Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Wanita

6 Alasan Para Wanita Harus Belajar Teologi

Ketika kata teologi disebutkan dalam sebuah perkumpulan wanita, saya sering mendapat respon yang kurang antusias. Sebutkan buku-buku tentang urusan rumah tangga, pernikahan atau orang tua, maka sebaliknya, semua orang terlihat tertarik. Mengapa demikian? Saya pernah mendengar komentar seperti, "Saya tidak cukup pintar," "Saya akan menyerahkan pelajaran teologi pada para pria," atau "Saya tidak membutuhkan teologi, saya hanya butuh membaca Alkitab."

Namun, kebenarannya adalah tidak ada seorang pun yang "cukup pintar" untuk mengenal Allah berdasarkan pemahamannya sendiri. Hal itu dapat terjadi hanya karena Allah telah menyingkapkan diri-Nya pada orang-orang berdosa sehingga kita mengenal-Nya. Dan menyerahkan pelajaran teologi pada para pria artinya seperti berkata "tidak" pada makan malam yang indah yang disiapkan oleh juru masak yang ahli, dengan hanya mengizinkan beberapa tamu untuk makan. Dan membaca Alkitab adalah usaha teologi itu sendiri. Anda tidak dapat membaca Alkitab tanpa teologi. Pada akhirnya, tidak mungkin untuk seorang Kristen mengabaikan teologi (pelajaran tentang Allah) dan bertumbuh kuat dalam iman. Bukan berarti saya percaya kita butuh sedikit buku pada pernikahan dan rumah tangga, tetapi kita butuh lebih banyak teologi dalam apa pun yang kita kerjakan.

Di bawah ini ada 6 alasan mengapa para wanita harus belajar teologi:

1. Untuk Mengenal Allah

Banyak pelayanan dan buku-buku wanita berfokus pada "Kehidupan Kristen yang Praktis." yang terlalu sering berpisah dari pengajaran yang memberi kita pedoman dan aturan dari pada sebuah pemandu dan penebusan. Kita diciptakan dan diselamatkan untuk mengenal Allah. Hal ini merupakan esensi dari kehidupan kekal itu sendiri (Yohanes 17:3). Kita adalah anak-anak Allah yang diadopsi ke dalam keluarga kerajaan-Nya. Tidakkah masuk akal jika kita harus mengenal Bapa kita sedalam mungkin? Petrus memanggil kita untuk bertumbuh di dalam kasih karunia dan pengetahuan akan Allah (2 Petrus 3:18). Apakah Anda ingin mengenal Allah? Jadi, Anda harus menjadi seorang teolog. Hal ini bukan berarti bahwa Anda harus setara dengan R. C. Sproul, tetapi Anda harus berusaha keras untuk mengenal Allah sebaik mungkin. Jika tidak, Anda merampok diri Anda sendiri dari pengetahuan akan Allah dan cenderung untuk mengembangkan pengajaran yang buruk sepanjang jalan.

Jika Anda tidak mendengarkan teologi, itu bukan berarti Anda tidak mendapat gambaran tentang Allah. Itu akan berarti bahwa Anda memiliki banyak hal yang salah- sebuah gambaran yang buruk, kacau, ketinggalan zaman. - C. S. Lewis.

2. Untuk menangani kesulitan hidup

Cara hidup yang praktis mengalir dari teologi kita, baik disadari atau tidak. Hal ini benar sehubungan dengan bagaimana kita menangani hari-hari yang sulit. Bagaimana pikiran dan respon kita pada cara anak-anak kita berargumen satu dengan yang lain atau yang tidak menaati kita secara langsung dipengaruhi oleh apa yang kita percayai tentang Allah. Bagaimana kita berinteraksi dalam pernikahan, bagaimana kita menangani tekanan finansial, penyakit dan tragedi, secara langsung mengalir dari teologi kita. Apakah Allah berada dalam kegelapan ini? Apakah Dia memiliki sebuah rencana? Apakah Dia masih mengasihi saya? Apakah Dia marah? Apakah Dia masih memegang kendali? Apa yang Dia inginkan dari saya melalui hal ini? Itulah teologi.

3. Untuk memberi jawaban dari apa yang kita percayai

Kita diberi tahu dalam 1 Petrus 3:15 bahwa kita perlu dapat bertanggung jawab atas hal-hal yang kita percaya. Tanpa teologi kita tidak dapat menjawab pertanyaan besar mengenai hidup, kematian, penderitaan, dan tujuan dari sudut pandang Alkitab. Itu semuanya merupakan pertanyaan-pertanyaan teologi. Kita juga tidak dapat menyebarkan Injil tanpa teologi. Menceritakan pada orang-orang tentang Yesus adalah percakapan/diskusi teologis. Pertimbangkan lebih dari Anda dipanggil untuk menanggung kesaksian untuk menghidupkan Juru Selamat kembali, dan menjadi sebuah bagian dari orang-orang yang diciptakan untuk menyatakan Allah yang mulia.

4. Untuk menaati Firman

Kita dipanggil untuk mengasihi Allah dengan segenap hati, kekuatan, dan akal budi kita. (Yeremia 9:23,24; Matius 22:37) Demi mengasihi Allah dengan segenap pikiran, Anda perlu tahu siapa Dia dan apa yang sudah Dia lakukan. Semakin dalam Anda mempelajari karakter-Nya, semakin bertumbuh kuat kasih kita kepada-Nya. Hati yang dingin biasanya adalah hasil dari kurangnya meditasi pada hal-hal yang berkaitan dengan Allah.

5. Untuk memperkuat penyembahan

Bagaimana kita dapat menyembah Allah jika kita tidak tahu banyak tentang Dia? Bagaimana kita memujikan kebaikan-Nya jika kita tidak tahu apa kebaikan-Nya? Dalam penyembahan bersama ataupun sendiri, semakin baik pemahakan teologi Anda, semakin keras Anda memuji. Kita dipanggil untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. "Kebenaran" ini ditemukan dalam firman-Nya (Yoh.4:24)

6. Untuk membuat kita rendah hati

Kebanggaan memiliki cara yang membuat kita berpikir bahwa kita sudah mengetahui semuanya. Namun, semakin kita mengenal Allah dalam semua segi yang berbeda, kita akan mulai melihat betapa besarnya Dia dan betapa kecilnya kita. Betapa kudus-Nya Dia dan betapa cemarnya kita oleh dosa-dosa kita; betapa murah hati, lembut, dan baiknya Dia dibandingkan dengan kita yang betapa picik, gampang marah dan tidak sabarnya kita. Teologi menjaga para wanita untuk tetap rendah hati. Jika tidak, ia melakukannya dengan salah.

Ada suatu hal yang sangat meningkatkan pikiran dalam sebuah studi dari Keilahian. Hal itu merupakan suatu subjek yang sangat luas, bahwa semua pikiran kita hilang dalam sedemikian besar; begitu dalam, bahwa kebanggaan kita ditenggelamkan dalam kekekalan. - C. H. Spurgeon.

Teologi sangatlah penting dan juga sangat praktis. Hal itu akan menentukan bagaimana Anda menangani hal-hal keduniawian dalam hidup. Hal itu juga akan menjadi paksaan penggerak di belakang penyembahan Anda. Dan hal itu akan meningkatkan rasa syukur Anda. Juga yang terpenting, hal itu akan menyingkapkan kebesaran dan kekudusan Allah yang menciptakan dan memelihara Anda.(t/Illene)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity.com
Alamat URL : http://www.christianity.com/theology/6-reasons-women-should-study-theolo...
Judul asli artikel : 6 Reasons Women Should Study Theology
Penulis artikel : Jen Thorn
Tanggal akses : 23 September 2016

Komentar