KEHIDUPAN ROHANI

Salah satu pengungkapan terbesar dalam hidup saya adalah: saya dapat memilih pikiran saya dan berpikir pada hal-hal yang menjadi tujuan. Dengan kata lain, saya tidak harus hanya berpikir tentang apa pun yang masuk ke dalam pikiran saya. Ini adalah pengungkapan yang mengubah hidup bagi saya sebagai mana yang dikatakan oleh Amsal 23:7 (TB) berkata, "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia." Saya ingin mengatakannya seperti ini: Ke mana pikiran pergi, orang pun mengikutinya.

Saya telah menghabiskan sekitar 30 tahun mempelajari Firman Allah, dan itu telah benar-benar mengubah hidup saya. Saya berterima kasih kepada Allah untuk apa yang saya ketahui sekarang, tetapi itu tidak terjadi dalam semalam. Jika Anda ingin melihat perubahan dalam wilayah hidup Anda, belajarlah untuk benar-benar mempelajari Alkitab.

Mengapa Saya Harus Belajar Alkitab?

Saya tidak baik hati. Saya seharusnya begitu, tapi tidak.

Itulah yang saya pikir saat masuk ke garasi dan menutup pintu di belakang saya, duduk aman di kepompong rumah saya dan bebas dari pendapat orang lain.

Saya baru saja memikirkan seseorang yang baik hati, dan betapa saya menyukainya, dan betapa saya berharap diri saya sendiri baik hati. Saya tidak bisa menemukan cara untuk bersembunyi dari semua pikiran, dari semua pikiran mengutuk dari semua yang tidak terjadi pada diri saya.

Penderitaan (mulai dari krisis kesehatan dan masalah keuangan hingga pada kesedihan dan hubungan yang rusak) menimpa setiap orang yang hidup di dunia yang rusak ini, seperti orang Kristen dan yang bukan Kristen. Namun, sebagai umat Kristen Anda memiliki akses kepada Roh Kudus yang akan memberi kekuatan kepada Anda untuk mengatasi setiap penderitaan yang Anda hadapi ketika Anda meminta Allah untuk menolong.

Di sini Anda dapat menemukan kekuatan di masa sukar dengan berpaling kepada Allah untuk menolong Anda:

  1. Belajarlah tersenyum bila masalah datang.

  2. Tetap berpenampilan menarik meskipun dalam saat berpuasa.

  3. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu, cerdik seperti ular supaya jangan ditipu (berhikmat).

  4. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa.

  5. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan.

Kita terpesona pada ucapan-ucapan Yesus ketika menderita di kayu salib. Kata-kata terakhir Yesus tidak membawa kita pada kekecewaan. Kata-kata itu tampak sempurna dan lengkap untuk dipergunakan sepanjang zaman. Ketika kita memusatkan perhatian pada kata-kata tersebut, kita seumpama membuka sebuah jendela menuju keabadian dan kita menemukan di dalamnya penerangan bagi jiwa kita.