Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

edisi 40 - kasih dalam pernikahan

Memiliki penghasilan sendiri atau memiliki jabatan yang cukup penting di suatu instansi/perusahaan merupakan impian setiap orang, tanpa terkecuali para wanita. Saat ini, banyak wanita yang menempati posisi yang cukup strategis dalam pekerjaan. Tak ayal, karena aktivitas yang begitu padat yang menuntut kecepatan dan ketepatan, para wanita terkadang melalaikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai seorang istri dan ibu.

Apakah Anda terbeban untuk menanam lutut Anda bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus? Kami mengajak Anda meluangkan waktu sejenak untuk berdoa bagi saudara-saudara kita, khususnya mereka yang akan melaksanakan ibadah puasa.

Briggs dan Alice Olson saling mencintai selama lebih dari 50 tahun. Alice organis di gereja kami di Minnesota, tempat kami pertama kali melayani penuh waktu. Briggs ketua panitia pembangunan dan dewan pengawas. Mereka seperti orangtua angkat bagi kami. Kami muda, orang baru di gereja pertama kami, dan mereka tetangga kami yang paling dekat. Hal pertama yang kami perhatikan mengenai mereka adalah besarnya cinta seorang terhadap yang lain. Sejak itu kami memerhatikan banyak pasangan yang mengasihi, tetapi tidak satu pun yang melebihi Briggs dan Alice Olson.

Hak dan Kewajiban Suami Istri

Dengan telah dipersatukannya seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam suatu pernikahan, maka mereka yang dahulunya merupakan pribadi-pribadi yang "bebas" kini menjadi terikat satu sama lainnya. Masing-masing harus mulai membagi segala hal dengan pasangan hidupnya, dan dibatasi kebebasannya. Demi untuk terpeliharanya rumah tangga yang mereka bangun bersama, maka hukum memberi penuntun mengenai hak dan kewajiban suami istri. Beberapa hal yang penting ialah:

Untuk berkomunikasi secara efektif kita tidak bisa hanya menyatakan apa yang kita terima melalui pancaindra, menuangkan pikiran, perasaan dan kemauan kita dalam bentuk perkataan atau tulisan, serta menjelaskan tindakan kita. Kita perlu belajar berbicara untuk diri kita sendiri dengan menggunakan kata ganti "aku, saya, -ku", atau menggunakan apa yang dinamakan pesan aku, bukan pesan kamu. Misalnya, "Saya saat ini masih harus menyelesaikan tugas ini dahulu.

Shalom,

Sahabat Wanita, perjalanan sebuah pernikahan tidak selalu mulus tanpa masalah. Ada kalanya goncangan terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Namun sebagai orang Kristen, Sahabat Wanita tidak perlu khawatir dalam menghadapi goncangan. Pernikahan adalah cermin bahwa kita mengasihi Allah dan juga pasangan kita. Segala sesuatu tidak akan berarti apa-apa jika dilakukan tanpa kasih. Ada beberapa hal penting yang sangat berguna supaya kehidupan pernikahan kita menjadi lebih baik, diberkati dan juga menjadi berkat bagi yang lain.

Dalam artikel-artikel ini akan dijelaskan apa saja yang seharusnya dilakukan agar tercipta kehidupan pernikahan yang berkenan di hati Allah. Semoga edisi ini dapat menjadikan sahabat wanita lebih lagi dalam mengasihi Allah dan juga pasangan hidup kita.

Selamat menyimak dan Tuhan memberkati!

Redaksi Tamu e-Wanita,
Santi Titik Lestari