Skip to main content

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

Apa yang Duka Ajarkan kepada Saya tentang Kasih Karunia

Saya tidak menyadari kalau saya memiliki mentalitas keselamatan berdasarkan-perbuatan, sampai saya kehilangan bayi saya tahun lalu. Saya menerima Yesus ke dalam hati saya di usia muda dan terus-menerus menerima pengajaran Alkitab yang kuat dari berbagai komunitas Kristen. Saya tahu keselamatan tidak diperoleh melalui perbuatan. Bahkan, tidak diusahakan sama sekali. Keselamatan adalah sebuah karunia.

Pelajaran dari Diskusi Wanita Kristen "Cara untuk Hidup dengan Pikiran Kristus"

Oleh Maria Marpaung

Puji syukur jika saya bisa mengikuti diskusi "Cara untuk Hidup dengan Pikiran Kristus" dalam Grup Wanita Kristen. Ini kali pertama saya bergabung, tetapi menjadi berkat luar biasa buat saya karena dapat berkumpul bersama dan berdiskusi dengan wanita-wanita lain yang disatukan dalam wadah Grup Wanita Kristen ini.

Tangisan Seorang Ibu

Open Doors mengajak Saudari untuk mengingat kembali tiga orang ibu yang menghadapi tantangan iman di tengah kesulitan dan penganiayaan.

RH

Tanggal 21 April 2007, MH dibunuh ketika ia sedang bekerja di sebuah toko buku Kristen di sebelah utara Irak. MH adalah seorang pengikut Kristus dari latar belakang agama lain. Ia menikah dengan RH dan mereka memiliki seorang putra bernama Kevin. Open Doors melayani dan menguatkan RH. Ketika kami bertemu baru-baru ini, RH menuturkan keadaannya sekarang.

Tiongkok: Anak Perempuan Muda

"Aku ingin menceritakan tentang karunia yang luar biasa," kata seorang ayah dari Tiongkok kepada anak perempuannya yang cantik dan berambut hitam itu. Anak itu tersenyum penuh rasa ingin tahu. Dia senang sekali ketika ayahnya mengajarkannya tentang Allah. Pria ini mengasihi Kristus, dan semua orang yang mengenalnya tersentuh oleh kebaikan dan belas kasihnya.

Iman R

R adalah seorang wanita Kristen Nigeria yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Ia seorang janda dan harus mengasuh 18 orang anak asuh, sebelas di antaranya masih sangat kecil. Karena suaminya, M, berpindah agama sebelum ia meninggal dunia, R terpaksa berhadapan dengan hukum agama yang menuntutnya melepaskan sebelas anak asuh yang masih kecil untuk diasuh negara secara iman agama M. Namun sebelum meninggal dunia, suami R memintanya berjanji untuk tetap mengasuh anak-anak dalam iman Kristiani.

R adalah istri pertama M. Keduanya Kristen ketika mereka menikah dan usia pernikahan mereka lebih dari 10 tahun. Namun kurang lebih 20 tahun lalu, M berpindah agama. Ia menikah lagi untuk yang kedua dan ketiga kali. Dari ketiga orang istrinya itu, M memiliki 18 orang anak.

FB Memulai Sekolah Menjahit

FB, seorang gadis Kristen yang diperkosa berkali-kali dengan brutalnya oleh majikannya karena menolak untuk memeluk "agama lain" dan menikah dengannya, sekarang sedang menjalani pelatihan di sekolah menjahit dekat Lahore yang disponsori oleh KDP. Penyerangan seksual yang dilakukan oleh banyak majikan "agama lain" terhadap gadis-gadis Kristen adalah umum di Pakistan. FB dan gadis Kristen lainnya mengatakan bahwa jika mereka dapat belajar keterampilan menjual sesuatu, mereka tidak dengan terpaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah-rumah orang "agama lain". Dengan demikian, setidaknya mereka akan terhindar dari perlakuan tak bermoral.