Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

RSS Blog SABDA

Subscribe to RSS Blog SABDA feed
melayani dengan berbagi
Updated: 2 hours 4 min ago

Berkat Tuhan

Wed, 10/21/2020 - 16:00

Oleh: Feodora F.F.F. Funay

Saya sangat bersyukur bisa mengetahui adanya Hackathon #CodeForGOD ini. Ini pertama kalinya saya mengikuti Hackathon. Kegiatan dari Hackathon ini pun sudah berjalan dengan baik walaupun diadakan secara online. Para peserta sangat mematuhi aturan-aturan yang diberikan oleh panitia sehingga semuanya berjalan dengan baik. Dengan mengikuti kegiatan Hackathon #CodeForGOD ini, saya dapat menambah pengetahuan dari mentor-mentor yang sangat ahli di bidangnya. Saya juga bisa mengasah kreativitas dan keluar dari zona nyaman saya.

Mentor-mentor di sini sangat baik dan ramah. Mereka memberikan masukan yang sesuai kepada masing-masing tim sehingga dapat membantu tim untuk menambah atau memperbaiki UI atau fitur yang ada. Saya tidak pernah menyangka bisa dimentori langsung oleh orang-orang yang hebat dan masukan dari mereka sangat membantu ide proyek tim saya, yaitu Grace. Semua ini hanya karena anugerah dari Tuhan Yesus sehingga saya bisa merasakan semuanya ini.

Hackathon ini sangat baik untuk terus dilaksanakan setiap tahunnya karena saya rasa sangat sedikit Hackathon yang diadakan untuk Tuhan. Semoga info kegiatan Hackathon ini bisa disebarluaskan lebih lagi agar semakin banyak yang mengetahui adanya Hackathon ini.

Pengalaman Pertama Ikut Hackathon

Mon, 10/19/2020 - 13:15

Oleh: Brayden

Nama saya Brayden The, dari Persekutuan Remaja GKY Tanjungpinang. Saya adalah peserta #CodeForGOD dari tim IT4GOD Club dan merupakan peserta termuda. Usia saya 15 tahun dan bukan orang yang sudah hebat dalam IT, tetapi saya terus belajar untuk memperoleh ilmu yang lebih banyak. Event #CodeForGOD merupakan hackathon yang pertama kali saya ikuti. Dalam beberapa hari yang singkat itu, saya mengalami banyak peristiwa dan pengalaman yang mengesankan dan menyenangkan, di antaranya: tim kami bekerja sama dan berbagi tugas untuk menyelesaikan project ini. Hal ini menyadarkan saya bahwa kita semua adalah bagian dari tubuh Kristus yang satu, sehingga kita dapat bersatu dan bekerja bersama untuk project ini.

Walaupun kami sangat sibuk, tetapi kami tidak lupa untuk meluangkan waktu berdoa dan bernyanyi memuliakan Tuhan bersama. Walaupun lelah, kami semua tetap bersemangat untuk menyelesaikan project ini. Bukan hanya grup kami, saya juga melihat semua peserta #CodeForGOD sangat semangat menyelesaikan project mereka masing-masing, dan hal itu membuat kami lebih semangat lagi. Walaupun event ini diadakan secara daring, tetapi kami semua juga dapat merasakan kedekatan satu dengan yang lain. Dalam event ini, saya banyak bertemu dan belajar dari senior-senior yang sudah lama terjun dalam bidang IT. Mereka juga sharing pengalaman mereka.

Event ini juga telah menyadarkan dan membangkitkan semangat saya untuk belajar IT. Event ini bukan hanya sekadar tentang IT, tetapi juga menuntut kita untuk dapat menggunakan IT agar dapat memperbesar jangkauan kerajaan Tuhan melalui internet seperti website dan media sosial yang kita pakai sehari-hari. Apalagi pada masa pandemi COVID-19 ini, kita harus "stay at home" sehingga banyak gereja yang mengadakan ibadah online. Kita juga harus mulai menggunakan media sosial untuk memuliakan Tuhan dan mengabarkan Kabar Baik kepada seluruh dunia walau dalam keadaan pandemi ini.

Menurut saya, event ini sangat seru. Selain mengerjakan dan menyelesaikan project, juga banyak lomba yang diadakan, seperti lomba menghias kartu peserta, tebak gambar Alkitab, dan banyak lagi sehingga event ini menjadi lebih seru. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah diberi kesempatan untuk mengikuti event ini dan dapat belajar banyak hal. Saya percaya semua ini bukan kebetulan, tetapi rencana dan penyertaan Tuhan yang senantiasa bersama kita. Saya juga berterima kasih kepada Ko Jeffrey, yang memberi tahu bahwa ada event ini dan mengajak kami untuk ikut. Saya juga berterima kasih pada teman-teman sekelompok yang terdiri dari Dareck Wilson, Tino, Kevin Lim, Joshua Yaprisyanto, Marvel Han, Desmonda, Juli Aro, Dedy Yanuar, Christian Sihombing, Dommy Chrisamena, dan Ishak Samuel sehingga kita mendapatkan gelar Best Kingdom Impact Hybrid Project dan The Craziest/Ambitious Team. Saya juga berterima kasih kepada panitia dan semua mentor serta tim SABDA yang mengadakan event ini. Saya berharap event ini dapat terus berjalan, dan nantinya lebih banyak programmer Kristen sehingga nama Tuhan dapat terus dimuliakan lewat bidang IT. Saya berharap kita semua dapat tetap semangat melakukan pekerjaan Tuhan.

#CodeForGOD: Amanat Tuhan untuk Kita Semangat!

Fri, 10/16/2020 - 13:01

Oleh: Uliyasi Simanjuntak

"Unik" dan "ajaib". Dua kata itulah yang langsung terlintas di kepala saya saat mengingat awal bergabung di kegiatan Hackathon Virtual 2020 #CodeForGOD. Saat itu, sekitar jam makan siang, saya browsing beberapa website untuk mencari pelatihan kerja. Pasalnya, sudah dua bulan saya tidak bekerja. Jadi, mulai sedikit bosan. Maksudnya, saya punya suatu keahlian lain, selain "ngulek" sambal, masak, cuci piring, membantu pekerjaan mama di rumah … hehe.

Lalu, saya melihat ada pelatihan tentang bahasa pemrograman C++ alias bahasanya komputer dan ada juga pelatihan marketing. Bingung memutuskan mau ikut yang mana, eh tiba-tiba, masuk WhatsApp dari Koordinator Guru Sekolah Minggu GBI Matawai, Kak Melce. Beliau mengirimkan poster kegiatan #CodeForGOD dan menganjurkan saya untuk ikutan.

Karenanya, dengan tekad yang bulat dan asa yang kuat (duh, bahasanya … haha), akhirnya saya memutuskan untuk belajar bahasa pemrograman dengan harapan mungkin ilmunya bisa membuka jalan untuk saya membuat aplikasi game untuk anak-anak sekolah minggu atau paling tidak bisa saya aplikasikan di Hackathon nanti. Sayangnya, pelatihannya berlangsung singkat dan sangat dasar. Alih-alih menggunakannya di Hackathon, untuk diri sendiri saja roaming lama … haha.

Yang menakjubkannya lagi, saya malah bertemu dengan suhu-suhu programmer yang punya hati untuk memperluas Kerajaan Allah di bumi dengan karya tangan mereka. Lengkap dengan bahasa komputer yang menurut saya sama rumitnya dengan mencoba memahami rencana Tuhan dalam hidup ini. Lho kok? Ya iyalah, rencana Tuhan untuk kita itu tidak perlu harus dimengerti, cukup ditaati. Mantul, mantap betul.

Meski saya tidak tahu apa yang bisa saya kontribusikan dalam kegiatan Hackathon ini, dan merasa "kecil" juga awalnya, namun ada kalimat penguatan yang saya dapat dari salah satu pembicara bahwa "God doesn’t call the qualified, He qualifies the called". Intinya, apa yang ada pada kita, sekecil apa pun itu, akan Tuhan gunakan dengan indah dan berdampak. Tidak usah ragu dan khawatir. Tuhan sudah membuktikan di kasus 3 roti dan 2 ikan yang berhasil memberi makan 5000 orang sampai kenyang dan malah berlebih. Atau, dari 11 murid-Nya yang selama 3 tahun bersama, berhasil menjangkau jutaan jiwa di berbagai benua dan negara. Atau, dari jala Petrus yang Tuhan Yesus suruh tebar, berhasil menangkap 153 ikan, menjadi ribuan situs atau aplikasi yang dibuat untuk memudahkan gereja dalam menjangkau, menyebarkan kasih, dan memuridkan seluruh bangsa di dunia digital ini.

Saat proses pemilihan proyek, saya bertanya kepada Tuhan, proyek yang mana yang saya ambil. Awalnya, karena semua proyeknya bagus, dan hal yang familiar bagi saya adalah proyek yang berhubungan dengan anak karena saya bergerak di pelayanan anak, saya tertarik untuk masuk di proyek yang berhubungan dengan anak. Namun, saya mendapat ajakan dari Kak Andrew untuk mendukung proyek A-Crab, sebuah aplikasi pengiriman pesan ulang tahun untuk menyebarkan perhatian dan kasih Tuhan kepada para jemaat. Saya segera memutuskan untuk bergabung, sebab saya yakin Kak Andrew sudah punya tugas yang bisa saya kerjakan.

Pada hari #Hack, rasanya senang sekali bisa menuntaskan tugas saya untuk membuat kalimat ucapan di tengah-tengah pekerjaan baru yang saya dapatkan. Saya juga mendapat banyak bantuan dari teman-teman grup yang dengan antusiasnya mengumpulkan data, meng-input-nya, dan memenuhi pesan WhatsApp saya dengan diskusi bahasa pemrograman, bahkan hingga tengah malam. Meski kegiatan Hackathon Virtual #CodeForGOD telah berakhir, tetapi semangat para pemilik proyek dan semua peserta menyematkan sukacita dan puji syukur kepada Tuhan atas setiap talenta yang Ia anugerahkan untuk kemuliaan bagi Nama-Nya semata.

Media Sosial @CodeForGOD

Thu, 09/17/2020 - 10:56

Shalom teman-teman #CodeForGOD!
Masih dalam rangka menyambut Hackathon #CodeForGOD Indonesia 2020 yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) pada Oktober mendatang, saya juga akan berbagi salah satu aspek penting yang menunjang kegiatan ini. Menjadi kesempatan berharga dalam hidup saya dan beberapa teman ketika diberi kepercayaan untuk mengelola media sosial @CodeForGOD.

Media sosial @CodeForGOD menjadi salah satu aspek penting karena melalui jalur ini, para programmer Kristen dan penggiat teknologi memiliki tempat untuk bisa bertemu, berdiskusi, dan berbagi ide dan hal-hal seputar IT untuk kemajuan pelayanan Tuhan di Indonesia.

Saya mengibaratkan media sosial itu seperti dunia yang begitu ramai -- ramai karena dihuni banyak orang dari berbagai kalangan dan ramai karena banyaknya informasi yang ditawarkan. Di tengah banyaknya komunitas yang bermunculan di media sosial, komunitas @CodeForGOD hadir di tengah-tengah mereka dan menawarkan sesuatu yang berbeda, berguna, dan bermanfaat bagi Kerajaan Allah. Tentu saja, dalam pengelolaan akun-akun ini, kami membutuhkan beragam keterampilan untuk bisa membangun jejaring dan relasi yang akrab dan sehat.

Melalui InstagramFacebook, dan Twitter @CodeForGOD, saya berharap banyak orang dapat dijangkau, bergabung dalam kegiatan #CodeForGOD, dan dapat terus berelasi dan berkolaborasi untuk pekerjaan Tuhan. Doa saya, komunitas ini menjadi komunitas yang terus hidup dan aktif serta menjadi berkat bagi kemajuan pelayanan, gereja, dan Indonesia. Ayo teman-teman, gabung di akun-akun media sosial @CodeForGOD ya! Mari kita berjejaring dan berkolaborasi bagi pelayanan Tuhan di Indonesia.

Rapat-Rapat di Balik Hackathon Kristen Virtual Pertama di Indonesia!

Fri, 09/11/2020 - 14:13

Shalom, Sahabat SABDA!
Puji Tuhan, tahun ini, Yayasan Lembaga SABDA diberi kepercayaan oleh Indigitous untuk menjadi penyelenggara utama dari Hackathon Kristen tahun 2020 di Indonesia. Setelah tidak diadakan selama 2 tahun, pandemi COVID-19 ini justru mendorong kita semua untuk berpikir out of the box dan menyelenggarakannya secara virtual serentak di berbagai negara. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah rapat untuk merencanakan semua hal terkait penyelenggaraan acara #CodeForGOD ini. Seluruh staf SABDA dilibatkan dalam persiapan ini. Saya dengan Ibu Evie mendapat bagian dalam tim untuk membantu mempersiapkan konten dalam situs dan juga konsep acara.

Saya bersyukur bahwa seluruh staf juga menangkap urgensi dan signifikansi dari kegiatan ini sehingga kami pun rutin mengadakan rapat, dan bahkan melakukan SCRUM secara intensif. Terdapat banyak jenis rapat yang kami lakukan, baik secara internal maupun eksternal, bersama Indigitous, mitra, calon mentor, calon juri, dan pihak-pihak lainnya. Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah rapat/pertemuan pertama untuk kegiatan #Hackathon ini. Dalam rapat perdana tersebut, visi untuk #CodeForGOD ini dibagikan dan kami diminta untuk mengambil waktu beberapa hari untuk mendoakan apakah sungguh Tuhan berikan visi ini untuk dikerjakan oleh YLSA. Pertemuan/rapat selanjutnya menunjukkan Tuhan sungguh baik karena seluruh staf mengonfirmasi bahwa jangan sampai kita melewatkan kesempatan untuk melayani-Nya dalam acara ini. Kami semua sepakat bahwa YLSA, yang telah ditempatkan Tuhan di Indonesia dan telah bertahun-tahun menjadi jembatan antara firman Tuhan dan teknologi, merupakan lembaga yang tepat untuk mewujudkan Virtual Hackathon #CodeForGOD 2020 ini.

Setelah pertemuan peneguhan visi dan kesehatian tersebut, hari-hari kami selanjutnya diisi dengan rapat dan riset. Rapat internal pelaporan progress kami lakukan setiap minggunya, dan kami juga mengadakan SCRUM setiap Senin, Rabu, dan Jumat untuk komunikasi yang lebih intensif. Rapat dengan mitra/calon mitra juga terus kami lakukan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama mereka. Bahkan, kami mengadakan acara Zoom setiap Kamis malam untuk terus mengedukasi dan memberikan info-info penting terkait #CodeForGOD kepada para peserta yang sudah mendaftar maupun calon peserta. Kami juga menerapkan overcommunication antarstaf untuk memastikan semua hal yang diputuskan dalam rapat juga dapat dilaksanakan dengan baik. Intinya adalah bahwa kami berharap setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini benar-benar mengerti peran dan tanggung jawab yang diembannya untuk menyukseskan #CodeForGOD ini.

Harapan kami adalah agar setiap rapat dan persiapan yang telah dilakukan dapat menjadikan acara Hackathon Kristen Virtual pertama di Indonesia ini berlangsung dengan baik dan lancar. Kami juga membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi Sahabat SABDA untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Baik sebagai peserta, mitra, mentor, juri, dan yang paling penting sebagai pendoa. Mari kita sukseskan #CodeForGOD ini agar nama Tuhan dapat semakin dimuliakan melalui teknologi yang telah Ia ilhamkan kepada kita. Tuhan menolong kita.

SABDA Live “Benarkah Kita sedang Mengkhotbahkan Alkitab?” Membuka Pandangan Baru

Fri, 09/04/2020 - 14:53

Senang, kali ini bisa berbagi hal-hal yang saya dapatkan dari SABDA Live. Agustus lalu, SABDA Live #Bible Talks dengan seri "Mengapa Belajar Alkitab?" memberi banyak pelajaran berharga setiap harinya kepada setiap peserta, tidak terkecuali saya. Yang paling menarik dan menggugah hati saya adalah materi "Benarkah Kita sedang Mengkhotbahkan Alkitab?" yang disampaikan oleh Pdt. Benny Solihin pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Dari poin-poin yang dijelaskan, saya semakin mengerti bahwa dalam memahami kebenaran firman Allah, kita tidak bisa menafsirkan Firman dengan sembarangan karena setiap teks dalam Alkitab memiliki pesan Allah di dalamnya. Pendeta Benny Solihin menjelaskan bahwa kita tidak boleh menafsir teks Alkitab sekenanya dan memanipulasi pesannya. Ini sangat berbahaya jika masih banyak orang mengkhotbahkan firman Tuhan berdasarkan kedua hal tersebut. Akan tetapi, yang benar adalah kita harus mengkhotbahkan pesannya.

Beliau memberi gambaran bahwa memahami teks Alkitab seperti menyelidiki sebuah pulau. Itu membutuhkan waktu dan kerinduan yang dalam agar kita bisa mengerti teks tersebut sehingga pesan inti yang dikhotbahkan sama dengan isi amanat teks Alkitab. Mengapa harus demikian? Setidaknya, ada 4 hal yang dijelaskan, yaitu:

  1. Karena amanat teks dari Alkitab diinspirasikan oleh Roh Kudus (2 Timotius 3:16). Ini berarti Roh Kuduslah pengarang aslinya melalui kalimat-kalimat penulis Alkitab.
  2. Karena berkhotbah adalah menyampaikan firman Allah. Agustinus berkata, "When the Bible speaks, God speaks."
  3. Karena hanya melalui firman Tuhanlah hati manusia dapat diubahkan (Yesaya 55:11; Yeremia 23:29).
  4. Karena amanat teks Alkitab adalah standar objektif khotbah.

Dari semua pemaparan yang disampaikan Pdt. Benny, saya diingatkan lagi tentang pentingnya pengertian akan amanat teks dengan cara belajar terus-menerus, menggali terus-menerus, dan pastinya minta tuntunan Roh Kudus untuk semakin mengerti firman Allah. Jadi, saya sungguh bersyukur khususnya melalui materi yang disampaikan oleh Pdt. Benny. Selain membuka pandangan baru, saya juga berkomitmen untuk selalu belajar firman Tuhan sehingga saya juga semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Soli Deo gloria!

Perpustakaan Digital untuk Belajar Alkitab

Tue, 08/11/2020 - 13:23

Kemajuan teknologi telah memungkinkan hadirnya suatu perpustakaan digital yang dapat kita akses di mana saja dan kapan saja guna menunjang penggalian Alkitab yang lebih mendalam. Namun, sekalipun kita bisa memiliki segala alat dan bahan studi Alkitab terbaik dalam genggaman kita, tetapi jika kita tidak tahu apa itu dan bagaimana cara memakainya, semuanya itu tidak akan menambah nilai apa pun. Karena itu, presentasi singkat berjudul "Perpustakaan Digital untuk Belajar Alkitab" ini hadir untuk menyajikan pembahasan tentang beberapa alat/bahan dalam perpustakaan digital yang paling umum digunakan dalam studi Alkitab, apa kegunaannya, dan bagaimana cara menggunakan alat/bahan tersebut untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Perpustakaan selalu merupakan bagian integral dalam mempelajari firman Tuhan. Sebab, sebagai koleksi buku dan sumber-sumber bahan lainnya, perpustakaan merepresentasikan koleksi hikmat, wawasan, dan pengetahuan dari generasi ke generasi yang bisa kita akses untuk menolong kita belajar Alkitab secara lebih kaya, bahkan menyenangkan. Ditambah lagi, segala sumber daya itu kini dapat kita akses secara digital dengan cepat dan mudah. Kiranya setiap orang percaya dapat memanfaatkan segala alat/bahan yang tersedia untuk semakin bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan akan firman Tuhan dan menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Tuhan Menolong! SABDA Live Mei — Juli 2020

Tue, 08/04/2020 - 15:16

SABDA Live via zoom meeting sudah diadakan sejak Mei 2020. Saya sungguh bersyukur karena "terlalu" banyak berkat yang saya dapatkan, baik dari sisi materi, proses kerja, maupun pengalaman-pengalaman baru. Saya sungguh merasakan, jika bukan karena pertolongan Tuhan, tim SABDA Live, dan seluruh staf, YLSA tidak dapat mewujudkan hal ini. Saya mencatat beberapa perkembangan sejak Mei 2020 sampai Juli 2020 terkait perkembangan SABDA Live.

  • SABDA Live Zoom Meeting dan YouTube Streaming

Sejak Mei 2020, SABDA sudah melaksanakan 4 program SABDA Live via Zoom Meeting dan YouTube Streaming dengan 46 presentasi sampai Juli 2020. Berikut ini adalah rinciannya:
SABDA Live #Vision Talks: 22 presentasi
SABDA Live #Fun Talks: 11 presentasi
SABDA Live #Bible Talks (per Juli 2020): 7 presentasi
SABDA LIve +ED Talks+ED Talks: 6 presentasi [Arsip]

Selain pengembangan program SABDA Live, staf YLSA juga makin meningkat kemampuannya secara teknis, public speaking, relasi, manajemen, dan sebagainya. Dengan begitu, setiap program/presentasi bisa diatur dan dilaksanakan semakin baik.

  • Situs SABDA Live

Puji Tuhan! Rekan-rekan tim ITS dan SABDA ME+DIA bekerja keras untuk mewujudkan situs SABDA Live. Melalui situs ini, siapa saja dapat memperoleh informasi mengenai SABDA Live, seperti jadwal, arsip, dan informasi lain seputar program SABDA Live. Jika Anda ingin menonton program SABDA Live secara langsung via YouTube streaming, silakan masuk dalam situs ini setiap pkl. 10.00 -- 12.00 pada Selasa -- Jumat. Saya berharap, bahan-bahan dalam situs ini dapat digunakan oleh Sahabat dan Pendukung YLSA untuk memajukan pelayanan digital di gerejaatau komunitas Anda.

  • Playlist SABDA Live di YouTube SABDA Alkitab

Jika Anda lebih sering mengakses YouTube, tim SABDA ME+DIA juga telah menyusun playlist SABDA Live dalam kanal YouTube SABDA Alkitab. Silakan subscribe dan klik tanda lonceng di YouTube SABDA Alkitab untuk mendapatkan setiap update dari SABDA Live.

  • Podcast SABDA Live di Spotify dan Google Podcasts

Pada Juli 2020, telah tersedia Podcast SABDA Live bagi Anda yang lebih suka mendengarkan audionya melalui Spotify dan Google Podcasts dengan akun SABDA Live. Dengan begitu, Anda dapat mendengarkannya sambil melakukan kegiatan Anda sehari-hari.

  • Penggunaan Bahan-Bahan SABDA Live

SABDA juga bersyukur karena bahan-bahan SABDA Live dapat digunakan oleh Sahabat dan Pengguna SABDA dalam pelayanan di gereja atau komunitas mereka. Ada yang sudah menggunakan materi presentasinya untuk dipresentasikan ulang dalam zoominar di gerejanya. Ada pula yang membagikan link video-video dalam arsip ke dalam grup sebagai bahan diskusi. Jangan segan untuk menggunakan setiap bahan yang ada. Pastikan Anda masuk dalam situs SABDA Live untuk informasi lebih lengkap!

  • Kolaborasi dan Relasi

Sepanjang Mei -- Juli ini, baik dari YLSA maupun pengguna/peserta, SABDA Live sungguh dapat merasakan kemajuan relasi dan kolaborasi yang selama ini belum dapat dilakukan secara maksimal. Tujuan SABDA mengadakan SABDA Live ini memang ingin makin meningkatkan "engage" dengan pengguna SABDA, berjejaring dengan lebih banyak orang/organisasi, dan saling bertukar pikiran tentang bagaimana teknologi dapat digunakan lebih maksimal untuk pengembangan pelayanan di bidang Alkitab dan digital ministry. Anda dapat melihat bahwa narasumber SABDA Live bukan dari SABDA saja, tetapi juga dari sahabat/mitra SABDA. Puji Tuhan! Peserta pun mendapatkan berkat yang melimpah dari setiap relasi/kolaborasi dalam SABDA Live ini.

Puji Tuhan! Ini semua adalah pekerjaan Tuhan. Saya dan teman-teman di SABDA adalah alat untuk mewujudkan pekerjaan-Nya melalui SABDA Live ini. Kiranya kami terus dimampukan Tuhan dan dilayakkan untuk menjadi kawan sekerja Allah. Harapan saya, Sahabat SABDA dapat menikmati juga setiap berkat yang Tuhan berikan melalui SABDA Live. Salam IT4GOD!

SABDA Live #Bible Talks Seri Kidz Ministry

Fri, 07/31/2020 - 14:37

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), SABDA Live #Bible Talks mengadakan satu seri, yaitu Kidz Ministry. Seri Kids Ministry ini mempresentasikan topik-topik menarik seputar pelayanan anak dari sudut pandang Alkitab. Saya, sebagai guru sekolah minggu, sangat terberkati dengan materi-materi yang dipresentasikan. Saya diperlengkapi lebih lagi dalam memajukan pelayanan anak, secara khusus di tempat saya melayani, dan di Indonesia pada umumnya.

Saya rindu lebih banyak orang menyadari betapa pentingnya pelayanan anak. Anak-anak, sebagai generasi penerus gereja dan bangsa Indonesia, sudah seharusnya kita bimbing supaya dapat menjadi generasi yang memuliakan Tuhan, serta dapat menjadi berkat bagi sesama. Dalam era digital ini, banyak kendala yang saya hadapi dalam pelayanan anak. Mulai dari anak-anak yang sukar untuk memperhatikan guru sekolah minggu, lebih asyik bermain dengan gadgetnya, merasa lebih cepat bosan mendengarkan firman Tuhan, dan masih banyak lagi. Pada era digital ini, saya sebagai guru sekolah minggu dituntut untuk kreatif. Kreatif dalam menggunakan cara-cara yang menarik agar anak-anak dapat tertarik dan mengerti firman Tuhan yang disampaikan oleh guru sekolah minggu. Seri Kidz Ministry ini sangat menolong dan membuka pikiran serta pengetahuan saya, tentang bagaimana saya dapat lebih kreatif menyampaikan firman Tuhan dalam sekolah minggu.

Dalam seri Kidz Ministry, ada 4 presentasi yang disampaikan oleh orang-orang berpengalaman dalam bidangnya. Presentasi yang pertama berjudul, "Peran Alkitab: Formasi Rohani Anak" yang disampaikan oleh Bapak Liem Pik Jiang. Presentasi ini menjadi berkat bagi saya mengenai bagaimana Alkitab dapat membentuk rohani anak-anak. Secara garis besar, peran Alkitab dalam membentuk formasi rohani anak-anak adalah berikut:

  1. Alkitab menunjukkan bukti pentingnya hidup dalam nilai kerajaan Allah.
  2. Alkitab adalah pedoman hidup dalam nilai-nilai kerajaan Allah.
  3. Alkitab menuntun orang tua menjalankan tugas membentuk kerohanian anak.

Presentasi kedua berjudul "Aktivitas Asyik untuk Ajak Anak Baca Alkitab" yang dipresentasikan oleh Bapak Purnawan Kristianto. Dalam presentasi ini, Bapak Purnawan memberikan banyak sekali cara kreatif dan aktivitas kreatif yang belum saya ketahui. Ternyata banyak sekali aktivitas yang dapat digunakan oleh guru-guru sekolah minggu agar dapat mengajak anak-anak baca Alkitab secara asyik. Presentasi ketiga berjudul "Komik Alkitab: FUN atau SERIUS?" yang disampaikan oleh Kingstone Comic Indonesia. Menurut saya, ini adalah presentasi yang membuat saya cukup terkejut, karena komik bisa digunakan untuk membantu membaca Alkitab menggunakan gambar atau visualisasi. Ini adalah hal baru bagi saya. Terakhir adalah presentasi keempat yang berjudul "Multiple Intelligence: Cara Anak Belajar Alkitab" yang dipresentasikan oleh Ibu Meilania. Presentasi Ibu Meilania ini merupakan pengetahuan baru bagi saya. Bagaimana saya dapat memahami anak dengan masing-masing kecenderungannya atau masing-masing kecerdasannya? Menurut Howard Garder, ada 8 area kecerdasan anak yang juga merupakan prefensi dari gaya belajar mereka. Jadi, ketika kita mengajar anak-anak sekolah minggu, tidak bisa hanya menggunakan satu metode belajar, tetapi kita dapat mengombinasikan beberapa metode belajar. Dengan begitu, anak-anak dapat menikmati sekolah minggu dengan baik dan antusias. Pengetahuan baru ini membuka pikiran saya, dengan cara pengajaran yang tepat, anak-anak dapat mengerti dan memahami Alkitab.

Saya sangat bersyukur SABDA memfasilitasi guru-guru sekolah minggu untuk dapat melayani anak-anak sekolah minggu dengan lebih baik lagi. Beberapa cara maupun metode yang sudah disampaikan oleh pembicara, dalam seri Kidz Ministry, sudah saya praktikkan dalam pelayanan sekolah minggu. Hasilnya sangat mengejutkan, anak-anak lebih menikmati sekolah minggu, lebih aktif untuk bertanya mengenai pembahasan Alkitab, dan tentu pengenalan anak-anak akan Tuhan meningkat. Terima kasih SABDA.

TED TALK “STOICISM – Filosofi Stoa”

Mon, 07/20/2020 - 13:54

Oleh: Yurike

Shalom Sahabat SABDA. Senang bisa menyapa Anda melalui tulisan ini. Saya berharap kita tetap dalam keadaan baik dan bahagia. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi lagi tentang stoicism atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah stoa. Untuk disclaimer, banyak artikel atau video yang berkaitan dengan Stoicism. Namun, saya hanya merujuk pada beberapa referensi.

Saya akan mulai dengan sejarah singkat filosofi Stoa. Berdasarkan beberapa artikel yang terkait, filosofi ini lahir di Yunani dan berkembang dari tahun 2.300 SM - 200 M. Filosofi ini sangat populer pada zamannya dan juga masih sangat relevan dengan zaman sekarang ini. Filosofi ini didirikan oleh seorang bernama Zeno of Citium pada zaman Yunani kuno, khususnya pada periode Hellenistik.

Mengapa filosofi ini populer? Karena filosofi ini relevan dengan semua orang dan tidak bertentangan dengan ideologi lain. Ada tiga orang yang memomulerkan filosofi ini, mereka adalah Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Mereka bertiga bergerak dalam bidang yang berbeda-beda. Misalnya, Marcus Aurelius adalah seorang kaisar Romawi. Seneca adalah stateman (mungkin sama dengan pejabat politik di Roma), dan juga pernah menjadi senator atau penasihat di kekaisaran Roma. Sementara itu, Epictetus adalah seorang budak yang tersiksa selama hidupnya. Namun, akhirnya dia bisa mengajarkan filosofi stoicism kepada masyarakat. Orang-orang penganut paham stoicism disebut sebagai stoic.

Apa sih prinsip stoicism itu? Ada satu video yang membahas prinsip-prinsip stoicism ini. Stoicism mempunyai empat prinsip yaitu:

  1. Tuhan (dalam bentuk dan wujud apa pun) akan selalu peduli kepada semua makhluk hidup.
  2. Hidup dalam kebijaksanaan itu penting untuk kebahagiaan kita.
  3. Kita harus hidup harmonis dengan alam karena alam semesta itu bekerja dengan sangat harmonis.
  4. Semua yang terjadi pasti ada alasannya. Artinya, hal baik atau buruk itu sudah diatur oleh satu kekuatan yang lebih besar dari alam semesta ini.

Lebih lagi, filosofi ini berpandangan bahwa ada beberapa hal yang bisa kita kontrol, tetapi ada juga yang tidak bisa kita kontrol. Satu-satunya hal yang bisa kita kontrol sepenuhnya adalah penilaian kita terhadap apa yang baik. Pada dasarnya, tidak ada batasan rasional menjadi tidak bahagia mengenai banyak hal yang tidak dapat kita ubah. Jika kita menginginkan uang, kesehatan, atau reputasi, kita pasti tidak akan bahagia. Jika kita pun ingin menghindari kemiskinan, kesakitan, kesepian, ketidakjelasan atau sebagainya, kita akan terus-menerus hidup dalam kekhawatiran dan frustrasi. Bayangkan jika kita menghabiskan waktu untuk dan energi untuk mengkhawatirkan tentang apa yang orang lain pikirkan, suka (atau tidak suka), katakan (atau tidak katakan) tentang kita.

Kita juga khawatir tentang apa yang mungkin akan terjadi pada masa depan (tetapi kadang-kadang juga tidak terjadi), ataupun apa yang tidak bisa kita ubah pada masa lalu. Semuanya itu dapat membuat kita tidak bisa sepenuhnya fokus pada apa yang bisa kita ubah saat ini. Hal yang ditekankan oleh para penganut pandangan ini adalah bahwa inner character (kebajikan atau kebijaksanaan) manusia itu yang paling penting dan baik, dan bisa dihargai dan dikejar oleh semua orang. Salah satu contoh sederhana berkenaan dengan pandangan ini adalah misalnya ketika kehilangan dompet. Bagaimana respons orang yang rasional? Mereka tidak akan langsung marah-marah, sebaliknya akan berpikir lagi apa yang menyebabkan dompetnya hilang? Apakah dompetnya itu benar-benar hilang atau mungkin ketinggalan di tempat lain, ataukah karena kecerobohannya sendiri dan sebagainya.

Stoicism akhir-akhir ini telah digambarkan sebagai salah satu mind hack terbaik yang pernah ditemukan atau diciptakan. Nah, berdasarkan bahasan yang sangat singkat di atas, saya menyimpulkan bahwa kebahagiaan kita bergantung pada apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir untuk tidak bahagia, pastinya kita tidak akan bahagia. Pengontrolan diri atas apa yang kita pikirkan akan membuat kita merasa semakin bahagia karena kita tahu bahwa apa pun yang terjadi di bawah kolong langit ini pasti ada alasan yang menyertainya.
Kita tidak bisa mengendalikan segala sesuatu, tetapi kita bisa mengendalikan apa yang kita pikirkan.

SABDA Live : #FunTalk Sesi “Masih Hidup? … Produktif karena Pandemi”

Fri, 07/17/2020 - 09:41

Oleh: Yurike

Apa kabar Sahabat SABDA? Semoga tetap dalam keadaan yang bersukacita. Perkenalkan, saya Yurike Poyungi. Saat ini, saya adalah salah satu staf magang di Yayasan Lembaga SABDA. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang satu topik, yaitu produktif. Istilah ini sudah cukup lama populer di kalangan masyarakat saat ini.

Apa kabar Sahabat SABDA? Semoga tetap dalam keadaan yang bersukacita. Perkenalkan, saya Yurike Poyungi. Saat ini, saya adalah salah satu staf magang di Yayasan Lembaga SABDA. Pada kesempatan ini, saya akan berbagi sedikit tentang satu topik, yaitu produktif. Istilah ini sudah cukup lama populer di kalangan masyarakat saat ini.

Apakah yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata "produktif"? Mungkin kebanyakan dari kita sepakat bahwa melakukan banyak hal, menyelesaikan to do list, mencapai target yang direncanakan adalah bentuk dari kegiatan produktif. Dalam KBBI, kata "produktif" memiliki beberapa arti sebagai berikut:

  1. Produktif itu bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar)
  2. Mendatangkan (memberi hasil, manfaat, dan sebagainya)
  3. Mampu menghasilkan terus dan dipakai secara teratur untuk membentuk unsur-unsur baru.

Berdasarkan definisi di atas, maka secara sederhana dapat disimpulkan bahwa produktif merupakan sejumlah kegiatan yang dilakukan secara teratur dengan tujuan untuk menghasilkan sesuatu. Produktif itu identik dengan kegiatan yang melibatkan kerja sama seluruh anggota tubuh dan pikiran. Jadi, ketika kita tidak melakukan kegiatan apa-apa, kita termasuk dalam kategori kurang atau bahkan tidak produktif. Kita berusaha sekeras-kerasnya dengan tujuan untuk menghasilkan sesuatu. Sesuatu yang seperti apa? Tentunya, sesuatu dalam jumlah yang banyak atau besar yang bisa kita nikmati, seperti: uang, kedudukan, kesenangan, dan lain sebagainya. Itulah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa kita berusaha untuk tetap produktif.

Berdasarkan kuantitas kegiatan masing-masing orang, maka tingkat produktivitas itu pun relatif. Secara pribadi, saya menilai tingkat produktivitas diri saya berdasarkan banyaknya kegiatan yang dilakukan dalam sehari. Jadi, jika saya punya banyak kegiatan dalam satu hari, artinya saya produktif. Itulah yang saya pikirkan tentang produktif. Bahkan, ada juga yang menganggap bahwa produktif itu ketika kita melakukan banyak hal di luar rumah, berkegiatan dengan orang lain dan sebagainya.

Dengan adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan kita tetap tinggal di rumah, beraktivitas di rumah, belajar di rumah, kerja di rumah, dan lain sebagainya, maka timbul pertanyaan seperti ini: apakah kita tetap produktif selama pandemi COVID-19 ini? Karena keterbatasan ruang gerak selama masa pandemi ini, tak jarang dari kita yang berusaha untuk melakukan bahkan menciptakan kegiatan yang bisa mengurangi rasa jenuh ketika berada rumah selama hampir 24 jam. Kita punya kesempatan mencoba hal-hal baru. Tujuannya bukan hanya sekadar mengurasi rasa jenuh, tetapi agar kita tetap termasuk dalam kategori produktif selama masa karantina di rumah saja.

Inilah sekilas gambaran yang produktif dilihat dari kacamata dunia. Sebagai orang Kristen atau sebagai orang percaya, bagaimana seharusnya kita memandang dan mendefinisikan istilah produktif? Pernahkah kita berpikir, apakah tujuan kita menjadi produktif hanya semata-mata untuk kita nikmati sendiri? Apakah hanya untuk kepuasan diri kita sendiri?

Ketika mengikuti salah satu sesi SABDA Live yang membahas tentang produktivitas, saya mendapat satu cara pandang baru. Inilah yang akan saya bagikan melalui blog ini. Dari sesi tersebut, ada dua hal penting yang saya garisbawahi berkenaan dengan produktif, yaitu orientasi dan kualitas. Mengapa saya fokus pada dua hal ini? Karena selama ini saya ada dalam cara pandang yang keliru. Fokus saya bekerja keras, berusaha menjadi orang yang "produktif" itu ya untuk saya sendiri, untuk kepentingan saya, dan supaya saya bisa menikmati hasilnya sendiri. Begitu juga, dengan kualitas. Saya mencoba melakukan banyak hal, tetapi tidak menyadari apakah yang saya lakukan itu hal yang benar atau tidak.

Firman Tuhan dalam Matius 22:36-40 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan, hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah, tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Jika melihat konteksnya, jawaban Yesus ini ternyata berawal dari pertanyaan seorang ahli Taurat, "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Yang bertanya ini, bukan orang biasa. Dia adalah seorang ahli Taurat. Expert dalam hal teori tentang hukum Taurat. Namun, motif dari pertanyaannya itu adalah untuk mencobai Yesus. Dia hendak mencari cara untuk menyalahkan Yesus. Dengan kata lain, itu adalah pertanyaan jebakan bagi Yesus.

Berdasarkan Firman Tuhan di atas, ada dua hal yang paling penting di dalam dunia ini:

  1. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, dan segenap akal budimu.
  2. Sama dengan itu (sama seperti hukum yang pertama) kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Jadi, semua hukum itu dasarnya ada pada kedua hal ini: Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Hal unik yang saya dapatkan dari ayat ini adalah kita diperintahkan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi. Kalau saya memparafrasa kalimat ini dengan versi saya sendiri mungkin akan seperti ini: kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati, jangan setengah-setengah, segenap jiwamu, bukan setengah-setengah, dan segenap akal budimu, termasuk pikiran, kehendak, kekuatan, semangat, passion, talenta dan pengetahuanmu.

Nah, artinya pikiran, semua kehendak, passion, semangat, kekuatan, talenta, dan pengetahuan itu harus didedikasikan kepada Tuhan dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, dengan sungguh-sungguh, termasuk juga dengan waktu kita. Selanjutnya, mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Yesus berkata: "Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu," apa maksudnya? Ternyata, perintah mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi itu setara dengan perintah mengasihi sesamamu dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budimu. Inilah mengapa saya katakan unik karena semua yang terutama dan yang terpenting adalah mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama itu porsinya sama.

Secara sederhana, keterkaitan produktivitas kita dengan kedua hukum ini adalah orientasi. Kembali ke pertanyaan sebelumnya, apakah tujuan kita menjadi produktif hanya semata-mata untuk kita nikmati sendiri? Apakah hanya untuk kepuasan diri kita sendiri? Ketika kita tahu bahwa yang terpenting dan utama dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya adalah mengasihi Tuhan dan sesama, maka kita pun tahu tujuan kita melakukan sesuatu.

Untuk siapa kita bekerja keras? Untuk siapa kita berusaha untuk tetap produktif? Jika kita masih menjawab pertanyaan ini dengan: "Untuk saya, untuk keluarga saya, untuk kesenangan saya, untuk masa depan saya, dan untuk saya, saya yang lain," berarti kita masih harus kembali kepada kedua hukum yang terutama tadi. Seharusnya, orientasi kita melakukan sesuatu atau menghasilkan sesuatu itu bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Tuhan dan sesama. Inilah kebenarannya. Jika semua yang kita hasilkan melalui kerja keras itu hanya untuk kita sendiri, semuanya akan sia-sia.

Selanjutnya, produktivitas itu seharusnya fokus pada kualitas bukan kuantitas. Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya bahwa kebanyakan dari kita, termasuk saya sendiri, memandang produktivitas itu sama dengan melakukan banyak hal. Namun, satu hal yang mungkin kita abaikan atau bahkan sering kali terlupakan bahwa kualitas dari semua hal yang kita lakukan itu seperti apa. Kualitas di sini maksudnya adalah apakah kita sudah melakukan yang benar?

Kalau saya mengajukan pertanyaan berikutnya, mungkin akan seperti ini, apakah dengan semua kegiatan produktif yang kita lakukan itu, kita sudah melakukan yang benar? Inilah pertanyaan refleksi yang sangat menohok saya. Ternyata, kalau dipikir-pikir semua usaha yang saya lakukan selama ini sebagian besar lebih condong kepada nilai kuantitas saja. Tak ada gunanya kita sibuk melakukan banyak hal, tetapi pada akhirnya semua hal itu bukanlah apa yang benar, bukan apa yang Tuhan kehendaki.

Kita diibaratkan sebagai hamba yang sedang mengerjakan tugas yang dipercayakan oleh Tuan yang benar di dunia sesuai dengan talenta kita masing-masing. Akhirnya, kita akan berhadapan dengan Sang Tuan seperti yang digambarkan dalam Injil Matius 25:14-30 bahwa kita masing-masing akan mempertanggungjawabkan talenta-talenta yang telah diberikan itu. Jika kita mengembangkan talenta itu lewat hal-hal yang benar, tuan itu akan menjawab, "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu." Tidakkah kita ingin mendengar Tuhan berkata demikian kepada kita ketika dengan semua hal produktif yang kita lakukan? Secara pribadi, saya mau mendengar, Dia berkata, "Yurike, baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba-Ku yang baik dan setia; Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan-Ku."

Apa yang harus kita lakukan kedepannya? Setelah mengetahui kebenaran ini, kita hendak diajak untuk kembali melihat orientasi hidup kita dan seberapa berkualitasnya hidup yang kita jalani. Kita tidak tahu sampai kapan kita bisa bertahan hidup di dunia ini, tetapi yang kita tahu adalah bagaimana kita bisa memaknai hidup ini. Itu pilihan kita. Memaknai waktu, talenta, pekerjaan, keluarga, hubungan, kesempatan, dan semua hal lain dengan benar. Kualitas hidup kita menentukan seberapa serius kita memaknai hidup ini. Orientasi hidup kita pun menentukan bagaimana kita mengasihi Sang Pemberi hidup dan sesama.

Kedua hal yang saya bagikan ini kiranya menjadi refleksi kita bersama dengan semua hal yang kita lakukan di dunia ini, terutama pada masa pandemi COVID-19 ini. Masa pandemi ini adalah kesempatan yang Tuhan beri bagi kita agar kita bisa kembali merevisi tujuan hidup dan fokus hidup kita. Kita semua pasti meyakini bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Everything happens for a reason. Tuhan punya tujuan khusus yang hendak Dia nyatakan melalui pandemi ini. Mintalah Dia agar menolong kita untuk mencari tahu kehendak-Nya dalam hidup kita.

"Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu."