KARIER

Mary Whelchel menjelaskan bagaimana banyak peranan wanita telah berubah dan bagaimana mereka mengatasi perubahan ini.

Mary Whelchel menjelaskan bagaimana banyak peranan wanita telah berubah dan bagaimana mereka mengatasi perubahan ini.

Para suami biasanya menjadi pemberi nafkah satu-satunya bagi keluarga mereka sementara para istri tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak dan rumah. Dan, sebagian kecil wanita yang bekerja melakukan yang sama untuk beberapa jam. Namun, pada masa sekarang, banyak wanita pergi bekerja, mengejar posisinya sampai ke atas, menenggelamkan diri dalam pekerjaan selama berjam-jam, dan memilih karier yang akan memberi mereka lebih banyak uang dan puncak kehidupan. Sebagai contoh, meningkatnya jumlah wanita yang memperoleh pendapatan yang sama banyaknya dengan pasangan mereka atau bahkan lebih. Menurut statistik, kira-kira dua puluh persen wanita tidak mendapatkan nafkah dari pasangan mereka.

p align="justify">Contoh macam apa yang kita tetapkan bagi generasi wanita-wanita dewasa selanjutnya? Apakah mencari uang lebih penting daripada menjadi ibu? Tentu saja tidak! Putri-putri Anda akan menjadi seperti Anda. Yehezkiel 16:44, "Lihat, setiap penyair akan mengatakan sindiran ini mengenai engkau: Begitu ibu, begitu anak!"

Ada banyak orang yang ingin terlibat dalam bisnis rumahan berbasis kekristenan. Namun, jika Anda secara khusus mencari kesempatan bisnis kekristenan yang sudah ada, pilihan Anda akan terbatas. Jadi, mengapa tidak mengambil pendekatan yang berbeda, dan memulai bisnis Anda sendiri dari awal, tetapi mencocokkannya untuk orang-orang Kristen atau menawarkan produk-produk/jasa-jasa kekristenan?

Dikirim oleh: Elisa Christanto

Tuhan memberikan kepada kita talenta yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Ada orang yang memiliki talenta membuat kue, menjahit, membuat pernak-pernik atau aksesoris, dan bahkan berdagang. Namun, semua talenta ini jika dikembangkan dengan baik akan bisa menjadi berkat bagi diri sendiri maupun orang lain, terlebih untuk kemuliaan Tuhan. Karena memang tujuan utama dari semua penciptaan, termasuk talenta, adalah untuk memuliakan nama Tuhan. Tujuan yang lain adalah agar kita bisa saling mengasihi.

Sekali peristiwa, Daud kembali ke tempat tinggalnya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang lelaki yang kepayahan dan duduk bersandar di dekat batu. Daud turun dari kudanya dan menanyakan siapa dia. Orang itu memberitahukan bahwa belum lama berselang, tempat tinggal Daud telah dijarah orang. Wanita dan anak-anak telah ditawan.

Di Alkitab ada beberapa ayat yang menyinggung peranan pria dan wanita dalam konteks kepemimpinan (1 Korintus 11:2-16; 14:33-35). Namun, yang paling gamblang adalah bagian yang ditulis oleh Rasul Paulus, "Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri." (1 Timotius 2:11-12). Kata "memerintah" pada ayat di atas, dapat pula diterjemahkan "memiliki otoritas atau kuasa", dalam hal ini atas pria. Kepada jemaat di Korintus, Paulus mengulang perintah yang sama yaitu, "... perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan jemaat... Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah ...." (1 Korintus 14:34-35). Jelas bahwa dalam Surat 1 Korintus maupun 1 Timotius, Paulus tidak mengizinkan kepemimpinan wanita atas pria. Sebaliknya, Paulus meminta wanita untuk tunduk kepada kepemimpinan pria.

"Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya." (Amsal 31:10-12)

Artikel ini khusus membahas mengenai wanita karier. Persoalan karier bagi sebagian wanita sering kali menjadi pergumulan tersendiri, sedangkan pria memang sudah ditakdirkan untuk bekerja dan berjerih payah demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Ketika Allah mengusir manusia keluar dari Taman Eden, di situlah Allah menetapkan tanggung jawab ini. Dalam kenyataannya, di dunia ini wanita atau istri juga ikut bekerja untuk menghidupi keluarganya. Dengan demikian, pekerjaan menjadi persoalan unik bagi wanita.

Keikutsertaan istri bekerja sudah lama dikenal di Indonesia. Banyak istri berkarya dan berwiraswasta di rumah. Mereka membuat dan menjual aneka makanan, camilan, minuman, kerajinan tangan, menjahit, peternakan, pertanian, perkebunan, membuka salon, ruko, menjadi guru les, praktik kebidanan atau kesehatan di rumah, dll.. Dengan memilih berkarya di rumah, diharapkan istri, selain bekerja dapat sekaligus mengurusi, mengawasi anak, serta urusan rumah tangga yang tidak ada habisnya.

Suka Duka Wanita Karir

Sambil menantikan suami saya turun dari kantornya di wilayah jalan Sudirman, saya memperhatikan beberapa karyawan wanita yang baru saja pulang kerja. Cukup banyak. Ach..... lebih banyak lagi wanita dengan berbagai macam mode pakaian kerja berjalan di sepanjang jalan Jenderal Sudirman.

Sebelum kita menikah, kita menyusun cita-cita setinggi langit. Kita berusaha meraih pendidikan setinggi bintang, dan karir setinggi-tingginya. Ketika baru menikah kita mengangankan anak-anak yang lucu dan mungil. Kita menyusun idealisme "orang tua yang baik". Tanpa terasa konflik idealisme dan cita-cita mulai muncul. Kita mulai dihadapkan kepada realita bahwa hidup sangatlah kompleks. Anda tidak sendiri. Ada banyak ibu-ibu yang bergumul untuk hal ini.

Para wanita memiliki kekuatan yang membuat kagum para pria. Mereka menggendong anak-anak, mereka menanggung banyak beban, tetapi mereka memiliki kebahagiaan, kasih dan sukacita. Mereka tersenyum ketika mereka ingin berteriak. Mereka bernyanyi ketika mereka ingin menangis. Mereka menangis ketika mereka bahagia dan tertawa ketika mereka gugup.

DESKRIPSI TUGAS:

Menjadi pemain tim purna waktu untuk suatu pekerjaan tetap yang penuh tantangan dalam lingkungan yang sering kacau balau. Para kandidat harus memiliki ketrampilan berkomunikasi dan berorganisasi yang hebat serta bersedia bekerja di waktu-waktu yang tidak menentu, termasuk malam hari, akhir minggu bahkan seringkali harus 24 jam siap panggil. Dibutuhkan kesediaan untuk melakukan beberapa kali perjalanan menginap, termasuk di tempat-tempat perkemahan primitif di akhir minggu yang hujan dan mengikuti setiap pertandingan- pertandingan olahraga di kota manapun. Ongkos perjalanan ditanggung sendiri. Ditambah melakukan tugas antar-jemput yang ektensif.

Berbagai seminar mengenai wanita karier telah diadakan. Namun, toh hingga saat ini belum satu pun yang mampu menjawab pergumulan para wanita secara tuntas. Mereka tetap bermasalah: "karier" atau "DPR alias dapur", khususnya di Indonesia.

Pages