Skip to main content

Suara Hati

Menyajikan kisah nyata, kesaksian, dan refleksi dari wanita Kristen yang menolong Anda melihat karya Tuhan di tengah pergumulan dan keseharian hidup.

SAAT AKU MENERIMA-NYA

Dua tahun yang lalu, saat aku belum menerima Kristus sebagai Juru Selamatku secara pribadi, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang yang tidak mengenal-Nya. Sahabat-sahabatku berulang kali memperingatkan aku bahwa terang dan gelap tidak bisa bersatu, namun aku terlalu mencintai pria itu dan tetap menjalin hubungan dengannya.

Tuhan Selamatkanlah Rumah Kami

Hari Kamis tanggal 3 April 1997. Ketika itu saya sedang belajar, mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan matematika. Kira-kira pukul 11.00, dari luar rumah terdengar suara-suara mengatakan "kebakaran... kebakaran..." Saya merasa hal itu tidak mungkin, pasti kebakarannya terjadi di tempat lain, jauh dari rumah saya. Ternyata benar, waktu saya keluar untuk melihat, di kejauhan tampak api yang besar dan asap yang tebal. Mungkin karena api yang demikian besar, walaupun jauh, banyak orang yang sudah berlari menyelamatkan diri sambil membawa harta benda yang bisa mereka selamatkan.

Sebuah Hadiah Untuk Antonio

Ia berjalan takut-takut menaiki tangga depan, seorang anak yang sangat kecil dan kotor, pakaiannya compang-camping, tidak bersepatu, dengan sebuah kotak sepatu kotor yang terikat pada tali kulit tergantung di bahunya. Ia terlihat sangat kecil -- hanya sedikit lebih besar dari anak saya yang berusia 5 tahun. Ia berusaha menggapai bel pintu. Saya memerhatikan saat pembantu saya yang berkewarganegaraan Honduras dan bertubuh besar membukakan pintu.

Natal Terakhir Bagi Ibu

Kami tinggal di daerah pertanian di Pegunungan Virginia, dan ibu saya sudah bertahun-tahun tinggal bersama kami. Tetapi suatu pagi waktu ibu bangun, ia lupa segalanya. Bertahun-tahun sesudah itu keadaannya semakin memburuk. Kemampuannya untuk berkomunikasi dengan orang lain sudah sirna. Saya tidak berdaya menghadapi keadaannya, sepertinya ia tidak lagi menjadi bagian dari kami. Bagi saya, rasanya ia juga tidak lagi menjadi milik Allah.

Saya Mendapatkan Segala Kebutuhan dari Tuhan

Nama saya M. Ayah saya adalah seorang yang taat akan agamanya. Saya menikah pada usia 13 tahun. Anak pertama saya meninggal pada usia 2 tahun. Saat itu suami saya berkata, "Ini terjadi karena kau bukan orang baik!" Saya telah berdoa, berpuasa, dan membaca kitab suci agama saya. Semakin saya membaca, semakin saya mengerti, maka semakin saya tidak dapat menerimanya. Saya menyadari bukan hidup seperti ini yang saya ingini.

Mengabarkan Kebenaran di Korea Utara

Tetapi bagi ribuan orang Kristen Korea Utara seperti CY, wajah negara ini tetap jahat. Adalah sulit sekali memahami suatu tempat yang begitu buruk. Orang-orang Kristen harus melarikan diri ke negara Komunis Tiongkok demi suatu kebebasan beribadah yang lebih baik. Korea Utara adalah lebih dari pemerintahan yang diktator. Korea Utara adalah rezim totaliter karena warga negaranya tidak hanya mendukung pemimpin komunis mereka, tetapi harus menyembah pemerintah selayaknya menyembah tuhan.

Seorang Wanita Kristen Yang Memberikan Sebagian Livernya Untuk Saudara Seimannya

Jeanette Barber, yang telah dengan setia membantu nenek kami yang sakit, memberitahuku tentang teman anak perempuannya di gereja, Teresa Israel, yang memberikan sebagian livernya untuk didonorkan kepada seorang teman. Aku bilang, "Jeanette, cerita soal itu, dong!" Yang mengejutkan, beberapa hari kemudian Jeanette mengisahkan peristiwa 4 Agustus 2002 itu kepada jurnalis harian Asheville Citizen-Times, Susan Reinhardt.

Disidang Karena Membagikan Injil

Persahabatan Anila dan Parveen sudah dimulai sejak mereka sekolah. Parveen merupakan seorang gadis dari keluarga non-Kristen yang ketat, sedangkan Anila adalah gadis Kristen yang sangat percaya akan kebesaran Yesus. Seiring persahabatan mereka, Anila memberikan Alkitab kepada Parveen dan mengajarkan lagu-lagu Kristen yang dengan cepat dipelajarinya. Anila mulai mengundang Parveen menghadiri kebaktian Jumat Agung. Ketika mendengar presentasi Injil, gadis non-Kristen itu langsung menerima Yesus dalam hidupnya. Ia sangat bersemangat mengenai hubungannya bersama Yesus dan merasakan perubahan besar dalam hidupnya.

Unseen

Oleh: Prita Atria

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8:28)