Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Melayani Kristus Saat Semua Orang Membutuhkan Anda

Saya berdiri di depan jendela dapur dengan air mata berlinang, menaikkan doa singkat memohon damai sejahtera dan pertolongan.

Itu adalah satu hari yang normal di rumah, dan anak-anak saya tidak terlalu sulit -- mereka hanyalah anak-anak. Akan tetapi, ketika saya mengosongkan mesin pencuci piring, saya secara mental memikirkan apa yang harus dimasak untuk makan malam, proyek pengeditan yang menggantung di atas kepala saya, proyek sekolah putri saya, pajak yang perlu diajukan, dan teman yang membutuhkan telinga untuk mendengarkan -- dan saya mengusapkan telapak tangan ke mata saya untuk menghentikan air mata. Saya mulai merasa kesal dengan semua tanggung jawab yang saya emban, meskipun saya tidak tahu mengapa.

Pikiran pertama saya adalah menghukum diri sendiri. Apa yang salah denganmu? Kamu memiliki kehidupan yang baik, Ann.

Gambar: musim

Memang benar: tidak ada yang salah. Akan tetapi, seratus hal yang lebih kecil menjadi sulit di tengah karantina. Pekerjaan saya masih utuh, tetapi menemukan pengasuhan anak yang andal hampir tidak mungkin. Pelayanan saya kepada orang lain sebagai istri pendeta sangat dibutuhkan, tetapi seringkali dilakukan dari jarak jauh. Dan, karena sekolah tutup, kami memutuskan untuk homeschool.

Saya merasa seperti melayani dengan ratusan cara, tetapi kehilangan banyak karunia hubungan dan kehidupan normal yang membantu membuat pelayanan itu menyenangkan dan bermanfaat. Semuanya terasa terlalu berlebihan, dan air mata di jendela dapur mengungkapkan rasa frustrasi dan kelelahan saya.

Keadaan dan tanggung jawab saya tidak akan berubah dalam waktu dekat. Akan tetapi, hati saya bisa berubah, dan itu perlu.

Beginilah cara Tuhan menggunakan musim kehidupan ini untuk mengarahkan hati saya ke arah melayani Kristus saja.

1. Ingatlah bahwa Kristus adalah orang utama yang kita layani -- dan Dia akan memberi kita upah.

Tidak peduli apa yang kita lakukan, Kitab Suci memanggil kita untuk mengingat -- dan bersukacita dalam -- kebenaran bahwa semua pekerjaan dan pelayanan kita pada akhirnya adalah untuk Kristus. Rasul Paulus mengetahui hal ini dan menyebut dirinya sebagai hamba Tuhan di seluruh Kitab Suci, memahami bahwa dia dipanggil untuk melayani, mengikuti, dan menaati Kristus di atas segalanya (misalnya, Flp. 1:1; 1 Kor. 3:5; 2 Ptr. 1:1).

Inilah mengapa kita dapat melayani orang lain, terlepas dari tanggapan mereka kepada kita: kita pada akhirnya bukan melayani mereka. Sebagai anak-anak Allah, kita dapat percaya Dia melihat kita dan memahami setiap tanggung jawab yang kita emban. Kita dapat bekerja untuk kesenangan dan pujian-Nya, mengetahui bahwa ketika kita bekerja dengan hati yang rela, Dia tidak akan lalai memberi kita upah untuk itu: "Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sebab kamu tahu bahwa dari Tuhan kamu akan menerima warisan sebagai upahmu. Kristus Tuhanlah yang sedang kamu layani." (Kol. 3:23-24).

2. Sadarilah bahwa setiap musim memiliki tantangan, dan kepuasan didapatkan hanya di dalam Kristus.

Meskipun masa ini dalam sejarah adalah unik, kenyataannya tidak ada musim kehidupan yang selalu mudah. Hari-hari kita penuh dengan pencobaan dan masalah (Yohanes 16:33), dan menganggap hal sebaliknya berarti mempersiapkan diri kita sendiri untuk frustrasi yang tidak perlu. Kita tidak perlu menjadi pesimis, tetapi kita perlu menerima bahwa kehidupan di bumi ini tidak dimaksudkan untuk memuaskan kita -- dan tidak akan pernah. Sebaliknya, itu dimaksudkan untuk mengarahkan kita kepada Kristus, yang memuaskan setiap kerinduan kita dengan diri-Nya sendiri.

Jadi, ketika keinginan kita untuk persahabatan dan hubungan relasional tidak terpenuhi pada musim ini, atau ketika dampak dari pekerjaan kita tampaknya jauh lebih besar daripada keuntungannya, atau ketika kebutuhan anak-anak kita tampaknya mendominasi setiap bagian dari hari-hari kita, kita dapat berpaling kepada Allah dan meminta-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita.

Musimnya mungkin tetap sulit, tetapi Yesus memuaskan setiap dahaga dan memenuhi setiap kelaparan dalam jiwa kita: "Akulah roti hidup; orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan orang yang percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi" (Yohanes 6:35). Saat kita datang kepada-Nya, Dia akan memuaskan kita dengan diri-Nya sendiri.

3. Bersyukurlah, karena ini adalah jalan menuju damai sejahtera.

Karena Kristus menyertai kita, kita dapat dengan yakin memilih untuk bersukacita di dalam Dia dan bersyukur karena Dia, bahkan jika sepertinya tidak ada lagi yang perlu disyukuri.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Ya, musim dalam sejarah ini memang penuh tantangan, tetapi kita tetap bisa memilih untuk menumbuhkan sikap bersyukur di tengah cobaan. Ketika pekerjaan kita sulit, kita dapat memilih untuk bersyukur karena kita memiliki pekerjaan yang menguntungkan. Ketika kita berjuang untuk membantu anak-anak kita masuk ke kelas virtual, kita dapat memilih untuk bersyukur atas pendidikan -- meskipun itu bukan yang kita harapkan. Ketika kita merasa kesepian dan terisolasi, kita bisa bersyukur kepada Allah atas kehadiran Roh Kudus-Nya, yang meyakinkan kita bahwa kita tidak pernah sendirian.

Jika kita merasa kewalahan atau frustrasi dengan tanggung jawab yang harus kita pikul di musim ini, kita memiliki pilihan untuk mengarahkan hati kita kepada Kristus dan menyadari bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian dari-Nya (Yakobus 1:17; Rm. 11:36).

Karena Kristus menyertai kita, kita dapat dengan yakin memilih untuk bersukacita di dalam Dia dan bersyukur karena Dia, bahkan jika sepertinya tidak ada lagi yang perlu disyukuri. Dan dalam rasa syukur kita, kita akan mengalami damai sejahtera-Nya (Flp. 4:4-7).

Rasa syukur membuka jalan damai sejahtera di depan kita, memadamkan kecemasan dan menuntun hati kita untuk tenang di dalam Allah. Apa pun tanggung jawab yang kita pikul di musim ini, mari bersukacita di dalam Kristus, mengetahui bahwa Dia akan memberi kita upah, Dia akan memenuhi kebutuhan kita, dan kita dapat berjalan dalam damai sejahtera saat kita berjalan di dalam Dia. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
URL : https://www.thegospelcoalition.org/article/serving-christ-everyone-needs/
Judul asli artikel : Serving Christ When Everyone Needs You
Penulis artikel : Ann Swindell

Komentar