai interaksi kita dengan Tuhan, dan pada akhirnya saya memiliki suatu hubungan baru yang secara terus-menerus dibangun dan diperbarui.

Agar lebih paham mengenai pandangan baru ini, saya akan memberikan sebuah contoh, yaitu merenungkan Natal. Peristiwa Natal sudah berlalu sejak lama, dan lebih dari itu peristiwa kelahiran Tuhan Yesus sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya jauh sebelum Tuhan Yesus lahir. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa akan ada seorang perawan yang mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel (Yesaya 7:14). Ketika saya merenungkan sejenak, merasakan lebih dalam lagi apa arti kata "Imanuel", maka timbullah suatu pertanyaan dalam benak saya, apakah "Imanuel" yang berarti "Tuhan beserta kita" hanya berlaku pada zaman dahulu saja, ataukah ini juga berlaku saat ini? Jika ini berlaku hingga saat ini, di bagaian manakah kata tersebut terjadi dalam hidup saya?

Demikianlah cara baru saya dalam merenungkan Natal kali ini. Jawaban atas perenungan-perenungan tersebut membuat saya memiliki suatu hubungan baru dengan Tuhan Yesus. Saya sangat yakin Tuhan Yesus akan selalu ada dalam setiap musim kehidupan saya sehingga saya tidak akan pernah ragu, bahkan takut untuk melewati segala waktu dan keadaan.

Thanksgiving “Hati yang Bersyukur”

Fri, 12/04/2020 - 08:23

Oleh: Theresia Marbun

Pada Kamis, 26 November 2020, adalah kali pertama saya merayakan "Thanksgiving". Walau saya sudah sering mendengarnya, tetapi untuk merayakannya belum pernah sama sekali. Jangankan sejarahnya, mengapa dirayakan dan apa yang dirayakan pada momen tersebut pun saya tidak tahu. Saya hanya mengeforiakannya bersama teman-teman, tetapi tidak benar-benar memaknainya. Namun, melalui perayaan "Thanksgiving" yang dilaksanakan oleh SABDA, pikiran saya mengenai Thanksgiving benar-benar dibukakan. Setelah saya menyaksikan dan merayakannya, dalam hati saya menjadi tumbuh rasa ingin menyampaikan makna perayaan tersebut kepada orang lain. Bukan hanya sebagai perayaan, tetapi Thanksgiving adalah suatu momen untuk kita menghitung berkat Tuhan.

Menurut saya, perlu bagi kita benar-benar memberikan waktu untuk mengingat segala kebaikan Tuhan. Karena saya yakin, akibat dari pandemi saat ini, banyak dari kita yang merasa putus asa, merasa tidak berguna, bahkan sampai menyalahkan Tuhan. Itu terjadi karena kita hanya mengingat apa yang terjadi dan melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan pada hari-hari yang telah lalu.

Melalui informasi yang saya dapat dari peserta SABDA Live, tidak banyak gereja di Indonesia yang merayakan Thanksgiving, bahkan bisa dibilang masih hitungan jari yang merayakannya. Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan perayaan dari orang Amerika dan hanya mereka yang berhak merayakannya. Kita salah besar! Semua boleh merayakan, asalkan dalam hal yang benar. Justru sangat baik jika kita memberikan waktu kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Bukan berarti setiap harinya kita tidak perlu mengucap syukur, sangat perlu. Namun, pada saat Thanksgiving, kita melakukannya bersama-sama walau di tempat yang berbeda. Suasananya pasti sangat berbeda, seperti ada kuasa doa yang benar-benar kuat, hingga membuat kita benar-benar ingin menitikkan air mata.

Kembali kepada perayaan Thanksgiving yang dilaksanakan oleh SABDA. Perayaan ini menjadi momen bagi kita untuk saling mendoakan, berbagi suka dan suka, dan menguatkan antarsesama peserta dan para staf. Kita memang tidak melaksanakannya secara mewah, bahkan bisa dikatakan sangat sederhana. Namun, kesan dari pengucapan syukur tersebut benar-benar terasa. Mulai dari lagu yang dinyanyikan, sejarah yang dibacakan, sharing ucapan syukur dari staf dan peserta, serta renungan singkat yang disampaikan, semuanya itu benar-benar mengingatkan kita semua akan kebaikan Tuhan setiap waktu.

Mari kita sampaikan kabar baik ini kepada orang lain, bukan hanya fokus pada perayaannya, tetapi juga makna dari melakukannya. Kita tidak lagi berpikir sempit mengenai perayaan tersebut. Happy Thanksgiving untuk kita semua.

Paket Natal Online 2020: Solusi Merayakan Natal di Tengah Pandemi COVID-19

Wed, 11/25/2020 - 08:43

Pandemi bukan saja telah mengubah hidup dan rutinitas kita, tetapi juga cara kita beribadah dan melayani. Dengan diterapkannya aturan dan protokol PSBB, maka sebagian besar dari kita tidak dapat lagi bekerja dari kantor, belajar dari rumah dan sekolah, berkerumun, harus selalu mengenakan masker dan menerapkan protokol kesehatan, dan kita tidak bisa lagi beribadah dalam gedung gereja. Ibadah online menjadi hal yang biasa bagi kita saat ini, selain berbagai kegiatan pelayanan yang juga dilakukan secara online. Paskah 2020 ditiadakan, dan sebagian besar dari kita tidak dapat merayakan masa prapaskah dan Paskah tahun ini.

Dengan situasi pandemi COVID-19 yang belum mereda, dan dengan masih diterapkannya aturan PSBB, maka kita masih belum dapat merayakan tradisi Natal pada Desember 2020, yaitu dengan berkumpul bersama di gereja. Lalu, apakah kita harus kehilangan makna dan sukacita Natal pada tahun ini? Apakah Natal 2020 akan berlalu begitu saja?

Tidak. Kristus adalah pusat dan inti dari peristiwa Natal, sehingga segala persiapan dan perayaan kita harus kembali berpusat kepada-Nya. Kristus yang hadir, menyertai, dan menjadi Juru Selamat kita adalah sumber dari segala sukacita dan pengharapan kita selamanya, terlepas dari segala situasi dan kondisi yang terjadi. Karena itu, kita pun tetap dapat merayakan Natal dengan bersukacita meskipun di tengah kondisi pandemi COVID-19.

Nah, untuk menjawab tantangan ini, maka Yayasan Lembaga SABDA berupaya untuk menjadi solusi bagi gereja dan orang-orang percaya yang tengah mencari cara untuk merayakan Natal di tengah situasi pandemi. Dengan limpahnya bahan-bahan Natal digital yang dimiliki, YLSA berupaya agar bahan-bahan tersebut dapat dipakai, sampai, dan digunakan oleh gereja dan orang percaya untuk merayakan Natal. Dengan sukses Paket Natal pada tahun 2019, maka kami pun berpikir bahwa Paket Natal Online ini bisa menjadi bahan dan cara yang sangat berguna bagi gereja untuk merayakan Natal pada tahun ini, sekaligus solusi yang relevan untuk menjawab tantangan yang ada.

Sebelum saya menjelaskan apa isi Paket Natal, saya perlu menjelaskan bahwa Paket Natal Online sendiri adalah kumpulan bahan, ide, cara bagi gereja dan orang-orang percaya untuk merayakan Natal dengan rutin setiap hari (selama 30 hari), secara terjadwal, sistematis, dan kreatif dengan bahan-bahan digital yang alkitabiah, bermutu, dan menarik. Selain dapat dipakai atau dinikmati secara personal, paket-paket Natal ini dapat digunakan secara bersama-sama, baik dengan rekan-rekan, jemaat gereja, maupun dengan keluarga. Yang lebih menarik lagi, paket-paket Natal ini juga dapat dinikmati, baik secara online maupun offline. Seru 'kan?

Untuk isi dari paket Natal itu sendiri, terdiri dari 10 paket plus satu liturgi, yaitu: Paket Natal Bersama Keluarga, Paket Natal Setiap Hari, DIY Christmas, 33 Kumpulan Khotbah Natal, 33 Renungan Natal Inspiratif, 33 Bahan Aktivitas dan Permainan, Paket Bioskop Natal, Paket Karaoke Natal, Paket SABDA Me+DIA Kit, dan Paket Kingstone Kit. Untuk dapat mengetahui lebih banyak mengenai isi dari setiap paket-paket Natal Online 2020, saya sarankan Anda untuk langsung saja mengunjungisitusnya di https://paket-natal.sabda.org. Dengan berbagai bahan Natal digital yang alkitabiah, menarik, dan bermutu di dalamnya, gereja dan orang-orang percaya dapat memiliki ide, cara, serta bahan-bahan yang dapat diaplikasikan untuk dapat merayakan Natal dengan cara-cara yang relevan, baru, dan menyenangkan. Dapat diakses dengan gratis dan mudah, tersedia dalam berbagai bahan yang dapat digunakan oleh berbagai jenis usia, multiplatform, dan multichannel menjadi manfaat lain dari paket-paket Natal Online 2020 ini untuk digunakan oleh gereja, komunitas pelayanan, keluarga, maupun oleh tiap orang percaya setiap hari.

Jika ditanya, paket mana yang paling saya sukai, tentu saja ada beberapa Paket yang sudah pasti berguna dan akan membantu saya untuk memaknai Natal secara mendalam di tengah situasi yang sedang terjadi. Paket Natal bersama Keluarga sudah tentu menjadi pilihan karena dengan paket ini, saya dapat mengadakan berbagai aktivitas dan kegiatan yang menarik dan bermakna bersama seluruh anggota keluarga selama masa Adven dan Natal. Apalagi selama masa-masa pandemi ini, setiap hari -- saya dan kita semua -- berada bersama-sama dengan keluarga, bukan? Nah, bahan-bahan yang terdapat dalam paket keluarga ini akan sangat membantu kita untuk dapat bertumbuh dan melakukan kegiatan pemuridan dalam keluarga. Anak-anak akan semakin memahami makna dan inti berita Natal melalui berbagai bahan yang tersedia, yang tentunya sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Namun, bukan itu saja. Paket Kumpulan Khotbah, Renungan, Bioskop, dan paket-paket lainnya pun tetap sangat berguna karena akan memperkaya batin dan kerohanian kita selama masa-masa Adven dan Natal.

Penasaran? Yuk, kunjungi situs Paket Natal, dan temukan berbagai bahan, ide, dan cara yang menarik untuk kita bersama-sama merayakan dan memaknai Natal tahun ini.

"Jangan takut sebab dengarlah, Aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang sukacita besar yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Pada hari ini telah lahir bagimu seorang Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan, di kota Daud …." (Lukas 2:10-11, AYT)

Mari, kabarkan berita baik ini kepada yang lain.

Imanuel!

Faithtech

Tue, 11/17/2020 - 08:39

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mengikuti acara FaithTech Asia Virtual Summit 2020. Acara ini merupakan acara yang diperuntukkan bagi para pegiat teknologi untuk berbagi kemajuan teknologi terkini yang dapat digunakan untuk pelayanan bagi Kerajaan Allah. Dalam acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2020, saya dipercaya untuk menjadi salah seorang interpreter ke bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, saya harus mengikuti seluruh sesi walaupun peserta biasa tidak diharuskan demikian. Akan tetapi, justru karena hal tersebut, saya sangat bersyukur karena hal tersebut. Banyak hal yang dibagikan dalam setiap sesi yang juga sangat memberkati saya. Akses yang diberikan kepada para interpreter juga lebih luas dibandingkan para peserta biasa.

Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 12.00 - 17.30 WIB ini, saya juga terberkati dengan semangat dari teman-teman panitia dan peserta dalam mengikuti acara ini. Sesi-sesi presentasi dan seminar sangat memberkati dan membukakan wawasan. Sharing tentang implementasi teknologi untuk menunjang kehidupan orang beriman saat ini juga sangat menguatkan kita semua yang hadir dan berkecimpung di bidang pelayanan ini. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah sesi networking, di mana disediakan ruang untuk dua orang peserta agar dapat berinteraksi, mengobrol, dan sharing dalam batas waktu tertentu. Dari sesi networking, saya mendapatkan beberapa teman baru dan kami juga bertukar nama akun media sosial. Bahkan, salah seorang di antaranya adalah pembicara di acara tersebut. Sesi networking terakhir juga memungkinkan kami berkumpul sesuai negara masing-masing. Dari sesi tersebut, para peserta dapat merencanakan langkah berikutnya yang dapat ditempuh untuk menggunakan teknologi demi kepentingan Kerajaan Allah di negara masing-masing, dan bahkan membentuk komunitas pegiat IT untuk dapat berkolaborasi dalam mengerjakan hal-hal berguna bagi masyarakat Kristen secara luas.

Semoga dengan adanya kegiatan semacam FaithTech Asia Virtual Summit ini dapat mendorong pemanfaatan teknologi informasi yang lebih maksimal untuk memperluas Kerajaan Allah di muka bumi. Sangat bersyukur dapat berjejaring dengan komunitas lain yang juga mengembang visi IT4God. Semoga ke depannya, lebih banyak orang yang ambil bagian dalam mewujudkan visi dari Tuhan untuk tubuh Kristus pada zaman sekarang ini. To God be the glory!

PIJAR TV: Menyinari Sampai Pelosok Negeri

Wed, 11/04/2020 - 11:56

Bersyukur saya bisa mengikuti SABDA Live "Ministry Series" kali ini. Pada seri ini, seperti namanya ministry, SABDA Live banyak menyajikan pelayanan-pelayanan atau yayasan Kristen di Indonesia, yang sebagian besar juga telah bekerja sama dengan Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Oh ya, bagi teman-teman yang bingung kenapa saya menjelaskan "series" kali ini, itu karena SABDA Live terdiri dari beberapa seri yang sudah berlangsung sejak Mei tahun ini. Nah, bagi teman-teman yang penasaran dengan series dan video-video presentasi apa saja yang telah diadakan, bisa langsung kunjungi situs live.sabda.org. Pastinya, banyak materi menarik seputar pelayanan digital Kristen yang memberkati dan melengkapi umat percaya.

Nah, sesi Ministry Series yang saya ikuti kali ini menghadirkan PIJAR TV. Apa itu PIJAR TV? Jujur, awalnya saya tidak tahu-menahu. Saya mulai mengerti setelah dijelaskan oleh host, pemandu acara SABDA Live, bahwa PIJAR TV adalah salah satu pelayanan yang bergerak di bidang media broadcasting TV satelit di Indonesia. Keren ya, jujur saya baru dengar ini. Mungkin karena saya bukan penikmat TV satelit ya. Sebenarnya, dalam hati saya bertanya-tanya mengapa harus TV satelit dan tidak channel umum yang sering saya jumpai di televisi pada umumnya. Namun, saya mulai mengerti setelah dijelaskan langsung oleh Broadcasting Director Pijar TV, Ibu Johanna. Dalam penjelasannya, beliau berulang kali mengatakan bahwa misinya adalah untuk menjangkau orang-orang yang tinggal di pelosok-pelosok Indonesia. Hal tersebut membuat saya lebih paham, dan kembali membuka kenangan lama ketika bertamasya ke daerah-daerah yang terkesan pelosok dan jauh dari kota. Orang yang tinggal di pelosok ini memiliki parabola, terkadang hampir di setiap rumah memiliki parabola, mungkin karena jaringan seperti tower-tower belum dibangun, sehingga layanan informasi dunia luar hanya dapat diperoleh melalui TV satelit. Ide brilian sih menurut saya.

Dengan bertemakan "Menjangkau Indonesia Melalui Media Digital", Ibu Johanna memaparkan dengan baik apa yang menjadi garis besar pelayanan PIJAR TV seputar media digital. Berpusat pada audience-oriented menjadi hal penting dan ditekankan, yang kemudian dapat menggali audiens supaya dapat dimuridkan, tentunya dengan melibatkan respons dan konten berdasarkan kebutuhan audiens secara spesifik untuk menjangkau pelosok Indonesia. Kata-kata menjangkau "pelosok-pelosok negeri" inilah yang berulang kali ditekankan dan diulang-ulang. Ini menandakan hati dan fokus dari PIJAR TV memang untuk menjangkau orang-orang pelosok yang tidak/belum bisa ditemui secara langsung, bahkan oleh misionaris, untuk memperluas penginjilan, dan memperlengkapi gereja agar terdorong untuk bergerak di dunia media digital. PIJAR TV menghadirkan berbagai tema dari hal yang ringan sampai yang berat seperti tema apologetika Kristen. Pelayanan yang dikerjakan oleh PIJAR TV ini dapat menghemat banyak hal: waktu, dana, SDM, dan lain-lain. Sungguh merupakan ide brilian, pelayanan ini bisa menjangkau tempat-tempat pelosok dengan televisi satelit. Apalagi audiens dari PIJAR TV ternyata bukan dari Indonesia saja, tetapi juga negara-negara tetangga. Sungguh luas jangkauan dan dampak pelayanan PIJAR TV ini.

Selain misi dan berbagai hal teknis seputar PIJAR TV, Ibu Johanna juga membagikan sejarah perjuangan dalam merintis yayasan PIJAR TV hingga sekarang dapat dinikmati di setiap pelosok Indonesia. Beliau juga menceritakan bagaimana perjuangan pelayanan media digital PIJAR TV dapat terwujud dan memberkati banyak orang adalah kunci semangat ilahi yang nyata, yang tersalur lewat Ibu Johanna dan rekan-rekannya. Sungguh luar biasa mendengarnya. Haleluya. Saya sangat terharu, terberkati, sekaligus kagum dengan presentasi ini karena mengetahui bahwa ternyata ada pelayanan yang mau berkonsentrasi di bidang media broadcasting Kristen dan mau menjangkau pelosok-pelosok Indonesia. Saya sangat bersyukur mengikuti SABDA Live ini. Kiranya sesi Ministry Series lainnya juga dapat menginspirasi pelayanan-pelayanan umat percaya dan semakin memperlengkapi satu sama lain. Amin.

“Footprints: Melayani Anak untuk Ikuti Jejak”

Mon, 11/02/2020 - 15:15

Salah satu sesi dalam SABDA Live seri ministry adalah "Melayani Anak untuk Ikuti Jejak", yang disampaikan oleh Yayasan Sekolah Minggu Indonesia dengan pembicara Bapak Purnawan Kristanto. Sesi ini menggali lebih mendalam mengenai Yayasan Sekolah Minggu Indonesia dalam mengembangkan renungan anak Footprints. Yayasan Sekolah Minggu Indonesia merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang pelayanan anak-anak. Menurut saya, sesi ini cukup menarik karena dikemas dalam bentuk talkshow. Melalui sesi ini, saya bisa mengerti apa yang melatarbelakangi pelayanan renungan harian footprints dibuat.

Renungan harian anak Footprints ini dibuat karena kerinduan Pak Purnawan, Ibu Tina, dan rekan-rekan tim Sekolah Minggu Indonesia sembilan tahun lalu. Kerinduan ini muncul ketika melihat banyak guru sekolah minggu membutuhkan pengayaan dalam melayani, sementara masih sedikit pengayaan yang diadakan untuk guru-guru sekolah minggu. Yayasan Sekolah Minggu Indonesia juga memperhatikan setiap kebutuhan anak-anak Kristen Indonesia untuk dapat bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Jadi, ketika dewasa, anak-anak ini tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Yayasan Sekolah Minggu Indonesia juga memperhatikan bagaimana orang tua dapat mendampingi anak-anak mereka. Tuhan bekerja dengan luar biasa untuk yayasan ini. Pada awalnya, yayasan ini membuat majalah untuk guru sekolah minggu. Seiring berjalannya waktu dan dengan berbagai pertimbangan, maka yayasan ini beralih ke alternatif lain, yaitu renungan harian anak-anak. Melalui renungan tersebut, diharapkan anak dapat menyelesaikan pembacaan Alkitab secara utuh. Footprints memberikan renungan yang alkitabiah dan sesuai dengan segmen anak-anak. Untuk guru sekolah minggu, tetap ada walaupun diterbitkan dengan media cetak. Footprints membantu anak-anak untuk terus membaca Alkitab dan menggali akan pengenalan dengan Tuhan.

Seperti kebanyakan yayasan pasti mengalami pergumulan, Footprints juga mengalami pergumulan. Ketika mencetak renungan harian anak Footprints, Yayasan ini kekurangan dana untuk mencetak renungan anak tersebut. Namun, dengan adanya pergumulan tersebut, yayasan Sekolah Minggu Indonesia tidak menyerah. Dengan segala keadaan yang ada saat itu, yayasan tersebut tetap melangkah untuk terus dapat menerbitkan renungan harian footprints. Dalam kondisi tersebut, Footprints tidak menyerah dan tetap mengandalkan Tuhan. Karena jika Tuhan sudah memanggil dan menentukan, maka Tuhan yang akan menolong Footprints. Tuhan mengirimkan orang-orang yang tepat dan Footprints dapat dicetak dari satu volume ke volume selanjutnya. Sekarang, Footprints sudah mencetak sampai 71 volume dan sudah tersebar di banyak wilayah Indonesia. Yayasan Sekolah Minggu Indonesia juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru sekolah minggu.

Saya sangat terberkati oleh sharing dari Yayasan Sekolah Minggu Indonesia ini. Semua adalah pertolongan Tuhan sehingga Footprints dapat ditulis dan dicetak serta dapat diterbitkan. Ada satu hal yang saya dapatkan dari sharing Footprints ini, yaitu kita harus selalu mengandalkan Tuhan dalam segala perkara. Kiranya melalui blog ini, kita bisa ikut ambil bagian untuk berdoa bagi Yayasan Sekolah Minggu Indonesia, terutama supaya pelayanan Footprints dapat semakin menjadi berkat bagi banyak orang.

Hackathon #CodeForGOD

Fri, 10/23/2020 - 11:42

Oleh: Gatot Prakoso

"Hackathon" suatu kata yang asing pada mulanya. Setelah mencari tahu, timbullah rasa penasaran yang teramat sangat untuk mengikutinya, terutama karena ini adalah Hackathon #CodeForGOD. Tanpa berlama-lama lagi, saya langsung mempromosikannya di gereja dengan tujuan mencari teman untuk dapat menjadi sebuah tim dalam mengikutinya nanti. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, teman-teman gereja pun ternyata gentar mendengar nama event Hackathon.

"Show must go on", itulah kata-kata yang terngiang dalam benak saya. Tanpa ragu lagi, saya langsung mendaftarkan diri. Dalam acara Hackathon #CodeForGOD, terdapat 3 track yang dapat dipilih oleh para peserta, yaitu Idea-thon untuk mereka yang memiliki ide-ide brilian, Media-thon untuk mereka yang memiliki keterampilan khusus di bidang media, dan Code-thon untuk mereka yang memiliki keterampilan khusus di bidang programming. Saya pun memilih track Code-thon sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

Masalah berikutnya kemudian muncul ke permukaan, saya belum memiliki ide project untuk dikerjakan. "Mau buat apa ya nanti?" "Apakah itu bermanfaat untuk dibuat?" Hal ini terus menjadi pergumulan saya. Sampai pada akhirnya, saya mengambil keputusan untuk bergabung dengan peserta lain yang telah memiliki ide project. Setelah itu, tepatnya satu minggu sebelum acara Hackathon dimulai, tiba-tiba saya dihubungi oleh salah seorang mentor saya, bukan dari mentor acara Hackathon, karena ada juga mentor-mentor yang diundang untuk membantu peserta dalam acara Hackathon nantinya. Mentor saya pun segera membagikan ide-idenya yang luar biasa tersebut, dan saya terbelalak melihat ide yang dibagikannya itu, tidak pernah terpikirkan oleh saya sebelumnya. Tanpa ragu lagi, saya mendaftarkan diri menjadi salah seorang "PIC Project" dengan project bernama "Magic Study Bible".

Acara Hackathon #CodeForGOD pun dimulai tepatnya pada Jumat malam, 9 Oktober 2020, dan di luar dugaan saya, saya diberikan Tuhan sebuah tim yang luar biasa kerennya. Kalau dianalogikan kira-kira seperti ini formasinya, adalah seorang bernama Gilbert yang bertugas membuat sebuah body mobil, seorang bernama Joshua yang tugasnya membuat segala aksesori dan perlengkapan mobil, seorang bernama Otis yang tugasnya melakukan painting pada body mobil, dan seorang bernama James yang tugasnya menggabungkan semua bagian mobil, termasuk mesinnya. Saya sendiri bertugas membuat mesin mobil.

48 jam itulah waktu yang semua peserta Hackathon #CodeForGOD miliki untuk menyelesaikan project-nya. Kami pun segera beraksi. Kantuk dan lelah adalah hal-hal yang kami rasakan pada saat itu. Namun, keinginan kami untuk dapat menyelesaikan project itulah yang membuat kami dimampukan untuk membuatnya sampai selesai.

Tepat pukul satu siang pada Minggu, 10 Oktober 2020, alarm pun berdering, menandakan batas waktu penyelesaian project dinyatakan selesai. Tidak berselang lama, penjurian dimulai. Semua peserta sangat bersemangat mengikutinya. Kami sangat senang setiap kali juri mengumumkan project-project yang menjadi pemenang. Project kami memang tidak termasuk dalam project yang menjadi pemenang, tetapi kami sangat senang sudah bisa mengikuti acara ini. Ada kebanggaan yang luar biasa karena telah berkontribusi di dalamnya.

Mungkin ada orang yang berpikir bahwa ini adalah sebuah kompetisi para programmer. Ya betul, dan itu tidak ada salahnya sama sekali. Namun, Hackathon #CodeForGOD ini berbeda. Menurut saya, acara ini diadakan sebagai salah satu cara brainstorming dengan tujuan mengumpulkan ide-ide terbaik untuk suatu terobosan baru dalam pekerjaan Kerajaan Allah. Jadi, bukan soal menang dan kalah, tetapi tentang peran kita dalam pekerjaan Kerajaan Allah tersebut.

Terima kasih SABDA sudah menjadi penggagas acara Hackathon #CodeForGOD ini. Luar biasa sekali. Pastilah bukan suatu hal yang mudah untuk dapat merealisasikannya. Namun, kita semua sudah berhasil melakukan satu langkah terobosan yang sangat baik.

Berkat Tuhan

Wed, 10/21/2020 - 16:00

Oleh: Feodora F.F.F. Funay

Saya sangat bersyukur bisa mengetahui adanya Hackathon #CodeForGOD ini. Ini pertama kalinya saya mengikuti Hackathon. Kegiatan dari Hackathon ini pun sudah berjalan dengan baik walaupun diadakan secara online. Para peserta sangat mematuhi aturan-aturan yang diberikan oleh panitia sehingga semuanya berjalan dengan baik. Dengan mengikuti kegiatan Hackathon #CodeForGOD ini, saya dapat menambah pengetahuan dari mentor-mentor yang sangat ahli di bidangnya. Saya juga bisa mengasah kreativitas dan keluar dari zona nyaman saya.

Mentor-mentor di sini sangat baik dan ramah. Mereka memberikan masukan yang sesuai kepada masing-masing tim sehingga dapat membantu tim untuk menambah atau memperbaiki UI atau fitur yang ada. Saya tidak pernah menyangka bisa dimentori langsung oleh orang-orang yang hebat dan masukan dari mereka sangat membantu ide proyek tim saya, yaitu Grace. Semua ini hanya karena anugerah dari Tuhan Yesus sehingga saya bisa merasakan semuanya ini.

Hackathon ini sangat baik untuk terus dilaksanakan setiap tahunnya karena saya rasa sangat sedikit Hackathon yang diadakan untuk Tuhan. Semoga info kegiatan Hackathon ini bisa disebarluaskan lebih lagi agar semakin banyak yang mengetahui adanya Hackathon ini.

Pengalaman Pertama Ikut Hackathon

Mon, 10/19/2020 - 13:15

Oleh: Brayden

Nama saya Brayden The, dari Persekutuan Remaja GKY Tanjungpinang. Saya adalah peserta #CodeForGOD dari tim IT4GOD Club dan merupakan peserta termuda. Usia saya 15 tahun dan bukan orang yang sudah hebat dalam IT, tetapi saya terus belajar untuk memperoleh ilmu yang lebih banyak. Event #CodeForGOD merupakan hackathon yang pertama kali saya ikuti. Dalam beberapa hari yang singkat itu, saya mengalami banyak peristiwa dan pengalaman yang mengesankan dan menyenangkan, di antaranya: tim kami bekerja sama dan berbagi tugas untuk menyelesaikan project ini. Hal ini menyadarkan saya bahwa kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus yang satu, sehingga kita dapat bersatu dan bekerja bersama untuk project ini.

Walaupun kami sangat sibuk, tetapi kami tidak lupa untuk meluangkan waktu berdoa dan bernyanyi memuliakan Tuhan bersama. Walaupun lelah, kami semua tetap bersemangat untuk menyelesaikan project ini. Bukan hanya grup kami, saya juga melihat semua peserta #CodeForGOD sangat semangat menyelesaikan project mereka masing-masing, dan hal itu membuat kami lebih semangat lagi. Walaupun event ini diadakan secara daring, tetapi kami semua juga dapat merasakan kedekatan satu dengan yang lain. Dalam event ini, saya banyak bertemu dan belajar dari senior-senior yang sudah lama terjun dalam bidang IT. Mereka juga sharing pengalaman mereka.

Event ini juga telah menyadarkan dan membangkitkan semangat saya untuk belajar IT. Event ini bukan hanya sekadar tentang IT, tetapi juga menuntut kita untuk dapat menggunakan IT agar dapat memperbesar jangkauan kerajaan Tuhan melalui internet seperti website dan media sosial yang kita pakai sehari-hari. Apalagi pada masa pandemi COVID-19 ini, kita harus "stay at home" sehingga banyak gereja yang mengadakan ibadah online. Kita juga harus mulai menggunakan media sosial untuk memuliakan Tuhan dan mengabarkan Kabar Baik kepada seluruh dunia walau dalam keadaan pandemi ini.

Menurut saya, event ini sangat seru. Selain mengerjakan dan menyelesaikan project, juga banyak lomba yang diadakan, seperti lomba menghias kartu peserta, tebak gambar Alkitab, dan banyak lagi sehingga event ini menjadi lebih seru. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah diberi kesempatan untuk mengikuti event ini dan dapat belajar banyak hal. Saya percaya semua ini bukan kebetulan, tetapi rencana dan penyertaan Tuhan yang senantiasa bersama kita. Saya juga berterima kasih kepada Ko Jeffrey, yang memberi tahu bahwa ada event ini dan mengajak kami untuk ikut. Saya juga berterima kasih pada teman-teman sekelompok yang terdiri dari Dareck Wilson, Tino, Kevin Lim, Joshua Yaprisyanto, Marvel Han, Desmonda, Juli Aro, Dedy Yanuar, Christian Sihombing, Dommy Chrisamena, dan Ishak Samuel sehingga kita mendapatkan gelar Best Kingdom Impact Hybrid Project dan The Craziest/Ambitious Team. Saya juga berterima kasih kepada panitia dan semua mentor serta tim SABDA yang mengadakan event ini. Saya berharap event ini dapat terus berjalan, dan nantinya lebih banyak programmer Kristen sehingga nama Tuhan dapat terus dimuliakan lewat bidang IT. Saya berharap kita semua dapat tetap semangat melakukan pekerjaan Tuhan.

#CodeForGOD: Amanat Tuhan untuk Kita Semangat!

Fri, 10/16/2020 - 13:01

Oleh: Uliyasi Simanjuntak

"Unik" dan "ajaib". Dua kata itulah yang langsung terlintas di kepala saya saat mengingat awal bergabung di kegiatan Hackathon Virtual 2020 #CodeForGOD. Saat itu, sekitar jam makan siang, saya browsing beberapa website untuk mencari pelatihan kerja. Pasalnya, sudah dua bulan saya tidak bekerja. Jadi, mulai sedikit bosan. Maksudnya, saya punya suatu keahlian lain, selain "ngulek" sambal, masak, cuci piring, membantu pekerjaan mama di rumah … hehe.

Lalu, saya melihat ada pelatihan tentang bahasa pemrograman C++ alias bahasanya komputer dan ada juga pelatihan marketing. Bingung memutuskan mau ikut yang mana, eh tiba-tiba, masuk WhatsApp dari Koordinator Guru Sekolah Minggu GBI Matawai, Kak Melce. Beliau mengirimkan poster kegiatan #CodeForGOD dan menganjurkan saya untuk ikutan.

Karenanya, dengan tekad yang bulat dan asa yang kuat (duh, bahasanya … haha), akhirnya saya memutuskan untuk belajar bahasa pemrograman dengan harapan mungkin ilmunya bisa membuka jalan untuk saya membuat aplikasi game untuk anak-anak sekolah minggu atau paling tidak bisa saya aplikasikan di Hackathon nanti. Sayangnya, pelatihannya berlangsung singkat dan sangat dasar. Alih-alih menggunakannya di Hackathon, untuk diri sendiri saja roaming lama … haha.

Yang menakjubkannya lagi, saya malah bertemu dengan suhu-suhu programmer yang punya hati untuk memperluas Kerajaan Allah di bumi dengan karya tangan mereka. Lengkap dengan bahasa komputer yang menurut saya sama rumitnya dengan mencoba memahami rencana Tuhan dalam hidup ini. Lho kok? Ya iyalah, rencana Tuhan untuk kita itu tidak perlu harus dimengerti, cukup ditaati. Mantul, mantap betul.

Meski saya tidak tahu apa yang bisa saya kontribusikan dalam kegiatan Hackathon ini, dan merasa "kecil" juga awalnya, namun ada kalimat penguatan yang saya dapat dari salah satu pembicara bahwa "God doesn’t call the qualified, He qualifies the called". Intinya, apa yang ada pada kita, sekecil apa pun itu, akan Tuhan gunakan dengan indah dan berdampak. Tidak usah ragu dan khawatir. Tuhan sudah membuktikan di kasus 3 roti dan 2 ikan yang berhasil memberi makan 5000 orang sampai kenyang dan malah berlebih. Atau, dari 11 murid-Nya yang selama 3 tahun bersama, berhasil menjangkau jutaan jiwa di berbagai benua dan negara. Atau, dari jala Petrus yang Tuhan Yesus suruh tebar, berhasil menangkap 153 ikan, menjadi ribuan situs atau aplikasi yang dibuat untuk memudahkan gereja dalam menjangkau, menyebarkan kasih, dan memuridkan seluruh bangsa di dunia digital ini.

Saat proses pemilihan proyek, saya bertanya kepada Tuhan, proyek yang mana yang saya ambil. Awalnya, karena semua proyeknya bagus, dan hal yang familiar bagi saya adalah proyek yang berhubungan dengan anak karena saya bergerak di pelayanan anak, saya tertarik untuk masuk di proyek yang berhubungan dengan anak. Namun, saya mendapat ajakan dari Kak Andrew untuk mendukung proyek A-Crab, sebuah aplikasi pengiriman pesan ulang tahun untuk menyebarkan perhatian dan kasih Tuhan kepada para jemaat. Saya segera memutuskan untuk bergabung, sebab saya yakin Kak Andrew sudah punya tugas yang bisa saya kerjakan.

Pada hari #Hack, rasanya senang sekali bisa menuntaskan tugas saya untuk membuat kalimat ucapan di tengah-tengah pekerjaan baru yang saya dapatkan. Saya juga mendapat banyak bantuan dari teman-teman grup yang dengan antusiasnya mengumpulkan data, meng-input-nya, dan memenuhi pesan WhatsApp saya dengan diskusi bahasa pemrograman, bahkan hingga tengah malam. Meski kegiatan Hackathon Virtual #CodeForGOD telah berakhir, tetapi semangat para pemilik proyek dan semua peserta menyematkan sukacita dan puji syukur kepada Tuhan atas setiap talenta yang Ia anugerahkan untuk kemuliaan bagi Nama-Nya semata.