KEUANGAN

Orang yang mengenakan sepatu tenis terbaru tampak lebih modern dan lebih gembira. Seseorang belum terlihat keren jika tidak mengenakan pakaian dari merk ternama. Produk-produk kecantikan membuat orang-orang lebih menawan.

Apakah anak-anak Anda mencerna pesan-pesan semacam ini sebagai bagian dari makanan sehari-hari mereka?

Sering kali, iklan dirancang untuk menggoda konsumen untuk membelanjakan uang, menarik orang-orang ke dalam pola pikir materialistis dan mengkritik diri sendiri.

Utang! Aktivitas ini, sepertinya tidak bisa lagi dipisahkan dan kehidupan masyarakat kita. Mulai dari kelas bawah, menengah, hingga atas, pasti akrab dengan aktivitas yang awalnya menyenangkan, tapi bila tidak dikelola, akhirnya menyengsarakan itu.

"Aku datang supaya mereka memunyai hidup dan memunyainya dalam segala kelimpahan." (Yohanes 10:10b)

Kelimpahan, kata yang digemari banyak orang -- Kristen atau bukan. Kata ini biasanya dikonotasikan kepada kehidupan yang berlimpah dengan materi maupun fasilitas. Apakah demikian maksud Yohanes 10:10 itu?

Pada zaman ini, ayat di atas mudah sekali ditafsirkan lain. Orang yang kurang dalam hal materi maupun fasilitas, secara frontal maupun halus, sering dicap sebagai orang yang tidak diberkati atau tidak mengimani janji Yesus. Bahkan, jika kita jauh dari kecukupan materi ataupun sangat terbatas dalam fasilitas, kita merasa jauh dari kelimpahan yang Yesus maksudkan.

Berkat: Bukan Hanya Berkat Materi

2 Korintus 9:8 mengatakan bahwa "Allah sanggup untuk melimpahkan segala kasih karunia..." Allah sanggup melakukannya dalam hidup Anda. Satu hal yang harus Anda mengerti ialah bahwa Allah tidak dibatasi oleh apa yang membatasi manusia. Apabila Allah mengatakan "Aku akan memenuhi segala keperluanmu", Ia tidak memenuhi keperluanmu sesuai dengan apa yang Anda simpan di Bank sebagai "checking account". Ayat itu mengatakan "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu." Menurut apa? "Menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Banyak hal seperti kasih, kedamaian, kesukaan, dan kepuasan tidak dapat Anda beli dengan uang. Kita suka menempatkan uang itu di tempat yang penting, namun ada hal-hal yang kita tidak bisa beli dengan uang. Bisa saja Anda menderita penyakit kanker yang tidak dapat disembuhkan, sedangkan Anda adalah seorang yang paling kaya di muka bumi ini. Anda memiliki banyak uang dan dapat membeli seluruh pengobatan yang terbaik yang Anda dapat peroleh, namun uang itu tidak dapat menyembuhkan Anda.

Banyak orang bertanya mengenai kunci agar mengalami transformasi dalam kehidupan finansial. Jawabannya, "Ikutilah hukum yang telah ditetapkan Tuhan." Hanya dengan itulah, umat-Nya bisa mengalami kehidupan finansial seperti yang telah Tuhan rencanakan.

Umat Tuhan memiliki dua jenis hukum yang harus ditaati, agar mengalami transformasi dalam kehidupan finansial, yaitu hukum jasmani dan hukum rohani. Sayangnya, banyak umat-Nya yang tidak melakukan kedua hukum ini. Ada kelompok umat Tuhan yang menggantungkan pada hukum jasmani, sehingga mereka tidak bisa merasakan penyertaan Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan finansial mereka. Sebaliknya, sekelompok lainnya hanya mengandalkan hukum rohani, sehingga mereka terkesan tidak bertanggung jawab dalam mengusahakan kehidupan finansialnya.

Cinta uang adalah akar dari segala kejahatan (1 Timotius 6:10). Kita harus mengamini firman Tuhan ini karena faktanya banyak terjadi perampokan, penipuan, manipulasi, pencurian, korupsi, dan perbuatan lain yang dapat disebut sebagai kejahatan karena masalah uang. Sering kali perbuatan melawan hukum yang kelihatan oleh mata saja yang kita sebut sebagai kejahatan. Padahal penyelewengan Amanat Agung, rentenir (membungakan uang), tidak memberi perpuluhan, dan kikir juga termasuk kejahatan. Inilah yang disebut kejahatan terselubung.

Kendati sudah berusaha keras supaya tidak berutang, ternyata tetap ada kebutuhan mendesak yang mesti dipenuhi padahal penghasilan tidak mencukupi. Sebelum memutuskan untuk berutang, ada baiknya Anda merenungkan kiat-kiat berikut ini, supaya utang yang dimaksudkan untuk membantu kita keluar dari masalah keuangan tidak malah membuat kita terpuruk.

Belum lama ini saya mendengar tentang sepasang suami istri yang membangun sebuah rumah. Mereka membuat hanya satu kesalahan -- mereka membangun tanpa cetak biru. Akibatnya, bangunan itu memunyai kamar tidur yang banyak, tetapi tidak ada ruang makan atau dapur. Sebuah cerita yang agak bodoh, tetapi cerita ini menunjukkan suatu maksud yang baik.

Anda.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, materialisme berarti pandangan hidup yang mendasarkan segala sesuatu, termasuk kehidupan manusia, di dalam alam kebendaan semata-mata. Materialisme berarti mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera. Dunia materi merupakan satu-satunya pokok atau tujuan utama. Manusia tidak memiliki unsur rohani; tidak ada Allah; tidak ada sesuatu di balik dunia jasmani. Yang ada hanyalah apa yang dapat ditangkap oleh panca indera. Orang-orang yang memegang pandangan ini, memunyai tujuan hidup hanya untuk meraih dan menikmati hal-hal materi saja, termasuk kepuasan tubuh jasmani.

Butuh uang dan cinta uang merupakan dua hal yang berbeda. Namun kedua hal ini dapat menjadi terkait jika kita sudah terpikat dengan cinta uang. Setiap kita pasti membutuhkan uang: untuk membeli makanan, minuman, bahkan untuk ke toilet. Oleh karena itu, tidaklah masuk akal jika ada orang yang mengatakan bahwa kita tidak memerlukan uang lagi, atau bahwa uang adalah jahat. Setiap kita membutuhkan uang, sebab dengannya kita dapat bertransaksi atau melakukan jual beli.

Terdapat dua sistem ekonomi yang beroperasi di dunia: perekonomian Allah dan sistem-sistem perekonomian yang manusia temukan. Firman Tuhan mewahyukan sejumlah besar perekonomian Allah secara detail.

Banyak orang yang cara menangani keuangannya bertentangan dengan prinsip-prinsip keuangan Allah. Di dalam ekonomi Allah, Tuhan yang hidup memainkan peranan utama. Sedangkan, bagi sejumlah orang, sulit untuk memikirkan bahwa Allah terlibat dalam keuangan kita. Hal ini dikarenakan Allah telah memilih untuk menjadi Pribadi yang tidak kasat mata dan bergerak dalam alam adikodrati yang tidak terlihat.

Orang yang memakai model sepatu tenis terbaru nampak lebih senang dan gembira. Seseorang tidak akan enak dipandang tanpa memakai produk bermerek. Produk-produk yang bagus membuat seseorang menjadi enak dilihat.

Apakah pemikiran seperti itu menjadi bagian dari makanan anak-anak Anda sehari-hari?

Acap kali, iklan didesain untuk memikat konsumen supaya mengeluarkan uang, membuat orang memiliki pemikiran yang mengkritik diri sendiri dan materialistis.

Pada saat saya dan suami masih terbilang pengantin baru dan tinggal di sebuah apartemen kecil, saya berpikir bahwa andai saja kami dapat membeli sebuah rumah, pasti saya akan merasa puas.