ARTIKEL

Panggilan keras untuk bertobat dan percaya pada berita Injil berkumandang di seluruh dunia.

Orangtua pada masa kini bertumbuh dalam budaya yang sama sekali berbeda dengan budaya anak-anak mereka. Teknologi telah secara radikal mengubah cara kita hidup.

Teknologi adalah realitas yang tidak akan berlalu. Penting mengajarkan kepada anak-anak untuk membuat keputusan yang baik tentang teknologi, membatasi frekuensi penggunaannya, dan menjaga akses pada konten yang sesuai dan aman.

Saat kita mempersiapkan hati kita untuk merayakan kebangkitan Tuhan kita pada hari Minggu ini, saya teringat dengan tiga wanita yang berdiri di sekitar salib Kristus -- para wanita seperti Anda dan saya. Meski kita mungkin tidak benar-benar mengetahui apa yang mereka pikirkan dan katakan, barangkali kita bisa membayangkan ....

Mobil berpikir sendiri. Drone terbang di atas wilayah musuh, membunuh tentara musuh sesukanya. Akan jadi apakah dunia ini? Apakah kita tahu batas teknologi, dan apakah kita yakin teknologi itu baik bagi kita?

Ketika Courtney naik ke atas panggung untuk menerima gelar sarjananya, kerumunan kecil di aula meledak dengan suara sorak-sorai. Suaminya, Stan, bersorak dengan keras, berdiri dengan kedua tangannya di atas. Saat keluar panggung, Courtney melihat, menunjuk ke arah Stan, dan memberi kecupan jauh.

Itu mewakili semuanya!

Tidak ada yang saya nikmati lebih daripada mempelajari Alkitab. Namun, tidaklah selalu seperti itu. Semangat sejati saya untuk benar-benar mempelajari Alkitab dimulai ketika saya, masih sebagai mahasiswa, membuat komitmen untuk menjelajahi Alkitab dengan sungguh-sungguh.

Natal adalah tentang pengharapan. "Datanglah Engkau Yesus, yang lama dinantikan" adalah doa dari umat pilihan Allah karena mereka menunggu Sang Mesias. Dalam merayakan Adven, kita masuk ke dalam pengharapan-pengharapan itu dan bersukacita dalam pemenuhannya.

Bersukacitalah selalu! Teruslah berdoa! Mengucap syukurlah dalam segala hal. Sebab, itulah kehendak Allah bagimu di dalam Kristus Yesus." (1 Tesalonika 5:16-18)

Apa hal pertama yang Anda pikirkan ketika Anda mendengar kata "teologi"?

Alkitab menunjukkan kualitas empati yang kita lihat ditunjukkan dalam beberapa narasi biblika. Empati adalah kemampuan untuk merasakan perasaan, pikiran, atau tindakan orang lain. Rasul Paulus menasihati orang-orang Kristen untuk "seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati" (1 Petrus 3:8).

Ditulis oleh: Amidya

"Bersukacitalah dengan mereka yang bersukacita, dan menangislah dengan mereka yang menangis." (Roma 12:15)

Kesetiaan Tuhan bagi Kemi dari Nigeria

Tujuan Rasa Sakit

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Pages