Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Saudari, Injil Adalah Segalanya

Injil bukan hanya satu hal lagi untuk dijadwalkan ke dalam agenda harian atau kalender dapur Anda. Injil membentuk segala sesuatu tentang Anda -- memerlukan Anda untuk datang kepada Allah sesuai syarat-syarat-Nya.

Sebagai wanita yang memahami dan menerima Injil, kita menemukan firman Tuhan begitu dinamis sehingga dapat mendefinisikan, memotivasi, dan memuaskan kita pada saat bersamaan.

Didefinisikan oleh Injil

Ketika kita dilahirkan kembali, hidup mulai masuk akal. Dalam halaman-halaman Kitab Suci, kita menemukan jawaban ilahi untuk pertanyaan yang sudah ada sejak dahulu kala, "Siapakah aku?"

Kita belajar bahwa kita diciptakan menurut gambar Allah. Kita juga belajar bahwa sebagai wanita, kita diciptakan sangat berbeda dari para pria. Yang terpenting, kita menemukan bahwa kita sangat berharga bagi Allah, seperti yang didemonstrasikan dengan kematian Kristus di kayu salib. Injil, oleh karena itu, tidak hanya membawa martabat dan nilai kemanusiaan kita. Itu juga membawa tujuan dan makna pada perbedaan gender.

Gambar:wanita

Kita belajar lebih jauh bahwa kita adalah orang berdosa. Kejadian 3 mencatat keputusan bersama Adam dan Hawa untuk memberontak melawan rencana Allah yang baik, membawa dosa dan kematian kepada umat manusia (Kej. 3; Yes. 53:6; Rm. 3:23). Kita menemukan bahwa kita dapat diselamatkan dari murka Allah terhadap segala kefasikan (Rm. 6:23; Ef. 2:3-9). Kita melihat bahwa kita dapat menjadi anak-anak Allah dan anggota keluarga-Nya, yaitu gereja (Yoh. 1:12; 3:5-8; Mrk. 3:31-35). Akhirnya, kita bermitra dengan semua orang kudus demi Injil (Flp. 1:1-6; 2:14-15).

Selain para malaikat, yang tidak diciptakan menurut gambar Allah, kita adalah satu-satunya makhluk di alam semesta yang dapat mendengar firman Tuhan dan menanggapinya. Kejadian mengungkapkan bahwa hal pertama yang Allah perbuat setelah menciptakan Adam dan Hawa adalah berbicara kepada mereka. Anda dan saya dapat mendengar firman Tuhan!

Karena kita diciptakan menurut gambar-Nya, jiwa kita memiliki pengertian moral yang dapat menanggapi firman-Nya dalam ketaatan. Para wanita, Anda memiliki citra Allah dan merupakan makhluk spiritual yang kompleks, yang dapat mendengar Allah berbicara dan, melalui anugerah-Nya, dapat merespons.

Saudari dalam Kristus, pikirkanlah. Dalam Injil, kita tidak perlu mengalami krisis identitas. Kita tahu siapa diri kita.

Didorong oleh Injil

Injil memotivasi. Itu memberi kita tujuan hidup: "Apa pun yang kamu lakukan, dalam perkataan ataupun perbuatan, lakukan semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah Bapa, melalui Dia." (Kol. 3:17, AYT).

Kitab Suci menunjukkan kepada kita tempat kita sesuai dengan rencana Allah bagi dunia dan menjabarkan apa yang harus kita lakukan dengan kehidupan kita. Alkitab adalah panduan untuk mengarahkan hidup kita di bawah disiplin Injil. Kita telah diberi tugas untuk menyebarkan Kabar Baik, menjadi bagian dari keluarga Allah, dalam tanggung jawab untuk mendidik orang lain dan melayani orang miskin dan tak berdaya. Injil menginformasikan setiap aspek kehidupan kita sebagai wanita lajang atau menikah. Injil memberi makna pada apa pun yang kita lakukan karena, sebagai wanita Injil, kita melakukan semuanya dalam nama Tuhan Yesus.

Dipuaskan oleh Injil

Marie Antoinette terkenal karena pernyataannya yang tidak berperasaan tentang orang-orang Perancis yang kelaparan dan tidak memiliki roti: "Biarkan mereka makan kue." Ratu ini, dikelilingi oleh perabotan mewah, pakaian mahal, makanan berlimpah dan eksotis, dan para pelayan yang memenuhi setiap keinginannya, adalah orang yang sama yang dengan putus asa berkata, "Tidak ada yang terasa."

Tidak mengherankan bahwa dia tidak dapat menemukan kepuasan dalam harta benda, tetapi sungguh tragis bagi mereka yang mengaku beriman kepada Injil, tetapi mencari kepuasan di tempat lain.

Para wanita, Anda memiliki citra Allah dan merupakan makhluk spiritual yang kompleks, yang dapat mendengar Allah berbicara dan, melalui anugerah-Nya, dapat merespons.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Sebagai istri seorang pendeta, saya sering mendapati wanita Kristen mengungkapkan kerinduan mereka kepada saya akan sesuatu yang tidak mereka miliki. Dalam pencarian mereka untuk menemukan apa yang kurang, mereka dengan santai mengurangi dan bahkan mengabaikan apa yang telah mereka miliki, tetapi mereka anggap remeh -- pengetahuan tentang Allah dan pemeliharaan-Nya yang penuh kasih bagi kita yang dapat ditemukan di halaman-halaman Kitab Suci.

Inilah kebenaran Injil: "Kuasa-Nya yang ilahi telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berkenaan dengan hidup dan kesalehan, melalui pengetahuan akan Dia yang telah memanggil kita menuju kemuliaan dan kebaikan-Nya" (2Ptr. 1:3, AYT). Pemeliharaan Allah untuk anak-anak-Nya sungguh menakjubkan! Kita memiliki semua yang kita butuhkan! Apakah Anda memercayainya?

Jangan ragukan bahwa Injil sederhana memiliki semua yang Anda butuhkan, bahkan lebih banyak lagi. Yesus berkata kepada wanita di sumur, "Setiap orang yang minum dari air ini akan haus lagi, tetapi orang yang minum dari air yang Kuberikan kepadanya tidak akan pernah haus lagi ..." (Yoh. 4:13-14, AYT). (t/N. Risanti)

Catatan Editor:

Artikel ini diadaptasi dari "Disciplines of a Godly Woman" karya Barbara Hughes (Crossway, 2013).

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://thegospelcoalition.org/article/gospel-everything
Judul asli artikel : Sisters, the Gospel Is Everything
Penulis artikel : Barbara Hughes
Tipe Bahan: 
kategori: 

Komentar