Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 11 hours 56 min ago

Kerennya Kelas Bedah Kitab Rut!

Mon, 06/21/2021 - 22:32

Halo, Sahabat SABDA. Kali ini, saya ingin bercerita tentang pengalaman pertama saya mengikuti sekaligus menjadi moderator termuda dalam kelas diskusi Bedah Kitab Rut (BKR). (Meskipun termuda, tetap harus semangat dong menjalaninya).
Kelas diskusi BKR diselenggarakan pada 20-28 Mei 2021. Namun, sebelum mulai berdiskusi via Telegram pada hari yang telah ditentukan, kami semua -- penyelenggara, moderator, dan peserta -- dipertemukan pada 19 Mei dalam pertemuan daring bertajuk "Training Bedah Kitab Rut". Dalam pertemuan ini, selain diadakan training, diadakan juga sesi perkenalan moderator kelas dan pembahasan seputar teknis pelaksanaan diskusi dalam grup Telegram nantinya, khususnya untuk diskusi yang akan dilakukan esok harinya. Menjelang sore, kelas diskusi Telegram dibuka dengan perkenalan masing-masing peserta. BTW, saya menjadi moderator dalam kelas BKR 2 dengan dibantu oleh Mbak Mei, salah satu rekan sekerja di SABDA, sebagai admin.

Nah, pada hari pertama, kelas diskusi membahas pasal 1 dari kitab Rut. Ya, mengingat terdapat 4 pasal dalam Kitab Rut, diskusi akan difokuskan untuk membahas 1 pasal per hari. Pada hari pertama ini, baik moderator dan peserta masing-masing masih membiasakan diri dengan berbagai hal, mulai dari aturan diskusi chat sampai format penulisan hasil pendalaman. Ya, ada pendalaman. Jadi, sebelum memulai diskusi, setiap peserta wajib melakukan pendalaman pribadi terkait kata/frasa yang dipilih dari setiap pasal. Lewat pendalaman itulah nantinya para peserta lain akan menanggapi sehingga itu secara tidak langsung menjadi topik diskusi.

Pada hari-hari berikutnya, kelas BKR berjalan dengan baik, dan menurut saya, peserta semakin berkembang secara progresif, baik dalam hasil pendalamannya maupun diskusinya. Ini semua tidak terlepas dari kerinduan peserta untuk belajar dan mendalami firman Tuhan. Hal-hal yang tadinya masih kurang, seperti penulisan referensi sumber, format penulisan hasil pendalaman yang salah atau terbalik-balik, lama-kelamaan diperbaiki.

Selama menjadi moderator, selain menjaga agar diskusi berjalan sesuai aturan, saya juga dituntut untuk tegas memperingatkan peserta jika terjadi pelanggaran selama diskusi berlangsung supaya diskusi dapat berjalan dengan kondusif. Hal yang tidak kalah penting ialah mengingatkan peserta terkait format penulisan hasil pendalaman jika didapati kurang pas. Hasil pendalaman peserta menjadi hal penting bagi moderator karena nantinya, hasil pendalaman itu akan digunakan sebagai bahan penilaian peserta. Kenapa dinilai? Tentu untuk kepentingan sertifikat serta guna mendorong peserta semakin semangat dalam mendalami kitab Rut ini.

Terlepas dari semuanya itu, saya secara pribadi sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para peserta yang dapat bekerja sama dengan baik. Meski di kelas saya ada 3 peserta yang harus gugur atau tidak dapat melanjutkan kelas karena kesibukan, tetapi itu tidak mengurangi semangat peserta lain untuk tetap melanjutkan diskusi. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada Mbak Mei selaku admin kelas yang sudah banyak membantu mengingatkan peserta untuk aktif, baik untuk mengirimkan hasil pendalamannya atau tanggapannya. Hal tersebut sangat membantu moderator. Banyak, banyak terima kasih!

Selama mengikuti kelas BKR, saya sangat senang melihat antusiasme peserta dalam membagikan hasil pendalaman dan tanggapannya. Saya ikut bahagia juga karena bisa melihat berbagai sudut pandang dalam mendalami pasal melalui kata/frasa yang dipilih, yang tentunya menjadikan pembahasan satu pasal lebih kaya dan berharga rasanya. Peserta-peserta lain juga sependapat tentang hal ini, terlihat dari ungkapan para peserta pada pertemuan evaluasi dan penutupan kelas pada 30 Mei 2021. Peserta juga tampak sangat senang ketika Ibu Yulia memberitahukan bahwa hasil pendalaman mereka akan disatukan dan dijadikan suatu komentari Alkitab untuk kitab Rut. Hore, sangat diapresiasi rasanya!

Dari kitab Rut sendiri, secara pribadi saya sangat kagum dan banyak belajar dari keputusan Rut, yang merupakan orang Moab, untuk mengikuti Naomi dan Tuhannya, TUHAN Israel. Keputusan tersebut menjadi keputusan yang sangat "baik" dan "benar". "Baik" karena dia menjadi menantu yang setia kepada mertuanya; "Benar" karena dia memilih TUHAN yang benar. Keputusan Rut juga membawa jalan keselamatan, yaitu Kristus yang akan lahir dari garis keturunannya, dan menjadi penanda bahwa keselamatan tidak eksklusif untuk umat Yahudi, tetapi juga untuk semua bangsa! Haleluya!

Seru sekali bisa mengikuti diskusi bedah kitab seperti ini, apalagi bisa banyak belajar dari diskusi, pendalaman pribadi, dan hasil pendalaman peserta lain. Ditambah lagi, hasil pendalaman kita tidak akan berlalu begitu saja, tetapi dapat dikumpulkan untuk menjadi komentari Alkitab khusus orang awam. Keren, bukan? Bagi Sahabat SABDA sekalian yang tertarik ingin mengikuti diskusi semacam ini lagi, pantau terus situs MLC untuk mendapatkan info terbaru terkait kelas bedah kitab atau kelas-kelas menarik lainnya, yang tentunya semakin membuat mudah bertumbuh dan memuliakan nama Tuhan.

Sekian cerita dari saya. Sampai bertemu lagi di cerita-cerita lainnya.
God bless you. Shalom.

Bedah Kitab Rut

Thu, 06/17/2021 - 22:18

Oleh: Hartawan

Klub Baca Buku Sabda (KBBS) mengadakan kegiatan Bedah Kitab Rut. Dalam kegiatan ini, setiap peserta diajak untuk membaca, mengamati, dan menggali bagian-bagian yang berkesan dalam kitab Rut. Semacam penggalian dan pendalaman Alkitab yang dilakukan bersama-sama secara online. Unik sekali! Lantas apa yang dilakukan dalam kegiatan bedah kitab itu? Pertama-tama, kami dibagi ke dalam grup-grup belajar yang masing-masing beranggotakan 20-an orang. Ada moderator dan admin yang mendampingi dan menolong kami selama kegiatan berlangsung. Kemudian, setiap peserta diajak untuk membaca dan mempelajari satu pasal per hari dengan menggunakan metode S.A.B.D.A., yang merupakan singkatan dari Simak, Analisa, Belajar, Doa/Diskusi, dan Aplikasi.

Bagi saya secara pribadi, membaca kitab Rut awalnya terasa seperti membaca kisah fiksi roman. Mengapa begitu? Sebab, dalam kitab Rut, dikisahkan tentang keluarga Elimelekh yang menghadapi bencana kelaparan dan memutuskan pindah dari Betlehem-Efrata ke Moab agar bisa bertahan hidup bersama Naomi dan kedua anak lelaki mereka, Mahlon dan Kilyon. Keluarga ini kemudian berkembang karena anak-anak lelaki mereka menikah dengan Orpa dan Rut, keduanya berkebangsaan Moab. Namun, awan kesusahan tidaklah berlalu dari keluarga mereka. Elimelekh meninggal, kemudian Mahlon dan Kilyon pun meninggal. Keluarga ini akhirnya berisikan para janda. Naomi yang menjadi kepala keluarga kemudian mendengar berita baik bahwa di kampung halamannya, keadaan sudah membaik dan situasi kelaparan sudah berakhir. Tuhan sudah memulihkan keadaan, dan Naomi melihat ini sebagai kesempatan yang Tuhan berikan kepadanya untuk pulang ke kampung halamannya.

Naomi memutuskan untuk pulang dan dia bermaksud mengizinkan kedua menantunya, Orpa dan Rut, untuk tidak lagi terikat dengannya. Kalau mereka tetap terikat dan ikut dengan Naomi, dia tidak bisa menjamin kedua menantunya itu akan mendapatkan suami dan membangun keluarga baru karena Naomi sendiri tidak mempunyai anak lagi. Naomi mengharapkan agar kedua menantunya dapat memiliki masa depan dan kehidupan yang baik dengan menikah kembali dan membangun rumah tangga baru bersama laki-laki lain. Dari kedua menantunya itu, hanya Rut seorang yang bersikeras mengikuti mertuanya pulang ke kampung halamannya di Betlehem-Efrata.

Mengapa Rut bisa mengotot begitu? Apa yang akan terjadi kemudian kepada kedua pribadi tersebut? Masa depan dan kehidupan seperti apa yang akan mereka miliki? Nah, di sinilah keseruannya. Melalui kegiatan bedah kitab ini, akhirnya ada banyak hal yang bisa didapatkan dari alur cerita kehidupan keluarga Elimelekh. Setelah menggali dan mendapatkan pelajaran dari perikop yang dipelajari secara pribadi, setiap peserta kemudian diajak untuk membagikan hasil penggaliannya dalam diskusi grup. Hal ini menjadi berkat bagi kami yang mengikutinya. Bagaimana bisa? Ya, karena setiap peserta membagikan berkat yang mereka dapat. Oh ya, setiap peserta juga diatur untuk mempelajari bagian yang berbeda sehingga dalam satu grup, akan ada 20 hasil penggalian yang beragam dan saling melengkapi.

Dari kegiatan bedah kitab Rut ini, saya melihat banyak aspek yang bisa dipelajari untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa aspek tersebut, antara lain: relasi mertua dan menantu, bagaimana mengambil keputusan yang baik, menghadapi konsekuensi dari keputusan yang telah diambil, bagaimana sebaiknya hidup sebagai sebuah komunitas, memahami dan mempraktikkan aturan-aturan yang telah diberikan Tuhan dalam berkeluarga, menjadi pribadi yang mau melakukan tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan Tuhan, dan masih banyak lagi. Selain itu, saya melihat tujuan global Allah, yaitu PENEBUSAN, yang terus dikerjakan Allah dari waktu ke waktu dengan kemajuan yang semakin jelas dan terarah. Mengapa? Karena kisah Rut ini menjadi gambaran tentang pemeliharaan Allah bagi keluarga pilihan-Nya dalam mengarungi tantangan dan problematika kehidupan rumah tangga. Sebagai bonus, kisah ini juga memiliki kaitan dengan Raja Daud, yang nantinya akan menjadi nenek moyang Tuhan Yesus, Juru Selamat Anda dan saya.

Membaca dan mempelajari Alkitab itu asyik dan seru, bukan? Alkitab bukanlah buku kuno dan membosankan. Alkitab adalah buku yang ajaib dan selalu memberikan kehidupan bagi kita yang mau mempelajarinya. Bila ada kesulitan atau rasa malas untuk membaca dan mempelajari Alkitab, mari bergabung di Klub Baca Buku Sabda dan juga grup yang mengadakan kegiatan membaca dan mempelajari Alkitab bersama. Dengan ikut dalam grup, kita memiliki rekan untuk bersama-sama bertumbuh dan belajar!

Soli Deo gloria!

Pengalaman dalam Memoderasi Kelas Kehidupan Rasul Paulus (KRP) — SABDA MLC

Thu, 06/03/2021 - 14:59

Shalom, Sahabat SABDA. Pada 5 -- 12 Mei 2021, melalui divisi Ministry Learning Center (MLC), YLSA mengadakan kelas diskusi online Kehidupan Rasul Paulus (KRP). Kita mengetahui bersama bahwa dalam sejarah umat Kristen, Rasul Paulus menjadi salah satu orang yang berperan penting terhadap pertumbuhan gereja. Bahkan, penyebaran gereja-gereja di negara-negera Eropa dan Asia merupakan salah satu andil dari pelayanan Rasul Paulus pada waktu itu. Dari relasinya dengan Tuhan, kerja samanya dengan rekan pelayanan, kedekatannya dengan jemaat, keteguhan dan keberaniannya dalam melayani, dan sampai pada prinsip dalam kehidupannya patut untuk dicontoh bagi pelayan-pelayan Tuhan masa kini. Karena itu, kelas diskusi online KRP ini diadakan supaya setiap orang yang mengikuti kelas ini dapat memahami dan meneladani kehidupan pribadi maupun pelayanan dari Rasul Paulus.

Semenjak pendaftaran dibuka pada 21 April 2021, banyak orang antusias untuk mengikuti kelas diskusi KRP ini. Ini terbukti ada 101 peserta yang menjadi peserta kelas KRP. Karena pelaksanaan diskusi dilakukan melalui platform WA, maka dari 101 peserta ini dibagi menjadi 4 grup WA kelas KRP. Setiap grup kelas memiliki 1 moderator yang bertugas memoderasi jalannya diskusi dan seorang admin yang bertugas untuk mengurus masalah administrasi.

Sebelum melaksanakan diskusi kelas, setiap peserta yang mendaftar juga diwajibkan mengikuti presentasi materi terkait Kehidupan Rasul Paulus pada 5 Mei 2021 via Zoom dan YouTube SABDA Alkitab, pkl. 10.30 - 11.30 WIB. Namun, bagi peserta yang tidak bisa mengikuti acara tersebut, bisa melihat siaran tundanya melalui YouTube. Presentasi ini tidak hanya diikuti para peserta yang mendaftarkan diri di kelas KRP, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang mengikuti acara ini. Selain wajib untuk mengikuti presentasi materi kelas KRP, peserta juga diwajibkan untuk mengerjakan tugas tertulis kelas KRP. Tugas ini menjadi salah satu syarat wajib juga bagi para peserta jika ingin mengikuti kelas KRP ini.

Dalam pelaksanaan diskusi kelas KRP yang berlangsung pada 5 -- 12 Mei 2021, dinamika dari masing-masing kelas berbeda-beda. Ada beberapa kelas yang sangat aktif dalam berdiskusi, tetapi ada juga kelas yang diskusinya kurang aktif dibandingkan kelas lainnya. Tidak setiap peserta aktif dalam jam yang sama. Ada yang aktif pada pagi hari, siang, sore, atau malam hari, bahkan ada yang dari pagi sampai malam aktif terlibat dalam diskusi. Ini dapat dimaklumi karena memang kesibukan dari masing-masing peserta berbeda-beda. Yang jelas sesuai aturannya, dalam satu hari peserta harus menjawab dua pertanyaan dari moderator dan terlibat aktif dalam merespons jawaban dari peserta lainnya. Karena jika dalam satu hari tidak muncul dalam diskusi, baik dalam menjawab pertanyaan dan menanggapi jawaban dari peserta lainnya, maka peserta tersebut akan terpaksa dikeluarkan oleh admin sehingga tidak dapat melanjutkan diskusi dari kelas KRP ini.

Dalam pelaksanaan diskusi kelas KRP ini, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh beberapa peserta, mulai dari masalah jaringan, kesehatan, keluarga yang sakit, sampai kesibukan dari peserta itu sendiri, baik pekerjaan maupun studi. Terbukti dari 101 peserta yang mendaftar, tersisa 78 peserta dapat bertahan untuk menyelesaikan kelas ini hingga lulus. Namun, salut bagi para peserta yang semangat meskipun dalam mengikuti kelas, menghadapi beberapa kendala, tetapi tetap berkomitmen untuk mengikuti diskusi kelas KRP ini sampai selesai dan lulus.

Harapannya, setelah mengikuti kelas diskusi KRP ini, setiap peserta dapat memahami dan meneladani kehidupan pribadi maupun pelayanan dari Rasul Paulus. Lebih dari itu, dapat lebih bersemangat mempraktikkan dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan mereka, khususnya dalam pelayanan misi. Untuk setiap materi yang didapatkan, harapannya dapat dibagikan kepada rekan atau komunitas masing-masing. Bagi para peserta yang tidak bisa melanjutkan diskusi kelas KRP sampai selesai, harapannya untuk kelas yang akan datang bisa mencoba untuk mengikuti kembali. Inilah pengalaman yang saya dapatkan dalam memoderasi kelas KRP. Tuhan Yesus memberkati.

Semenjak pendaftaran dibuka pada 21 April 2021, banyak orang antusias untuk mengikuti kelas diskusi KRP ini. Ini terbukti ada 101 peserta yang menjadi peserta kelas KRP. Karena pelaksanaan diskusi dilakukan melalui platform WA, maka dari 101 peserta ini dibagi menjadi 4 grup WA kelas KRP. Setiap grup kelas memiliki 1 moderator yang bertugas memoderasi jalannya diskusi dan seorang admin yang bertugas untuk mengurus masalah administrasi.

Sebelum melaksanakan diskusi kelas, setiap peserta yang mendaftar juga diwajibkan mengikuti presentasi materi terkait Kehidupan Rasul Paulus pada 5 Mei 2021 via Zoom dan YouTube SABDA Alkitab, pkl. 10.30 - 11.30 WIB. Namun, bagi peserta yang tidak bisa mengikuti acara tersebut, bisa melihat siaran tundanya melalui YouTube. Presentasi ini tidak hanya diikuti para peserta yang mendaftarkan diri di kelas KRP, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang mengikuti acara ini. Selain wajib untuk mengikuti presentasi materi kelas KRP, peserta juga diwajibkan untuk mengerjakan tugas tertulis kelas KRP. Tugas ini menjadi salah satu syarat wajib juga bagi para peserta jika ingin mengikuti kelas KRP ini.

Dalam pelaksanaan diskusi kelas KRP yang berlangsung pada 5 -- 12 Mei 2021, dinamika dari masing-masing kelas berbeda-beda. Ada beberapa kelas yang sangat aktif dalam berdiskusi, tetapi ada juga kelas yang diskusinya kurang aktif dibandingkan kelas lainnya. Tidak setiap peserta aktif dalam jam yang sama. Ada yang aktif pada pagi hari, siang, sore, atau malam hari, bahkan ada yang dari pagi sampai malam aktif terlibat dalam diskusi. Ini dapat dimaklumi karena memang kesibukan dari masing-masing peserta berbeda-beda. Yang jelas sesuai aturannya, dalam satu hari peserta harus menjawab dua pertanyaan dari moderator dan terlibat aktif dalam merespons jawaban dari peserta lainnya. Karena jika dalam satu hari tidak muncul dalam diskusi, baik dalam menjawab pertanyaan dan menanggapi jawaban dari peserta lainnya, maka peserta tersebut akan terpaksa dikeluarkan oleh admin sehingga tidak dapat melanjutkan diskusi dari kelas KRP ini.

Dalam pelaksanaan diskusi kelas KRP ini, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh beberapa peserta, mulai dari masalah jaringan, kesehatan, keluarga yang sakit, sampai kesibukan dari peserta itu sendiri, baik pekerjaan maupun studi. Terbukti dari 101 peserta yang mendaftar, tersisa 78 peserta dapat bertahan untuk menyelesaikan kelas ini hingga lulus. Namun, salut bagi para peserta yang semangat meskipun dalam mengikuti kelas, menghadapi beberapa kendala, tetapi tetap berkomitmen untuk mengikuti diskusi kelas KRP ini sampai selesai dan lulus.

Harapannya, setelah mengikuti kelas diskusi KRP ini, setiap peserta dapat memahami dan meneladani kehidupan pribadi maupun pelayanan dari Rasul Paulus. Lebih dari itu, dapat lebih bersemangat mempraktikkan dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan mereka, khususnya dalam pelayanan misi. Untuk setiap materi yang didapatkan, harapannya dapat dibagikan kepada rekan atau komunitas masing-masing. Bagi para peserta yang tidak bisa melanjutkan diskusi kelas KRP sampai selesai, harapannya untuk kelas yang akan datang bisa mencoba untuk mengikuti kembali. Inilah pengalaman yang saya dapatkan dalam memoderasi kelas KRP. Tuhan Yesus memberkati.

 

 

Proyek SAB “Yesus Mesias” untuk Bahasa-Bahasa Suku

Mon, 05/31/2021 - 14:51

Baru-baru ini, saya ikut terlibat dalam salah satu proyek yang sedang gencar dikerjakan oleh Divisi ITS di Yayasan Lembaga SABDA, yaitu SAB "Yesus Mesias" untuk bahasa-bahasa suku. "Yesus Mesias" adalah buku cerita bergambar karya Willem de Vink dari Belanda yang menggunakan teks Alkitab (dari kitab Markus) sebagai naskahnya, dengan sebagaimana adanya tanpa dimodifikasi. Buku cerita bergambar ini sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 130 bahasa. Dengan menggunakan program Scripture App Builder (SAB), SABDA ingin mengemas buku ini ke dalam bentuk-bentuk yang lebih ramah digital agar dapat tersedia dan disebarkan dalam lebih banyak bahasa lagi, khususnya bahasa-bahasa suku di Indonesia serta bahasa-bahasa lain secara luas.

Terdapat dua tujuan utama dari pengerjaan proyek ini, yaitu:

  1. Menghasilkan bahan jadi berupa aplikasi (.apk), laman web (.html), dan buku elektronik (.pdf) "Yesus Mesias" dalam berbagai bahasa yang dapat digunakan untuk penjangkauan, terutama oleh para penutur bahasa-bahasa yang bersangkutan.
  2. Mengembangkan suatu template dan builder yang dapat menolong pemrosesan bahan-bahan ini secara batch, sekaligus menjadi model yang dapat diadaptasi untuk pengerjaan proyek-proyek serupa.

Bagian saya dalam proyek ini adalah mengembangkan script command line yang akan mengolah semua bahan mentah berupa teks (dan audio) Alkitab ke dalam format yang sesuai, memasukkannya ke dalam template, lalu menghasilkan bahan jadi yang diinginkan.

Sejauh ini, keterlibatan saya dalam proyek ini menjadi pengalaman yang cukup menyenangkan sekaligus menantang. Pertama, proyek ini menyenangkan karena saya berkesempatan untuk bekerja, belajar, dan "bermain" dengan salah satu bidang yang saya minati, yaitu pemrograman. Kedua, proyek ini menantang karena ada banyak riset dan uji coba yang harus saya lakukan untuk memastikan script ini dapat berjalan dengan baik dan efisien, dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Dua teknologi/alat utama yang kami gunakan dalam proyek ini adalah Scripture App Builder https://software.sil.org/scriptureappbuilder/, untuk menghasilkan aplikasi dan laman webnya, dan wkhtmltopdf https://wkhtmltopdf.org/, untuk mengonversi laman webnya menjadi buku elektronik. Selain keduanya, terdapat juga beberapa teknologi/alat lain yang dikombinasikan untuk keseluruhan proyek, tetapi saya rasa tidak perlu disebutkan secara mendetail dalam tulisan ini. Yang jelas, setiap alat memiliki kegunaannya masing-masing dan beberapa set masalah yang berpotensi ditimbulkannya. Karena itu, melakukan debugging juga menjadi tantangan tersendiri dalam hal ini.

Tantangan lain yang saya hadapi adalah mengembangkan script yang dapat digunakan lintas platform. Untuk sementara ini, kami sudah berhasil mengembangkan batch script untuk pengerjaan proyek dengan sistem operasi Windows dan bash/shell script untuk pengerjaan dengan sistem operasi Linux (yang mendukung). Secara teori, bash/shell script yang sama juga bisa dijalankan melalui sistem operasi MacOS, tetapi uji coba lebih lanjut masih tetap diperlukan untuk dapat memastikannya. Ini juga bisa menjadi salah satu target pengembangan proyek ini ke depan.

Saat blog ini ditulis, SABDA sudah menghasilkan bahan "Yesus Mesias" yang siap pakai untuk lebih dari 60 versi terjemahan Alkitab dan/atau bahasa suku di Indonesia, dan sedang mengolah sekitar 1.200 data baru untuk beragam bahasa lain yang terdaftar di situs eBible https://ebible.org/. Mohon dukungan doa dari pembaca sekalian agar proses pengerjaannya dapat berjalan lancar dan hasil akhirnya nanti dapat memberkati setiap penggunanya.

Bagi Anda yang tertarik ingin melihat seperti apa bahan jadi yang sudah dihasilkan atau sekadar ingin mencari tahu dalam bahasa apa saja bahan-bahan ini tersedia, silakan kunjungi: https://mesias.sabda.org/lang.php.

Akhir kata, kiranya tulisan ini dapat menjadi berkat bagi pembaca sekalian. Segala kemuliaan hanya bagi Kristus.



Pembaruan Situs Audio untuk Sobat SABDA

Wed, 05/19/2021 - 12:53

Dalam setiap pertemuan scrum mingguan yang biasa diadakan oleh tim ITS, koordinator kami, Mas Hadi, selalu memiliki hati yang tergerak untuk memperbaiki situs Audio.SABDA.org. Mengapa begitu ya? Hal ini pastinya didorong oleh beberapa alasan, seperti fitur download dan audio player yang tidak bisa berjalan baik sehingga mengganggu pengalaman pengguna, terbukti dari berbagai laporan dari pengguna yang diterima oleh Mas Hadi. Alasan lain yang tidak kalah penting adalah UI (User Interface) yang masih sangat kurang baik dan kurang mendukung tampilan mobile (Responsive Interface). Kedua hal itu menjadi alasan utama yang diutarakan oleh Mas Hadi untuk sesegera mungkin ditindaklanjuti. Namun, sangat disayangkan, situs ini belum dapat dikerjakan karena kurangnya personel dalam tim dan fokus tim yang masih dalam prioritas proyek yang lebih A.S.A.P. (As Soon As Possible).

Kebutuhan SDM di divisi ITS memang sudah menjadi persoalan lama, Sobat SABDA. Mengingat begitu banyaknya proyek IT-4-GOD yang dikerjakan, masih banyak kesempatan untuk melayani Tuhan dalam bidang IT. Karena itu, saya mengajak Sobat SABDA sekalian, khususnya yang memiliki latar belakang IT, untuk ikut bergabung dalam pelayanan SABDA. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di situs Lowongan.SABDA.org ya.

Kembali ke topik utama. Hehe.

Setelah pengerjaan situs audio ini sempat tertunda, dalam rapat ITS pada Mei lalu, bahasan tentang situs ini pun akhirnya kembali diutarakan. Berbeda dengan pembahasan sebelum-sebelumnya, akhirnya situs ini dihibahkan kepada bagian produksi untuk dikerjakan. Bagian produksi yang dimaksud adalah saya dan tim, tentunya. Haha. Dalam hal ini, saya berkesempatan untuk turut andil dalam proses perbaikan situs, termasuk pengembangan UI yang mobile responsive dan utamanya perbaikan fitur download dan audio player. Selain kedua hal penting tadi, ke depannya, situs ini diharapkan tidak hanya sebatas menyediakan bahan audio Alkitab dalam beragam bahasa, tetapi juga menjadi wadah untuk bahan-bahan audio lain yang berhubungan dengan studi Alkitab.

Dalam proses pengerjaannya, saya memulai dengan mendaftarkan semua data yang sudah ada, seperti: audio Alkitab (yang terbagi menjadi tiga menurut kategori bahasanya: bahasa Indonesia [dalam beragam versi], bahasa suku, dan bahasa lain (seperti Inggris, Ibrani-Yunani, dll.) dan berbagai kelengkapan pendukung lainnya, seperti: caption, alamat URL, dst.. Selain itu, terdapat juga data halaman-halaman, seperti halaman "Tentang" dan "Rencana Baca", serta data baru berupa bahan studi Alkitab, seperti: Seri Jalan Kebenaran, Survei Alkitab, Sekolah Alkitab Audio, Seri Kebenaran Abadi, dan Seri Sang Guru. Selesai melakukan pendataan, saya merasa tertantang untuk mengembangkan layout yang tepat untuk menyajikan semua data tersebut dalam situs web. Setelah melalui proses teknis web yang panjang, akhirnya situs ini pun dapat diperbarui dan dinikmati oleh pengguna. Hore!

Setelah pembaruan ini, ada beberapa hal baru yang bisa Sobat baca/temukan di situs Audio.SABDA.org. Selain fitur download kitab per pasal dalam format .MP3, sekarang Sobat SABDA juga dapat mengunduh setiap kitab dalam format .ZIP. Sobat SABDA juga dapat memanfaatkan fitur audio player dengan playlist per kitab. Ada juga rencana dengar Alkitab dalam 40, 60, dan 90 hari berupa playlist, yang dapat Sobat nikmati atau download dalam format .DOC ataupun .JPG. Bahan studi Alkitab yang baru ditambahkan juga merupakan salah satu hal baru dalam situs ini. Kiranya pembaruan situs audio ini dapat semakin memberkati Sobat SABDA sekalian ya. Hehe.

Tidak berhenti sampai di situ, situs Audio ini tentu masih akan terus dikembangkan oleh saya dan tim agar pengalaman Sobat SABDA semakin baik dalam mendengarkan dan berinteraksi dengan firman Tuhan. Nah, agar hal tersebut dapat terwujud, Sobat SABDA bisa membantu dengan memberi masukan untuk pengembangan situs ini, melaporkan masalah yang mungkin ditemukan dalam situs, dsb.. Silakan kunjungi https://issues.sabda.org/ untuk mengirimkan saran, masukan, ataupun laporan Sobat SABDA kepada kami.

Akhir kalimat, kiranya melalui situs ini, nama Tuhan semakin dimuliakan. Shalom.

Teologi untuk Semua Orang

Fri, 04/30/2021 - 23:37

Pada 21 April lalu, saya bersama Roma Marpaung diberi kesempatan untuk bertugas sebagai moderator dalam acara MLC Live yang berjudul "Teologi untuk Semua!". Pada acara tersebut, saya bertindak sebagai moderator termin pertama yang membacakan pertanyaan-pertanyaan tertulis dari peserta, sementara Roma menjadi moderator termin kedua yang mengelola pertanyaan-pertanyaan peserta yang disampaikan secara langsung. Acara MLC Live kali ini sedikit berbeda karena Ibu Yulia Oeniyati, sebagai narasumber, menyampaikan materinya dalam format video yang telah dibagikan kepada peserta beberapa hari sebelum acara dan sebagian besar pertanyaan pun berasal dari formulir pendaftaran yang dikirim oleh peserta sehari sebelumnya. Dengan demikian, acara MLC Live kali ini murni difokuskan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta, baik yang diajukan melalui formulir pendaftaran, maupun yang diajukan secara langsung.

Bagi saya, ini suatu pengalaman baru dan mungkin bisa menjadikan acara MLC Live menjadi lebih efektif. Pertama, karena pemaparan narasumber direkam dalam format video (lengkap dengan penampilan PowerPoint), peserta dapat belajar sesuai kecepatan mereka masing-masing. Mereka dapat menonton ulang, mengulangi bagian-bagian tertentu, sambil mencatat sebanyak mungkin informasi (dan pertanyaan terkait) tanpa takut tertinggal. Dengan kata lain, mereka memiliki kebebasan dalam mempelajari materi yang disampaikan sehingga lebih mudah mencerna dan memahaminya. Kedua, karena direkam dan tidak terganggu oleh masalah jaringan (yang sering kali menjadi momok bagi pertemuan daring), video materi ini memiliki kualitas yang lebih baik sehingga peserta dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih nyaman. Ketiga, karena sebagian besar peserta MLC Live sudah menonton video pemaparan materi pada hari sebelumnya, acara MLC Live bisa lebih difokuskan untuk tanya-jawab dengan narasumber dan interaksi dengan peserta lainnya sehingga dapat menambah pengetahuan peserta. Menurut saya, model MLC Live seperti ini juga menolong setiap pihak (narasumber dan peserta) untuk memiliki titik tolak yang sama sehingga interaksi saat live bisa lebih terbangun dan tidak OOT (Out Of Topic).

Melalui video pemaparan materi dan sesi tanya-jawab ini, saya juga banyak belajar. Beberapa pelajaran terkait materi yang paling berkesan untuk saya adalah pernyataan Ibu Yulia tentang betapa pentingnya memiliki pengetahuan teologi Kristen yang benar, yaitu agar kita bisa bertumbuh ke arah Kristus dan memiliki pandangan yang benar pula terhadap TUHAN, firman-Nya, pekerjaan kita serta dunia di sekitar kita. Berkali-kali pula, beliau menekankan betapa pentingnya memiliki teologi Kristen yang benar, terutama bagi kita yang mendapat kepercayaan untuk menuntun orang lain kepada TUHAN.

Meski tidak semua pertanyaan sempat dibacakan karena keterbatasan waktu, saya melihat adanya keinginan yang begitu besar dari para peserta untuk belajar teologi setelah mendengar pemaparan dan jawaban-jawaban Ibu Yulia terhadap pertanyaan mereka. Kiranya acara MLC Live ini semakin membakar semangat setiap peserta MLC Live sehingga mereka terus haus akan kebenaran dan diperlengkapi dengan pengetahuan yang benar tentang Allah.

Soli Deo gloria!

Seminar “Church and Mission in the Digital Age”

Mon, 04/26/2021 - 00:14

Oleh: Theresia

Pelayanan media cukup berpengaruh besar dalam pengabaran Injil pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Namun, bagaimana para pemimpin gereja dapat memanfaatkannya? Apa saja yang harus dilakukan? Apa tantangan dan solusi peranan media dalam pengabaran Injil? Alat-alat apa saja yang relevan untuk menjangkau generasi pada era digital ini? Semua pertanyaan ini terjawab dalam seminar "Church and Mission in the Digital Age" yang saya ikuti minggu lalu.

Seminar daring yang diadakan oleh GBI ROCK ini dilaksanakan pada 16 April 2021, pukul 18.30 -- 21.00 WITA. Ibu Yulia Oeniyati mewakili SABDA dengan menjadi pembicara dalam seminar tersebut dengan mengusung tema "Tantangan dan Peran Media untuk Gereja di Era Digital". Selain Ibu Yulia, ada dua orang lainnya yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut, yaitu Pak Mark McClendon, yang merupakan Direktur CBN, dan Pak Hartono Sugianto, yang menjabat sebagai Managing Director untuk Skybridge Indonesia.

Seminar ini dimulai dengan renungan singkat yang dibawakan oleh Pdt. Timotius Arifin, pastor senior dari GBI ROCK Ministry, kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi yang dimoderatori oleh Pak Yanuar Kurniawan. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dan berjalan dengan hikmat. Meski jumlah peserta tidak mencapai 1.000 orang seperti yang awalnya ditargetkan, tetapi itu tidak mengurangi hikmat dan sukacita para peserta seminar karena presentasi yang disampaikan merupakan kebutuhan gereja pada era digital saat ini. Para pembicara menyampaikan materinya dengan sangat semangat dan peserta aktif memberi tanggapan dan pertanyaan. Keduanya merupakan hal yang sangat disyukuri ketika mengikuti seminar ini.

Saya merasa sangat diberkati ketika mengikuti seminar ini! Pak Hartono, sebagai pembicara pertama, memaparkan bagaimana pelayanan hybrid saat ini. Ibu Yulia, sebagai pembicara kedua, menyampaikan tantangan yang dihadapi gereja dan bagaimana peran media pada era digital ini. Setelah itu, sesi penyampaian materi ditutup dengan sangat baik oleh Pak McClendon, yang menyampaikan mengenai alat-alat apa saja yang relevan untuk menjangkau generasi pada era digital ini. Dengan menyatukan ketiga tema tersebut, saya yakin peserta akan mendapat hal baru yang dapat dikerjakan untuk membantu gereja saat ini.

Sebagai penutup blog kali ini, saya ingin menyampaikan kepada kita semua sebagai tubuh Kristus (1 Korintus 12:27), mari bersama-sama bergandengan tangan memajukan gereja saat ini. Mungkin banyak kerikil tajam yang harus kita lewati dalam memajukan gereja, dalam memajukan pelayanan yang Tuhan percayakan untuk kita kerjakan, tetapi saya yakin bahwa ketika kita semua mau bekerja sama dan saling mendukung, seberat apa pun rintangannya pasti dapat kita lewati. Tuhan telah memberikan media dan alat-alat yang dapat kita gunakan. Mari, dengan penuh hikmat, kita gunakan semuanya itu untuk memperluas Kerajaan Allah dan menyampaikan Injil sampai ke ujung bumi.

Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Menggali Alkitab Bersama SABDA (Bagian 2) di GKIm Ka Im Tong Bandung

Thu, 04/22/2021 - 21:20




Pada Jumat, 9 April 2021 lalu, tim SABDA, diwakili oleh Evie dan saya, kembali mengisi pelatihan daring dalam seri Pembinaan Iman Kristen yang diadakan oleh GKIm Ka Im Tong Bandung dengan judul "Menggali Alkitab Bersama SABDA (Bagian 2)". Sesuai judulnya, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan "Menggali Alkitab Bersama SABDA (Bagian 1)" yang telah diselenggarakan sebelumnya pada Jumat, 26 Maret 2021. Acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dan berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam dengan dihadiri oleh sekitar 80 peserta, baik yang mengikuti melalui Zoom maupun YouTube.

Secara garis besar, pelatihan terbagi menjadi dua sesi utama, yaitu penyampaian materi oleh narasumber, kemudian dilanjutkan tanya-jawab dengan para peserta. Terkait materi, pada pertemuan sebelumnya, tim SABDA sudah membahas tentang pentingnya pendalaman Alkitab dan memperkenalkan metode PA S.A.B.D.A., tetapi hanya sampai pada tahap Simak. Karena itu, pada pertemuan kali ini, kami melanjutkan materi dengan membahas tahap-tahap selanjutnya dalam metode PA S.A.B.D.A., yaitu Analisa, Belajar, Doa + Diskusi, dan Aplikasi. Saya mendapat bagian untuk menyampaikan presentasi tentang tahap Analisa dan Belajar, termasuk memberikan tutorial terkait beberapa fungsi dalam aplikasi Alkitab SABDA dan aplikasi-aplikasi lain yang relevan untuk tahap-tahap itu, yaitu AlkiPEDIA, Kamus Alkitab, Tafsiran, dan Peta Alkitab. Setelah itu, Evie melanjutkan dengan mempresentasikan tentang tahap Doa + Diskusi dan Aplikasi. Selain menyampaikan materi utama, Evie juga berperan penting untuk memberikan tinjauan singkat pada awal presentasi terkait yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya serta memberikan kesimpulan pada akhir presentasi.

Secara pribadi, saya dapat merasakan bahwa para peserta cukup antusias untuk menyimak dan mengikuti materi yang disampaikan. Ini terbukti dengan cukup banyaknya pertanyaan yang mengalir dari peserta, khususnya terkait teknis penggunaan berbagai aplikasi yang disebutkan dalam presentasi. Hal ini menjadi kejutan tersendiri bagi saya karena awalnya, saya sempat khawatir apabila bagian tutorial menjadi terlalu teknis sehingga para peserta tidak dapat mengikutinya dengan baik. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, saya bisa melihat bahwa para peserta sudah cukup akrab dengan aplikasi-aplikasi ini sehingga pelatihan ini dapat memperlengkapi mereka untuk semakin maksimal memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut untuk mendalami Alkitab.

Harapan saya, kiranya semua yang sudah disampaikan dapat menjadi berkat bagi setiap peserta yang hadir, dan pada gilirannya, setiap peserta dapat meneruskan berkat itu kepada saudara, teman, atau orang-orang yang mereka jumpai. Kiranya ini juga dapat mendorong Yayasan Lembaga SABDA untuk terus meningkatkan pelayanannya dalam mendukung dan menolong tubuh Kristus menggunakan alat-alat digital bagi kemuliaan Tuhan.

Sebagai tambahan, bagi pembaca yang mungkin penasaran seperti apa pelatihan yang sudah dilakukan, silakan tonton arsipnya dalam kanal YouTube GKIm Ka Im Tong melalui tautan-tautan berikut ini.

- Menggali Alkitab bersama SABDA (Bagian 1): https://youtu.be/-EnSRKC6d-Y
- Menggali Alkitab bersama SABDA (Bagian 2): https://youtu.be/zqU7ztxvz1M

Akhir kata, kiranya tulisan ini dapat menjadi berkat bagi setiap pembacanya. Segala kemuliaan hanya bagi Kristus.



Mari Berdoa seDunia!

Mon, 04/19/2021 - 22:47

Bersyukur kepada Tuhan Yesus karena Dia menjadikan segala sesuatu baik adanya. Satu kesempatan yang baik karena pada 7 April 2021, saya dan Kak Okti berkesempatan untuk menyampaikan presentasi bertopik "Doa seDunia" melalui SABDA Ministry Learning Center. Presentasi ini kami sampaikan dalam rangka memasuki bulan doa dan puasa yang dijalani oleh saudara kita dari agama sepupu. Ini menjadi kesempatan berharga bagi orang-orang untuk dapat bersatu hati berdoa bagi mereka yang berdoa dan menjalankan puasa. Kiranya mereka dapat menemukan kebenaran yang mereka cari dalam Yesus Kristus.

Dalam presentasi, kami membahas tentang Doa seDunia yang dibagi menjadi 5 bagian:
1. Apa itu Doa seDunia?
2. Gerakan Doa seDunia.
3. Alat-alat yang bisa dipakai untuk melakukan gerakan Doa seDunia.
4. Cara terlibat dalam pelayanan Doa seDunia.
5. Penutup -- Berdoa seDunia bersama!
Masing-masing bagian ini dijabarkan dalam presentasi. Video presentasi dapat Anda lihat melalui link https://www.youtube.com/watch?v=6KKtdBzDa-c. Sedangkan link materi bisa Anda dapatkan di: https://drive.google.com/file/d/1otz5BNuWVs5E8AFqrOqPIIsuY5eHvBn7/view?usp=sharing

Saya sangat terberkati dengan adanya acara ini karena ada kesempatan untuk bercerita. Saya cukup terkesan saat menyiapkan presentasi bersama Kak Okti. Doa seDunia ini membukakan mata rohani saya bahwa mendoakan mereka (umat muslim) yang sedang berdoa adalah hal yang mulia, karena kita bisa ambil bagian untuk menjangkau mereka melalui doa-doa kita. Yang paling menarik lagi adalah kita semua memiliki tools yang sangat baik dalam mendukung gerakan doa ini. Referensi dan bahan-bahan tersedia secara terbuka melalui internet sehingga kita bisa berdoa dengan lebih spesifik dan terarah.

Saya sangat berharap melalui acara Doa seDunia ini, banyak orang percaya dapat menjadi "penggerak doa" di mana pun mereka berada, baik di gereja, persekutuan doa, tempat bekerja, maupun komunitas pelayanan. Dengan demikian, saya percaya Allah akan berkarya di antara umat-umat-Nya dan orang yang yang belum mengenal Injil dapat dijangkau bagi Kristus melalui doa-doa kita.

Jika Anda tertarik untuk bergabung dalam gerakan Doa seDunia, silakan kontak kami di: 082133133315. Mari berdoa bersama-sama dengan orang-orang percaya di seluruh penjuru Indonesia agar semakin banyak orang beroleh jalan dan kebenaran yang sejati, serta semakin banyak bangsa yang memuliakan nama Tuhan. Amin.

PA BaDeNo Lukas: Ber-PA dengan Cara Kekinian

Wed, 04/14/2021 - 22:44

Sepanjang Maret lalu, kami, staf YLSA, mengadakan PA BaDeNo (Baca Dengar Nonton) kitab Lukas setiap pukul 08.00 pagi dalam kelompok-kelompok kecil. Ini bukan bulan pertama kami melakukan metode BaDeNo dalam ber-PA, sebab, semenjak Februari lalu kami sudah melakukan kegiatan ini yang dimulai dengan kitab Markus.

Hampir sama seperti semua metode PA berbahan Alkitab yang kami lakukan di YLSA, dalam metode PA BaDeNo ini pun kami akan merenungkan firman Tuhan, membagikan pelajaran yang kami dapat dari bacaan hari itu di dalam kelompok, membuat aplikasi untuk apa yang akan dilakukan terkait dengan pelajaran yang kami dapat, dan berdoa. Bedanya, sebelum merenungkan firman Tuhan, kami dapat mengakses firman Tuhan itu dengan tiga cara melalui bahan-bahan yang tersedia di situs BaDeNo, yaitu: membaca teks, mendengar audio, dan menyaksikan video.

Nah, dengan tiga cara tersebut, tentu keterlibatan kami dengan Alkitab menjadi semakin seru. Jika dulu kami hanya dapat membaca teks, sekarang ada pilihan lain untuk dapat mengakses firman Tuhan, yaitu dengan mendengar dan melihat. Ini tentu menjadi cara "membaca" atau terlibat dengan Alkitab yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, dan pasti akan disukai serta berguna bagi banyak kalangan. Anak-anak, remaja, dan pemuda zaman now yang sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang bersifat visual akan sangat diperlengkapi dengan firman Tuhan yang tersaji dalam bentuk audio dan video. Orang-orang tua, kelompok tuna netra, atau mereka yang memiliki keterbatasan dalam membaca akan sangat terbantu dengan adanya audio Alkitab yang dapat diakses. Sementara, orang-orang seperti saya, yang masih menjadi pecinta teks, tentu masih akan selalu merujuk pada teks yang tersedia dalam berbagai versi untuk membaca firman Tuhan.

Buat saya pribadi, PA dengan cara apa pun pasti akan berguna dan akan memberi pertumbuhan bagi kerohanian kita. Namun, dengan cara baca, dengar, dan nonton, kegiatan membaca atau keterlibatan dengan Alkitab akan menjangkau lebih banyak kalangan, generasi, dan kepentingan. Dan, inilah yang selalu diperjuangkan YLSA dalam pelayanannya semenjak awal. Bible in every heart, atau Alkitab dalam hati setiap orang dengan dukungan dari perkembangan media dan teknologi. BaDeNo menjadi cara sekaligus sarana bagi gereja dan orang-orang percaya untuk mengembangkan keterlibatan dengan Alkitab secara lebih relevan dan mendalam.

Nah, jika Anda ingin mengikuti PA BaDeNo bersama-sama dengan keluarga, rekan-rekan, atau jemaat gereja yang lain, silakan mengakses situs BaDeNo di https://sabda.id/badeno. Di sana, kita bisa mendapat bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengakses firman Tuhan dalam jadwal bacaan harian yang sudah ditentukan. Mari bergabung juga dalam Komunitas BaDeNo untuk saling berbagi hasil PA dengan orang-orang percaya lainnya melalui page Facebook berikut: https://www.facebook.com/sabda.org. Jika sudah mendapatkan berkat dari BaDeNo, sebarkan juga informasi ini kepada yang lain, sehingga semakin banyak orang akan mendapat berkatnya.

Yuk, kita semakin bertumbuh dalam iman dengan firman Tuhan melalui metode PA BaDeNo.