Skip to main content

Bagaimana Membangun Keluarga Bahagia?

Suami dan istri Kristen sebaiknya melihat diri mereka sebagai sahabat rohani yang saling mendukung dalam perjalanan iman, memungkinkan mereka untuk semakin dekat dengan Allah dan satu sama lain. Dalam Alkitab, diajarkan bahwa suami harus mengasihi istri seperti Kristus mengasihi gereja, dan kedekatan mereka kepada Tuhan melalui doa dan pembacaan Alkitab akan memperkuat ikatan pernikahan mereka. Dengan demikian, kehidupan rohani yang sejati dalam pernikahan dapat terwujud melalui kasih, pengurbanan, dan persekutuan yang erat.

  • Pendampingan Rohani
  • suami dan istri Kristen
  • pernikahan yang saleh
  • kasih dan pengurbanan
  • kehidupan rohani
  • doa dan pembacaan Alkitab
  • dukungan iman
  • Suami dan istri Kristen harus melihat satu sama lain sebagai sahabat rohani dalam perjalanan spiritual bersama.
  • Pernikahan yang saleh membawa pengaruh positif dalam kehidupan spiritual masing-masing pasangan.
  • Suami diharuskan untuk mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi gereja, dengan pengorbanan dan kasih.
  • Pernikahan harus mencakup proses pemurnian, di mana pasangan saling membantu untuk menjadi lebih baik.
  • Pentingnya pemahaman dan penghormatan suami terhadap istri agar doa tidak terhalang.
  • Beberapa tanda pernikahan yang sehat meliputi: menyembah Allah, mencari kehendak-Nya, melayani bersama, membesarkan anak, saling mendoakan, menguatkan iman, dan menerima Firman Allah.
  • Ketika pasangan mendekat kepada Allah, mereka juga akan semakin dekat satu sama lain, membentuk ikatan yang lebih kuat dalam pernikahan.

FONDASI 10: Pendampingan Rohani

Akhirnya, dan mungkin ini hal yang paling penting, suami dan istri Kristen harus melihat diri mereka sebagai sahabat rohani. Mereka menempuh perjalanan rohani melalui kehidupan secara bersama-sama. Berjalan bergandengan tangan sebagai anak-anak Allah menuju kehidupan kekal bersama Allah yang selalu menunggu mereka. Betapa berbedanya pernikahan yang terjadi antara suami yang saleh dan istri yang penuh pengabdian! Tidak seorang pun dapat mengukur bagaimana mereka saling menolong secara rohani ketika mereka menjalani kehidupan ini bersama-sama.

Dimensi rohani termasuk dalam bagian-bagian Alkitab yang membahas pernikahan yang telah kita diskusikan. Berbicara kepada para suami tentang istri mereka, Paulus mengatakan:

Gambar: wedding

"Suami-suami, kasihilah istrimu seperti Kristus mengasihi jemaat dan memberikan diri-Nya bagi jemaat, untuk menguduskan mereka dengan membersihkannya lewat pembasuhan air dengan firman. Dengan demikian, Kristus dapat mempersembahkan jemaat kepada diri-Nya dalam kemuliaan, tanpa noda, atau tanpa kerut, atau semacamnya sehingga jemaat menjadi kudus dan tidak bercela. Demikian juga, suami-suami harus mengasihi istrinya seperti tubuhnya sendiri. Ia yang mengasihi istrinya, mengasihi dirinya sendiri" (Efesus 5:25-28, AYT).

Harus ada pemurnian, suatu metode pembersihan dalam pernikahan. Seperti gereja yang dimurnikan karena Yesus Kristus, demikian juga istri harus menjadi lebih baik karena hubungannya dengan suami.

Namun, bagaimana caranya? Dengan cara yang sama seperti Kristus menolong gereja-Nya: Dia mengasihi dan memberikan diri-Nya. Kasih dan pengurbanan -- kedua hal ini yang membangun pernikahan dan memungkinkan terciptanya kehidupan rohani yang sejati.

Petrus juga menyebutkan pendampingan rohani dalam bagian tentang pernikahan yang ditulisnya. Ia menutupnya dengan kalimat, "... supaya doamu jangan terhalang" (1 Petrus 3:7). Ketika seorang suami memahami istrinya, menghormati dan memandangnya sebagai sahabat pewaris kehidupan, maka ia akan dapat berdoa dengan penuh kuasa. Jika ia tidak melakukannya, kata Petrus, doanya akan "terhalang." Ia akan kehilangan kebebasan doa yang tidak terhalang.

Berikut ini beberapa hal yang dapat terlihat dalam pernikahan bila suami dan istri menjadi sahabat rohani:

Ketika suami dan istri menjadi lebih dekat kepada Allah melalui doa, pembacaan Alkitab, persekutuan, dan menundukkan diri kepada Kristus, mereka juga akan semakin dekat satu sama lain.

FacebookTwitterWhatsAppTelegram
  • Mereka menyembah Allah bersama-sama.
  • Mereka mencari kehendak Allah bersama-sama.
  • Mereka melayani Kristus bersama-sama.
  • Mereka membesarkan anak bersama-sama.
  • Mereka saling mendoakan.
  • Mereka saling menguatkan iman.
  • Mereka menerima otoritas Firman Allah.

Ketika suami dan istri menjadi lebih dekat kepada Allah melalui doa, pembacaan Alkitab, persekutuan, dan menundukkan diri kepada Kristus, mereka juga akan semakin dekat satu sama lain. Hubungan ini dapat digambarkan dengan sebuah segitiga. Semakin suami dan istri bertumbuh ke arah Allah, terjadilah ikatan dalam pernikahan mereka.

Download Audio

Diambil dari:
Nama Milis : Milis Ayah Bunda
Penulis : Yohanes Santosa
Dipublikasikan di : https://c3i.sabda.org/30/nov/1999/konseling_bagaimana_membangun_keluarga_bahagia

Tipe Bahan
kategori