Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

Teladanilah Sikap yang Benar Terhadap Doa

Kelihatannya memang mudah bagi kita untuk mengajarkan sesuatu kepada anak-anak kita apabila kita melakukannya dengan kontinu. Namun demikian, mentoring mengandung makna yang lebih dalam. Memang benar bahwa kita harus dengan sepenuh hati mengajar dan memberikan teladan sepanjang hari. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa kita harus melakukannya sepanjang hari. Mengajarkan sesuatu kepada anak-anak kita sementara kita tidak siap untuk itu menjadikan mereka semakin sulit untuk dikendalikan. Hal ini patut digarisbawahi.

Sikap, spontanitas, dan reaksi kita merupakan indikator dari apa yang kita yakini. Anak-anak seolah-olah memiliki naluri untuk membaca sikap kita dan menelusurinya ke dalam hati kita.

Jika doa masih menjadi beban bagi kita, kita dapat memohon agar Allah membantu kita untuk belajar menikmatinya. Doa tidak boleh menjadi sesuatu yang menjengkelkan. Sebaliknya, doa seharusnya menjadi "suntikan" pemberi semangat dalam hidup kita. Tujuan doa adalah untuk mendatangkan berkat, peluang, dan kesenangan di dalam hidup kita.

Apabila kita berhasil menemukan makna doa yang sesungguhnya, kita harus mewariskannya kepada anak-anak kita. Berikut ini adalah beberapa kiat yang mungkin dapat menolong.

  1. Luangkanlah waktu untuk Allah. Apabila Anda melakukan ini secara teratur, maka akan terjadi perubahan dalam diri Anda. Pemazmur mengatakan bahwa kita akan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah-limpah (Mazmur 16:11; 21:16). Dan melalui doa serta permohonan kita, "damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Yesus Kristus" (Filipi 4:6-7). Anda akan menyaksikan perubahan ini terjadi di dalam diri Anda sehingga Anda dapat memberikan dorongan kepada anak-anak Anda mengenai manfaat doa.

  2. Bertukar pendapat. Setiap selesai berdoa, alangkah baiknya jika Anda berbagi dengan anak-anak Anda mengenai apa yang telah Anda pelajari atau alami selama berdoa. Mungkin Anda dapat menceritakan apa yang pertama terlintas dalam benak Anda pada saat berdoa, apa saja yang dapat Anda serahkan kepada Allah karena Anda tahu bahwa Anda dapat mengandalkan pertolongan-Nya, atau mengenai damai sejahtera yang Anda rasakan pada saat berdoa.

  3. Pilihlah waktu yang tepat. Membatalkan acara makan malam karena Anda ingin berdoa akan menjadi bumerang. Hal ini sangat jelas, tetapi terkadang Anda melanggar prinsip mendasar ini karena Anda tidak mengerti bahwa ada hal-hal tertentu yang sangat berarti bagi anak-anak Anda. Jika Anda mengingat prinsip ini, Anda akan sadar pada saat Anda menatap wajah mereka atau mengamati reaksi mereka ketika Anda memilih saat yang tidak tepat. Lebih baik jika Anda menundanya dan memilih waktu lain yang lebih tepat. Saat yang tepat untuk menerangkan arti penting dari doa adalah sebelum kita mulai berdoa bersama anak-anak kita sebelum tidur. Berbicara mengenai doa sebelum tidur, sebaiknya Anda tidak menunjukkan sikap terpaksa, lalu marah-marah dan melakukannya asal-asalan supaya Anda bisa segera beristirahat. Jika demikian halnya, lebih baik jika Anda meminta suami/istri Anda yang melakukannya (tetapi jangan sampai anak-anak Anda mendengar hal itu, mereka akan salah mengartikannya). Atau Anda dapat memohon agar Allah memberikan kekuatan, mengingatkan arti pentingnya doa, dan menggunakan sisa tenaga Anda untuk menyemangati diri Anda.

  4. Manfaatkanlah waktu yang Ada. Apabila anak-anak Anda meminta Anda untuk berdoa bersama atau mendoakan sesuatu bagi mereka, berikan pujian dan mulailah berbicaralah tentang Allah sehubungan dengan topik tersebut. Mungkin Anda sibuk atau sedang terburu-buru, tetapi apabila anak-anak Anda meminta Anda untuk berdoa, bukan hanya pekerjaan Anda berhasil, tetapi ini adalah saat yang terbaik untuk berdoa dan mendidik. Mereka siap untuk belajar!

  5. Lakukan tanya jawab. Apabila Allah menjawab doa salah seorang anggota keluarga, apakah itu penting atau kurang penting, rayakanlah! Bersyukurlah kepada Allah dan bahaslah atau lakukan sesuatu untuk merayakannya, misalnya makan-makan di tempat favorit, merencanakan rekreasi bersama, atau undanglah teman-teman mereka untuk ikut merayakannya. Setiap keberhasilan yang Anda raih patut dirayakan. Setiap doa yang dijawab merupakan suatu prestasi, dan untuk mengenangnya, kita patut merayakannya. Semua itu akan menambah disiplin kita dalam proses belajar ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Cara Mengajar Anak Anda Berdoa
Judul asli buku : Teaching Your Child How to Pray
Penulis : Rick Osborne
Penerjemah : Anne Natanael, S.E.
Penerbit : Gospel Press, Batam Centre
Halaman : 116 -- 118
Tipe Bahan: 
Kolom e-Wanita: 
kategori: 

Komentar