Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 2 hours 37 min ago

Belajar Seni Mengingat Melalui Seminar KBBS

Wed, 11/30/2022 - 13:35

Hallo Sahabat SABDA, apa saja yang sudah Anda ingat hari ini? Banyak? Sedikit? Hal-hal penting? Atau, malah hal-hal kurang penting? Ternyata, mengingat itu menjadi satu skill penting bagi hidup kita lho. Kok bisa ya?

Belum lama ini, saya mengikuti seminar Mengingat Buku yang Anda Baca yang diselenggarakan oleh Klub Baca Buku SABDA. Materinya sangat bagus dan meski diadakan oleh KBBS, materi ini tidak hanya berguna bagi para pecinta buku, tetapi bagi setiap orang. Ibu Yulia, yang menjadi pemateri, menyampaikan materinya dengan sangat baik. Ada bagian-bagian dalam materinya yang menarik perhatian saya. Pertama, terkait long-term memory, bahwa long-term memory berperan penting bagi hidup kita, termasuk untuk mendukung kebutuhan rohani kita.  Kedua, berkaitan dengan membaca, bahwa membaca harus punya tujuan. Nah, ada 5 step untuk mengingat apa yang Anda baca: Pra baca (amati cover, daftar isi, deskripsi buku), menandai buku, membuat catatan dan ringkasan, mencari bahan-bahan referensi terkait, dan mengaplikasikan/membagikan. Pernahkah Sahabat SABDA melakukan satu atau lebih dari step ini ketika membaca? Hampir semua saya pernah melakukan, tetapi untuk mencari bahan referensi, saya jarang melakukannya. Mau sih mencobanya suatu saat .. hehe.

Inilah sedikit kesan dan pelajaran yang saya dapatkan. Kini, giliran teman-teman saya nih yang akan sharing ... oh ya, mereka ini baru pertama kali mengikuti acara KBBS lho. Yuk, baca sharing mereka ....

Saya pertama kali mengikuti acara KBBS, sungguh berkesan karena bisa bertemu dengan anggota KBBS yang ikut bertugas dalam acara tersebut. Materi yang disampaikan baik karena berisi tip untuk mengingat topik bacaan yang pernah dibaca dalam buku. Hal baru yang saya dapatkan, yaitu tentang kebiasaan membaca secara aktif. Ada beberapa langkah yang dijelaskan dan bisa diaplikasikan saat membaca. (Yulius)

Dari seminar KBBS ini, saya belajar untuk dapat mengingat sesuatu. Kita perlu meningkatkan rasa ketertarikan pada topik tersebut. Saya juga diingatkan untuk mencari 'cue', rajin mencatat (karena saya tidak terlalu suka menulis), dan juga diingatkan untuk membuat bahan bagi diri sendiri dan orang lain. Dengan saling berbagi catatan, kita akan mendapat ilmu tambahan juga dari sudut pandang orang lain. (Aldo)

Saya senang mendapatkan tip dan solusi dalam hal membaca buku. Saya belajar tentang langkah-langkah pasti yang bisa diterapkan untuk membaca buku. (Nehemia)

Butuh strategi saat membaca buku supaya tidak membuang waktu dan tenaga. Selain itu, juga harus memiliki alasan yang kuat agar tidak berhenti di tengah jalan. (Yudo)

Wah, saya ikut senang karena teman-teman juga mendapatkan banyak pelajaran dari seminar ini. Saya berharap Sahabat SABDA mulai tergugah nih untuk penasaran juga dengan isi materi lengkap dari seminar kali ini. Langsung saja yuk simak siaran tundanya di arsip Seminar KBBS: Bagaimana Mengingat Buku yang Anda Baca, dan jangan lupa berbagi juga dapat hal menarik atau pelajaran penting apa dari materi ini. Selamat belajar, menikmati, dan berbagi berkat dengan orang lain. Sekian dulu ya tulisan saya kali ini, kiranya menjadi berkat dan menginspirasi.

Berbagi tentang “Penginjilan kepada Suku Digital” ke GSJA Wilayah V Palembang

Fri, 11/18/2022 - 11:36

Salam jumpa kembali Sahabat SABDA. Bersyukur sekali, saya bisa berbagi pengalaman yang sangat seru ketika mengikuti roadshow online pada Jumat, 11 November 2022, kepada jemaat di GSJA Wilayah V Palembang. Materi yang disampaikan dalam roadshow ini adalah Penginjilan kepada Suku Digital (PkSD). Materi ini sudah kami sampaikan ke beberapa gereja dan komunitas pelayanan, seperti: GKAI, GBI, GSJA Bogor, Lembaga NAT (Nafiri  Allah Terakhir), dan yang terakhir GSJA Wilayah V Palembang. Dan, pastinya dalam acara Seminar SABDA MLC. Wow, tentunya kesempatan ini kami pakai dengan baik agar pergumulan di balik PkSD ini dapat dibagikan kepada banyak orang.

Acara berlangsung pkl. 19.00 - 21.00 WIB dan diikuti oleh 47 peserta. Acara ini dipandu oleh host dan moderator dari GSJA Wilayah V, yaitu Pak Parni Sinaga. Setelah doa pembukaan, Pak Parni langsung mempersilakan tim SABDA untuk mengisi acara. Diawali dengan perkenalan Bu Evie dan dilanjutkan dengan memperkenalkan kami (saya, There, Ody, dan Nikos). Setelah itu, Bu Evie langsung menyampaikan materi yang diawali dengan memberikan pengantar berupa data-data terbaru terkait suku digital secara umum. Setelah Bu Evie selesai presentasi, berikutnya giliran saya menyampaikan materi utamanya kepada peserta.

Saya berbagi tentang siapa suku digital, apa yang mereka lakukan, dan strategi apa yang dapat dilakukan untuk menolong suku digital mencintai Tuhan dan firman-Nya. Landasan utama dalam melakukan penginjilan kepada suku digital adalah missiological foundation/fondasi dasar dalam misiologi. Ada 4 poin strategi penting yang perlu dipahami, yaitu: Digital Word for Digital WorldChristian Digital Quotient/CDQ, pemuridan 4H (Head, Heart, Hand, dan HP), dan ide/cara lain (komik, bahan-bahan multimedia, media sosial untuk PA, IG Live untuk PA online). Selama 50 menit saya menyampaikan materi utama ini. Lalu, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta aktif bertanya dan kami (saya, Bu Yulia, Bu Evie) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Karena waktu hampir habis, Bu Evie segera menginfokan tentang e-book PkSD. Kami membagikan e-book ini kepada semua peserta. Kiranya menjadi berkat!! Puji Tuhan! Bersyukur acara dapat berjalan dengan baik dan materi dapat dipahami oleh peserta.

Selalu ada pelajaran-pelajaran baru yang saya dapat meski materi Penginjilan kepada Suku Digital ini sudah kami sampaikan kepada beberapa gereja. Dalam roadshow kali ini, saya diingatkan lagi tentang hati Tuhan untuk seluruh bangsa, termasuk suku digital. Mereka adalah ladang terbesar pada abad ini, dan mereka ada di dunia digital yang notabene "gelap", maka saya sangat bersemangat dalam berbagi agar dapat bekerja sama dengan gereja sehingga kita bisa membawa firman Tuhan yang terang itu kepada dunia digital yang gelap, tempat mereka berada saat ini. Ini memang tugas berat. Namun, jika saya mau bertobat dan membagikannya mulai sekarang ini, mereka bisa mengenal Tuhan yang hidup melalui anugerah dari Yesus Kristus sendiri. Tentu saja, saya harus menggunakan semua kesempatan yang ada untuk terlibat aktif melayani suku digital, baik dengan berbagi langsung maupun berdoa bagi mereka. Kiranya materi dan sharing ini juga dapat ditangkap oleh semua peserta melalui roadshow kali ini.

Kelas Diskusi Langsung “Transmisi Alkitab”

Wed, 11/16/2022 - 13:31

Halo, Sahabat SABDA. Senang bisa menyapa Sahabat sekalian. Saya akan sharing tentang Kelas Diskusi Langsung (KDL) berjudul Transmisi Alkitab. KDL ini merupakan program baru SABDA, dan baru dua kali diselenggarakan. Kelas ini memang berbeda dengan kelas-kelas lainnya karena diskusinya dilakukan secara langsung -- pertanyaan-pertanyaan diberikan saat kelas berlangsung. Pastinya, peserta harus selalu siap sedia dengan berbagai pertanyaan yang diberikan dan durasi menjawab hanya 1 menit untuk 1 pertanyaan. Sangat menantang, bukan?

Diskusi yang dilakukan pada 2 - 4 November 2022, pkl. 10.30 – 12.00 WIB, melalui platform Zoom, membuat saya bersemangat untuk ikut belajar sambil membantu sebagai admin. Keseruan peserta dalam berdiskusi sangat menyenangkan dan membantu peserta untuk bersiap diri dalam  menjawab pertanyaan-pertanyaan teologis dengan jawaban yang sesuai. Wah, akan lebih baik jika tidak hanya saya yang berbagi berkat dari kelas KDL ini. Karena itu, izinkan saya membagikan berkat yang didapatkan oleh beberapa peserta KDL.

1. Darmawan

Segala puji dan syukur kepada Tuhan yang dahsyat. Melalui tim SABDA, kita dapat mengikuti diskusi langsung dengan tema Transmisi Alkitab. Walaupun waktu diskusi relatif singkat, tetapi kita sudah diberi materi singkat untuk kita baca terlebih dahulu. Dalam diskusi yang dilakukan, kita diberi waktu untuk menjawab dan menanggapi jawaban dari teman-teman juga sehingga kita dapat menerima tambahan wawasan/pengetahuan. Dan, yang lebih penting adalah melalui diskusi ini, kita melihat bagaimana proses transmisi ini berlangsung, bagaimana gereja menerima keabsahan dari Alkitab dan bagaimana Alkitab bertahan sampai saat ini.

Lebih penting buat saya pribadi, bagaimana kita menghargai dan terus rindu membaca dan merenungkan firman Allah yang sudah ada di tangan kita kapan pun dan di mana pun kita berada. Akhir kata, terima kasih kepada tim SABDA untuk pelayanan yang diberikan. Saya berdoa tim SABDA dan teman-teman KDL terus jadi berkat. Salam sehat selalu. Bagi Dialah segala kemuliaan dan kehormatan.

2. Indriwati

Segala pujian syukur bagi Tuhan, saya berkesempatan mengikuti KDL kali ini di tengah kondisi yang tidak sehat, tetapi tidak kehilangan berkat-Nya. Sungguh hal yang baru, metode diskusi langsung ini sangat hangat dengan jumlah peserta yang cukup dinamis dan hasil kesimpulan dari moderator yang sangat memperjelas setiap jawaban. Topik yang istimewa ini sangat memberkati dan menolong saya untuk mengetahui bagaimana transmisi Alkitab berlangsung dan diterima gereja hingga bertahan sampai saat ini dan terbukti akurat.

Dengan belajar transmisi Alkitab, saya dapat memahami bahwa firman diturunkan oleh Tuhan untuk semua manusia sehingga saya sangat bersyukur dan lebih mencintai firman-Nya, bersedia mengajarkannya kepada anak-anak, dan men-sharing-kan firman Tuhan kepada keluarga maupun orang lain. Itu hal yang saya terus lakukan dan menjadi aplikasi sebagai tanggung jawab atas kelestarian Alkitab.

Terima kasih kepada Ibu Yulia sebagai moderator dan seluruh tim SABDA. Kiranya SABDA terus dipakai Tuhan. Semakin inovatif dan kreatif membawa kaum awam lebih mencintai Tuhan pada era digital ini. Tuhan Yesus memberkati.

3. Winarti S.

Walau acara diskusi berlangsung singkat dan materi cukup berat, saya bersyukur bisa mengikutinya dengan baik dan bisa mendapat berkat dari bahan-bahan SABDA dan melalui linkYouTube yang diberikan. Proses transmisi Alkitab yang luar biasa teruji dari salinan ke salinan dengan melewati berbagai tahap yang tidak mudah, dengan keterlibatan orang-orang pilihan dalam komunal, dan kriteria yang ketat sungguh merupakan proses perjalanan yang harus dihargai. Betapa semuanya bisa terjadi pastinya hanya karena campur tangan Allah sendiri yang sungguh menjadikan firman-Nya hidup dan memiliki kuasa bagi yang menghidupi-Nya. Saya sangat terberkati dengan pelajaran proses transmisi; melihat begitu besar kerinduan Tuhan untuk menurunkan firman-Nya kepada umat-Nya lewat penyertaan dan kuasa-Nya yang memampukan orang-orang pilihan-Nya, serta campur tangan-Nya dalam setiap proses transmisi Alkitab yang bukan saja dapat diterima oleh iman, tetapi juga terbukti secara sejarah sehingga dunia juga mengakuinya. Alkitab adalah firman Allah, yaitu perkataan Allah sendiri yang kekal dan tidak tergoyahkan.

Aplikasi praktis yang saya lakukan setelah kelas ini tentunya membawa saya untuk sungguh-sungguh menghargai dan mencintai firman Tuhan. Bukan hanya sampai di situ, tetapi menjadikan semangat yang lebih lagi untuk mendalami dan menggali Alkitab, membaca, mendengar, merenungkan, dan melakukan apa yang tertulis dalam Alkitab, serta membagikan firman-Nya kepada sesama. Terima kasih tim SABDA dan teman-teman KDL. Terus menjadi berkat dalam pekerjaan Tuhan di mana pun kita semua ditempatkan. Semangat dan sukacita.

Nah, itulah sharing dari beberapa peserta KDL. Simak sharing berkat dari peserta KDL lainnya di sini https://www.pesta.org/sharing_berkat_dari_peserta_kdl_transmisi_alkitab.

Puji Tuhan, kelas ini dapat diselesaikan dengan baik meski di awal peserta mengalami kesulitan untuk memahami apa itu transmisi Alkitab. Namun, pada pertemuan kedua dan ketiga, semua peserta sudah bisa saling menimpali dengan baik. Bersyukur karena Tuhan memampukan teman-teman yang terlibat dalam kelas ini, baik moderator kelas (Ibu Yulia), host yang memandu acara selama tiga hari (Sdri. Roma, Ibu Evie, Sdr. Rei), admin (Mbak Mei), tim teknis Zoom (Christian dan Mas Ody). Sayangnya, dari 16 peserta yang mendaftar, hanya 13 peserta yang dinyatakan lulus. Selamat bagi peserta yang lulus! Peserta yang tidak lulus dikarenakan kesibukan pelayanan yang tidak terelakkan.

Sebelum saya menutup tulisan ini, penting untuk kita ketahui bahwa transmisi Alkitab diturunkan berdasarkan inspirasi Alkitab melalui oral dan tertulis. Meski naskah asli Alkitab sudah tidak ada, salinan yang ada juga mengandung intervensi Allah dan dikerjakan dengan sangat teliti dan akurat. Firman Allah itu tetap kekal untuk selama-lamanya. Menyadari hal ini, saya semakin menghargai firman Tuhan dan orang-orang yang Tuhan pakai untuk melakukan transmisi Alkitab. Bagaimana dengan teman-teman?

Mari kita sama-sama semakin mencintai firman Tuhan dan terus mempelajarinya, kemudian membagikannya kepada orang lain. Bagi Dialah segala kemuliaan dan syukur!

Hadirkan Natal yang Menyenangkan dengan SABDA Unboxing! “Situs natal.sabda.org”

Thu, 11/10/2022 - 13:22

Hari terus berganti, tidak terasa hampir mencapai penghujung tahun dan Natal pun akan segera tiba. Gereja-gereja dan pelayanan-pelayanan Kristen mulai sibuk mencari bahan-bahan Natal. Saya merasa senang karena SABDA Unboxing! akhirnya membahas situs natal.sabda.org. Acara ini diadakan pada Kamis, 3 November 2022, pkl. 18.30 WIB, di Instagram @sabdaresources.

Persiapan untuk acara ini dapat dikatakan singkat karena baru dimatangkan dalam sehari dengan berbagai kesibukan lainnya. Pertolongan Tuhanlah yang memampukan kami melakukannya. Saya rasa teman-teman pembaca blog perlu mengetahui informasi bahan di situs Natal agar tidak lagi kebingungan dalam mencari ide-ide dan bahan-bahan seputar Natal.

Bahan yang disediakan di situs Natal sangat beragam dan dapat digunakan untuk semua generasi. Bahkan ada bahan paket-paket Natal yang asyik dan menyenangkan seperti : Natal Bersama Keluarga, Natal Setiap Hari, DIY Christmas, 33 Kumpulan Khotbah Natal, 33 Renungan Natal Inspiratif, 33 Bahan Aktivitas dan Permainan, Paket Bioskop Natal, Paket Karaoke Natal, Paket SABDA Me+DIA, dan Komik Kingstone Natal.

Banyak peserta tertarik dengan bahan-bahan multimedia, seperti: quote, infografik, video, Kingstone Komik Natal, dan seri Adven dari The Bible Project. Saya sendiri tertarik dengan bahan skrip drama karena bahan tersebut dapat menolong anak-anak sekolah minggu untuk berlatih dengan skrip yang telah disediakan. Puji Tuhan, acara ini berlangsung dengan baik dan lancar dengan pertolongan Tuhan dan bantuan dari teman-teman teknis Tian, Nikos, Mas Ody, dan There sebagai admin.

Bersyukur, Tuhan menuntun SABDA dalam pengerjaan situs Natal ini. Kerinduan teman-teman juga mendorong tim SABDA untuk mengembangkan situs ini. Sungguh, Dia Tuhan yang hebat dan luar biasa! SABDA terus berupaya untuk berinovasi dan selalu menambah bahan-bahan Natal untuk memperlengkapi masyarakat Kristen dalam menyambut Natal yang penuh kasih, alkitabiah, dan menyenangkan.

Saya mengajak Sahabat SABDA semua untuk berbagi info seputar situs natal.sabda.org dan berbagi video arsip SABDA Unboxing! di https://instagram.com/p/CkhSKf7p4QW. Jangan lupa, kita berbagi kepada keluarga, teman-teman, dan kenalanmu lainnya supaya semakin banyak orang terbantu dalam persiapan Natal dan bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Praise the Lord!

Alkitab Kuno yang “Kekinian”

Tue, 11/08/2022 - 22:29

Alkitab terus berkembang dari masa ke masa dalam berbagai macam versi terjemahan, dan tentunya Alkitab masa kini tidak asal dibuat begitu saja. "Alkitab Kuno" menjadi fondasi dasar pembuatan terjemahan masa kini, dan SABDA telah melihat potensi dari bahan-bahan kuno sejak 20+ tahun yang lalu.

Nah, bertepatan dengan bulan ulang tahun SABDA, Oktober ini, SABDA kembali meluncurkan situs baru kuno.sabda.org. Situs ini dikupas tuntas dalam program SABDA Unboxing! pada Kamis, 27 Oktober 2022, melalui Instagram Live @sabdaresources dan @sabda_ylsa.

Bahan kuno SABDA sudah ada di situs studi alkitab.sabda.org sejak 10+ tahun yang lalu. Seiring dengan pertambahan bahan yang semakin banyak dan teks kuno yang agak sulit untuk diketik, maka pada 2020 dibuatlah situs kuno.sabda.org. Tujuan dari situs ini bukan sekadar menjadi "gudang" buku kuno, tetapi juga sebagai "Pusat Perpustakaan Digital" untuk bahan-bahan kuno dan menjadi bagian dari keluarga besar situs studi Alkitab, selain sejarah.cosejarah.sabda.orgalkitab.sabda.orgalkitab.mobisuku.sabda.org, dan bakat.sabda.org.

Untuk saat ini, terdapat 300+ naskah Alkitab kuno, baik PL dan PB, atau salah satunya, dan ada juga yang berupa potongan per pasal. Ada juga bahan pendukung lainnya, seperti kamus, glossarium, grammarvocabulary, sejarah suatu daerah, kisah perjalanan peziarah, dan ragam buku lainnya. Wow!! Sangat luar biasa kekayaan dari bahan-bahan kuno ini.

Sebagai narasumber SABDA Unboxing! sekaligus orang yang berkesempatan terlibat dalam pengerjaan situs ini, saya merasa kagum dengan bahan-bahan kuno ini. Saya sempat kesulitan ketika diminta Mas Hadi untuk membantu mengategorikan bahan-bahan PDF kuno, tetapi ini menjadi tantangan sekaligus menjadi sesuatu yang menarik. Saya dapat melihat ragam bahasa dari tulisan yang masih bisa dibaca sampai tulisan yang tidak terbaca oleh saya karena berbentuk aksara kuno. Teman-teman lain di divisi ITS pun memiliki tantangan lain dalam pengerjaan situs ini, salah satunya mereka harus memikirkan navigasi dan tampilan yang tepat agar situs ini bisa untuk studi Alkitab dan dapat digunakan dengan mudah. Pemrosesan PDF menjadi image yang baik dan ringan juga menjadi tantangan tersendiri.

Inilah sedikit cerita dari saya ketika terlibat dalam pengerjaan situs kuno.sabda.org. Kiranya menjadi berkat ya. Oh ya, mohon dukungan doa dari Sahabat SABDA agar kami dapat terus memelihara dan mengembangkan situs-situs yang telah Tuhan percayakan untuk kami kelola. To God be the glory.

Teknologi bagi Kemuliaan Tuhan

Tue, 11/08/2022 - 13:07

Shalom Sahabat SABDA. Puji Tuhan, pada 31 Oktober 2022, program Kenal Sahabat SABDA yang biasa dilakukan di Instagram @sabda_ylsa telah kedatangan salah satu Sahabat SABDA, yaitu Elizabeth Nathania, yang biasa dipanggil Liza. Liza adalah salah satu eks staf SABDA, yang pernah melayani di SABDA pada 2015 - 2018. Sekarang, Liza sedang menempuh pendidikan S3 di bidang IT di Busan, Korea.

Dalam kesempatan kali ini, Liza sharing tentang pengalamannya selama bekerja di SABDA. Setelah lulus kuliah, dia membuka salah satu situs dari SABDA, yaitu apps4god. Hingga akhirnya, dia tertarik bekerja di SABDA karena kerinduannya untuk memuliakan Tuhan dengan segala hal yang sudah dia pelajari selama kuliah. Selama di SABDA, Liza sangat enjoy dan banyak belajar, khususnya terkait programming skill, bagaimana melakukan coding yang terstruktur, dan masih banyak yang lainnya. Dalam kerohanian pun, dia banyak bertumbuh karena setiap Selasa sampai Kamis sebelum mulai bekerja, semua staf melakukan PA bersama.

Liza terlibat dalam beberapa proyek ITS, seperti: Alkitab Karaoke, SABDA Bot di Telegram, maintenance web sabda.org, dan beberapa pekerjaan lainnya. Dari pengalamannya selama bekerja di SABDA, ada satu hal yang mengubah cara dia berpikir dan melihat sesuatu, bahwa teknologi bisa dan harus digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Dia juga memiliki kerinduan agar apa pun yang dia buat/kerjakan terkait teknologi dapat menolong orang-orang untuk mengenal Tuhan.

Dari sharing Liza, saya belajar bahwa untuk melayani dan bekerja di ladang Tuhan memang harus timbul dari kerinduan untuk memuliakan nama Tuhan. Dalam prosesnya, saya yakin bahwa Tuhan senantiasa menolong dan memperlengkapi kita sehingga kita mampu mengerjakan tugas-tugas yang dipercayakan. Bagian saya (dan kita) hanya taat akan panggilan atau pekerjaan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita. Selain itu, saya juga ingin terus bermisi untuk menolong orang-orang agar mengenal Tuhan melalui apa pun yang saya kerjakan.

Roadshow GoSABDA! “Studi Ber-BOT Alkitab!” dalam Perayaan Ulang Tahun Komunitas Grup Cinta Alkitab

Tue, 11/01/2022 - 15:15

Pada Sabtu, 22 Oktober 2022, SABDA berkesempatan untuk menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam pertemuan daring yang diadakan oleh Komunitas Grup Cinta Alkitab (GCA) dari Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) Kelapa Gading dalam rangka perayaan ulang tahun ke-3 GCA. Dalam pertemuan tersebut, SABDA diminta untuk menyampaikan materi tentang penggunaan bot untuk memperkaya studi Alkitab. Kedengaran tidak asing? Tentu saja, karena SABDA sudah pernah menyampaikan materi yang sama lewat seminar daring Seri GoSABDA! Studi Ber-BOT Alkitab! pada Jumat, 17 Juni 2022. Bahkan, SABDA tidak mempresentasikan ulang materi yang sama secara langsung dalam pertemuan GCA tersebut, melainkan memutarkan video rekaman dari seminar sebelumnya yang dirasa sudah cukup lengkap dan jelas.

Beberapa staf SABDA yang ikut hadir dalam pertemuan ini adalah Hadi, Evie, dan Ibu Yulia sebagai narasumber, Theresia sebagai admin Zoom, dan saya sendiri sebagai admin teknis. Kemudian, anggota GCA yang bertugas memandu acara adalah Bpk. Marten Kasodu sebagai host, dan Ibu Rara Kalesaran sebagai moderator. Selain 40 orang (termasuk kami) yang menghadiri pertemuan ini melalui Zoom, masih banyak lagi anggota GCA yang mengikuti acara ini secara streaming melalui YouTube.

Pertemuan dibuka dengan doa oleh Pdt. L.Z. Raprap, kemudian dilanjutkan dengan sekilas tentang kemajuan GCA sejak komunitas ini didirikan. Beberapa hal yang disoroti dalam bagian ini termasuk kemajuan rencana baca Alkitab harian mereka, beberapa penyesuaian teknis yang perlu dilakukan sepanjang perjalanan, dan penambahan jumlah anggota. Salah seorang anggota juga diminta untuk memberikan pesan dan kesan dari keterlibatannya dalam komunitas.

Setelah itu, sebelum benar-benar masuk ke dalam pemaparan materi, Ibu Yulia dan Evie memberikan pengenalan singkat tentang pelayanan Yayasan Lembaga SABDA, dilanjutkan dengan pengantar dari Hadi tentang materi yang akan disampaikan. Selanjutnya, pemutaran video materi berlangsung selama kurang lebih 40 menit, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sampai batas waktu yang sudah ditentukan.

Respons dan pertanyaan dari peserta yang hadir cukup beragam. Beberapa peserta ingin belajar lebih banyak tentang fitur-fitur SABDA Bot yang sudah dijelaskan; beberapa yang lain lebih tertarik untuk tahu lebih banyak tentang pelayanan SABDA; sedangkan beberapa yang lain lagi lebih ingin berdiskusi tentang posisi teknologi secara umum dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen dan dalam hubungan kita dengan Allah. Berbagai respons dan pertanyaan tersebut pun tidak hanya ditanggapi oleh narasumber dari SABDA, tetapi juga oleh beberapa pendeta yang bergabung dalam komunitas GCA dan ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Tidak mengherankan, semua sepakat bahwa teknologi berasal dari Allah yang memampukan manusia untuk menciptakan teknologi tersebut, dan teknologi itu harus dipakai dengan penuh hikmat untuk melayani Allah dan mendalami firman-Nya. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, sesi tanya jawab yang berlangsung cukup seru tersebut terpaksa harus diakhiri. Dan, sebagai komentar terakhir untuk menutup sesi, moderator mempersilakan Pdt. Tyas Messakh untuk memberikan tanggapannya sekaligus menutup seluruh rangkaian acara dalam doa.

Saya bersyukur karena roadshow berlangsung lancar dan banyak peserta mengungkapkan ucapan syukur dan terima kasih mereka untuk materi yang sudah disampaikan dan untuk pelayanan SABDA secara keseluruhan. Semoga segala hal yang sudah dipelajari tentang SABDA Bot juga bisa diterapkan dalam komunitas ini untuk menolong mereka melakukan studi Alkitab dengan lebih kaya. Kiranya segala berkat yang kami terima juga tidak berhenti pada diri kami saja, tetapi dapat juga kami bagikan kepada keluarga dan teman-teman di sekitar kami. Tuhan menolong kita!

 

Puncak SABDA 28 – “SMART Bible Now!”

Mon, 10/31/2022 - 21:20

Setelah menyelesaikan acara seminggu Gotong Royong Suku Bible Sites, SABDA menutup rangkaian perayaan ulang tahun SABDA dengan acara #SMART Bible - Now! yang menjadi Puncak #SABDA28 pada Senin, 24 Oktober 2022. Acara ini diadakan secara hybrid (online dan on-site). Yang lebih luar biasanya lagi, acara ini diisi dengan 20 presentasi mini seputar #SMART Bible dari tim SABDA. Setiap presentasi disampaikan dalam waktu 3 menit. Wah, pastinya singkat, padat, dan jelas ya!

Setelah sambutan dari Roma, perwakilan dari panitia, kita diajak melihat bagaimana timeline perkembangan dan kegiatan SABDA dari tahun ke tahun yang dipresentasikan oleh Ibu Evie. Woow! Saya melihat bagaimana penyertaan dan pertolongan Tuhan memampukan setiap staf SABDA dalam mengerjakan proyek-proyek yang dapat menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat Kristen Indonesia.

Tidak berhenti di situ saja, acara dilanjutkan dengan 20 presentasi mini terkait SMART(+S) Bible yang menjadi tema utama acara ulang tahun ke-28 SABDA. Presentasi tentang perkembangan proyek yang SABDA kerjakan ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama menjelaskan tentang (S)tudi, (M)edia, dan (A)I. Sesi kedua tentang (R)elasi, (T)ech, dan (S+)osial. Sahabat SABDA bisa melihat tayangan presentasi kami melalui:

Sebagai penutup untuk 20 presentasi mini, Ibu Yulia menjelaskan tentang Quo Vadis atau rencana pengembangan proyek-proyek SABDA akan seperti apa, hal-hal yang dimungkinkan dalam pengembangan SMART Bible ke depannya.

Saya dan teman-teman SABDA berharap 20 presentasi mini yang telah disampaikan dapat menjadi berkat bagi semua Sahabat SABDA. Dukung dalam doa untuk pengembangan proyek-proyek SABDA agar dapat menjangkau orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Mari kita memanfaatkan teknologi untuk kemuliaan Tuhan. God to be the glory.

Kenal Lebih Dalam tentang Proyek Ba2Kat

Thu, 10/27/2022 - 12:50

Indonesia memiliki keragaman etnis dan bahasa. Hal ini menjadi kerinduan SABDA untuk memudahkan pengguna mencari kumpulan bahan pustaka dan penginjilan untuk suku/bahasa tertentu. Dengan dasar itu, maka SABDA melahirkan proyek Ba2Kat (Bahan/Bahasa Katalog). Penjelasan terkait proyek ini dikupas tuntas oleh Ody dalam program SABDA Unboxing!BaKat pada Kamis, 20 Oktober 2022, melalui IG @sabdaresources dan @sabda_ylsa, dan dipandu oleh Nikos sebagai host.

Proyek Ba2Kat bertujuan untuk memperlengkapi orang percaya, dan secara khusus para misionaris yang ingin menginjili ke daerah tertentu di Indonesia. Banyak informasi penting suatu daerah, mulai dari bahasa, peta, persentase penginjilan, dan bahan-bahan lain yang menolong mengenal tentang bahasa daerah tersebut. Semua bahan tersebut bisa didapatkan di situs bakat.sabda.org. Dalam situs itu, terdapat 700 bahasa suku yang terdaftar. Selain itu, ada bahan lain seperti: Alkitab Video, Film LUMO, Alkitab Audio dalam bahasa-bahasa daerah tersebut.

View this post on Instagram

A post shared by sabdaresources (@sabdaresources)

Saya melihat proyek ini sangat bagus, khususnya agar kita bisa mengenal kekayaan bahan dan bahasa suku-suku di Indonesia yang patut dilestarikan. Saat ini, mungkin saya belum mengambil bagian dalam program penginjilan kepada suku. Saya tertarik untuk bisa belajar dari situs ini, belajar lebih dalam tentang suku saya, suku Jawa, dan suku-suku lain, khususnya suku teman-teman saya agar menjadi jalan pembuka untuk bisa menjalin relasi lebih dalam dan membuka kesempatan menceritakan Injil.

Sahabat SABDA yang ingin mempelajari bahan dan bahasa suku-suku di Indonesia, yuk berkunjung ke situs bakat.sabda.org atau download aplikasi Ba2Kat di Playstore. Jangan lupa bagikan juga ke teman-teman yang lain ya.

Serunya Program “Kenal Sahabat SABDA”

Mon, 10/24/2022 - 21:44

Pada 17 Oktober, saya berkesempatan untuk nonton IG Live Kenal Sahabat SABDA yang dipandu oleh host ternama di kalangan SABDA, yaitu Ibu Evie. Saya juga mengenal salah satu sahabat SABDA yang kali ini menjadi guest, yaitu Bang Jason Reynaldi. Bang Jason adalah hamba Tuhan di GKE BSD, Tangerang Selatan, yang fokus pelayanannya adalah remaja. Bang Jason sudah melihat dan mengenal Software SABDA sejak SMA. Luar biasa sekali ya! Bang Jason ini menggunakan situs SABDA untuk mempersiapkan firman Tuhan. Beliau menyampaikan bahwa situs SABDA sangat membantu karena tersedia leksikon, Alkitab dalam beragam versi, commentary, tafsiran-tafsiran, dll. yang mungkin saja Bang Jason belum miliki.

Ketika host bertanya tentang produk SABDA yang cocok digunakan oleh jemaat, Bang Jason ternyata hanya mengenal situs SABDA. Beliau juga belum pernah memperkenalkan situs SABDA dan memberikan training kepada jemaat yang dilayaninya. Namun, Bang Jason pernah memberi training penggunaan situs SABDA kepada para leader di gerejanya. Selain itu, Bang Jason juga mengungkapkan bahwa kekurangan situs SABDA adalah interface-nya masih banyak menu dan cukup mengganggu.

View this post on Instagram

A post shared by Ylsa Sabda (@sabda_ylsa)

Bang Jason berharap SABDA bukan hanya aplikasi penyedia, melainkan juga memiliki seseorang yang dapat mem-follow up sehingga setiap orang (khususnya anak muda) yang menggunakan produk SABDA dapat menemukan circle yang positif. Di akhir live, Bang Jason mengucapkan ulang tahun ke-28 untuk SABDA, "Tetap semangat! Maju terus dan jangan menyerah!"

Acara ini sangat seru! Saya semakin mengetahui bahwa pelayanan SABDA benar-benar berdampak bagi banyak orang. Selain itu, saya juga semakin mengenal Sahabat SABDA. Minggu depan, bakalan ada lagi nih Kenal Sahabat YLSA dengan Kak Elizabeth Nathania sebagai guest-nya. Yuk, ikutan setiap Senin (selama Oktober), pkl. 16.00 WIB, melalui IG @sabda_ylsa. Kami tunggu ya!

Bagaimana Status Alkitab di Indonesia?

Tue, 10/18/2022 - 16:01

Pada Selasa, 11 Oktober 2022, saya bersama staf dan sahabat YLSA menyaksikan seminar GoTECH!Status Alkitab di Indonesia yang disampaikan oleh dua rekan kami, Odysius dan Sandra. Dalam presentasi mereka, kita mengetahui 3 fakta penting tentang realitas Alkitab di Indonesia, yaitu dari segi sejarah, perkembangan, dan teknologi.

Yuk, satu per satu kita lihat beberapa pemaparan dari ke-3 fakta tersebut.

1. Sejarah Alkitab di Indonesia

Dalam bagian ini, kita akan mengetahui sejarah Alkitab di Indonesia, yang dimulai pada abad ke-17, yaitu sejak tahun 1600 an pada zaman VOC. Jika rekan-rekan ingin tahu lebih lanjut tentang sejarah Alkitab di Indonesia, silakan mengunjungi situs SAI YLSA.

2. Perkembangan Alkitab di Indonesia

Dari sekitar 718 bahasa suku di Indonesia, terdapat sekitar 287 suku yang belum memiliki Alkitab dalam bahasa mereka. Ini tentu perlu menjadi doa kita bersama agar pekerjaan penerjemahan Alkitab untuk bahasa-bahasa suku yang belum tersedia itu dapat segera dilakukan, sehingga semua suku di Indonesia akhirnya dapat memiliki akses kepada kabar baik Injil.

Dari segi format, Alkitab senantiasa mengalami perkembangan. Dimulai dari Alkitab dalam format teks yang tercetak dalam buku, kemudian berkembang menjadi format digital yang dapat diakses melalui gawai. Di sisi lain, dari bentuk teks Alkitab, lalu berkembang lagi ke bentuk audio, video (dalam berbagai film Yesus), serta grafis yang kita kenal sebagai Alkitab Komik.

Dengan berbagai perkembangan bentuk, format, serta cara penggunaannya, kita kemudian dapat melihat bahwa firman Tuhan semakin dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat, golongan, dan usia dengan semakin luas dan efektif.

3. Teknologi untuk Alkitab

Perkembangan teknologi juga sangat mendukung studi Alkitab bagi orang percaya dengan tersedianya berbagai alat dan bahan-bahan studi Alkitab, seperti Alkitab multilinear, Alkitab diglot/multiglot, Kamus, Tafsiran, dan berbagai pelengkap studi yang saling terintegrasi. Berbagai alat dan bahan studi ini dapat diunduh melalui gawai kita secara gratis sehingga kita dapat melakukan studi Alkitab secara mendalam dan berkualitas dengan bantuan berbagai alat dan bahan biblika tersebut.

Dari presentasi yang disampaikan, kita diajak pula untuk menyadari bahwa teknologi memungkinkan banyak hal bagi kita untuk makin terlibat dan berinteraksi dengan Alkitab. Ini tentu merupakan kabar gembira bagi orang-orang percaya karena sekarang, kapan pun, di mana pun, dan dengan cara apa pun, kita dapat terlibat dengan studi Alkitab.

Nah, tantangannya sekarang adalah apakah Alkitab sudah ada di hati kita meski itu sudah tersedia dengan mudah dalam beragam cara, format, bentuk, dan platform? Lalu, bagaimana kita dapat menolong generasi digital untuk terlibat secara mendalam dengan Alkitab?

Jawaban dari semua pertanyaan ini telah dibahas YLSA dalam berbagai seminarnya. Namun, untuk mewujudkan semua itu, kita perlu memulainya dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil, dan dimulai sekarang juga.

Jadi, bagaimana status Alkitab di Indonesia? Alkitab akan terus hidup dan berkembang dari masa ke masa. Dan, perkembangan teknologi akan mendukung Alkitab untuk terus menjangkau seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai golongan, usia, generasi, bahkan wilayah.

Sarananya sudah tersedia, caranya semakin mudah, dan jangkauannya semakin luas. Jadi, sekarang sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak terlibat dan menyebarkan firman Tuhan bagi kemuliaan Tuhan.

Alkitab Pintar, Pengguna Pintar

Tue, 10/11/2022 - 15:57

Oktober adalah bulan ucapan syukur bagi Yayasan Lembaga SABDA, sebab pada bulan ini, YLSA merayakan ulang tahun ke-28. Puji Tuhan! Pada ulang tahun tahun kali ini, YLSA mengadakan seminar yang dinamakan seri GoTECH! Alkitab Pintar#SMART Bible - Overview. Sesuai judulnya, acara ini menjadi overview dari serangkaian seminar Alkitab dan teknologi yang diselenggarakan oleh YLSA selama satu bulan. Saya cukup excited untuk mengikuti serangkaian acaranya karena teknologi pada zaman sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dan pastinya Alkitab menjadi kebutuhan terpenting dalam pertumbuhan rohani kita. Karena itu, seiring dengan kebutuhan sekarang ini yang serba digital, Alkitab harus bisa diakses dan dinikmati dengan lebih mudah.

Seminar ini diadakan pada 4 Oktober 2022 dan disampaikan oleh Hadi Pramono sebagai narasumber. Pada menit awal presentasi, dijelaskan tentang gelombang revolusi digital. Saya baru tahu bahwa kita sudah melalui 4 gelombang revolusi digital itu, dimulai pada 1970 hingga sekarang, dari era PC, internet, mobile, sampai intelligent, dan akan terus berkembang pada masa mendatang. Melihat perkembangan yang pesat itu, maka hal ini menjadi tantangan bagi kita agar sadar dan terus mentransformasi diri supaya dapat mengikuti perkembangan tersebut. Terlebih pada masa COVID-19, kita juga merasakan percepatan digital itu. Kita dipaksa untuk mengikuti perkembangan digital dan memakai berbagai instrument teknologi untuk menunjang berbagai kegiatan selama masa lockdown. Bukan di bidang sekuler saja, perkembangan teknologi turut mengambil bagian dalam kehidupan kerohanian.

Sejak 1994, YLSA peduli dengan kebutuhan rohani dan mulai mengembangkan Alkitab digital beserta ekosistemnya. Ketika gelombang digital menerjang, YLSA sudah cukup siap untuk menghadapinya. Alkitab Pintar (SMART BIBLE) menjadi istilah yang didengungkan SABDA sejak 2017, yaitu suatu cara bagaimana Alkitab digital ini bisa dikenal dan dipakai oleh orang-orang percaya. Sampai sekarang, Alkitab Pintar masih relevan dan akan terus didengungkan serta dikembangkan pada masa depan untuk menolong setiap pengguna mengenal Tuhan melalui firman-Nya. Istilah SMART BIBLE ternyata memiliki kepanjangan dari setiap huruf pada kata SMART ini. Apakah itu? Inilah kepanjangannya ...

S= Study Bible
M= Media Bible
A= AI (Artificial Intelligence) Bible
R= Relational Bible
T= Tech Bible
(S+)= Social Bible

Satu hal yang saya pikirkan: Alkitab sudah digital dan banyak tools untuk studi Alkitab juga sudah tersedia, lantas bagaimana sikap kita? Apakah kita sudah cukup siap menggunakan Alkitab Pintar tersebut? Jika belum siap, bersyukurnya YLSA juga melayani training penggunaan alat-alat Alkitab ini, sehingga kita tidak perlu khawatir ketinggalan zaman atau tidak bisa karena tim YLSA siap untuk menolong kita bertransformasi menjadi pengguna Alkitab yang pintar. Inilah sedikit sharing dari saya, semoga kita semakin menyadari pentingnya teknologi dan Alkitab supaya tidak hanya Alkitab yang pintar, tetapi penggunanya juga pintar.

Panggilan Hidup Melalui IT4GOD

Mon, 10/10/2022 - 09:55

Hallo Sahabat SABDA... Bersyukur saya bisa menulis kembali di Blog SABDA ini. Saya akan berbagi tentang program terbaru dari SABDA. Apakah itu? Belum lama ini, SABDA mengadakan program baru via IG Live bernama "Kenal Sahabat SABDA". Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan ulang tahun SABDA ke-28 yang mengusung tema Bible Tech. Melalui program "Kenal Sahabat SABDA" ini, kiranya kita dapat lebih lagi saling mengenal dan berbagi berkat melalui pelayanan yang dikerjakan. Nah, Sahabat SABDA pertama yang menjadi narasumber dalam acara ini adalah Pak Jeffrey.

Obrolan kali ini diwarnai dengan kesaksian Pak Jeffrey tentang panggilan hidupnya di bidang teknologi dan bagaimana teknologi bisa menjadi berkat bagi kita semua. Pak Jeffrey memulai pelayanannya di gereja selepas kuliah dengan membuat situs yang sudah dikembangkan. Nah, pada 2016, beliau mengikuti acara kolaborasi Hackathon for The Kingdom dan melalui acara ini pula, Pak Jeffrey bertemu dan mengenal SABDA.

Saat itu, Pak Jeffrey mengenal Biblical Computing dan mulai digerakan Tuhan untuk datang ke Solo untuk melayani di bidang programming (sebelumnya sempat pergumulan untuk hal ini). Beberapa proyek yang sudah dikerjakan Pak Jeffrey di SABDA adalah aplikasi komik SABDA, aplikasi Alkitab OLB reader, Alkitab India Vacan, proyek aplikasi konseling HeCares yang bekerja sama dengan TELAGA, dan proyek kolaborasi SABDA dengan MySABDA.

Selain bekerja sama dengan SABDA, Pak Jeffrey juga tergerak untuk membimbing anak-anak untuk menjadi programmer Kristen dan membentuk IT4God club dengan website IT4God.org. Bahkan, di Tanjung Pinang sudah dibuka kelas coding untuk anak kecil. Rencananya setelah pandemi ini, Pak Jeffrey akan memulai mengembangkan pelayanan ini ke luar Tanjung Pinang.

Setelah menyimak pengalaman dari Pak Jeffrey, saya begitu takjub dengan cara Tuhan dalam menggerakan hati anak-anak-Nya untuk melayani di ladang misi, terlebih saat ini di ladang digital. Kiranya apa yang sudah diawali oleh Pak Jeffrey saat ini bisa berbuah manis bagi generasi mendatang. Tuhan yang memperlengkapi kita semua untuk ambil bagian dalam menggenapi amanat Agung-Nya.

Mari kita dukung dalam doa untuk pelayanan Pak Jeffrey dalam membina anak-anak Tuhan untuk menggunakan teknologi bagi kemuliaan nama-Nya. Mari kita pun juga terus setia dalam melayani Tuhan dengan terus melihat cara Tuhan bekerja dalam pekerjaan-Nya.

Kelas “Identitasku Dalam Kristus” Sungguh Mengharukan

Tue, 10/04/2022 - 15:52

Saya sangat senang dapat menyapa Sahabat SABDA kembali melalui keseruan saya dalam memoderasi kelas Identitasku Dalam Kristus (IDK). Kelas IDK diadakan pada 28 September - 5 Oktober 2022, dan merupakan kelas praktika kedua yang dibuka tahun ini setelah kelas Membina Pernikahan Kristen (MPK).

Kelas ini diikuti oleh 77 peserta (yang lulus 55 peserta) dan dibagi menjadi 3 kelas diskusi (pagi dan malam). Kelas IDK 1 dan IDK 3 diperuntukkan bagi peserta yang sudah berusia di atas 40 tahun. Sebaliknya, kelas IDK 2 terdiri dari peserta yang masih muda dan berusia di bawah 40 tahun. Kelas ini memang sengaja kami susun sedemikian rupa agar diskusi bisa related karena pesertanya sama secara usia. Kelas IDK 1 dimoderasi oleh saya, kelas IDK 2 dimoderasi oleh Ibu Yulia, dan kelas IDK 3 dimoderasi oleh Rei. Dan, tentu saja ada teman-teman saya menolong sebagai admin (Mei dan Rode) agar peserta dapat diawasi dan di-reminder setiap hari untuk aktif dalam diskusi.

Dalam kelas diskusi, semua peserta membahas dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Tentu saja, kelas diskusi ini dinamis karena banyak dari peserta yang mengembangkan pertanyaan utama dan memberikan tanggapan atas jawaban-jawaban yang dibagikan oleh peserta lainnya. By the way, modul IDK ini adalah modul baru yang disusun oleh Tim SABDA MLC pada tahun ini lho! Modulnya dibagi menjadi 5 pelajaran utama, yaitu: Pengertian Identitas, Identitas Dalam Kristus, Yang Lama dan Yang Baru, Pemulihan dari Kerusakan, serta Kuasa Identitas. Modul IDK juga memakai referensi dari buku Victory Over The Darkness (Kemenangan Atas Kegelapan) karya Neil T. Anderson yang diterbitkan oleh Light Publishing pada 2020.

So, meski ada dari Sahabat SABDA yang tidak mengikuti kelas ini, silakan baca modulnya melalui https://pesta.org/idk_sil secara mandiri. Saya pastikan, Sahabat SABDA bisa melihat kembali bagaimana posisi kita selama ini dan bagaimana identitas kita dalam Kristus. Ini akan sangat mengoreksi kita pribadi lepas pribadi. Tidak percaya, mari baca beberapa sharing berkat dari peserta IDK berikut ini:

1. Doddy Ariawan (Kelas IDK 1)

Setelah pandemi, saya melakukan penginjilan ke daerah-daerah. Saya melihat banyak orang Kristen tidak tahu tentang identitas mereka dalam Kristus. Puji Tuhan, saya dapat mengikuti kelas IDK ini sehingga saya mendapat materi yang bagus dalam melakukan program pemuridan untuk pelayanan saya ke daerah-daerah. Mohon izin kepada SABDA yang sudah memberi materi IDK ini untuk saya pakai dalam pelayanan pemuridan kami selanjutnya. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati.

2. Risky Muhaimin (Kelas IDK 2)

Sebelumnya, saya mengucap syukur kepada Tuhan bisa masuk kelas IDK ini. Yang membuat saya tertarik sebelumnya, ada kelas malam hari. Di sela kesibukan, saya dapat menyempatkan waktu belajar firman Tuhan. Materinya juga membuat saya tertarik tentang identitas dalam Kristus. Yang saya rasakan saat di kelas: kelas ini (jujur) ramai banget, senang sekali bisa diskusi, saling menambahkan, pertanyaannya pun nggak monoton dan dibuat untuk berpikir lebih dalam. Yang saya dapat: kelas ini sangat memberkati saya. Selaku anak muda, jujur sebelumnya pandangan saya tentang identitas itu salah. Namun di kelas ini, saya mendapat pengertian yang begitu luar biasa tentang identitas saya dalam Kristus. Terima kasih buat all team Yayasan Lembaga SABDA dan teman-teman di kelas. Semangat terus dalam pelayanan, saya sangat terberkati lewat kelas ini. Tuhan Yesus memberkati.

3. Yvonne Kaunang (Kelas IDK 3)

Tadinya, bagi saya, saat melihat topik ini akan biasa saja diskusinya. Namun, setelah membaca modul IDK dan ternyata isinya sangat mendalam arti identitas diri dalam Yesus. Salut untuk tim SABDA yang telah membuat modul pelajaran ini dan mengarahkan pertanyaan diskusi yang sangat menyentuh hati. Dengan ikut pelajaran ini, saya banyak mendapat sesuatu yang baru yang menguatkan iman dalam Yesus. Teman-teman dalam diskusi membuka wawasan baru dan sangat sopan dalam diskusi. Terima kasih atas kesempatan dapat mengikuti pelajaran ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Itulah sedikit sharing berkat dari peserta kelas IDK. Sahabat SABDA bisa membaca selengkapnya di pesta.org. Nah, bukan hanya peserta IDK, saya sendiri juga sangat terharu saat mengikuti kelas ini. Setiap pertanyaan yang kami gali setiap hari sungguh mengoreksi dan mengulik semua bagian hidup saya terkait identitasku yang benar dalam Kristus. Bagaimana tidak? Pertanyaan dan modulnya sangat membuka pengertian saya terhadap hidupku selama ini, baik dalam rutinitas setiap hari maupun kehidupan yang seharusnya saya jalani sebagai anak Tuhan Yesus. Sungguh membuat saya merenungkannya kembali.

Sekian sedikit cerita saya tentang kelas IDK yang dilakukan MLC tahun ini. Jika ada dari Sahabat SABDA yang rindu bergabung dalam kelas-kelas MLC berikutnya, silakan kontak kami di 0821-3313-3315. Mari bertumbuh bersama dalam Tuhan dan terus mengalami kemenangan dalam Dia. Soli Deo gloria!

Menggali dan Menemukan Pelajaran Penting Melalui PA Online Bareng Seri Alki-TOP

Fri, 09/30/2022 - 12:41

Saya senang sekali karena masih dapat berbagi sukacita melalui tulisan-tulisan saya kepada Sahabat SABDA. Bagaimana tidak? Ada begitu banyak program pelayanan dari Yayasan Lembaga SABDA yang kami kerjakan untuk bisa menolong Sahabat SABDA bertumbuh dalam pengenalan yang benar akan Tuhan.

Ya, kali ini, saya mau berbagi ucapan syukur melalui satu program yang sampai saat ini masih dilakukan SABDA, yaitu PA Online Bareng Seri Alki-TOP. Ini adalah acara untuk melihat dan mempelajari pasal-pasal yang terkenal (TOP) dalam Alkitab, serta melihat ayat-ayat terkenal dalam pasal yang digali. Jadi, dalam PA online ini, kita akan menggali 1 pasal terkenal setiap Senin. Program ini rutin dilakukan SABDA melalui Instagram Live @ayo.pa untuk Pendalaman Alkitab (PA) bersama dengan cara yang fun dan mendalam. Ada Ibu Yulia dan saya sebagai host, dan ada guest spesial yang membagikan berkat firman Tuhan hasil dari penggalian mereka. Bukankah ini sangat menyenangkan? Hehehe.

Nah, selama September, kita melakukan PA online dari kitab Kejadian. Kita menggali kitab Kejadian pasal 1, 3, 12, dan 22. Dari pasal-pasal ini, saya mendapat berkat yang sungguh menolong saya untuk introspeksi diri setiap hari. Dari Kejadian 1, saya belajar betapa dahsyatnya Tuhan dalam menciptakan segala sesuatu, dari tidak ada menjadi ada, sampai penciptaan manusia. Di pasal 3, saya belajar tentang duka akibat manusia jatuh ke dalam dosa. Betapa ini menyadarkan saya bahwa saya adalah orang yang berdosa dan tidak dapat menyelamatkan diri saya, tetapi bersyukur karena dalam Kejadian 3:15, Tuhan berjanji akan menghadirkan Penebus yang menyelamatkan saya dari belenggu dosa. Di pasal 12 dan 22, saya juga belajar tentang janji dan providensia Allah dalam kehidupan Abraham. Saya banyak mempelajari lagi tentang kehidupan Abraham terkait ketaatan, iman, kasihnya, dsb.. Wow, belajar Alkitab sangat memperbaiki dan mengintrospeksi diri saya setiap hari.

Inilah sedikit sharing saya terkait acara PA Online Bareng Seri Alki-TOP selama September. So, jika ada dari Sahabat SABDA yang ingin join dalam acara ini atau ada yang rindu menjadi guest berikutnya, silakan kontak kami di 0821-3313-3315 atau bisa langsung DM kami di IG: @ayo.pa. Sampai bertemu dalam cerita menarik saya lainnya. Tuhan Yesus memberkati.

Roadshow #Ayo_PA di SMAN 8 Surakarta

Tue, 09/20/2022 - 07:51

Oleh: Rei

Hai Sahabat SABDA. Kali ini, saya mau berbagi pengalaman ketika ikut roadshow #Ayo_PA! di SMAN 8 Surakarta. Sungguh bersyukur karena SABDA kembali melakukan roadshow secara onsite setelah 2 tahun ditiadakan karena pandemi. Roadshow ini dilakukan sebanyak 2 kali, pada 9 dan 16 September 2022, dengan mengisi waktu persekutuan doa siswa-siswi Kristen pada Jumat pkl. 11.45 - 12.30 WIB. Persekutuan doa yang mereka selenggarakan merupakan acara rutin setiap Jumat.

Meskipun ini roadshow onsite pertama setelah pandemi, roadshow ini mendapatkan respons yang luar biasa antusias dari siswa-siswi setempat. Bahkan, guru-guru yang beragama Kristen di sekolah tersebut turut mengikuti acara ini. Terbukti pada roadshow pertama, 9 September 2022, kehadiran siswa dan guru mencapai sekitar 120 orang. Lalu, pada roadshow kedua, jumlahnya bertambah menjadi sekitar 140 orang. Puji Tuhan!

Untuk roadshow pertama, Bu Evie menjadi narasumber yang menyampaikan materi tentang "Generasi DANIEL". Bu Evie menekankan bahwa siswa-siswi Kristen SMAN 8 Surakarta harus menjadi generasi DANIEL. DANIEL adalah singkatan dari:

D = Digital
A = Alkitabiah
N = Nasionalisme
I = Injili
E = Excellent
L = Layak Layani

Penjelasan dari Ibu Evie cukup singkat, jelas, dan menarik. Menarik karena menggunakan PowerPoint yang kece. Saya juga melihat Bu Evie menyampaikan materinya dengan cukup interaktif sehingga membuat siswa-siswi tetap fokus pada materi yang dijelaskan. Roadshow pertama ini menjadi awal yang baik untuk SABDA karena sebagai pemantik semangat dalam mengadakan roadshow-roadshow selanjutnya. Roadshow semacam ini juga baik untuk SMAN 8 Surakarta sebagai penyegaran rohani mereka.

Untuk roadshow hari ke-2, yaitu 16 September 2022, saya diberi kesempatan menjadi narasumber untuk menyampaikan materi tentang "Gadgetku untuk pertumbuhan rohaniku dan teman-temanku". Cukup menegangkan karena ini pertama kalinya saya menyampaikan materi dalam roadshow ini. Materi yang saya sampaikan bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi studi Alkitab, mulai dari aplikasi Alkitab, AlkiPEDIA, Kamus Alkitab, Tafsiran, sampai Peta Alkitab. Selain itu, juga bertujuan untuk menggerakkan mereka agar dapat berbagi firman Tuhan melalui media sosial yang mereka miliki. Untuk tutorial penggunaan alat studi Alkitab tersebut, Sahabat bisa menyimaknya di:

Saya juga memperkenalkan situs BaDeNo dan Komik APP yang dapat menolong mereka membaca firman Tuhan serta memahaminya dengan mudah. Selama pemaparan materi, saya melihat sebagian besar dari mereka cukup antusias terhadap materi yang saya sampaikan. Di akhir roadshow ke-2 ini, Bu Evie mengadakan sedikit kuis dengan hadiah komik seri Kisah Kasih Abadi dari Kingstone. Jika Sahabat SABDA ingin memiliki komik ini, langsung saja klik link ini ya: https://komik.app.

Saya merasa roadshow ini sangat seru dan menyenangkan. Bukan hanya untuk siswa-siswi atau guru di SMAN 8 Surakarta, tetapi juga untuk Sahabat SABDA semua. Kiranya Sahabat SABDA mendapat berkat dan bisa menjadi generasi DANIEL karena sesungguhnya "gadgetku untuk pertumbuhan rohaniku dan teman-temanku".

SABDA Unboxing! “Kingstone Comic” — Komik Alkitab yang Kece Abis

Thu, 09/15/2022 - 15:00

Shalom Sahabat SABDA semua ... Program SABDA Unboxing! masih terus berlanjut nih! Nah, kali ini, saya akan meng-unboxing salah satu produk yang keren abis nih. Kira-kira apa ya? Kita akan sama-sama melihat produk Komik Kingstone. Mau tahu apa itu Komik Kingstone dan mengapa bisa dikatakan kece abis? Baca blog ini sampai selesai ya!

Siapa sih di dunia ini yang enggak tahu/enggak suka komik? Sebagian besar orang/kalangan suka komik, baik dari sisi visual, desain, cerita, dan aspek lainnya. Lantas, ada nggak sih komik yang keren dan alkitabiah? Nah, jawabannya ... ada! Komik Kingstone menjadi jawabannya.

Komik ini bisa menjadi "racun" baru untuk penggemar komik, dan bisa menjadi hal baru untuk orang bisa belajar Alkitab melalui Media Komik. Komik ini berisi cerita dari Perjanjian lama hingga Perjanjian Baru, pastinya juga dengan gambar yang wonderful. Di setiap halaman, terdapat referensi ayat sehingga dapat dipastikan bahwa cerita yang disajikan tidak lepas dari konteks firman Tuhan. Kelebihan dari belajar Alkitab dengan menggunakan komik Kingstone adalah bisa memberi suasana baru saat mendalami firman Tuhan dan pembaca juga bisa membayangkan suasana atau kondisi cerita melalui gambar dan efek tulisan yang mendukung hal itu.

Tidak hanya itu, di halaman komik juga terdapat doa pendek dan halaman referensi ayat yang disediakan supaya pembaca dapat engage dengan komik yang sedang dibaca/dipelajari saat itu. Wow!! Menarik banget 'kan? Yuk, belajar Alkitab dengan komik Kingstone! Sahabat bisa melihat komik Kingstone yang full version di situs Komik APP yaaa ...

Kelas Diskusi Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH)

Tue, 09/13/2022 - 07:19

Pada 24 - 31 Agustus 2022, SABDA Ministry Learning Center (MLC) mengadakan kelas diskusi Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH). Kelas MPH ini terdiri dari 5 kelas yang dibagi dalam 2 kelas pagi dan 3 kelas malam. Kali ini, saya dipercaya untuk menjadi moderator kelas MPH 2. Secara keseluruhan, jumlah peserta kelas MPH ada 98 peserta, tetapi yang bertahan dan lulus ada 71 peserta.

Kelas MPH merupakan kelas biblika. Dalam prosesnya, peserta diminta untuk melakukan praktik berdasarkan prinsip hermeneutika dengan langkah-langkah yang sudah ditetapkan dari tim moderator. Setelah mengirimkan hasil penggalian, peserta diminta untuk saling menanggapi dan mendiskusikan hasil penggalian dari peserta lainnya. Tidak dimungkiri kelas MPH ini termasuk kelas yang berat karena peserta harus memperhatikan konteks, latar belakang, dan bahasanya sehingga harus dibutuhkan ketelitian dalam penggalian perikop yang sudah dipilih.

Saya bersyukur meskipun mengalami kesulitan dalam praktik penggalian, mereka masih berkomitmen mengikuti kelas ini sampai selesai. Mereka bersaksi bahwa mereka merasa terberkati dan diperlengkapi dengan mempraktikkan prinsip hermeneutika ini. Inilah beberapa kesaksian dari peserta kelas MPH.

1. Daniel Seno Lamsir (MPH 1)
Saya mengucap syukur kepada Tuhan bisa mengikuti kelas MPH karena saya semakin dipertajam dalam penafsiran firman Tuhan. Terima kasih kepada tim SABDA atas kesempatannya untuk belajar. Tuhan Yesus memberkati.

2. Marthen L. Kasodu (MPH 2)
Bergabung dalam kelas MPH ini memang tidak mudah, membutuhkan komitmen dan kerja keras yang luar biasa. Tidak cukup hanya sekadar niat. Bersyukur di kelas ini, masih ada kesempatan mempraktikan dan terlebih lagi dengan adanya mentor dan admin yang "memaksa" kami untuk belajar dengan benar, mengingatkan, dan menegur kalau menyimpang. Sejujurnya, kami sangat diberkati dengan kemampuan hermeneutika yang sangat berguna untuk menggali kebenaran Alkitab, disertai panduan yang sangat membantu. Selanjutnya, kami menjadi siap untuk menggali kebenaran Alkitab dengan langkah-langkah dan tools yang ada. Tuhan semakin memberkati pelayanan dari SABDA.

3. Maria S. (MPH 3)
Saya bersyukur pada Tuhan atas kasih karunia-Nya, saya dapat menjalani MPH ini sampai selesai. Sejujurnya, saya hampir putus asa meneruskan MPH ini karena bagi saya, ini bukan mudah. Perlu banyak membaca, perlu fokus yang tentunya menguras waktu dan pikiran pada masa yang sama pula kesehatan kurang fit dan ada program lain yang perlu dihadiri. Walau bagaimanapun, saya berterima kasih pada teman saya, Shirly, yang terus mendorong dan membantu dalam berbagi maklumat, Sis May yang selalu memberi dorongan, dan kawan-kawan dalam MPH yang memberi semangat.

Penggunaan referensi, seperti yang SABDA sediakan bagi saya agak berat, tetapi saya bersyukur karena saya sudah belajar bagaimana untuk membuat referensi secara teratur dan sistematik. Saya sangat berterima kasih pada tim SABDA, khususnya Ibu Yulia, yang sudah menyampaikan bahan yang sangat membantu, Sis May sebagai admin hebat yang senantiasa mengingatkan peserta agar terus aktif. Selepas ini, saya akan terus belajar untuk mengaplikasikan MPH, dalam menyediakan renungan, maupun belajar menggali sendiri Alkitab agar lebih mahir dalam menggunakan situs yang ada.

Semoga program SABDA terus berjalan lancar dan membantu lebih banyak orang awam seperti kami ini untuk lebih mahir menggali Alkitab pada masa depan. Salam kasih untuk semua Tuhan memberkati.

4. Amriyadi Yehezkiel (MPH 4)

Puji Tuhan, akhirnya bisa menyelesaikan kelas MPH meskipun seharusnya mengikuti kelas HUA. Ini pengalaman pertama, mengikuti kelas yang sungguh sangat sulit untuk saya mengerti, tetapi karena moderator dan admin yang telaten, perhatian, membimbing, memberikan contoh, mendorong untuk saya bisa menyelesaikan setiap tugas yang ada.

Bersyukur alat-alat hermeneutika situs SABDA sangatlah lengkap, dari terjemahan berbagai kitab, melihat arti kata dari bahasa aslinya, bahkan informasi-informasi mengenai ayat yang akan digali. Sebenarnya, pengguna sangat dimanjakan dengan kelengkapan alat hermeneutika SABDA, tetapi karena belum menguasai sepenuhnya sehingga tidak bisa maksimal. Terima kasih tim SABDA MLC, moderator, Bu Yulia, dan admin, Kak Mei. Tuhan memberkati.

5. Deny Rochman

Saya mengucapkan syukur terima kasih pada Tuhan diperkenankan dan dimampukan mengikuti kelas MPH sampai akhir. Kelas ini merupakan kelas dengan komitmen terberat yang saya ikuti, baik waktu, pemahaman untuk menjawab dan menanggapi peserta lain di waktu pekerjaan yang menumpuk. Puji Tuhan, bisa melaluinya. Dalam kelas ini, bisa mengetahui apa itu hermeneutika serta praktiknya sehingga jadi lebih mengerti dengan benar apa yang Tuhan ingin katakan melalui penulis, baik latar belakang, konteks, maupun kata-kata. Pemahaman yang benar membuat kita melakukannya dengan benar untuk kemuliaan-Nya. Terima kasih tim SABDA, Bu Yulia, Kak Rei, Kak May, serta teman-teman kelas MPH 5. Mari kita berdoa dan berjuang menjadi apa yang Tuhan inginkan dalam hidup kita bagi kemuliaan-Nya. Amin.

Demikian beberapa testimoni dari peserta yang mengikuti kelas MPH ini sampai selesai. Harapannya melalui kelas MPH ini, peserta semakin mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menafsirkan Alkitab dengan cara yang bertanggung jawab, dapat mengaplikasikan kebenaran firman Tuhan yang telah dipraktikkan melalui penafsiran, dan juga dapat mengevaluasi pengajaran-pengajaran Alkitab yang sering diselewengkan dari hasil penafsiran yang salah dan tidak sehat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

SABDA Unboxing! “Penginjilan kepada Suku Digital”

Thu, 09/08/2022 - 11:56

Halo Teman-teman Blog SABDA. Bagaimana kabar Teman-teman? Saya harap semua dalam keadaan baik-baik saja ya. Kali ini, saya akan sharing sedikit tentang berkat yang saya dapatkan saat mengikuti acara SABDA Unboxing! Penginjilan kepada Suku Digital. Acara ini diadakan melalui Instagram Live @sabdaresources pada Kamis, 1 September 2022, pkl.18.30 - 19.00 WIB. Senang melihat Mbak Evie dan Roma menyapa followers SABDA Resources (SR) yang bergabung dalam SABDA Unboxing! kali ini. Sapaan yang dilontarkan memberikan rasa hangat kepada followers dan mereka pun ikut menyapa balik melalui live chat

Topik kali ini membahas penginjilan kepada Suku Digital. Nah, apa dan mengapa perlu melakukan penginjilan kepada Suku Digital, semua dikupas tuntas dalam acara ini. Suku digital adalah suku yang sudah mengenal dan hidup di dunia digital sejak dini. Nah, jika ingin menyelamatkan mereka dari sisi gelap dunia digital, caranya bukan dengan memaksa mereka keluar dari dunianya, kita harus menjangkau mereka dengan masuk ke dunia mereka dan menghadirkan Injil dalam gadget mereka.

SABDA menyadari pentingnya hal ini dan mendorong orang-orang percaya, khususnya gereja, untuk terlibat dalam pelayanan penginjilan kepada Suku Digital. Salah satu upaya yang dilakukan SABDA untuk membagikan gerakan penginjilan kepada Suku Digital ini adalah dengan melakukan roadshow. Sampai sekarang, gerakan ini sudah beberapa kali di-sharing-kan melalui roadshow online.

Respons peserta tentang gerakan ini sangat baik. Bahkan, ada seorang mahasiswa yang menggunakan e-book Penginjilan kepada Suku Digital sebagai bahan referensi untuk skripsinya. Bersyukur sekali karena bahan sangat menolongnya, dan referensi yang ada sangat bermanfaat dan relevan. Oh ya, untuk mendukung gerakan Penginjilan kepada Suku Digital, SABDA juga menyediakan e-book-nya. Untuk mendapatkan e-book ini, silakan berkunjung ke https://suku.sabda.org/digital

Pelayanan ini tidak akan berdampak luas jika kami hanya bergerak sendiri. Karena penginjilan kepada Suku Digital merupakan sebuah gerakan, perlu ada kerja sama dengan Sahabat SABDA, followers SR, gereja, dan setiap orang percaya untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Namun, kami tidak menyediakan langkah praktis yang dapat menolong pelayanan ini, tetapi kami ingin kita menyamakan paradigma untuk melandasi penginjilan kepada Suku Digital.

Puji Tuhan, banyak Sahabat SABDA antusias untuk membagikan link PDF dari buku penginjilan kepada Suku Digital. Ada pula yang bertanya cara menghubungi SABDA jika ingin mengundang SABDA sebagai pembicara untuk seminar materi ini. Wah, mudah sekali caranya, silakan menghubungi YLSA melalui WA di no. 08812979100.

Saya berharap misi pelayanan kepada Suku Digital tidak berhenti ketika live SABDA Unboxing! ini berakhir. Namun, penginjilan kepada Suku Digital semakin digaungkan sehingga kita dan gereja gerak cepat dalam menjangkau Suku Digital. Kiranya terang kemuliaan Tuhan semakin nyata bagi Suku Digital dan nama Tuhan pun dimuliakan melalui hidup mereka. Terpujilah Tuhan!

Kian Akrab Kian Dekat Lewat Temu Anggota KBBS

Tue, 09/06/2022 - 21:28

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Roma dalam tulisannya, acara Temu Anggota KBBS bulanan selalu dapat menjadi wadah untuk saling mengakrabkan sesama pecinta buku, baik yang sudah terdaftar sebagai anggota klub maupun yang baru saja bergabung. Namun, pertemuan ini bukan dimaksudkan untuk sekadar menjadi tempat mengobrol ringan, melainkan juga menjadi tempat untuk berbagi berbagai wawasan baru, khususnya dari buku-buku yang sudah dibaca. Nah, dalam tulisan kali ini, saya ingin bercerita sedikit tentang berbagai hal yang terjadi dalam Temu Anggota KBBS pada 30 Agustus lalu

Oiya, sebagai informasi, Temu Anggota KBBS biasanya dimulai dengan ice breaking untuk mencairkan suasana terlebih dahulu. Aktivitas yang dilakukan kali ini adalah saling menebak profesi impian semasa kecil. Aturan mainnya cukup sederhana: setiap orang hanya boleh menyebutkan petunjuk berupa tiga kata benda yang berhubungan dengan profesi impiannya. Dalam setiap giliran, akan ada dua peserta yang ditunjuk oleh Nikos selaku host, yang seorang akan memberikan petunjuk dan yang lain harus menebaknya. Tidak ada hadiah ataupun hukuman bagi mereka yang berhasil ataupun gagal menebak karena inti dari kegiatan ini adalah agar setiap peserta dapat lebih mengenal satu sama lain. Kedengaran menyenangkan, bukan?

Setelah suasana cukup cair, sesi sharing buku pun dimulai. Biasanya Ibu Yulia yang menjadi moderator untuk sesi ini, tetapi kali ini Evie yang menjalankan peran tersebut. Sesuai urutan, Sdri. Rode berbagi tentang buku Butir-Butir Mutiara Pencerahan karya Anthony de Mello, S.J., Pak Hartawan tentang buku Mama BearApologetics karya Hillary Morgan Ferrer, dan Pak Juniarsen tentang Kerudung yang Terkoyak karya Gulshan Esther dan Thelma Sangster. Ketiga buku ini jelas memiliki genre yang berbeda, dan pelajaran dari buku yang dibagikan oleh para presentator pun berbeda-beda sesuai dengan apa yang mereka tangkap. Namun, sesi tanya-jawab di antara setiap sharing buku tersebut dapat memunculkan beberapa perspektif lain dari para peserta sehingga secara keseluruhan memperkaya wawasan yang sudah dibagikan.

Akhirnya, seluruh rangkaian acara Temu Anggota selesai sebelum pukul 20.30 WIB, lebih awal daripada biasanya. Dan, karena masih ada sedikit waktu, kami memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membicarakan tentang beberapa usulan seputar kegiatan KBBS ke depan. Secara pribadi, saya rasa ada sejumlah usulan dan ide yang sangat perlu dipertimbangkan untuk keberlangsungan KBBS sendiri. Namun, saya berharap setiap anggota dapat terlibat dalam pengambilan keputusan terkait hal-hal ini.

Akhir kata, demikianlah yang bisa saya ceritakan tentang kegiatan Temu Anggota KBBS yang saya ikuti. Kiranya ada lebih banyak orang Kristen sesama pecinta buku yang ikut bergabung dalam KBBS sehingga kita bisa saling mengenal. Segera isi formulir ini untuk bergabung ya. Dan, jangan lewatkan kegiatan Temu Anggota KBBS berikutnya!

Sekian tulisan blog saya kali ini. Sampai jumpa lagi dalam tulisan selanjutnya ya. Tuhan Yesus memberkati.

Pages