Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 1 hour 28 min ago

Lomba Vlog/Blog untuk Memeriahkan HUT #SABDA27

Mon, 11/08/2021 - 21:18

Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun SABDA yang ke-27, Divisi SABDA Resources (SR) mengadakan lomba vlog dan blog bertema Spiritual Wellness. Tema ini sejalan dengan tema ulang tahun SABDA, yaitu "Wellness and Family/Ministry". Lomba yang seru ini bertujuan untuk mengajak banyak orang terlibat aktif dan mengambil bagian dalam serangkaian acara kolaborasi bertema Spiritual Wellness (Kebugaran Rohani) untuk merayakan kesetiaan Tuhan sekaligus membantu menjaga kesehatan rohani orang percaya.

Saya, sebagai salah satu anggota tim SABDA Resources, sangat bersyukur dengan adanya lomba ini. Saya sangat senang karena bisa terlibat dalam membuat contoh vlog tentang spiritual wellness. Saat ngevlog bersama Ody, teman sepelayanan saya, itu menjadi refleksi bagi diri saya apakah saya sendiri sudah well. Banyak hal masih harus saya perjuangkan supaya kehidupan spiritual saya bisa well sekalipun mengalami jatuh bangun. Selain itu, saya juga bertugas di bagian pendaftaran. Saya mengontak setiap peserta, mengingatkan, dan memastikan peserta mengumpulkan karya-karya mereka. Senang sekali bisa berelasi dengan rekan-rekan pembuat vlog dan blog.

Antusias dari Sahabat SABDA cukup baik dalam menyambut lomba vlog/blog kali ini. Terdapat 18 peserta yang mengikuti lomba ini. Setiap peserta membuat vlog/blog tentang spiritual wellness, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Dalam lomba kali ini, SABDA merangkul tiga juri yang sangat berkompeten dalam bidang ini, ada Pak Purnawan Kristanto, Pak Mikael Rinto, dan Sdr. Gina Yap Lai Yoong. Tepat pada 21 Oktober 2021, para peserta dari berbagai domisili sudah mengirimkan karya-karya mereka. Dari belasan karya yang telah dikirimkan dipilihlah karya-karya terbaik untuk menjadi pemenang. Pengumuman pemenang ini kami tayangkan pada acara penutupan #unHACK 2021 pada Jumat, 22 Oktober 2021, pkl. 19.30 - 20.30 WIB. Ingin tahu siapa saja pemenangnya? Ini nih:

Pemenang vlog:
Juara 1 vlog: Bp. Budiarto dengan judul "Tetap Fit di Era COVID"
Juara 2 vlog: Sdr. Rialdi Pasaribu dengan judul "Spiritual Wellness", dan
Juara 3 vlog: Sdr. Feby Let Fanny dengan judul "Spiritual Wellness",

Pemenang blog:
Juara 1 blog: Sdr. Adiana Yunita dengan judul "Teruntuk, Diriku"
Juara 2 blog: Sdr. Darwis L dengan judul "Diam atau Bangkit"
Juara 3 blog: Sdr. Markus Hans dengan judul "Spiritual Wellness Berdasarkan Inspirasi dari Peirasmos dan Pain"

Selamat untuk para pemenang lomba vlog/blog SABDA!! Karya-karya tersebut juga berkesempatan dipasang di situs The Well atau menjadi bagian dalam Proyek Wellness Kristen. Kiranya setiap karya yang telah peserta buat dapat menginspirasi masyarakat Kristen untuk terus aware dengan spiritual wellness. Amin!

#unHACK2021 — Kolaborasi Wellness

Tue, 11/02/2021 - 12:07

Setiap tahun, selalu saja ada yang baru dalam kegiatan merayakan HUT SABDA. Begitu pula dengan tahun 2021. Nah, tahun ini, untuk memperingati HUT-nya yang ke-27, Yayasan Lembaga SABDA mengadakan acara khusus yang disebut #unHACK 2021 - Kolaborasi Wellness. Acara ini merupakan undangan untuk berkolaborasi bagi setiap anak Tuhan (hamba Tuhan, aktivis pelayanan, programmer, designer, media specialist, content creator, dll.) guna mengerjakan satu proyek bersama yang dinamakan Proyek Wellness Kristen.

Rangkaian acara #unHACK2021 sendiri sudah berlangsung sejak September, diawali dengan acara bincang-bincang "Spiritual Wellness, Mungkinkah?" pada 3 September 2021. Acara ini menjadi pengantar dan pembukaan dari perayaan ulang tahun SABDA yang ke-27. Yang melaluinya, Sahabat SABDA diajak untuk berbagi ide bagaimana membangun "Pusat Wellness Kristen". Setelah itu, diadakan lagi acara "Spiritual Wellness and Family!" yang mengajak partisipan untuk belajar dan ngobrol seru bersama, melanjutkan bincang-bincang "Spiritual Wellness: Tsunami Digital". Kemudian, seminar "Design Thinking" diadakan untuk memperkenalkan metode pemecahan masalah yang praktis dan kreatif yang berfokus pada orang/pengguna. Metode Design Thinking sendiri digunakan dalam event #unHACK 2021 -- Kolaborasi Wellness untuk menjawab tantangan masalah Spiritual Wellness yang dihadapi tubuh Kristus pada masa pandemi dan era digital ini.

Nah, acara #unHACK2021 -- Kolaborasi Wellness dibuka pada Jumat malam, 15 Oktober 2021. Keesokan harinya, semua peserta melakukan kerja bareng selama sehari untuk mengimplementasikan cara kerja Design Thinking dalam versi "mini" (sprint). Dalam sehari itu, sampai pukul 16.00 WIB, seluruh peserta bersama-sama mengerjakan seluruh tahapan, yaitu Empati, Mendefinisikan, Mengidekan, Prototipe, dan Tes. Hasil dari mini sprint tersebut menghasilkan 70+ ide hasil empati dengan definisi masalah/kebutuhannya. Kemudian 70+ ide tersebut dikerucutkan menjadi 20+ solusi, dan akhirnya dipilih 2 solusi untuk dikerjakan prototipenya, yaitu "Spiritual Wellness Assessment Board" dan "Spiritual Wellness Resources" yang dibagi menjadi Resources Text dan Resources Media.

Sesudah itu, mulai 16 -- 22 Oktober 2021, kerja bareng semua peserta untuk Proyek Wellness Kristen dilakukan. Dalam aktivitas ini, semua partisipan berkomitmen mengerjakan kedua proyek situs yang sudah disepakati sampai akhir. Dalam kurun waktu tersebut, terasa sekali setiap peserta, baik peserta luar maupun staf YLSA sendiri, memiliki semangat kolaborasi dan kerja sama yang baik untuk menyelesaikan proyek Wellness Kristen ini. Dan, selama seminggu itu, diadakan pula Office Hours setiap pkl. 19.00 -- 20.00 WIB agar setiap grup dapat melaporkan perkembangan dari proyek yang dikerjakan.

Akhirnya, setelah selama kurang lebih seminggu bekerja bersama menyusun dan membangun Proyek Wellness Kristen, rangkaian acara #unHACK2021 -- Kolaborasi Wellness ditutup pada Jumat malam, 22 Oktober 2021. Selain penutupan kerja bareng proyek pembuatan situs Wellness Kristen, dalam acara tersebut diumumkan pula pemenang lomba blog dan vlog dengan tema Spiritual Wellness, yang materinya juga akan mengisi The Well, situs hasil proyek kolaborasi Wellness Kristen ini.

Ada banyak pelajaran yang saya pribadi dapatkan dalam rangkaian acara HUT SABDA ke-27 tahun ini. Selain pengetahuan dan praktik menggunakan metode Design Thinking, saya bersama teman-teman SABDA juga dapat berkolaborasi dengan peserta lain yang datang dari berbagai gereja dan daerah, sekaligus semakin diperkaya dengan bahan-bahan bertema Wellness Kristen. Melalui kerja bareng ini, kami dapat melihat Tuhan mengajarkan kami untuk peduli, berempati, dan turut berperan sebagai tubuh Kristus untuk mengambil bagian dalam situasi tidak "well" yang banyak dialami oleh orang percaya dalam masa pandemi dan digital ini.

Acara #unHACK2021 -- Kolaborasi Wellness boleh berakhir. Namun, kerja sama antara YLSA, gereja, dan komunitas orang percaya tidak ikut berakhir. Masih banyak pekerjaan Tuhan di ladang-Nya yang harus diselesaikan dan mesti dikerjakan bersama-sama oleh tubuh Kristus. Karena itu, mari terus berkolaborasi dan bergandeng tangan untuk mewujudkan misi Tuhan bagi gereja-Nya dan dunia.

Ngomong-ngomong, selamat ulang SABDA. Kiranya YLSA makin dipakai oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi masyarakat Kristen Indonesia melalui ladang teknologi-Nya.

To God be the Glory!

Ratapan Yeremia Adalah Ratapan Kita

Thu, 10/07/2021 - 10:27

Sebelum Bedah Kitab Ratapan dimulai, saya terlibat dalam proses rekaman promosi kelas ini. Saat membaca kalimat pengantar yang memperkenalkan kelas ini, saya bisa merasakan beban Tuhan atas umat-Nya. Namun, ternyata itu hanya sedikit rasa yang dihadirkan dalam Bedah Kitab Ratapan. Tidak lama setelah itu, saya ditunjuk untuk menjadi admin kelas BK_Ratapan 2, yang beranggotakan 22 peserta.

Pada Rabu, 22 September, kelas pun dimulai dengan perkenalan peserta. Senang rasanya bisa mengenal lebih banyak sahabat dalam sesi perkenalan dalam kelas tersebut. Selaku admin, saya juga bertanggung jawab untuk mengingatkan dan mengiring peserta untuk saling mengenal. Sungguh disayangkan karena pada hari kedua dan ketiga, delapan orang peserta harus dikeluarkan dari grup diskusi karena tiga orang mengalami kesibukan kerja dan lima orang tidak mengirimkan hasil penggalian kitab Ratapan. Rasanya sedih kehilangan delapan orang dalam diskusi.

Diskusi hari demi hari berjalan, peserta saling menimpali sharing dari peserta lainnya. Walau peserta yang saling berbagi, tetapi saya selaku admin pun ikut membaca dan belajar dari hasil penggalian yang mereka berikan. Betapa hancurnya hati Yeremia terhadap bangsa pilihan Tuhan yang melakukan dosa. Dia melihat bagaimana Yerusalem diruntuhkan dan banyak dari mereka dilenyapkan dan dibawa menjadi budak. Tuhan menunjukkan keadilan-Nya atas umat-Nya. Dia membenci dosa dan menentang musuh-musuh yang menghina-Nya. Perlu kita perhatikan bahwa Allah bukan hanya adil, tetapi juga penuh kasih. Dia menghibur umat-Nya dengan menjanjikan keselamatan atas dosa dan perbudakan yang terjadi. Saya juga melihat bagaimana Yeremia, seorang nabi yang dipakai Tuhan pada masa itu, tidak berfokus pada kesukaran yang dia alami. Sebaliknya, hatinya tertuju pada kesengsaraan orang lain/jiwa-jiwa.

Dalam kelas ini, setiap anggota tidak hanya diajak untuk menambah pengetahuan dengan menggali firman Tuhan, tetapi juga melihat relevansi dari hasil penggalian tersebut pada masa kini. Dari relevansi tersebut, saya bisa melihat hati setiap peserta, bukan hanya di BK_Ratapan 2, tetapi juga di grup-grup diskusi lainnya. Saya bisa melihat bagaimana Tuhan menunjukkan betapa banyak gereja Tuhan yang terlelap membiarkan keruntuhan yang sedang terjadi. Mengapa saya menuliskan seperti ini?

Hampir keseluruhan gereja pada masa kini dilakukan secara online karena pandemi. Meski gereja sudah dibuka kembali, banyak umat-Nya sudah tidak merindukan Dia. Bahkan, ibadah online pun terkadang dihadiri sambil makan dan bermain gawai, bahkan tiduran. Betapa hati Tuhan bersedih karena umat-Nya tidak menyadari keilahian-Nya. Banyak yang tidak menyadari bahwa bisa saja pandemi ini terjadi karena murka Allah atas umat-Nya, yang memilih hidup sesuai keinginan mereka, bukan seturut kehendak-Nya, dan tidak mau peduli dengan hati Tuhan.

Saya sendiri menyadari bahwa ratapan untuk suatu bangsa seharusnya dirasakan oleh setiap gereja Tuhan, yaitu kita sendiri. Gereja Tuhan terasa semakin sepi. Banyak orang tidak merasakan ada yang hilang meski dia tidak datang kepada Tuhan atau tidak memberikan diri untuk datang beribadah. Dalam keseharian, kita juga lebih memilih untuk memikirkan masalah-masalah hidup yang kita alami dibandingkan memikirkan segala pekerjaan tangan Tuhan yang dipercayakan kepada kita, yaitu untuk memberikan diri untuk berdoa bagi bangsa dan pemimpin-pemimpin negeri. Meski kita menyadari bahwa setiap orang memiliki penderitaannya masing-masing, ketika kita saling mendoakan, di situlah kita mengakui keberadaan serta kemahakuasaan Tuhan dalam mengatur setiap kehidupan. Namun, kita tidak boleh memungkiri keadaan Yeremia saat melayani Tuhan kala itu, saat menyampaikan Firman kepada bangsanya. Dia tertolak dan kesepian, tetapi tidak menjadi kecewa akan Tuhan, melainkan terus berharap kepada Tuhan akan adanya pemulihan bagi bangsanya.

Jika saat ini kita merasa tertolak atau kesepian, padahal kita bekerja di ladang Tuhan, mari tidak mudah kecewa ataupun menyerah karena untuk segala sesuatu ada masanya. Mari terus bergiat mengerjakan ladang Tuhan meski buahnya tidak terlihat, meski banyak orang tidak menyukainya, karena prinsip injil Kristuslah yang kita tegakkan. Allah kita adalah Allah yang tidak akan menyerah terhadap umat-Nya. Dia akan terus mengingatkan, menegur, dan mengajar hingga umat-Nya menyadari keberadaannya dan berbalik kepada Tuhan. Jangan biarkan ratapan itu hanya sebatas kesedihan, tetapi biarlah ratapan itu dibawa kepada Tuhan.

Jadilah Yeremia-Yeremia yang tidak lekas lelah untuk memperjuangkan umat-Nya dalam doa dan mengajar umat Israel akan kebenaran Firman Allah.

Christian Wellness, Kondisi Penting Bagi Para Pelayan Tuhan

Wed, 10/06/2021 - 00:00

Pada hari Selasa, 5 Oktober 2021, program Live Zoom EMDC hadir dengan mengetengahkan topik Spiritual Wellness. Setelah senantiasa menghadirkan isu yang terkait dengan media serta penginjilan, topik kali ini cukup berbeda. Namun, meski tidak berbicara tentang pelayanan media atau penjangkauan, topik ini merupakan isu yang cukup penting untuk dibahas. Mengingat ada banyak pelayan Tuhan yang memiliki persoalan ini di tengah hidup dan pelayanannya. Dengan mengangkatnya, diharapkan setiap peserta dapat semakin terbuka wawasannya tentang Spiritual Wellness, sekaligus mampu menghadapi tantangan yang terkait dengan isu tersebut.

Dibawakan oleh Ibu Yulia Oeniyati, presentasi diawali dengan definisi dari Christian Wellness. Apa sih sebenarnya Christian Wellness itu? Menurut Ibu Yulia, itu bukan sekadar kondisi rohani yang sehat, melainkan kebugaran rohani dari orang-orang percaya untuk dapat bertumbuh dan berbuah. Definisi ini beliau ambil berdasarkan dua ayat Alkitab, yaitu 2 Petrus 3:18 dan Yohanes 15:8. Jadi, Christian Wellness bukan hanya berbicara tentang kondisi rohani orang percaya yang baik-baik saja, melainkan suatu kondisi yang memampukan diri mereka untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah seperti yang Allah kehendaki. Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa kita tidak sedang "well" secara spiritual jika kita mengalami kemandekan/stagnansi dalam kerohanian kita dan tidak menghasilkan buah dalam hidup maupun pelayanan kita.

Ada banyak hal yang menyebabkan ketidakbugaran rohani ini bagi orang percaya. Masalah pribadi, keluarga, pelayanan, bahkan pandemi yang sedang kita alami saat ini dapat menjadi penyebabnya. Dan, sedihnya, ada banyak pelayan atau hamba Tuhan yang mengalaminya sehingga menjadi mandek secara spiritual. Meski dari luar tampak baik-baik saja, tetapi sesungguhnya kondisi mereka sangat rentan dan membutuhkan perhatian. Kondisi ini kemudian diperparah dengan ketidakterbukaan mereka untuk membagikan beban, kondisi, atau permasalahannya kepada yang lain. Sebagai pemimpin jemaat, pelayanan, maupun komunitas kristiani, mereka mungkin terbelenggu oleh stigma bahwa pemimpin harus baik-baik saja dan memiliki iman yang lebih. Atau, mungkin ada banyak orang tidak nyaman untuk terbuka dengan persoalannya, karena takut dihakimi, dinilai, atau dibandingkan dengan yang lain. Jika tidak dibereskan, masalah ini dapat mengancam kehidupan pelayanan dan kerohanian pelayan Tuhan dan orang-orang percaya.

Dari sana, peserta diajak untuk memeriksa kebugaran rohaninya dengan spiritual check up. Di dalamnya, terdapat beberapa poin pertanyaan yang perlu dijawab untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kebugaran rohani orang percaya. Kita pun perlu membantu orang-orang yang tengah bergumul dengan masalah ini, agar mereka mendapat dukungan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menghakimi, menyalahkan, atau memberikan khotbah, melainkan dengan kepedulian, doa, dan perhatian kita. Orang-orang yang tengah mengalami masalah dan tidak sedang bugar rohaninya perlu mendapat sapaan, kasih, dan perhatian kita. Mereka perlu dibantu untuk melihat kasih Tuhan, melalui keberadaan kita.

Agar semakin relate dengan topik yang dipresentasikan, peserta kemudian masuk dalam sesi Breakout Rooms untuk diskusi peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, peserta diajak untuk menjawab dua pertanyaan ini kepada peserta yang lain: how are you? dan how's your ministry?. Dalam sesi ini, tiap peserta dapat menceritakan kondisi kerohaniannya saat ini sekaligus mengetahui masalah pribadi maupun pelayanan yang tengah dialami oleh peserta lain. Sesi yang hanya berlangsung sekitar 10 menit ini kemudian dilanjutkan dengan presentasi perwakilan kelompok dalam grup besar. Melaluinya, kami dapat melihat bahwa terdapat beberapa pergumulan yang sedang dialami oleh peserta, sehingga kami diajak turut mendukung mereka dalam doa.

Ada banyak pelajaran yang saya dapat melalui EMDC Zoom live kali ini. Selain memahami lebih dalam tentang isu Christian Wellness, saya juga belajar tentang bagaimana kita bisa mengalami kondisi tidak "well" dalam kerohanian tanpa disadari. Spiritual check up menjadi alat bantu yang berguna dalam menunjukkan bagaimana sesungguhnya kondisi kerohanian kita. Sebab, sebagai orang Kristen, kita tidak selalu akan mengalami grafik yang terus naik dalam kehidupan kerohanian kita. Penting untuk mengetahui kondisinya secara tepat, agar kita dapat mengevaluasi diri, berubah, berbenah, dan terus bertumbuh serta menghasilkan buah dalam hidup dan pelayanan. Tidak lupa, kita juga perlu peka dan peduli pada mereka yang tengah mengalami persoalan ini agar mereka memperoleh dukungan yang diperlukan untuk terus maju.

Mari kita terus memeriksa kondisi kerohanian kita, berbagi beban dan pergumulan, serta mengalami pertolongan Tuhan yang memammpukan kita untuk terus bertumbuh dan berdampak bagi kerajaan-Nya.

Kaum Awam “Membangun” Situs, Bisa Tidak Ya?

Mon, 10/04/2021 - 11:44

 

Sebanyak 14 staf SABDA berkumpul di ruang training pada Jumat, 10 September 2021, untuk mendapat penjelasan mengenai training membuat situs yang bisa diikuti oleh orang-orang dengan berbagai latar belakang, tidak harus dari bidang IT. Training ini diadakan oleh Yayasan Kalaam Media, yang merupakan penyedia layanan pembuatan web dan hosting untuk situs web multibahasa dan aplikasi seluler. Pelayanan ini bertujuan untuk memungkinkan akses digital ke konten literasi, budaya, dan spiritual bagi anggota komunitas dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Bagi saya, ini menjadi hal baru karena saya belum pernah mengenal Yayasan Kalaam Media.

Bersyukurnya dalam mengerjakan situs ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim cewek dan tim cowok, yang masing-masing terdiri dari tujuh orang. Pertemuan awal ini dimulai dengan perkenalan Kalaam Media dan pelayanan yang dikerjakannya. Sistemnya disebut Wildfire. Rasanya mustahil untuk membangun sebuah situs tanpa seorang ahli IT. Karena itu, saya sempat ragu apakah saya dan teman-teman akan bisa membuat situs dalam waktu singkat. Hal ini mengingatkan saya tentang bahtera Nuh yang dibangun dengan rasa percaya kepada Tuhan. Nuh pada awalnya tidak tahu seperti apa bentuk sebuah bahtera yang akan dia bangun. Dia hanya percaya dan membangun sebuah bahtera yang begitu kuat dan tangguh. Bukan untuk memamerkan kemampuannya, melainkan untuk menyatakan betapa hebatnya hikmat Tuhan yang disampaikan kepada Nuh. Keraguan itu pun memudar saat David Johnson (trainer dari Kalaam yang berasal dari California) mengajari kami cara membuat sebuah situs.

Untuk memahami pengerjaan situs, kami diperkenalkan dengan beberapa situs yang bisa menjadi gambaran/contoh/inspirasi dalam membuat situs, istilah umum dalam situs, dan seni mendesain situs. Kemudian, kami diajarkan bagaimana mengatur pembagian tugas dan merencanakan pengerjaannya. Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan akurat sehingga tidak sulit bagi kami untuk mengatur strategi. Setelah setiap kelompok memiliki beberapa ide untuk membuat situs, kami mengerjakannya berdua-dua. Mengapa? Karena setiap kelompok akan memiliki user untuk membuat situs sendiri sampai mendengarkan penjelasan dari David. Strategi pelatihan ini menurut saya sangat baik sehingga tidak ada satu pun dari kami hanya menjadi orang yang ikut-ikutan, melainkan benar-benar saling mencoba dan memahami sistem Wildfire.

Pada pertemuan kedua, kami membuat halaman web, memasukan gambar ke dalam situs, cara mengedit halaman template, dan membuat halaman baru serta menu-menu yang ditawarkan oleh Wildfire. Semua hal itu dijelaskan dengan begitu baik, dan pertanyaan dari peserta training sangat menolong lain untuk membangun situs ini. Untuk memastikan peserta mencoba mengerjakan dan mengenali situs, mereka menyediakan video tutorial dan tugas-tugas yang membantu kita mengetahui sudah sampai mana kita menguasai situs. Tugas-tugas itu kami kerjakan pada hari Selasa dan Rabu. Pada Kamis, kami harus mengikuti Zoom Meeting dengan tim Kalaam dan peserta training lainnya. Banyak pertanyaan diajukan dan kami mendengarkannya sembari mengerjakan situs. Kadang ada beberapa hal yang tidak kami pahami, bersyukur ada Kak Hadi (salah seorang staf ITS SABDA) yang membantu kami. oh ya, nama situs yang kami bangun adalah "Spiritual Wellness". Walau "bangunan" situs belum kokoh, tetapi kami bisa melihat ada harapan situs ini akan baik. Sebab, kami bisa membangun situs tanpa menghafalkan rumus coding atau menguasai bahasa pemrograman yang sangat asing bagi saya.

Mengikuti training ini membuat kami kagum. Betapa baiknya mereka yang bersedia menyediakan training untuk menolong pelayan Tuhan di Asia untuk membangun sebuah situs. Kami yang sangat awam dengan situs akhirnya bisa mendesain situs hanya dalam waktu seminggu. Seminggu kemudian, kami mendesain situs dalam kelompok besar yang terdiri dari kelompok cewek dan cowok. Tim kami (cewek) akhirnya mengatur strategi untuk mengisi situs yang kami buat, dengan berbagai pertimbangan dan diskusi. Kami harus mengerjakannya sebelum hari Kamis tiba. Teman-teman bersemangat mengerjakan situs ini hingga situs ini memiliki beberapa kategori/menu.

Saat “sesi show and tell”, Mbak Pingkan mewakili tim kami menyampaikan penjelasan hasil dan progress situs dalam bahasa Inggris. Penjelasan dipaparkan dengan sangat baik, dan ada rasa lega sekaligus gairah yang membuat saya tidak sabar untuk melihat hasil jadi dari situs yang sedang kami kerjakan. Ya, bahtera yang kami bangun sudah mulai terlihat bentuknya. Namun, apa yang kami kerjakan masih harus dilengkapi dan diselesaikan. Doakan pengerjaan situs ini supaya dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi wadah yang tepat untuk menolong setiap orang percaya memiliki “kesehatan rohani” yang baik. Sekian sharing dari saya. Tuhan Yesus memberkati.

Pengalaman Mengikuti Training CyberSecurity Awareness

Fri, 10/01/2021 - 20:23

Shalom, Sahabat SABDA. Kali ini, saya akan berbagi tentang pengalaman saya selama mengikuti training "CyberSecurity Awareness -- Apakah Anda Bisa Online dengan Aman?" Pelatihan ini diadakan pada 21 September 2021 dan tentunya diikuti oleh semua staf SABDA. Sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang digital, topik-topik seperti ini menjadi topik yang penting untuk diketahui oleh semua staf SABDA. Lebih dari itu, sebenarnya semua orang juga perlu 'melek' terhadap keamanan digital dan kecerdasan digital. Mengingat dunia sudah serba digital, sangat penting bagi kita untuk mengetahui ancaman-ancaman dunia digital dan bagaimana caranya agar aman berselancar di dunia maya.

Pelatihan ini dibawakan oleh Pak Kalpin, yang pernah menyampaikan topik yang sama juga di SABDA Live seri Fun Talks dengan judul "Cyber Security Awareness: Aman Online". Bagi saya, semua yang disampaikan oleh Pak Kalpin, mulai dari keamanan informasi, kasus kebocoran data hingga dampaknya, merupakan materi daging, berbobot, dan penting untuk menjadi perhatian. Meski ada juga materi yang terkesan teknis, seperti saat beliau menyampaikan tip-tip untuk keamanan komputer, tetapi dari semuanya itu, saya sangat terberkati dan semakin sadar akan pentingnya keamanan digital.

Pak Kalpin memulai presentasinya dengan memperkenalkan diri sekaligus menunjukkan pengalaman beliau berkecimpung di dunia keamanan siber selama ini. Sangat terlihat bahwa beliau merupakan ahli di bidangnya, dan hal ini membangun 'trust' peserta training terhadap pembicara dan materi yang akan dibawakan. Saya juga salut dengan Pak Kalpin yang mau menyediakan diri untuk membantu memberikan konsultasi pribadi terkait keamanan siber bagi gereja atau organisasi Kristen yang mengikuti training saat itu. Kesuksesan dan bakat beliau tidak membuat hati melayaninya padam. Semoga semakin banyak gereja dan organisasi Kristen terbantu, khususnya terkait keamanan siber.

Setelah itu, Pak Kalpin melanjutkan materinya terkait keamanan informasi. Di bagian ini, peserta diajak untuk melihat betapa pentingnya melindungi kerahasiaan data pribadi, integritas, dan ketersedian informasi. Sebab, jika kita tidak peduli dengan data-data tersebut, peluang menjadi korban dari kejahatan siber semakin besar. Beberapa ancaman yang menyertai user di dunia digital, antara lain: malware, spam, phishing, pencurian data, dan social engineering. Semua ancaman itu membawa dampak yang merugikan, seperti: kerugian finansial, privasi, nama baik, atau bahkan menjadi ancaman fisik dan psikologis.

Setelah mengerti bahayanya data pribadi yang bocor atau dimanfaatkan oleh oknum jahat, saya menjadi makin khawatir dan gundah-gulana untuk menggunakan internet. Di satu sisi, saya khawatir dengan data saya yang bisa dicuri dan/atau dimanfaatkan, tetapi di sisi lain, saya juga perlu mengakses segala fasilitas internet, mulai dari kesehatan, keuangan, dan hiburan. Untungnya, Pak Kalpin menjawab kekhawatiran saya dengan memberikan tip-tip terkait keamanan data, salah satunya terkait pembuatan, penggunaan, dan pengelolaan password. Pertama, jangan menggunakan password yang sama untuk beberapa akun. Kedua, usahakan untuk membuat password dengan kombinasi karakter angka, huruf, dan simbol agar lebih aman. Ketiga, gunakan program password manager agar password terorganisasi dengan baik dan kita tidak harus menghafal semua password.

Selain itu, memperhatikan perlindungan akun media sosial juga tidak kalah penting, misalnya dengan mengaktifkan two-factor authentication. Tip-tip lain yang beliau bagikan juga mencakup melindungi komputer sampai ke tingkat BIOS dengan memberikan password hingga berbagai konfigurasi untuk mengamankan akses jaringan. Akan tetapi, saya kurang mengerti hal-hal terkait jaringan.

Training kali ini sungguh mengingatkan saya kembali akan pentingnya membangun kesadaran diri untuk lebih peduli dengan keamanan siber, yaitu dengan melakukan berbagai upaya untuk membatasi celah oknum jahat masuk untuk melakukan kejahatan digital. Selain itu, saya menjadi lebih sadar tentang bagaimana harus mengasihi diri sendiri dengan memperhatikan data yang saya miliki, apalagi data yang mencerminkan Sang Pemilik data. Artinya, sebagai orang percaya, data yang kita kelola/hasilkan perlu diperlakukan dengan berhikmat dan itu menjadi bagian dari tanggung jawab kita di tengah dunia digital. Merespons hal ini, mungkin hal kecil yang akan saya terapkan adalah mulai memperhatikan keamanan data pribadi dan cara berperilaku di media sosial, terutama dalam berkomentar, serta selalu menjaga dan meningkatkan terus digital wellness yang dimiliki.

Akhir kata, semoga pembaca semakin sadar dan mulai melek keamanan digital ya! Shalom.

Kecerdasan digital: https://apps4god.org/app-train/app-train-hut-ke-24-yayasan-lembaga-sabda-menggelar-seminar-dq-digital-quotient
"Cyber Security Awareness: Aman Online: https://live.sabda.org/fun-talks.php?id=cyber_security_awareness

#SABDA27: Celebration of God’s Faithfulness!

Fri, 10/01/2021 - 13:22

Puji Tuhan! Puji Tuhan!

Seruan itu bahkan tak cukup untuk menyatakan ucapan syukur saya dan seluruh pelayan Tuhan di SABDA memasuki Oktober 2021 ini! Bulan ini menjadi momen istimewa dalam tahun 2021 karena SABDA merayakan ulang tahunnya yang ke-27 kalinya (#SABDA27)! Tidak terhitung kebaikan dan kesetiaan Tuhan dalam memimpin kami melakukan pekerjaan-Nya, khususnya dalam dua tahun terakhir ini.

COVID-19 juga cukup memengaruhi SABDA dalam menjalankan pelayanannya. Kami harus menyesuaikan rencana kerja agar tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi. Bersyukur karena hikmat dan bijaksana dari Tuhan mendasari setiap keputusan yang harus kami ambil dengan cepat dan tepat. Kami juga bersyukur karena pemeliharaan dan kesetiaan Tuhan nyata melalui setiap dukungan untuk pelayanan SABDA. Oleh karena itu, dalam event #SABDA27 ini, kami mengadakan Celebration of God's Faithfulness yang kami kemas dalam berbagai event. Event utamanya, sekaligus tema #SABDA27, adalah Wellness and Family/Ministry!

Sebagai ungkapan syukur kami, berikut ini adalah video ucapan syukur staf SABDA dalam rangka #SABDA27. Selamat menyimak dan kiranya menjadi berkat!

Video Ucapan Syukur Staf SABDA

Selamat Ulang Tahun untuk SABDA yang ke-27!

27 tahun bukan sekadar hitungan usia!
27 tahun rajutan cerita tentang Tuhan, Sang Pemilik Masa.
27 tahun berkomitmen mempersembahkan teknologi bagi kemuliaan Allah,
menjawab tantangan "Apa peran teknologi bagi Kerajaan Allah?"

Sang Arsitek Agung merancang segalanya, membuat sesuatu yang vital,
dimulai dengan membangun "bahtera SABDA", mengarungi "samudra digital".
Ketika "tsunami digital" datang, menghantam dengan keras,
Tuhan menopang kami agar tak terhempas!

Berselancar di tengah gelombang tsunami digital yang ganas, berkomitmen menjadi fasilitator, katalisator, dan infrastruktur bagi tubuh Kristus,
agar tetap lancar bersahabat, dekat, erat dengan SABDA-Nya yang berotoritas.

Lalu, pandemi datang memorakporandakan tatanan hidup lama,
tetapi Tuhan memimpin dan mendorong kami untuk bergerak cepat,
ketika semua tak lagi sama,
di tengah perubahan yang pesat.

Kesetiaan Tuhan nyata dalam panggilan-Nya bagi kami,
menjadi e-servant yang tegar dan berenergi,
agar tubuh Kristus tetap bugar dalam "tsunami digital" dan pandemi.

Kami tidak dapat melakukannya sendiri,
sebab pekerjaan Tuhan bukan untuk dilakukan seorang diri!

Karena itu, mari berkolaborasi guna menghadirkan "wellness" bagi keluarga, pelayanan, dan dunia di tengah tsunami digital dan pandemi ini bersama TUHAN!

Mari rayakan kesetiaan Tuhan!

Memoderasi Kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) Sungguh Spesial

Wed, 09/29/2021 - 19:23

Hai pembaca Blog SABDA yang terkasih, senang sekali dapat menyapa Anda kembali dalam kesempatan ini. Kiranya pembaca sekalian dalam keadaan baik karena Tuhan selalu baik dalam hidup kita. Sekalipun keadaan hari-hari ini kurang baik, kita harus terus menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan akan selalu melindungi kita. Nah, kali ini saya mau membagikan pengalaman saya sebagai salah satu moderator dalam kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR). Kelas PDR ini merupakan kelas ketiga yang dilakukan dalam semester dua ini setelah kelas Persiapan Pernikahan Kristen (PPK) dan Kelas Bedah Kitab Yakobus.

Pembukaan kelas berlangsung melalui Zoom dan YouTube pada Rabu, 8 September 2021. Dalam acara ini, saya menyampaikan ringkasan materi dari modul PDR kepada seluruh peserta kelas. Puji Tuhan, semua berjalan dengan baik, jaringan lancar, dan tidak ada gangguan. Sore harinya, kelas PDR dibagi menjadi empat kelas dengan moderator PDR 1 oleh Ibu Evie, PDR 2 oleh saya, PDR 3 oleh Kak Bima, dan PDR 4 oleh Kak Santi. Dalam setiap kelas, kami dibantu oleh rekan admin yang setia di MLC, yaitu Kak Mei dan Melisa. Setelah kelas terbentuk, peserta mulai saling berkenalan. Sebanyak 81 orang mengikuti kelas PDR ini. Puji Tuhan!

Selanjutnya, pada Kamis, 9 -- 14 September 2021, diskusi berlangsung dalam kelas masing-masing. Seru! Saya memoderasi kelas PDR 2 dengan para peserta yang masih muda dan rindu belajar tentang disiplin rohani. Saya bersyukur karena peserta-peserta muda ini berdiskusi dengan antusias. Bahkan, dinamika diskusi berkembangan baik dengan adanya saling merespons. Terlihat sekali saat mendiskusikan pelajaran terakhir tentang kedewasaan rohani. Sambil berdiskusi, mereka juga mengecek seberapa dewasa mereka secara rohani. Rata-rata peserta mengungkapkan bahwa mereka masih berproses menuju dewasa secara rohani. Memang banyak tahap yang dihadapi saat menuju dewasa rohani, termasuk adanya banyak tantangan, masalah, dan pergumulan yang akhirnya membuat seseorang menjadi sakit secara rohani. Hal-hal inilah yang membuat rata-rata peserta mengatakan bahwa mereka masih berproses menuju dewasa secara rohani.

Diskusi PDR berakhir pada Selasa, 14 September 2021. Keesokan harinya, peserta memberikan testimoni selama mengikuti kelas PDR yang sudah berjalan. Selain menyampaikan testimoni, pada hari itu juga dilakukan evaluasi kelas PDR untuk semua kelas. Melalui live Zoom dan YouTube, moderator dan perwakilan dari peserta PDR memberikan evaluasi terkait kelas, baik dari sisi sistem, platform, peserta, diskusi, dll.. Sungguh luar biasa! Semua peserta bisa mendapat berkat dari testimoni yang mereka berikan. Puji Tuhan, melalui kelas PDR ini semua peserta semakin crosscheck lagi mengenai kehidupannya dalam menjalankan disiplin-disiplin rohani yang ada. Setelah acara evaluasi berlangsung, peserta juga memberi evaluasi melalui form yang dibagikan admin kepada peserta. Melalui form evaluasi tersebut, tim MLC bisa melihat bagian mana yang bisa dikembangkan dan diperbaiki ke depannya. Dan, akhirnya semua peserta yang memenuhi syarat kelas bisa dinyatakan lulus dan mendapatkan e-sertifikat. Puji Tuhan, sebanyak 66 peserta lulus mengikuti kelas dan layak mendapatkan e-sertifikat.

Dari pengalaman saya ini, hanya satu hal yang bisa saya katakan tentang semuanya itu. Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat bersyukur karena bisa menjadi moderator untuk menolong peserta PDR dan bisa saling bertumbuh dalam diskusi. Saya banyak mengintrospeksi diri saya sendiri bagaimana selama ini saya menjalankan disiplin rohani, apakah sekadar rutinitas biasa atau memang kebutuhan mendasar bagi kehidupan saya. Saya sungguh ditegur, diingatkan, dan dievaluasi dari kelas ini. Harapan saya, semua peserta yang mengikuti diskusi ini tidak berhenti hanya sampai diskusi saja. Namun, mereka semua bisa semakin bertumbuh dan berproses dalam Tuhan dalam iman mereka melalui disiplin rohani yang dilakukan. Tuhan Yesus sungguh baik menyertai semua proses diskusi ini. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan!

Awal dari Sebuah Kolaborasi yang Hebat! “Spiritual Wellness!”

Fri, 09/17/2021 - 17:51

Shalom, apa kabar Sahabat SABDA? Saya berharap semuanya dalam keadaan baik. Perkenalkan saya Tian, dan saya sudah beberapa kali menulis blog di sini. Nah, kali ini, saya akan berbagi pengalaman mengikuti salah satu acara bertajuk "Spiritual Wellness! Mungkinkah?" yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Kali ini, saya mendapat kesempatan yang cukup istimewa untuk berkontribusi membantu memperlancar jalannya acara ini. Saya membantu di bagian teknis pelaksanaan, mulai dari menyiapkan device/perangkat, link Zoom, memeriksa jaringan, dan yang tidak ketinggalan adalah memastikan acara berjalan dengan lancar. Tentu saya tidak sendiri dalam mengerjakan semua ini, saya dibantu beberapa orang dari tim IT Services (ITS).

Acara "Spiritual Wellness! Mungkinkah?" ini diselenggarakan pada Jumat, 3 September 2021, pukul 10.30 - 11.30 WIB. Acara ini dikemas dalam format bincang-bincang. Nah menariknya, di tengah sesi acara ada breakout room. Breakout room adalah fitur dari Zoom yang memungkinkan kita untuk membagi partisipan/peserta yang hadir ke dalam kelompok kecil beranggotakan 5 - 6 orang. Bagi saya dan tim ITS, ini adalah salah satu fitur yang baru dicoba karena sebelumnya hanya menggunakan fitur yang sudah familiar seperti sharescreen, spotlight, dan pin. Melalui breakout room ini, diskusi/bincang-bincang dapat dilakukan dengan lebih intens. Masing-masing kelompok kecil memiliki 1 penanggung jawab yang bertugas untuk memimpin diskusi. Penanggung jawab ini tidak sendiri, tetapi ditemani oleh 1 orang admin yang bertugas untuk mencatat kesimpulan hasil diskusi.

Bagi saya, acara ini menarik karena membicarakan mengenai wellness, yang bisa diartikan sebagai kesehatan. Menurut saya, ini relevan dengan keadaan pandemi saat ini. Banyak orang tidak dalam keadaan "well" atau tidak baik kesehatannya, mulai dari fisik sampai mental. Latar belakang diadakannya acara ini adalah di tengah pandemi dan tsunami digital, kita diajarkan bahwa kehidupan ini tidak semudah yang kita harapkan. Situasi yang sulit ini memaksa kita untuk mengetahui dan mengerti keadaan fisik maupun mental kita masing-masing. Mungkin banyak orang merasa dirinya tidak baik atau tidak "well". Dalam kondisi ini, orang-orang akan cenderung membutuhkan orang lain yang dapat membantunya. Pusat wellness bisa menjadi salah satu solusinya sehingga setiap orang dalam keadaan apa pun bisa datang dan mengetahui sejauh mana keadaan mereka. Tidak hanya mengakomodasi pengguna secara individual, tetapi diharapkan dapat mengakomodasi gereja untuk pelayanan kepada jemaatnya.

Mari terus doakan untuk setiap proses yang akan dikembangkan lebih lanjut. Saya sangat berharap kerinduan akan adanya pusat wellness kekristenan yang dapat menolong orang-orang percaya merasa lebih baik secara mental dapat direalisasikan. Semangat untuk terus berkarya bagi Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Situs Alkitab SABDA, Situs Lengkap untuk Belajar Alkitab!

Mon, 09/13/2021 - 17:40

Shalom pembaca SABDA yang terkasih. Saya senang sekali karena dapat menyapa pembaca sekalian. Kali ini, saya akan berbagi banyak hal tentang pengalaman berharga yang saya dapatkan ketika mengikuti acara pelatihan Situs Alkitab SABDA. Acara ini merupakan pelatihan secara daring bagi mahasiswa kelas Eksegesis Biblika 2021. Pelatihan pertama berlangsung pada 24 Agustus 2021 tentang penggunaan Software SABDA .(https://www.slideshare.net/sabda/training-software-sabda) yang diikuti oleh 47 mahasiswa (S1 dan S2). Pelatihan kedua mengenai Situs Alkitab SABDA yang dilakukan pada 31 Agustus 2021 dengan diikuti oleh mahasiswa yang sama. Pelatihan ini bertujuan supaya mahasiswa dapat mengenal alat-alat biblika yang baik untuk mendukung perkuliahan serta pelayanan mereka. Bahkan, ketika mendalami firman Tuhan, mereka dapat menggali dari akar-akarnya sampai kepada pemahaman yang benar sesuai maksud penulis Alkitab. Pelatihan ini dilakukan via Zoom dan yang mempresentasikan materi Situs Alkitab SABDA adalah Ibu Yulia Oeniyati, dengan didampingi oleh Kak Hadi Pramono (staf ITS SABDA).

Ibu Evie, selaku host, memulai acara pelatihan ini dengan menyapa peserta. Saya melihat para peserta cukup fresh dan siap untuk mengikuti pelatihan ini. Terlihat dari bagaimana mereka merespons Ibu Evie saat menyapa mereka. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa pembukaan, lalu langsung masuk ke sesi presentasi. Sebelum Ibu Yulia memaparkan materi presentasinya, kami diajak untuk melihat video tutorial Situs Alkitab SABDA. Video ini sepertinya dibuat sejak 13 tahun yang lalu. Videonya cukup sederhana dan mudah diikuti meskipun ada tambahan-tambahan bahan untuk situs sesuai kondisi sekarang ini. Setelah selesai menyaksikan video, kami pun mulai mendengarkan presentasi Ibu Yulia yang didampingi oleh Kak Hadi juga. Materi presentasi bisa dilihat melalui link di sini https://www.slideshare.net/sabda/situs-alkitab-sabda-alkitabsabdaorg

Jujur, sebenarnya saya baru pertama kali mendapatkan pemaparan langsung tentang Situs Alkitab SABDA. Saya memakai situs ini untuk belajar teologi, melihat referensi dan segala alat yang disediakan untuk mendukung perkuliahan saya. Namun, kali ini, akhirnya saya bisa melihat secara keseluruhan mengenai situs Alkitab SABDA serta bagaimana cara menggunakannya. Sangat menarik dan melimpah!

Selama presentasi berlangsung, saya cukup fun dan mendapat banyak berkat baru meskipun situs tersebut sering saya pakai. Saya juga diingatkan kembali mengenai sejarah adanya situs Alkitab SABDA ini. Di sisi lain, Ibu Yulia menyampaikan bahwa situs ini menjadi salah satu situs terlengkap dari 10 situs terbaik di dunia. Wow, puji Tuhan! Saya sih tidak habis-habisnya bersyukur mendengarkan Ibu Yulia menerangkan bagian per bagian di situs tersebut. Semuanya saling terintegrasi, lengkap, dan disajikan secara gratis agar masyarakat Kristen, khususnya mahasiswa teologi, dapat memakainya untuk membedah Alkitab.

Ya, saya belajar banyak hal dari seminar ini. Saya bisa mendapatkan banyak penjelasan dari enam bagian tools utama di situs Alkitab SABDA. Enam tools tersebut adalah Word Tools, ITL Tools (interlinear), Chapter/Verse Tools, Media Tools, Advanced CMT Tools, and Other Tools. Semua tools tersebut masih memiliki bagian-bagian tersendiri yang sangat kaya. Bagian yang paling menarik bagi saya adalah ketika melihat referensi silang yang ada di chapter/verse tools. Di situ, saya benar-benar kaget karena ada 3/4 juta referensi yang dapat dipakai untuk pembelajaran Alkitab. Puji Tuhan!

Melalui acara pelatihan ini, saya berharap semua mahasiswa yang mengikutinya dapat melihat semua tools yang ada sebagai tools yang berharga dan dapat dipakai untuk pelayanan dan perkuliahan mereka. Di sisi lain, saya juga berharap agar mereka mau membagikan apa yang telah mereka dapatkan kepada rekan-rekan yang lainnya. Inilah pengalaman berharga yang bisa saya bagikan kepada pembaca semua. Saya mengajak pembaca untuk mengunjungi dan memakai situs Alkitab SABDA. Kunjungi situsnya sekarang juga! Tuhan Yesus memberkati.

Pelatihan Software SABDA bagi Mahasiswa SAAT

Mon, 09/06/2021 - 14:13

Pada Selasa, 24 Agustus 2021, saya bersama dengan staf SABDA lainnya mengikuti presentasi pelatihan penggunaan Software SABDA yang disampaikan oleh ibu Yulia Oeniyati. Pelatihan ini diberikan kepada mahasiswa Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT), dan menjadi bagian dari mata kuliah Eksegesis Biblika program studi S1 Teologi semester 6. Jika dilihat dari namanya, Software SABDA ini jelas merupakan produk dari Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Menariknya, nama SABDA sendiri juga merupakan akronim dari kata Software Alkitab, Biblika Dan Alat-alat. Software SABDA ini menjadi salah satu produk utama dari pelayanan SABDA.

Sejauh yang saya pahami, SABDA adalah sebuah program Alkitab dan Biblika yang hadir untuk menolong masyarakat Kristen Indonesia mempelajari Alkitab dengan lebih mendalam, menyenangkan, dan tuntas. Software SABDA berisi program Alkitab yang dikembangkan dari program Online Bible. Memiliki Alkitab dalam beragam versi, mulai dari Alkitab versi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa suku, bahasa Ibrani/Yunani, sampai Alkitab Kuno. Dilengkapi juga dengan perpustakaan digital atau "rak buku elektronik" yang berisi berbagai bahan biblika dan bahan-bahan kekristenan lainnya, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Sahabat SABDA bisa mendapatkan semua bahan berkualitas ini dengan men-download-nya dari situs SABDA.net. Selain itu, Software SABDA ini juga bisa ditemui dalam beberapa DVD yang kami sediakan seperti DVD Konseling TELAGA dan DVD Library SABDA Anak.

Saya melihat Software SABDA menjadi alat yang tepat bagi mahasiswa teologi, terutama dalam melakukan eksegesis isi Alkitab. Software SABDA menjadi sebuah program Alkitab dengan teknologi Online Bible versi Indonesia yang dilengkapi dengan banyak sekali alat-alat biblika sehingga dapat menolong dan memudahkan pengguna untuk mempelajari Alkitab dengan bertanggung jawab.

Sebelum melakukan pelatihan, SABDA membuka grup WhatsApp (WA) untuk mahasiswa SAAT yang akan mengikuti pelatihan ini. Dengan adanya grup WA ini, SABDA dapat memberi pengarahan dan membagikan tutorial mengenai instalasi Software SABDA. Diharapkan dalam praktiknya nanti, mahasiswa tidak terkendala lagi terkait teknis instalasi dan sudah bisa mempelajari dan menggunakan software ini terlebih dahulu. Apabila ada kendala, tim teknis dari SABDA siap untuk membantu mereka. Menurut saya, proses ini sangat penting karena ketika ada bagian atau tahapan yang masih belum dimengerti, mahasiswa bisa menanyakannya langsung saat presentasi.

Pelatihan Software SABDA ini diikuti oleh 47 mahasiswa dari program studi S1 dan S2, dengan rata-rata usia 19 - 30 tahun. Bersyukur, ada satu mahasiswa yang sudah berusia 53 tahun juga tetap bersemangat mengikuti pelatihan ini. Pelatihan Software SABDA secara online ini memiliki 5 bagian utama yang harus dijelaskan: 10 fitur dasar dari software SABDA, struktur dan isi software SABDA, fungsi-fungsi fitur, resources dalam software SABDA, dan pemakaian Software SABDA untuk penggalian Alkitab. Untuk yang terakhir ini, lebih banyak praktik yang bisa diikuti oleh peserta. Kurang lebih selama 2 jam, Ibu Yulia menyampaikan materinya. Dengan adanya persiapan yang baik, Ibu Yulia dapat menyampaikan materinya dengan lancar, dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif. Ini dibuktikan dengan adanya respons dari mahasiswa yang menyatakan bahwa presentasinya sudah cukup jelas. Selain itu, beberapa mahasiswa yang sudah menggunakan Software SABDA dan pernah mengalami kesulitan kini merasa teredukasi melalui pemaparan bu Yulia. Saya sangat mengapresiasi Ibu Yulia dalam menyampaikan presentasi ini.

Di tengah-tengah presentasi, Ibu Yulia memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya, baik secara langsung maupun melalui kolom komentar. Ini sangat menolong peserta untuk mendapatkan penjelasan lebih mendalam apabila masih ada hal yang belum dipahami. Ada beberapa mahasiswa yang menanyakan seputar kesulitan yang mereka hadapi saat menggunakan Software SABDA. Namun, yang paling sering ditanyakan adalah seputar instalasi Software SABDA. Meski sebelumnya sudah diberi tutorial dan panduan install Software SABDA melalui grup WA, ternyata masih banyak juga yang terkendala dalam praktiknya. Dalam menjawab pertanyaan seputar teknis, Ibu Yulia dibantu oleh Hadi, salah satu staf ITS SABDA. Selain itu, ada juga Pak Billy, staf programmer SAAT, yang membantu menjelaskan atau melengkapi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pak Billy pernah bergabung dalam pelayanan SABDA dan juga terlibat dalam divisi ITS sebelumnya. Karena itu, ia banyak mengerti tentang software ini dan dapat menolong mahasiswa SAAT dalam mengatasi masalah teknisnya.

Saya melihat memang masih ada beberapa kendala teknis yang tidak bisa diselesaikan selama presentasi berlangsung karena keterbatasan waktu. Namun, Hadi bersedia dihubungi secara pribadi, baik lewat WA dan Telegram. Bagi mahasiswa yang masih ingin bertanya juga bisa menanyakannya di grup WA yang sudah tersedia. Selain itu, Pak Billy juga bersedia membantu mahasiswa terkait permasalahan teknis. Saya sangat mengapresiasi hal ini karena meski di luar jam presentasi, Hadi dan Pak Billy masih bersedia menolong mahasiswa yang terkendala masalah teknis.

Harapan saya, melalui pelatihan Software SABDA ini, mahasiswa teologi dapat mempelajari Alkitab dengan lebih mendalam, menyenangkan, dan tuntas. Semoga praktik dan tugas eksegesis mereka pun dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu, saya juga berharap mahasiswa dapat menggunakan Software SABDA ini dengan baik, serta dapat mengajari atau melatih mahasiswa lainnya untuk menggunakannya juga. Software SABDA ini juga sangat berguna dalam pelayanan. Mari terus bersemangat untuk belajar Alkitab dengan Software SABDA, mahasiswa SAAT! Terus kabarkan kebenaran firman Tuhan kepada banyak orang. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

SABDA Berdoa bagi Indonesia

Thu, 08/19/2021 - 15:35

Indonesia merdeka!! Bersyukur sekali menjadi bagian dan tinggal di Indonesia. Tuhan memberikan Indonesia kepada kita semua untuk ditinggali, disyukuri, dirawat, dijaga, didoakan, dan dimajukan. Sebagai warga negara Indonesia, saya sangat beruntung dilahirkan di tanah air ini. Bangga menjadi bagian di dalamnya, yang penuh dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan alamnya. Tidak hanya saya yang begitu bersyukur, semua rekan sepelayanan saya di YLSA juga sama-sama bersyukur atas kebaikan Tuhan ini. Salah satu wujud syukur tersebut kami panjatkan dalam doa-doa kami dalam acara Persekutuan Doa (PD) staf Senin, 16 Agustus 2021.

Dalam PD tersebut, setiap staf sharing ucapan syukur dan pokok-pokok doa mereka bagi Indonesia. Menjadi momen yang sangat berharga ketika kami bersehati memikirkan dan bergumul untuk Indonesia. Beragam pokok doa kami naikkan, dalam segala aspek yang mampu kami lihat, mulai dari pemerintahan, kepemimpinan, persiapan dan perayaan HUT RI ke-76, ekonomi kreatif, generasi penerus bangsa, program vaksinasi, pekerja medis, ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan, sistem pendidikan, persatuan dan kesatuan, kebhinekaan, pengelolaan SDM yang baik, toleransi, nasionalisme, kesejahteraan rakyat, sampai keseimbangan lingkungan di Indonesia. Semua pokok doa ini kami doakan dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 3-4 orang. Tuhan baik! Memberi kami kesempatan untuk berdoa bagi Indonesia.

Sebagai orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus, saya dan teman-teman SABDA rindu untuk terus mengambil bagian untuk Indonesia melalui bagian-bagian yang telah dipercayakan kepada kami. Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pun rindu untuk terus ambil bagian dalam pemberitaan Kabar Baik melalui setiap jalur teknologi yang tersedia. Kami rindu banyak jiwa mendengar firman Tuhan. Kami rindu Indonesia penuh kemuliaan Tuhan. Kiranya belas kasih Tuhan terus turun atas Indonesia dan segala jerih lelah anak-anak Tuhan diberkati oleh-Nya. Salam merdeka!! Tuhan Yesus memberkati.